NovelToon NovelToon
Istri Sang Iblis

Istri Sang Iblis

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Wanita perkasa / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ashly Garcia

Selama sepuluh tahun, Kayana Wiratama mengabdikan segalanya untuk satu pria. Ia menyusun setiap kontrak, memenangkan setiap pertempuran bisnis, dan mengubah "anak papa" bernama Kevin Santoso menjadi seorang raja korporat—hanya untuk dicampakkan, ditampar, dan dipermalukan di depan seluruh kalangan atas demi seorang perempuan berwajah malaikat. Malam itu, hati Kayana mati. Tapi seorang perempuan yang jatuh dari puncak selalu punya dua pilihan: hancur, atau bangkit sebagai sesuatu yang jauh lebih menakutkan.

Di balik topeng "tunangan terbuang" yang dikasihani semua orang, tersembunyi kebenaran yang tak seorang pun berani bayangkan: otak paling cemerlang di negeri ini, seorang perempuan dengan kecerdasan yang mengerikan dan masa lalu yang berdarah. Dan ketika takdir mempertemukannya kembali dengan Darian Adiwangsa—pria yang dijuluki "sang Iblis", penguasa dunia yang dingin, mematikan, dan tak tersentuh—dunia mulai berubah.

Di mata semua orang, Darian adalah momok yang membuat kota gemetar. Tapi di hadapan Kayana, iblis itu rela berlutut. "Cukup minta, dan seluruh dunia akan kuletakkan di kakimu." Semakin dalam Kayana terseret ke dalam kehidupannya, semakin banyak rahasia terkuak: pengkhianatan keluarga yang membesarkannya, sebuah "kecelakaan" yang menyembunyikan cinta masa kecil yang terlupakan, dan ingatan yang sengaja dirampas darinya.

Sementara para mantan dan pengkhianat menuai balasan setimpal satu per satu, Kayana harus memilih: terus melarikan diri dari masa lalunya, atau merebut kembali takhta, nama, dan hati yang pernah dirampas darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashly Garcia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Di Atas Ranjang

Kayana kembali dihantui mimpi buruk yang sama, yang menyiksanya setiap malam. Sekali lagi ia mengenang momen paling memalukan itu. Sudah lewat dua tahun, tetapi ia masih mengingatnya seolah baru kemarin.

Ia dipermalukan, dipukuli di depan banyak orang. Matanya memerah, tenggorokannya terasa sakit, dan dadanya sesak oleh tekanan yang berat.

Ia tak pantas menerima semua yang menimpanya. Tetapi yang paling membuatnya murka, Kevin tak pernah sekali pun melihat betapa berbakatnya dirinya, apalagi berterima kasih atas segala yang telah ia lakukan. Tanpa bantuan Kayana, tanpa jerih payahnya, tanpa malam-malam tanpa tidur itu, hari ini takkan ada yang namanya Kevin Santoso, sang presiden agung Santoso Corporation. Perusahaan itu tak mungkin sebesar dan setenar sekarang.

Yang Kayana lupakan adalah bahwa sebentar lagi seluruh kontrak jutaan itu akan berakhir.

Mengapa ia begitu membenci Marina? Lama sekali Kayana mengira semua ini salah perempuan jahat itu. Namun akhirnya ia sadar, Marina memang seorang perampas, seorang perempuan yang hidup dari orang lain, sekretaris genit yang menyusup ke ranjang bosnya. Tapi di mata semua orang, ia tampak seperti bidadari. Putri Salju kita yang cantik jelita.

Kapan tepatnya Kevin dan Marina mulai dekat, sebenarnya mudah ditebak — tugas Marina sebagai sekretaris membuatnya selalu menempel di belakang Kevin.

Kayana begitu tenggelam dalam pikirannya sampai tak menyadari sahabatnya datang. Ia bahkan tak merasakan saat Karolina masuk. Karolina perempuan yang cantik: tinggi, bertubuh proporsional, layaknya model Victoria's Secret.

Karolina menatapnya dengan iba dan pilu. Ia benci melihat sahabatnya dalam keadaan seperti ini, meski berusaha tak menampakkannya. Sebab hal terburuk yang bisa dilakukan seseorang pada orang lain adalah menatapnya dengan kasihan.

"Kayana, jangan malas. Ini sudah jam tiga sore. Bangun." Karolina menariknya bangkit dengan menarik lengannya. "Ayo cepat."

"Karo, kumohon, aku ingin tidur lagi." Karolina adalah satu-satunya sahabat yang tersisa sebelum Kayana dipermalukan. Dulu Kayana punya segudang teman, tetapi sayangnya hanya teman di mulut saja. Begitu tahu Kayana tak lagi menjadi kekasih Kevin, semuanya berbondong-bondong bergabung ke kubu Marina.

Mereka seperti kecoak. Tetapi Karolina berbeda. Ia tetap tinggal di sisi Kayana, menjadi sahabat tanpa syarat seperti sepanjang hidup mereka selama ini.

"Perempuan ini lagi-lagi membiarkanku bicara sendiri," Karolina tersenyum. "Mimpi buruk lagi, Sahabatku?"

Karolina membenci Kevin dengan sepenuh hati. Ia selalu menyebut pria itu anjing dan sampah.

"Kau harus melupakannya."

"Aku benci kotoran itu," gumam Kayana, dan keduanya saling berpandangan.

Kayana memang membenci Kevin, tetapi orang lain mudah mengira ia belum melupakannya. Wajar saja, ia mengejar Kevin bertahun-tahun. Padahal Kayana hanya menyimpan dendam atas cara pria itu memperlakukannya.

"Sudah, berhenti membicarakannya. Kita harus keluar untuk makan." Karolina hanya ingin membuatnya merasa lebih baik. Namun jauh di lubuk hatinya, ia tahu sahabatnya tak semasokis itu untuk terus mencintai bajingan seperti Kevin Santoso. Ia juga yakin Kayana tak merasa lebih rendah dari perempuan tak berharga seperti Marina.

"Masih berjam-jam lagi sampai makan malam, Karo," sahut Kayana sambil bangkit.

"Siapa yang bicara soal makan malam? Cepat ganti baju!" Karolina terkejut, tetapi senang akhirnya sahabatnya mau bangun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!