NovelToon NovelToon
Hacker Cantik Incaran Mafia

Hacker Cantik Incaran Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Ibu Pengganti
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💗🤗 Assalamualaikum semua! Ayo mampir baca pelan-pelan aja ya! jika suka jangan lupa tinggalkan jejak kalian!👇🤗😍

Di balik wajah cantiknya, Alana menyimpan identitas mematikan: seorang hacker genius sekaligus penembak jitu bayaran yang tak pernah meleset. Namun, ia terpaksa menggantung senapannya demi satu tujuan baru yang tak pernah ia rencanakan—menjadi ibu pengganti bagi keponakannya yang mendadak yatim piatu.

​Di sisi lain kota, Sang Bos Mafia penguasa dunia bawah tanah sedang murka. Pembantaian brutal baru saja menewaskan tangan kanan kepercayaannya, dan sepasang anak kembar sang tangan kanan menghilang tanpa jejak.

Dalam perburuannya mencari anak-anak itu dan menuntut balas, sang Mafia juga memburu seorang hacker misterius yang terus-menerus meretas sistem keamanan kartelnya.

​Takdir mempertemukan mereka dalam kejar-kejaran yang mematikan. Sang Bos Mafia tidak tahu bahwa wanita cantik yang mati-matian melindungi sepasang anak kembar di dekapannya adalah penembak jitu yang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

​Darah Jace bergejolak mendengar sarkasme bernada meremehkan dari wanita di hadapannya. Rahangnya mengeras, jemarinya gatal ingin memberi pelajaran pada wanita kumuh tak tahu tata krama ini.

Namun, saat matanya beradu dengan tatapan tajam nan dingin milik sang Tuan Muda, seluruh keberanian Jace seketika menguap. Ia menunduk kaku.

​Mengabaikan Alana, Jace segera membungkuk bersama rekannya. Dengan hati-hati, mereka memapah tubuh tegap Elvano untuk berdiri.

Otot-otot perut Elvano menegang hebat, menimbulkan rasa nyeri menusuk yang memancing keringat dingin di pelipisnya. Namun, raut wajah bos mafia itu tetap datar, sedingin pahatan es yang tak tersentuh.

​Tepat saat langkah mereka hampir melewati ambang pintu kayu kontrakan, Elvano mendadak menghentikan jalannya. Ia memutar sedikit tubuhnya, menatap Alana yang masih berdiri bersedekap dengan wajah jengkel bercampur enggan.

​"Jace," panggil Elvano pelan. Suara baritonnya yang berat memecah keheningan malam.

​Jace yang sudah sangat memahami tabiat tuannya segera merogoh bagian dalam jas mahalnya.

Tanpa ragu, ia menarik segepok tebal uang tunai pecahan seratus ribu yang masih terikat segel bank dengan nominal fantastis yang cukup untuk menyewa kontrakan kumuh ini selama sepuluh tahun ke depan. Dengan gestur kaku, Jace menyodorkan uang itu secara kasar ke arah Alana.

​"Sesuai janjiku, Nona," ucap Elvano dengan intonasi datarnya.

"Aku tidak ingin ada istilah utang budi di antara kita."

​Mata Alana seketika membulat. Ia memasang raut terkesiap yang sangat meyakinkan demi menjaga topeng penyamarannya sebagai warga pinggiran yang hidup pas-pasan.

​Dengan gerakan cepat yang sengaja dibuat menyiratkan ketamakan, Alana menyambar uang itu dari tangan Jace. Ia bahkan membasahi ujung jempolnya dengan ludah, lalu menghitung lembaran uang merah itu secara kasar dengan mata berbinar-binar.

​"Wih... ini beneran uang asli? Nggak ada stempel mainannya, kan?" seru Alana dengan nada suara kampungan yang agak melengking.

​Di dalam hatinya, Alana ingin sekali meludahi tumpukan kertas itu. Di kehidupan masa lalunya sebagai mahasiswi berkelas dan Ratu Hacker tingkat atas, uang sebanyak ini hanyalah angka sepele di dalam rekening anonimnya.

Namun malam ini, ia harus menjadi gadis matre yang gila uang.

​Elvano memperhatikan setiap detail gerakan Alana. Matanya yang gelap menelusuri rona wajah gadis itu, berusaha menguliti topeng yang terpasang rapi di sana. Bukannya langsung berbalik pergi, pria itu justru menahan pijakannya lebih lama di ambang pintu.

​"Aku Elvano," ucapnya tiba-tiba, memperkenalkan dirinya dengan suara berat yang bernada menguasai.

"Aku juga sudah menyimpan nomor pribadiku di ponselmu. Jika terjadi sesuatu padamu atau anak-anakmu... hubungi aku."

​Mendengar kata-kata sakral itu keluar dari bibir Tuan Muda-nya, Jace yang sedang memapahnya nyaris tersedak ludahnya sendiri. Matanya membelalak tak percaya. Sepanjang sejarah klan Adhitama, Elvano tidak pernah memberikan nomor telepon pribadinya kepada siapa pun apalagi kepada wanita asing dari pemukiman kumuh yang memperlakukannya tanpa rasa hormat!

​Alana mendengus pelan. Ia menyumbatkan segepok uang tebal itu ke dalam saku jaket kebesarannya dengan raut wajah tak acuh.

​"Hah? Nggak usah sok akrab deh!" cetus Alana sambil mengibaskan tangannya, memasang wajah sebal.

"Aku tak mau berurusan dengan pria berdarah-darah sepertimu. Lagian suamiku masih sanggup menafkahi kami, jadi kalau ada apa-apa ya aku minta tolong sama suamiku. Mending kalian cepat angkat kaki dari sini sebelum warga sekitar bangun dan mengira aku memasukkan gelandangan!"

​Seulas senyum tipis, hampir tak terlihat terukir di sudut bibir Elvano. Bukannya tersinggung oleh celetukan kasar itu, ia justru tampak terkesan oleh keberanian gadis di hadapannya.

​Tanpa mengumbar kata lagi, Elvano memalingkan wajahnya. "Jalan," perintahnya singkat pada Jace.

​Mereka bertiga melangkah keluar, menghilang ke dalam pekatnya malam yang dingin dan lembap.

​Di ujung gang yang gelap, sebuah SUV hitam antipeluru telah bersiap dengan mesin berderu halus. Begitu pintu ditutup rapat dan kendaraan mewah itu melaju mulus membelah jalanan kota yang sepi, suasana di dalam kabin berubah mencekam.

​Jace melirik ke arah tuannya dari kaca spion tengah. Keningnya berkerut dalam, menyimpan sejuta pertanyaan yang mengusik pikirannya.

​"Tuan Muda..." Jace akhirnya membuka suara, memecah kesunyian kabin yang dingin.

"Haruskah kita mengirim team cleaner untuk membungkam wanita itu? Dia sudah melihat luka Anda."

​Elvano memejamkan matanya, menyandarkan kepala pada jok kulit yang empuk saat efek obat penghilang rasa sakit mulai bekerja menyapu alir darahnya.

​"Jangan sentuh dia," jawab Elvano dingin.

​"Tapi, Tuan—"

​"Selidiki dia," potong Elvano tegas.

​Jace mengernyit bingung. "Selidiki? Dia hanya warga sipil biasa di pemukiman kumuh, Tuan."

​"Dia bukan warga sipil biasa, Jace," desis Elvano. Kelopak matanya kembali terbuka, memancarkan kilat mata obsidian yang sangat tajam dan penuh perhitungan.

​"Tatapannya terlalu tenang saat melihat luka tembak dan genangan darah. Tangannya sama sekali tidak gemetar saat mengobati perutku. Dan yang paling mencurigakan..."

​Elvano menoleh, menatap bayangan lampu jalanan yang melesat di balik kaca mobil yang gelap.

​"...saat kau hendak menarik senjatamu tadi, matanya tidak membelalak takut. Dia menyipitkan mata, mengukur sudut seranganmu. Itu bukan reaksi wanita biasa yang ketakutan, melainkan reflek seorang petarung yang siap mengorbankan nyawa untuk melindungi area di belakang pintunya."

​Jace menelan ludah, seketika teringat bagaimana gadis itu berdiri tegak tanpa gentar sedikit pun saat diintimidasi.

​"Cari tahu segala hal tentang wanita bernama Alana itu," perintah Elvano mutlak, nada suaranya menguarkan kehendak raja yang tak bisa dibantah.

"Latar belakangnya, asal-usul keluarganya, pekerjaan suaminya, dokumen kependudukannya, sampai riwayat transaksi terkecilnya sekalipun. Aku ingin laporannya ada di atas mejaku besok pagi."

​"Baik, Tuan Muda! Akan segera saya laksanakan!"

_______________

​Sementara itu, di dalam kontrakan yang kembali diselimuti kesunyian, Alana segera memutar kunci pintu. Klik. Klik. Ia memastikan selot besi itu terkunci rapat dua kali.

​Dengan tangan bergetar pelan, Alana menarik ponsel burner retaknya dari saku. Benar saja, di dalam daftar kontak, sebuah nama baru telah tersimpan: Elvano.

​Alana menatap deretan angka di layar itu dengan rahang mengeras. Rasa muak berkecamuk di dadanya. Ia menarik segepok uang tunai dari saku jaketnya lalu melemparnya begitu saja ke atas meja kayu yang kusam tanpa minat sedikit pun.

​Setelah memastikan situasi di luar benar-benar aman, Alana melangkah cepat menuju kamar belakang.

​Pintu kayu berdecit pelan saat dibuka. Di atas kasur kapuk yang tipis, Kai dan Kael ternyata belum tidur. Kedua bocah berusia enam tahun itu duduk merapat, memeluk lutut mereka masing-masing.

Kael membenarkan letak kaca mata bulatnya dengan jari gemetar, sementara mata Kai menatap cemas ke arah pintu.

​Melihat Alana masuk, ketegangan di wajah kedua balita itu seketika luntur.

​"Bunda..." bisik Kael parau.

​Alana tidak sanggup menahan beban di dadanya lagi. Ia menjatuhkan diri berlutut di lantai kasur, merengkuh kedua tubuh mungil keponakannya ke dalam pelukan yang sangat erat.

Ia menenggelamkan wajahnya di antara helaian rambut halus si kembar, menghirup aroma tubuh mereka yang menjadi satu-satunya alasan ia bertahan sejauh ini.

​Napas Alana memburu cepat. Ia sadar sepenuhnya bahwa pria yang baru saja ia tolong adalah Elvano Adhitama, pemimpin tertinggi klan mafia yang dulu dinaungi oleh almarhum kakaknya, Raka. Pria yang selama setahun terakhir ini membalikkan seisi kota untuk mencari keberadaan Kael dan Kai. Meskipun ia tahu faktanya tapi ia tak bisa mempercayai siapapun saat ini.

​Pertemuan malam ini bukanlah sekadar kebetulan, melainkan awal dari sumbu bom waktu baru yang baru saja tersulut. Dan jika Elvano sampai berhasil membongkar penyamarannya... pelarian sunyi mereka akan berubah menjadi pusaran bahaya yang jauh lebih mematikan.

​"Bunda akan lindungi kalian..." bisik Alana lirih di tengah keheningan malam, mempererat dekapannya. "Apa pun yang terjadi."

​Bersambung...

1
V3
aku kasihan sama si Kembar ,,,, usia dh 6 tahun tp gak bisa Sekolah Krn hidup nya JD Nomaden 😔🥺
V3
kalau ketahuan sama El dan anak buah nya mah gpa² ,,,,, tp takut nya sama si Iblis Topeng itu 🙈🤦
V3
Al yg kabur-kaburan ,,, tp aku yg ketakutan ,,,, takut ketahuan 🙈🙈
V3
ternyata si Iblis Topeng sdh tahu yaaaa ttp Al dan si Kembar 🤦🤦
bahayaaa nich 🤦🤦
Erna Wati
duuh,gak sabar baca cerita lanjutannya....
riniasyifa: lanjut baca besok kak👍😍
total 1 replies
Dewi kunti
saatnya singa kembar beraksi
V3
tapi apakah nti nya Al dan El akan berjodoh 🤣🤣🤣🤣
V3
smg Al TDK terlacak lagi oleh El 🤣🤣
V3
yaaa ... sedikit data ttg Alana sdh di ketahui oleh Elvano 🤦🤦🤦
smg Al TDK mengaktifkan Hp atau Flashdisk itu yaaa ,, biar TDK ketahuan sama Al 🤣🤣
biar gantian Al yg jengkel kalau GPS nya TDK aktif 🤣🤣🤣🤣
V3
Alana tahu kalau Elvano itu adalah Boz nya alm. Raka ( KK nya ) ,,,,
tp Al ttp mau melindungi kedua keponakan nya sndri
V3
ternyata mata Elvano setajam elang ,,, Dia mulai curiga pd Alana 🤦🤦
sri hastuti
waah kereeenn banget, Alana, siippp, luar biasa cerdas 👍👍
riniasyifa: 😍 terima kasih udah ninggalin jejak
total 1 replies
neny
amazing sih ini mah,,bener2gk bs ber kata2 👍👍
Erna Wati
lanjut Thor,ceritanya tambah seru...
Lucyana H
idemu bikin cerita keren thor...emang ga gampang thor bikin cerita ....ini cerita yg sangat luar biasa....thor💪👍🫰🏼👏🏼🫶🏼🥰
riniasyifa: Terima kasih😍
total 1 replies
Lucyana H
selalu penasaran thor ....sedikit bgt si thor upnya...bisa lebih ga...udah ga sabar nih nunggu bsk ...pasti bakal seru...harus yg bnyk thor upnya....lagi seru" nya bersambung😁💪👍
Lucyana H
selalu menarik thor setiap muncul episode baru...jd ga ngebosenin😍😘
riniasyifa: Terima kasih kakku atas supportnya happy reading y😍
total 1 replies
Dewi kunti
hhhhhhh ratu dan raja mafia💪
V3
Al mmg cerdas bgt
neny
Marco bersikap begitu Krn gk tau siapa Alana,,dan setelah tau,dia pun di buat kicep sm ratu Aditama tersebut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!