NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Kriet..."

Pintu besi itu terbuka lebar menampilkan bagian dalam kandang yang sangat luas, terang, dan bersih mengkilap.

Ada deretan tempat pakan dan minum modern yang terhubung dengan pipa otomatis di sepanjang dinding baja tersebut.

Lantai kandang dilapisi material karet khusus yang dirancang mudah dibersihkan dan menyerap bau kotoran ternak.

"Gila bener, ini sih lebih bagus dan mewah dari kamar kos Abang waktu merantau di kota dulu," gumam Bang Jarwo takjub mengusap dinding kandang.

"Ayo, Bang, tangkap ayam-ayamnya sekarang dan masukkan ke sini satu per satu hati-hati," perintah Adit.

Mereka bertiga pun mulai sibuk berlarian memindahkan seratus ayam kampung super raksasa itu.

Karena tenaga fisik Adit sudah meningkat drastis, dia bisa mengangkat empat ekor ayam sekaligus dengan sangat mudah di kedua tangannya.

Ayam-ayam raksasa yang awalnya memberontak langsung diam tak berkutik saat Adit mencengkeram sayap mereka dengan tenaga besinya.

Hanya butuh waktu setengah jam untuk memindahkan semua unggas buas itu ke rumah baru mereka yang mewah.

"Fiuh, selesai juga akhirnya," ucap Adit sambil menepuk-nepuk tangannya yang kotor terkena bulu ayam.

[Pemberitahuan Sistem: Kandang Otomatis mulai beroperasi penuh.]

[Suhu udara dan tingkat kelembapan kandang akan selalu dijaga secara mandiri dalam kondisi optimal untuk pertumbuhan.]

Adit mengangguk puas membaca barisan teks pemberitahuan dari sistem tersebut.

"Permisi! Woi, ada orang di rumah tidak ini?!"

Suara teriakan kasar dan lantang dari arah halaman depan rumah mendadak menghentikan kegiatan istirahat mereka.

Adit mengernyitkan dahinya merasa terganggu mendengar suara asing yang tidak sopan tersebut.

"Siapa itu pagi-pagi buta sudah teriak-teriak di halaman rumah orang kayak di hutan?" gerutu Bang Sopo kesal.

"Biar saya yang jalan cek ke depan, Bang, kalian awasi saja kelakuan ayam-ayam ini dulu di sini," kata Adit menenangkan.

Adit melangkah tenang menyusuri jalan setapak di samping rumah menuju halaman depan.

Tiga orang pria berpakaian dinas safari warna cokelat pudar sedang berdiri angkuh di dekat motor tua kesayangan Adit.

Pria yang berdiri di posisi tengah memiliki perut yang sangat buncit dan kumis tebal yang melintang kaku.

Adit langsung mengenali pria buncit itu sebagai Pak Kades Sukamaju yang terkenal pelit dan licik.

Dua orang berseragam hijau di sebelahnya adalah Hansip desa yang memang biasa merangkap sebagai centeng pribadi pencari masalah untuk Pak Kades.

"Selamat pagi, Pak Kades, tumben sekali ada perlu apa pagi-pagi begini datang ke gubuk saya?" sapa Adit ramah namun dengan nada tegas.

Pak Kades menatap Adit dari atas sampai bawah dengan pandangan meremehkan yang sangat kentara.

"Kamu ini Aditya kan? Anaknya almarhum Pak Karyo yang katanya baru pulang gagal merantau dari kota?" tanya Pak Kades dengan nada tinggi dan sombong.

"Benar sekali, Pak Kades, silakan duduk dulu di kursi teras kalau memang mau bicara panjang lebar."

"Tidak usah repot-repot pura-pura sopan, saya cuma mampir sebentar di sini," tolak Pak Kades mengibaskan tangannya cepat.

Pria buncit itu melangkah mendekati Adit sambil membusungkan dadanya menantang.

"Saya dengar dari laporan warga semalam, katanya ada transaksi jual beli besar-besaran secara diam-diam di rumah ini."

"Ada bos orang kota yang bawa mobil mewah dan mentransfer uang tunai ratusan juta ke rekeningmu secara langsung."

"Apa kabar angin itu benar adanya, Dit?" tanya Pak Kades sambil menyipitkan matanya penuh kecurigaan dan keserakahan.

Adit tetap memasang wajah datar dan tenang meski di dalam hatinya dia sudah mengumpat kesal.

Berita di desa kecil ini memang menyebar jauh lebih cepat daripada api yang membakar padang jerami kering di musim kemarau.

"Wah, laporan warga mana itu yang Bapak dengar? Berlebihan sekali mulutnya sampai bilang ratusan juta," jawab Adit pandai mengelak.

"Kemarin sore memang ada kenalan saya dari kota datang beli buah semangka panenan pertama saya, tapi uang yang dibayar tidak seberapa kok nominalnya."

Pak Kades tertawa sinis dan keras mendengar jawaban bantahan Adit.

"Hahaha, kamu jangan berani coba-coba membohongi aparat desa resmi, Dit."

"Bu Tejo sendiri yang lihat dengan mata kepalanya si bos kota itu teriak-teriak mau beli semangkamu seharga ratusan juta rupiah tanpa menawar."

Adit memijat pangkal hidungnya perlahan merasa sakit kepala mendengar nama ibu-ibu jagoan gosip itu dibawa-bawa dalam masalah ini.

"Lalu urusan dan kepentingannya dengan Pak Kades ini apa kalau memang semangka saya laku dijual mahal ke orang kota?" tanya Adit yang mulai malas berbasa-basi lagi.

"Begini, Dit, kamu harus paham aturan mainnya."

"Sebagai warga desa yang baik dan baru saja mendapat rezeki nomplok sebesar itu, kamu punya kewajiban sosial yang harus diselesaikan."

"Kewajiban macam apa yang Bapak maksudkan ini?"

"Setiap usaha pertanian skala besar di desa ini wajib ada izin resmi dari balai desa dan tentu saja ada pajak usahanya."

"Saya sudah hitung-hitung kasarnya, dari total nilai transaksimu kemarin sore, kamu wajib bayar uang administrasi kas desa sebesar lima puluh juta rupiah tunai hari ini juga."

Adit mendengus kasar dengan sengaja mendengar nominal pajak tidak masuk akal yang diucapkan kepala desa korup ini.

"Lima puluh juta? Pak Kades ini datang ke sini mau narik pajak resmi atau mau merampok rumah saya di siang bolong?" sindir Adit sangat tajam dan menusuk.

Wajah Pak Kades langsung berubah memerah padam menahan amarah mendengar sindiran telak dari Adit.

"Jaga mulut kotormu itu, anak muda! Saya ini memimpin desa ini dengan aturan hukum yang sah!"

"Kalau kamu keras kepala tidak mau bayar pajaknya, saya bisa langsung menyegel tanah dan kebun belakangmu itu sekarang juga secara paksa."

Dua Hansip berbadan kekar di belakang Pak Kades langsung maju selangkah serempak sambil memegang gagang pentungan kayu di pinggang mereka.

Adit tidak mundur atau bergeser sedikit pun dari posisinya berdiri, dia malah tersenyum menantang aparat desa itu.

"Silakan segel saja kalau Bapak memang berani mempertanggungjawabkannya."

"Tanah ini sertifikat hak miliknya resmi atas nama bapak saya dan pajak bumi bangunannya selalu lunas kami bayar setiap tahun di kecamatan."

"Tidak ada satupun undang-undang negara yang mengharuskan petani kecil bayar pajak liar lima puluh juta ke kepala desa cuma buat sekadar jual buah semangka."

Pak Kades mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat menahan emosi yang meledak di kepalanya.

"Kamu benar-benar berani melawan perintah aparat desa ya di sini!"

"Hansip, cepat seret anak kurang ajar ini ke balai desa untuk diamankan sekarang juga!" perintah Pak Kades berteriak marah.

"Siap laksanakan, Pak Kades!" jawab kedua Hansip itu berbarengan mencari muka.

Mereka berdua berjalan cepat mendekati posisi Adit dan mengulurkan tangan kekar mereka untuk mencengkeram kerah baju pemuda itu.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!