Lige adalah seorang gadis yang hidup dizaman modern. Lige adalah pemimpin dari satu organisasi besar yang setiap minggu atau bahkan setiap harinya selalu menghabisi nyawa orang.
Ya, Lige adalah seorang Queen mafia, ia terkenal sangat dingin, kejam dan bengis.
Namun siapa sangka, dalam misinya ia harus dihianati oleh orang kepercayaanya sendiri hingga merenggut nyawanya.
Tanpa ia sangka, rohnya terbang menuju zaman kuno pada zaman kerajaan. Roh nya menempati tubuh seorang gadis yang baru saja dinyatakan meninggal.
Zaman dimana yang kuat berkuasa dan yang lemah tertindas.
"Tubuh siapa ini? dunia apa ini? kenapa sangat berbeda? apa aku berpindah dimensi?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Lige kembali ke kediaman Shen dengan cepat, ia tahu bahwa sekarang Māmā nya pasti sudah mengkhawatirkannya, karena hari juga sudah mulai gelap.
Saat ia masuk kedalam kediaman Shen melewati pilar kesetiaan, Māmā dan FangYin sudah menunggu Lige didepan kamar Lige.
"Māmā, Jiejie sudah kembali." FangYin memberi tahu Meyleen bahwa Lige sudah kembali, dengan cepat Meyleen menghampiri Lige dengan cemasnya, FangYin hanya bisa mengikutinya dari belakang.
"Lige, kamu sudah kembali, Nak? dari mana saja? kenapa baru kembali? tadi XingShen bilang, kamu hanya pergi sebentar saja, kenapa baru kembali sekarang?" Tanya Meyleen sangat khawatir terhadap Lige.
"Māmā, Lige nggak kenapa kenapa, tadi Lige hanya berjalan jalan saja, tadinya Lige ingin kembali cepat, tapi dijalan ada warga yang meminta tolong, jadi Lige tolong." Jawab Lige.
"Lain kali jangan terlambat, Māmā khawatir jika terjadi sesuatu padamu." Ucap Meyleen menasehati Lige.
"Māmā, Lige tidak apa apa, jangan terlalu khawatir, sekarang Lige sudah kembali, dan tidak terjadi apa apa, jadi Māmā tidak perlu khawatir lagi." Ucap Lige juga berusaha menenangkan Meyleen.
"Benar yang dikatakan Jiejie, Māmā jangan khawatir lagi, nanti Māmā sakit." Ucap FangYin.
"Baiklah baiklah." Jawab Meyleen.
"Dimana XingShen?" Tanya Lige.
"Setelah dia memberi tahu kami, bahwa Jiejie pulang terlambat, dia langsung pergi kembali, entah kemana aku tidak tahu." Jawab FangYin memberi tahu.
"Kemana anak itu pergi?" Tanya Lige dalam hatinya, ia juga tidak tahu kemana XingShen pergi.
"FangYin, bawa Māmā masuk kedalam kamar, diluar sangat dingin, nanti Māmā sakit." Suruh Lige pada FangYin.
FangYin dengan senang hati menyetujuinya.
"Māmā, kita ke kamar ya, nanti Māmā sakit." Ucap FangYin merangkul bahu Meyleen.
"Lige, kamu juga masuk ya, nanti kamu juga sakit, biarkan XingShen, pasti dia akan kembali, kamu tidak perlu menunggunya." Ucap Meyleen.
"Iya Māmā, Māmā sekarang ke kamar, jangan khawatirkan Lige lagi, Lige juga akan masuk ke kamar." Ucap Lige.
"Selamat malam." Sambung Lige sebelum Meyleen dan FangYin pergi.
"Shen Lige sangat beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayanginya, apalagi punya ibu yang sangat menyayanginya, sangat berbeda dengan nasibku dulu, ditinggalkan kedua orang tuaku, lalu kakekku, dan yang paling parah di khianati tangan kanan ku sendiri." Batin Lige mantap punggung Meyleen dan FangYin yang perlahan menjauh.
Saat ia akan masuk kedalam kamarnya, tiba tiba XingShen datang dengan tangan berada didada, dan berjalan seperti orang yang kesakitan.
"Jiejie." Panggil XingShen, Lige yang mendengar langsung saja berbalik menatap si pemilik suara. Ia keget mendapati XingShen dengan bibir berdarah.
Ia langsung mendekati XingShen dan memapahnya membawanya kedalam kamarnya.
"Kau kenapa?" Tanya Lige membantu XingShen tidur didalam ranjang kayunya.
"Aku tadi melihat beberapa berandalan menyerang seorang gadis, aku membantunya, tapi aku terluka, karena mereka terlalu banyak." Jawab XingShen.
Lige langsung mengambil air dan kain kecil, dan mulai mengobati luka XingShen.
"Jiejie, apa ini tidak apa apa? kamu melihatku tanpa atasan." Ucap XingShen yang ragu.
"Apanya yang tidak boleh, aku ini Jiejiemu bukan?"
"Iya, kau Jiejie ku."
Lige menaruh obat diluka dada XingShen, XingShen mulai meringis karena rasa perih dari obat yang Lige berikan.
"Jiejie, obat apa ini? kenapa rasanya perih sekali." Tanya XingShen.
"Tanaman yang ku ambil tadi siang di hutan." Jawab Lige menutup kembali baju XingShen.
"Benarkah?! kenapa sudah jadi obat? bukankah tadi hanya daun?" Tanya XingShen.
"Dari klinik Londong." Jawab Lige.
"Jadi tadi Jiejie dari klinik Londong? bukankah klinik itu sudah lama ditutup? kenapa Jiejie bisa kesana?" Tanya XingShen.
"Aku kenal pemiliknya." Jawab Lige santai dan sabar menghadapi setiap pertanyaan XingShen.
"Tapi...." Ucap XingShen lagi, namun langsung dihentikan oleh Lige.
"Diam dan tidurlah, sudah malam, tidak perlu bertanya lagi, aku akan kembali ke kamar ku." Ucap Lige yang tidak ingin menjawab pertanyaan XingShen lagi.
"Jangan sampai māmā tahu tentang lukamu itu." Ucap Lige sesaat sebelum ia keluar dari kamar XingShen.
"Baiklah." Jawab XingShen pasrah.
Lige kembali kedalam kamarnya sendiri.
"Huh, pusing rasanya, ngadepin satu anak banyak tanya." Gumam Lige setelah menutup pintu kamarnya.