NovelToon NovelToon
Alencio

Alencio

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Bagi Amanda, Farel adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya. Meskipun lelaki itu tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, namun Amanda tidak pernah memiliki rasa lelah terlebih lagi menyerah. Ia akan selalu berusaha membuat Farel melihat ketulusan cintanya, meskipun Amanda sendiri tidak bisa mengungkapkannya secara langsung.

Namun sebuah rasa itu seolah menghilang secara perlahan saat Amanda bertemu dengan lelaki bernama Cio, lelaki aneh yang selalu menggodanya dengan sikap konyolnya. Seperti pada lelaki lainnya, Amanda selalu bersikap tak peduli, namun seiring berjalannya waktu, hatinya justru tersentuh dengan kisah kehidupannya dan perasaan tulusnya.

Di balik tawa konyolnya, Cio memiliki kisah rapuh yang tidak ingin lelaki itu ingat. Meski pada akhirnya air matanya jatuh juga kala mengingat masa kelamnya, dan semua itu hanya Cio tunjukkan di hadapan Amanda, gadis cantik yang disukainya.

Saat semua berubah sedikit demi sedikit termasuk hati Amanda, Cio justru pergi den

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

Part 29

"Terserah Papa!" jawabnya kesal sembari berjalan ke arah kamar, diikuti Viona di belakangnya. Sebelum masuk kamarnya, Viona menarik lengan Cio hingga empunya menoleh dengan tatapan bertanya.

"Ada apa?"

"Menikah saja denganku, Kak! Dengan begitu Kakak tidak akan melihat Om Hendra menikah dengan Mamaku kan? Masalah ini selesai, dan Kakak bisa melanjutkan hidup Kakak lagi." Viona berujar serius tapi tidak untuk Cio yang mulai lelah dengan keras kepala Viona.

"Kenapa kamu tidak mengerti, Viona? Aku ini tidak mencintaimu, yang aku cintai cuma Amanda. Bagaimana mungkin aku bisa menikah denganmu sedangkan aku mencintai wanita lain? Masalah ini terjadi bukan karena aku tidak mau Papaku menikah dengan Mamamu. Masalah ini lebih berat dari itu, apalagi ada Amanda yang harus aku lindungi." Cio menjawab tegas sembari kembali berjalan namun di detik berikutnya kakinya kembali berhenti.

"Kamu itu masih kecil, Viona. Kamu tidak akan mengerti dengan apa yang aku rasakan selama ini. Apalagi menyelesaikan semuanya dengan cara menikahimu. Tidak semudah itu. Aku harap, kamu bisa mengerti sebelum mengetahui rasanya." Cio melanjutkan ucapannya tanpa mau memberi Viona kesempatan untuk bertanya apa maksudnya.

"Maksud Kak Cio itu apa sih?" gumamnya heran, merasa tidak habis pikir dengan jalan pikiran lelaki itu. Padahal Viona ingin membantunya, dengan cara menikah dengannya. Toh, Viona juga merasa sangat mencintainya. Lalu apa salahnya? Hanya karena masalah yang terjadi di antara orang tua kita, Cio memilih untuk menolak semuanya. Pikir Viona tak habis pikir, meski kata menyerah belum ada di benaknya.

***

Di koridor kampus, Farel merengkuh lengan Vanessa yang berjalan cepat untuk menjauhinya. Keduanya terlihat sedang bertengkar akan sesuatu hal, membuat mereka menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang berjalan di area yang sama.

"Sebenarnya kamu mau ke mana sih?" Farel menarik lengan kekasihnya, berharap wanita itu mau berhenti dan menjelaskan semuanya.

"Bukan urusan kamu," jawab Vanessa tegas. Dari nada suaranya saja, Vanessa sudah terdengar tak menyukai Farel saat mencampuri urusannya.

"Bukan urusanku bagaimana? Kamu ini pacarku. Aku juga harus tahu kamu mau pergi ke mana? Apalagi akhir-akhir ini kamu sering menghilang tanpa kabar, kamu juga sering tidak memperdulikan chat ku. Kamu ini sebenarnya kenapa?" Vanessa memejamkan matanya, merasa tak percaya dengan Farel yang begitu berlebihan menanggapi urusannya. Apalagi kelakuan kekasihnya itu banyak menyita perhatian orang-orang, membuat Vanessa merasa sangat malu terus-terusan berada di sana.

"Aku tidak kenapa-kenapa. Jadi stop membuatku muak dengan tingkah laku kamu." Vanessa kembali melangkahkan kakinya, merasa sudah tak sanggup lagi menghadapi sikap Farel yang kekanak-kanakan. Padahal ia harus segera pergi untuk menemui seseorang, tapi Farel mencegahnya dan membuatnya telat.

"Muak katamu? Aku juga tidak akan seperti ini, kalau kamu bisa lebih terbuka lagi padaku dan membicarakan apa masalah kamu. Akhir-akhir ini kamu semakin menjauhiku, kamu sadar itu kan?" Farel semakin membuat Vanessa kesal, merasa tak sanggup lagi terus-terusan menjalin hubungan dengan orang yang tidak mau menghargai waktu dan urusannya.

"Aku tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi kamu. Lebih baik, kita putus saja. Aku tidak mau memiliki hubungan dengan lelaki yang selalu mengekangku," ujar Vanessa serius dan itu berhasil membuat Farel tak percaya dengan apa yang baru didengarnya.

"Kok putus sih? Aku kan cuma mau tahu, kenapa akhir-akhir ini kamu susah sekali dihubungi."

"Terserah. Pokoknya aku mau putus, aku sudah muak dengan semua sikap kamu yang terlalu mengaturku." Vanessa melangkahkan kakinya, berniat meninggalkan Farel di sana. Namun sebelum itu terjadi, Farel lagi-lagi menahannya dengan merengkuh kembali tangan Vanessa.

"Lepas, Rel!" pinta Vanessa tegas.

"Aku tidak mau putus dengan kamu, Vanessa. Tolong beri aku kesempatan sekali saja, aku janji akan lebih mengerti keinginan kamu."

"Terserah nanti," jawab Vanessa singkat sembari menarik kasar lengannya dan pergi dari sana, tanpa mau repot-repot memikirkan perasaan Farel saat ini.

Di tengah para mahasiswa yang berlalu lalang, Farel tertunduk lesuh. Berusaha untuk tetap tegar, meski sebenarnya ia sendiri tidak tahu dengan keinginan hatinya akan Vanessa. Sampai saat Farel mendongak, tatapannya jatuh pada sosok gadis yang tengah menatapnya.

Amanda, ya gadis itu sedang melihat ke arahnya dengan sorot mata kekhawatiran. Membuat Farel tidak bisa berbuat banyak selain terdiam lalu pergi dari sana, sangking anehnya posisinya saat ini.

Mantan temannya itu masih terlihat mengkhawatirkannya setelah apa yang sudah terjadi. Jujur, Farel merasa sangat bersalah saat mengingat masa-masa itu, masa di mana Farel begitu hebat merendahkan teman yang selalu mengkhawatirkannya dan selalu ada untuknya di kondisi apapun.

Ada kalanya, Farel berpikir kenapa ia harus bersikap seperti itu hanya karena seorang Vanessa. Penyesalan itu semakin menguat, mengingat hubungannya dengan Vanessa yang sedang tidak baik. Farel merasa bila dirinya telah salah menilai kepribadian seseorang, termasuk teman dan gadis yang disukainya.

Di sisi lainnya, Amanda mengembuskan nafas beratnya setelah Farel sempat melihatnya meski tak lama, karena lelaki itu langsung berpaling dan berjalan menjauh dari jangkauannya. Di dalam hati, Amanda merasa khawatir dengan apa yang sedang terjadi pada Farel. Temannya itu bertengkar dengan Vanessa, padahal Amanda pikir bila hubungan mereka akan terus baik-baik saja mengingat keduanya sangat serasi.

"Aku harap, hubungan mereka akan membaik." Amanda bergumam lirih, sampai saat otaknya menyadari sesuatu hal yang salah. Sesuatu yang seharusnya Amanda sukai, tapi kenapa ia justru merasa bersedih melihat Farel bertengkar dengan Vanessa.

Amanda pikir, hatinya masih tertatih pada sosok temannya yang baik hati. Siapa lagi kalau bukan Farel? Tapi kenapa, melihat Farel bertengkar dengan kekasihnya, Amanda justru merasa terluka, khawatir bila temannya itu akan bersedih dengan masalahnya itu. Seharusnya Amanda merasa senang dan bahagia, berpikir bila mungkin Farel akan mau menjalin pertemanan dengannya lagi. Tapi sepertinya rasa seperti itu tak lagi ada, seolah tak pernah menjadi terpenting di hidupnya.

Tiba-tiba, Amanda memikirkan Cio, membuat perasaannya kian tak nyaman. Seolah kekhawatiran dan ketakutan mampu menjadi satu di dalam hati Amanda yang sudah cukup sendu.

"Melihat Farel bertengkar dengan Vanessa, aku malah memikirkan Cio. Lelaki itu, sebenarnya ada apa dengan dia? Hari ini dia juga tidak masuk kuliah." Amanda bergumam lesu, mengingat sosok Cio yang hari ini tidak masuk kuliah lagi. Di dalam hati, Amanda merasa sangat khawatir, apalagi ada gadis manis yang sempat mengancamnya. Karena hal itu juga yang membuat Cio harus pergi, sampai tidak ada kabar hingga sekarang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!