NovelToon NovelToon
(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

(Bukan) Benih Titipan Sang CEO

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Janda / Anak Kembar / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:524.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

"Aku tidak butuh pernikahan. Tak ada satupun wanita yang bisa menggantikan posisi cinta pertamaku.”

Di usianya yang sudah matang, Arsen Winston, pewaris tunggal Winston Group berada di puncak kejayaan. Namun, tekanan keluarga menuntutnya untuk segera berumah tangga. Menolak menyerah pada pendirian sang putra, Adrian, sang ayah, merancang rencana gila dengan menyewa seorang wanita malam demi mendapatkan keturunan.

​Namun, sebuah kesalahan fatal terjadi. Wanita yang menghabiskan malam dengan Arsen bukanlah wanita sewaan sang ayah, melainkan seorang gadis misterius yang menghilang tanpa jejak.

​Lima tahun berlalu…

​Di atas kapal pesiar mewah, sebuah insiden mengerikan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan. Arsen bertindak cepat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan mereka bertemu, jantung Arsen seolah berhenti berdetak.

​Anak menggemaskan itu memiliki garis wajah yang sangat identik dengannya, bahkan punya alergi sepertinya.

“Hai bocah, kamu tidak suka kacang?”

“Ndak cuka, bikin gatal-gatal badan Lupia. Paman Endut ndak cuka kacang juga?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Agen Cilik

Di waktu yang sama, di sudut kota London yang dingin, sebuah limusin mewah hitam berkilat meluncur pelan menuju pelabuhan tempat kapal pesiar megah itu bersandar.

Di dalam mobil, suasana terasa sangat mencekam.

Arsen Winston duduk di kursi belakang dengan posisi tubuh yang tampak sedikit memakan tempat. Ya, sangat memakan tempat.

Roda kehidupan berputar sangat drastis bagi sang CEO muda berkuasa. Stres akibat pencarian Adara yang nihil selama empat tahun lebih, ditambah siklus ngidam jarak jauh yang pernah menyerangnya secara misterius, benar-benar mengubah bentuk fisiknya.

Otot-otot sixpack yang dulu dibangga-banggakannya kini telah bertransisi sempurna menjadi lapisan lemak tebal yang makmur. Jas tailor-made buatan desainer Italia yang dikenakannya kini terpasang begitu ketat, hingga kancing bagian perutnya tampak berjuang mati-matian menahan beban hidup sang bos.

Mateo yang duduk di sebelahnya mengelus dada berkali-kali. Garis wajah sang asisten dipenuhi kecemasan yang teramat sangat.

"Bos..." panggil Mateo pelan, suaranya bergetar prihatin. "Anda yakin kancing jas itu tidak akan meledak saat kita menginjakkan kaki di red carpet nanti?"

Arsen melirik Mateo tajam, membuat lipatan dagunya yang kini bertumpuk menjadi terlihat jelas. "Diam kamu, Mateo. Ini semua gara-gara Ibuku yang memaksa aku terbang ke London cuma buat cari istri di pesta konyol ini!"

"Tapi Bos..." Mateo menelan ludah, menatap fisik bosnya dari atas sampai bawah dengan raut wajah meringis. "Dulu saat tubuh Anda masih atletis bagaikan dewa Yunani saja Anda selalu gagal beroperasi di dunia asmara. Sekarang... dengan profil tubuh yang lebih mirip pengusaha beras makmur begini, saya makin khawatir wanita-wanita di atas kapal nanti langsung ilfil sebelum Anda sempat menyapa.”

Arsen membelalak murka, menepuk dadanya yang kini terasa jauh lebih empuk. "Maksudmu aku gemuk?!"

"Saya tidak bilang Anda gemuk, Bos," sahut Mateo cepat sambil mengangkat kedua tangannya. "Saya cuma bilang... Anda sekarang lebih bervolume. Berisi. Sangat... mengintimidasi secara ukuran."

"Ini akumulasi stres, Mateo! Stres!" bentak Arsen sambil membenarkan kerah kemejanya yang terasa mencekik.

"Dan lagipula, aku tak butuh wanita-wanita manja di pesta itu. Kalau bukan karena Ibu yang mengancam akan mencoret namaku dari silsilah keluarga, aku lebih memilih tidur di hotel sambil memesan tiga porsi pizza!"

Mateo menghela napas berat, menyandarkan punggungnya sambil meratapi nasib bosnya yang makin terpuruk dalam jurang ketidakberuntungan asmara.

"Tolong, Bos... kalau nanti Anda melihat wanita cantik, tolong jangan menatap mereka dengan tatapan dendam sepuluh miliar Anda. Usahakan senyum sedikit. Dan yang paling penting, kalau ada makanan prasmanan... tolong tahan diri. Ingat tujuan Nyonya Elena menyuruh Anda ke sini." mohon Mateo memelas.

Arsen mendesis sinis, memalingkan wajahnya ke luar jendela. "Cari istri? Cih. Semua wanita sama saja. Kecuali..."

Arsen mengepalkan tangannya yang kini agak gembul, membayangkan wajah gadis polos yang telah melarikan diri dan berutang sepuluh miliar padanya.

"Kecuali si pencuri sepuluh miliar itu," bisik Arsen penuh dendam, tanpa menyadari bahwa wanita yang dicarinya kini bersama tiga benih unggulannya yang juga sedang bersiap ke kapal pesiar yang sama.

___

Suasana rumah Rosa riuh rendah oleh kesibukan persiapan keberangkatan mereka. Adara yang sudah berbalut gaun hitam elegan dan simpel berbalik dari depan cermin. Namun, mata cantiknya seketika membelalak kaget saat melihat putri bungsunya berjalan tertatih-tatih dengan napas terengah-engah.

Luvia sedang menggendong ransel merah berbentuk kelinci yang ukurannya bahkan hampir sama besar dengan tubuh mungilnya sendiri! Tubuh gembul bocah empat tahun itu terhuyung ke kiri dan ke kanan, berusaha keras menyeimbangkan beban di punggungnya.

"Luvia... kamu bawa apa di dalam tas sebesar itu?" tanya Adara panik lalu berlutut untuk membantu melepaskan tali ransel putrinya. "Sini, biar Mommy yang bawakan, Sayang."

Luvia dengan cepat berbalik membelakangi ibunya. Kedua tangan mungilnya memeluk ransel kelinci itu erat-erat.

"Ndak mau! Ini ndak boleh dipegang Mommy!" tolak Luvia dengan pipi gembulnya yang memerah.

"Icina balang belhalga! Buat mici agen lahasia!"

Lucian yang berjalan santai di belakang sang adik sambil menyendokkan tangan ke saku celana hanya melirik dingin.

"Isinya pasti cuma makanan," celetuk si sulung singkat tanpa ekspresi.

Brak!

Tepat setelah Lucian berbicara, tali ransel Luvia terlepas karena tak kuat menahan beban. Tas itu jatuh terhempas ke lantai dan resletingnya terbuka lebar. Seketika itu juga, berbagai jenis biskuit, coklat, keripik kentang, hingga beberapa bungkus roti manis berhamburan dan berceceran di atas lantai.

Adara hanya bisa meringis sambil memegangi pelipisnya. Dari ketiga anak kembarnya, Luvia memang bocah yang paling doyan makan. Tak mengherankan jika di antara mereka bertiga, fisik Luvia adalah yang paling bulat, gembul, dan menggemaskan.

Rosa yang baru masuk membelalak melihat harta karun yang berserakan. Ia kemudian menatap cucu perempuan satu-satunya itu.

"Luvia! Ya ampun, cucu bodel Nenek!" ngomel Rosa seraya menepuk jidatnya sendiri. "Pantesan perutmu makin hari semakin melar seperti bakpao hangat! Nenek pikir ranselmu isi alat Doraemon, ternyata isi minimarket pindah ke dalam tas!"

Luvia sama sekali tidak peduli dengan omelan neneknya. Dengan gerakan cepat dan panik, tangan mungilnya mulai memunguti roti-roti yang berserakan di lantai.

"Lotiku! Loti-loti cokelat Lupia!"

"Luvia, jangan dipungut lagi. Itu sudah jatuh, kotor," larang Lucky lembut sambil memegang tangan adiknya dengan sabar.

Luvia mendongak dengan mata membulat polos, memeluk rotinya erat-erat. "Belum lima jam, Abang!"

Adara dan Rosa bertatapan mata, sementara Lucian membuang napas berat melihat kelakuan adiknya.

"Lima detik, Luvia! Bukan lima jam!" ralat bocah super dingin itu. Adara menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa gemas karena tingkah ketiga buah hatinya.

Melihat mereka sudah tumbuh secerdas itu, Adara lantas teringat pada Ayah biologis Triplet L. Rasanya ia ingin sekali bertemu untuk meminta pertanggung jawabannya, namun Adara juga takut Pria itu malah merebut mereka darinya.

“Tidak-tidak! Aku tidak ingin bertemu lagi dengan dia. Pria itu mungkin sudah bahagia dengan wanita lain. Aku hanya akan menjadi penghancur rumah tangga mereka,” gumam Adara membuang napas panjang kemudian membawa mereka ke pelabuhan.

“Semoga misi ini berjalan lancar dan aman,” harap wanita cantik itu dalam hati.

___

Biasanya CEO sempurna, kali ini berbeda, tapi tenang saja, Arsen bakal balik sixpack oleh kelakuan liar bibit-bibitnya. Ikuti terus dan terima kasih yang sudah like, komen, dan vote 🧡

1
Dokkan Battle
hadeuh cerita balikan lagi bucin dah bucin
Weni Kasandra
cerita bagus dan lucu
Ari Sawitri
sdh berlalu 4th masa ngidam itu lemak masih betah nempel diperut Arsen 😅😅😅 kagak olahraga ya jd betah lemaknya 🤣🤣
Omah Tien
kucu sk
A.R
Adara ini umur brpa sih Thor??
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Karsa Sanjaya
maaf ya Thor ini hanya sekedar unek unek saya sebagai pembaca kenapa nama nama tokoh nya harus pake nama ke barat2an apakah nama orang2 indo itu jelek jelek misal nama Raihan indra Bagas Ardi atau yg lainya
penulis2 sekarang sudah terkontaminasi budaya barat cerita d indo tpi yg d pake namanya orang barat jdi nuansa indo nya GK dapet beda lagi kalo ceritanya luar negeri atau tokoh nya d jelasin keturunan orang luaran yang
dan saya pernah baca novel salah satu tokoh nya d ceritakan orang kampung dan bahkan terpencil tpi aneh nya namanya nama orang barat selama saya hidup d kampung sampai sekarang belum pernah ada orang pake nama tersebut
maaf ya Thor itu hanya sekedar unek2 karna saya sering k tipu ketika baca novel ini novel ceritanya luar negeri karna nama namanya eh pas bab2 selanjutnya Bru d sebutkan nama2 daerah d indo
Mom Ilaa: Halo Kak Karsa Sanjaya, terima kasih banyak atas masukannya, saya sangat hargai unek-uneknya 🙏

Maaf ya kalau bikin Kakak ketipu di awal dan nggak nyaman. Untuk novel ini tokoh utamanya saya buat keturunan blasteran, jadi saya pakai nama Barat. Bukan karena nama Indo jelek, nama seperti Raihan, Indra, Bagas, Ardi itu bagus-bagus semua.

Kritik Kakak benar, harusnya dari awal saya jelaskan latar belakang tokohnya biar nuansa Indonya tetap dapet dan nggak membingungkan. Terima kasih sudah diingatkan, akan saya perbaiki di novel selanjutnya. Sehat selalu, Kak. 🤗
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Shyfa Andira Rahmi
pantas saja makan habis 5 piring🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
Lupia emang gak ada dua nya... kelen pokok nac😂😂😂
Bunda
ijin baca kak🙏
Cicih Sophiana
om Meteol suka yah sama oma Losa...
Cicih Sophiana
kasian oma Rosa semoga bisa di sembuhkan penyakit nya...
Queenby🌻
🤣🤣🤣🤣
Queenby🌻
🤣🤣🤣
Queenby🌻
lahh Mateo ga jadi sama Rosa??
Cicih Sophiana
waduh bocil kabur kemana tuh😄
Cicih Sophiana
gadaikan aja Luvia nya kek😂😂😂
Cicih Sophiana
ya ampun Luvia... masih kecil udah jadi pelampok😄😄🥰
Erna Masliana
nah Mateo kalo sama Kiara cocok..Rosa sama Bram aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!