NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Anak Genius: Ayahku Seorang Superstar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius
Popularitas:629
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Pada satu malam ... seorang pria merenggut kehormatannya, hingga menanamkan benih dalam rahimnya.
Lima tahun kemudian ... the twins hadir dikehidupannya. Selama itu tidak ada yang pernah tahu siapa ayah biologisnya, hingga the twins Semi & Arsyad mencari ayah mereka.

Dan di satu waktu Kedua orangtua mereka dipertemukan.

Akankah mereka saling mengenali?
Apa usaha Semi & Arsyad berhasil?

subscribe karya ini untuk ikuti cerita lanjutannya. Jangan jadi pembaca bisu ya, harus like, komen dan vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Istimewa

Adzan subuh membangunkan Zahra yang tertidur di lantai. Semalam Zahra melakukan salat tahajud, dan ia ketiduran setelahnya. Sambil duduk di atas sajadah dengan menenggelamkan kepalanya pada kasur.

Zahra melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 04. 45. Segera ia duduk dengan benar, diam sejenak lantas mengucapkan doa sambil mengusap wajahnya dengan tangan kanan.

Setelah membaca doa bangun tidur tubuhnya terasa ringan, dan rasa kantuk sudah pergi. Zahra segera membuka mukenanya, yang kembali mengambil air wudhu. Setelah itu ia segera pergi ke masjid.

Para santri dan santriwati berondong-bondong menuju tempat suci itu.

"Zahra!" panggil Ummi Hawa, Zahra menoleh.

"Iya Ummi," balasnya.

"Tunggu Ummi. Kalau sudah tua jalan pun susah," rewel Ummi Hawa. Zahra tersenyum, lalu menggandeng tangan Umminya.

"Susu untuk kesehatan tulang suka diminum tidak? Zahra, beli buat Ummi biar tulang-tulang Ummi kuat, dan larinya cepat nanti." Kata Zahra sambil bercanda..

Zahra dan Ummi akhirnya sampai di mesjid. Mereka masuk ke dalam melakukan salat subuh berjamaah.

Sementara di sebuah kamar, dua bocah masih terlelap. Arsyad yang tertidur di atas meja belajarnya dan Semi yang berbaring di atas kasurnya, posisinya sudah tidak menentu, yang kini posisi kepalanya sudah di bawah ranjang.

Dering alarm tidak juga membangunkan keduanya. Mereka lelah, karena mencari ayah mereka semalam.

( Jangan terkejut dulu ...)

Mengingat pertanyaan Arsyad pada sang ibu tidak mendapat jawaban. Arsyad diam-diam mencari informasi tentang artis populer di Korea yang tidak lain Haesung — lelaki yang pernah datang ke pondok pesantren An-Nur baru-baru ini.

Sebelum kedatangan Haesung ke pondok pun mereka sudah merasa ada ikatan batin dengan pria itu. Dari mulai bakat terpendam Semi dan Arsyad yang diam-diam pintar bernyanyi juga menari.

Tanpa sepengetahuan Zahra, Semi pernah mengikuti event dancer & sing di salah satu sosial media. Karena syarat even hanya mengirimkan video saja sehingga Semi tidak perlu hadir di acara tersebut.

Semi hanya perlu merekam dirinya yang sedang bernyanyi. Semi tetap pada aturan keluarganya yang selalu menutup aurat walau masih kecil. Karena keunikannya, yang berbeda dari yang lain Semi mendapatkan juara pertama.

Tentu saja, Semi mendapatkan hadiah dan sertifikat dalam event tersebut. Semi menyimpan semua itu dengan baik agar Zahra tidak mengetahuinya.

Dan ketika melihat wajah Haesung, Semi semakin berkeinginan untuk bertemu sampai ia belajar bahasa dan tulisan hangoel diusianya yang keempat.

Sungguh sangat genius. Mereka memang anak genius.

"Seharusnya, kemarin saat dia datang ke sini aku cabut rambutnya biar bisa lakukan tes DNA," gumam Arsyad semalam saat menatap layar laptopnya. "Mmm ... nanti deh, kalau dia kesini lagi. Akan aku jambak rambutnya," katanya yang merentangkan kedua telapak tangan.

"Kalau dijambak kan rambutnya banyak, bisa tes DNA berulang-ulang." Tawa Arsyad di akhir kalimat.

"Tapi ...." Arsyad termenung. Dia menatap layar laptop sambil menopang dagu dengan tangannya.

"Dia kan non muslim apa mungkin Mama menjalin hubungan dengannya?" Sebuah dilemma saat membaca profil Haesung. "Bisa marah Aki kalau tahu. Tapi ... Kok aku tetep milih dia ya. Tapi kalau bukan dia siapa dong." Arsyad memiringkan wajahnya, dengan posisi tangan yang sama.

"Aduh ... Ya Allah aku bingung. Siapa dong papa aku. Aku ini punya Papa gak sih, masa nggak. Tapi ... Nabi Isa juga gak punya Papa." Arsyad kembali berpikir.

Arsyad turun dari kursi belajarnya. Dia keluar dari kamar saat jam menunjukkan pukul 12.00 malam.

Arsyad turun dari lantai atas, ketika di tengah tangga ia melihat sang kakek yang keluar dari kamarnya. Abi Adam berjalan ke arah dapur, sepertinya dia mau pergi ke kamar mandi. Dan Arsyad segera turun menyusul Akinya.

"Aki!" panggil Arsyad ketika Abi Adam keluar dari kamar mandi. Arsyad sedang duduk di meja makan.

"Arsyad, ngapain duduk di sini? Malam-malam pula, mau ke kamar mandi?" tanya Abi Adam ketika menghampiri Arsyad di meja makan.

"Nggak Aki." Arsyad menggeleng. "Abang sengaja nunggu Aki."

Kening Abi Adam mengerut. Merasa ada yang aneh, lalu Adam ikut mendaratkan bokongnya di samping Arsyad.

"Nungguin Aki? Ada apa memangnya?" tanya Abi Adam demikian.

"Ada yang mau Abang tanyakan," jawab Arsyad.

"Sekarang?" tanya Abi Adam lagi untuk memastikan karena ini sudah malam.

Arsyad mengangguk.

"Mau tanya apa?" tanya Abi Adam yang kini sudah siap mendengarkan.

"Begini Aki ... Abang mau tanya tentang nabi Isa as yang nggak punya papa seperti Abang. Kalau boleh tahu kenapa Aki?"

Abi Adam tersenyum lembut, sambil menegakkan tubuhnya. Perlahan dia mulai bicara.

"Nabi Isa  itu berbeda dengan kita. Beliau bukan manusia biasa tapi seorang rosul. Beliau lahir karena kehendak Allah SWT.  Nabi Isa itu istimewa, dia diberi mukjizat yang luar biasa." Arsyad memperhatikan Abi Adam yang bicara.

"Ibunya, Siti Maryam, itu perempuan paling suci. Dia berdoa terus, terus Allah titipkan Nabi Isa di perutnya sebagai mukjizat. Bukti kalau Allah itu Maha Kuasa." Abi Adam berkata pelan, dan lembut.

"Jadi Nabi Isa nggak punya ayah karena Allah mau nunjukin, bahwa Allah bisa bikin apa aja. Nggak perlu ayah, nggak perlu apa-apa," lanjut Adam.

Arsyad terdiam. Bocah itu pasti merasa bingung.

"Mau dengar lagi kisah nabi Isa?"

"Boleh Aki."

"Sini, lebih dekat sama Aki." Adam menarik Arsyad ke atas pangkuannya.

"Duluuu banget, ada seorang perempuan paling suci namanya Siti Maryam.

Siti Maryam rajin banget ibadah. Tiap hari dia di mihrab, tempat khusus buat salat. Suatu hari, datang malaikat Jibril, berkata 'Maryam, Allah mau kasih kamu kabar gembira. Kamu akan punya bayi. Namanya Isa.' Siti Maryam kaget lalu berkata 'Tapi aku belum nikah... gimana bisa punya bayi?" Kata Adam yang melirik Arsyad.

"Malaikat jawab, 'Ini kuasa Allah jika Allah mau sesuatu, cukup bilang 'Jadi', maka jadilah. Tidak lama, Siti Maryam hamil tanpa ayah. Itu namanya mukjizat kejadian luar biasa dari Allah," terangnya.

"Pas sudah waktunya lahir, Siti Maryam pergi ke bawah pohon kurma. Sendirian. Di situ lahirlah Nabi Isa. Bayi kecil yang cahayanya terang.;Orang-orang pada heran. "Maryam kok punya anak?"

"Kayak Mama dulu, ya Aki. Semua orang pasti heran kok bisa Mama punya Abang dan Adek," oceh Arsyad membuat Adam mengelus pucuk kepalanya.

"Mereka nuduh macem-macem. Siti Maryam sedih, tapi dia nunjuk bayinya," lanjut Adam.

"Abang tahu apa yang terjadi?" tanya Abi Adam. Arsyad menggeleng.

"Bayinya bicara."

"Benarkah?" Arsyad membola.

"Benar." Adam tersenyum. "Dia bilang gini_ Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Kitab dan menjadikan aku seorang Nabi.' Semua orang diam. Itu mukjizat kedua, Allah mau nunjukin Isa ini Nabi. Utusan Allah. Bukan anak biasa."

"Kalau dulu waktu bayi Abang bisa bicara juga. Orang-orang gak akan ngehina Mama sekarang," tutur Arsyad, membayangkan betapa sedihnya hati Zahra.

Abi Adam hanya menghela napas.

"Setelah besar Nabi Isa jadi Nabi yang baik banget. Dia bisa menyembuhkan orang sakit, bisa menghidupkan burung dari tanah liat, dan ngajarin orang tentang menyembah Allah yang Esa. Tugas Nabi Isa, ngingetin manusia buat berbuat baik dan percaya sama Allah."

"Apa Abang juga istimewa?" tanya Arsyad demikian.

"Nak, kamu juga istimewa. Tapi caranya beda.

"Nabi Isa memang nggak punya ayah karena Allah ingin menunjukkan kekuasaannya melalui Siti Maryam. Kalau kamu ... punya Mama yang berjuang setengah mati buat kamu. Kamu lahir karena Mama sayang banget sama kamu, dan Allah titipkan kamu lewat Mama. Setiap anak itu titipan Allah, Punya ayah atau nggak punya, kamu tetep anak yang Allah pilih buat lahir ke dunia."

Arsyad manggut.

"Kalau Abang ini istimewa, kenapa orang-orang pada ngomongin Abang. Abang hanya penasaran saja Aki, apa Abang punya Papa atau tidak."

Adam terdiam. Dia pun bingung untuk menjelaskan.

"Abang, dengarkan kata Aki ... Abang berdoa, sepanjang malam, setiap salat, meminta kepada Allah untuk dipertemukan dengan Papa. Jika Allah berkehendak insya Allah Abang akan bertemu dengan papa Abang."

"Ya, dan Abang akan cari sampai ketemu." Tekadnya begitu kuat walau masih kecil. Abi Adam tersenyum menanggapi ucapan Arsyad.

Setelah bercerita mereka pun kembali ke kamar setelah jam 2 malam. Karena tidur terlalu lama membuat Arsyad bangun terlambat.

****************

Selamat pagi, maaf terlalu siang upload nya. Jangan lupa dukungan like, vote dan komennya biar semangat updatenya 💪

1
Dini_Ra
Teruntuk kalian yang baca karya ini. Author mau jelaskan jika karya ini sebenarnya sudah pernah publish sebelumnya dengan cover yang berbeda. Mungkin dari kalian ada yang sudah pernah baca, lalu kenapa sih Thor? kok yang ini covernya beda, terus babnya juga udah banyak tapi yang ini kembali dari awal.

Aku jelasin yang sekarang ya🙏
Sebelumya kan author bikin novel ini ingin ikut event tapi yang kemarin itu gak bisa karena publish sebelum bulan Mei. Author tanya dong sama editor dan q&A ternyata tetap gak bisa dan mereka kasih saran kalau mau masuk event novelnya hapus saja lalu upload ulang. yaudahlah aku hapus novel yang kemarin lalu upload ulang.

jadi ... ini bukan plagiat ya, maaf sudah membuat kalian bingung 🙏. Semoga kalian suka dan baca karya ini sampai selesai 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!