NovelToon NovelToon
Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Ketos
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: nalana lalasya

• Alesya Violetta Monica
atau yang lebih akrab dipanggil (Eca) sebenarnya gadis yang cerdas, manis, dan punya kepribadian yang asyik. Namun, karena trauma menjadi korban perundungan (bullying) akibat penampilannya yang terlalu mencolok di sekolah lamanya, ia pindah ke SMA Taruna Bangsa dengan misi baru: menjadi gadis cupu yang tidak kasat mata agar bisa lulus sekolah dengan damai.

• Angkasa Argantara Mahendra (ANGKASA)
Sesuai namanya, Angkasa adalah penguasa tertinggi di hierarki SMA Taruna Bangsa. Selain karena wajahnya yang tampan di atas rata-rata, keluarganya adalah donatur terbesar sekaligus pemilik yayasan sekolah. Di balik sifatnya yang ketus, dingin, dan tidak tersentuh, Angkasa adalah tipe cowok yang sangat perfeksionis dan benci jika rutinitasnya diusik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nalana lalasya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Sial di Hari Pertama

Hari ini seharusnya jadi awal yang tenang buat Alesya Violetta Monica, atau yang biasa dipanggil Eca. Biar nggak menarik perhatian, Eca sengaja dandan beda total dari aslinya. Rambut panjangnya dikuncir dua kembar yang super rapi, ditambah kacamata bulat dengan bingkai hitam tebal yang bertengger di hidungnya. Nggak ketinggalan, rok abu-abunya sengaja ditarik ke bawah sampai lewat lutut. Penyamaran jadi cewek cupu bin membosankan? Berhasil seratus persen.

Setelah drama melelahkan di sekolah lamanya—di mana dia menjadi pusat perhatian dan berakhir menjadi korban perundungan yang menyakitkan—misi Eca sekarang cuma satu: jadi murid biasa yang nggak bakal dilirik siapa-siapa sampai lulus nanti. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk mengubur dalam-dalam identitas lamanya demi bisa bernapas lega tanpa ada gangguan dari siapa pun.

Tapi yang namanya takdir, kadang suka bercanda di waktu yang nggak tepat.

Baru saja kaki Eca melewati gerbang SMA Taruna Bangsa, suasana di koridor utama mendadak berubah tegang. Murid-murid yang tadinya sibuk ngobrol dan tertawa kencang langsung buru-buru bungkam, lalu bergeser menepi ke tepi dinding kanan dan kiri. Mereka kayak lagi buka jalan buat kedatangan tamu penting, atau mungkin seorang raja diraja yang punya kuasa mutlak. Eca yang lagi asyik megang segelas es kopi susu di tangan kanannya langsung ikutan bingung. Langkahnya terhenti saat tubuh mungilnya terdorong ke belakang oleh gerombolan siswi yang mulai berbisik panik sekaligus histeris.

"Eh, minggir-minggir! Pasukan Angkasa mau lewat!" bisik seorang cewek di sebelah Eca dengan muka campur aduk antara takut dan kagum.

Dari ujung koridor, tiga cowok berjalan dengan gaya santai tapi kelihatan angkuh banget. Di barisan paling depan, ada satu cowok yang seragamnya sengaja nggak dikancing rapi, memperlihatkan kaus hitam di dalamnya. Tatapan matanya tajam banget mirip elang, dingin, dan bikin siapa aja sungkan buat menatap balik. Dialah Angkasa Argantara Mahendra. Anak pemilik yayasan sekolah, sekaligus ketua geng yang paling ditakuti di SMA Taruna Bangsa. Di belakangnya, dua temannya mengekor sambil tebar pesona ke murid-murid lain yang menatap mereka tanpa berkedip.

Eca yang malas berurusan dengan cowok-cowok model begini langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam. Dia merapatkan punggungnya ke dinding koridor yang dingin, meluk tas ranselnya erat-erat, sambil komat-kamit berdoa dalam hati semoga cowok bernama Angkasa itu cepat berlalu dari hadapannya tanpa menyadari keberadaannya.

Tiga langkah... Dua langkah... Satu langkah...

BRUK!

"Aduh!" Eca memekik kaget saat sebuah dorongan keras dari arah belakang—entah dari siswi mana yang lagi rebutan pengen maju demi bisa melihat Angkasa dari dekat—membuat tubuhnya terhuyung ke depan dengan kencang.

Keseimbangan Eca langsung runtuh seketika. Tubuhnya terdorong tepat ke tengah jalan koridor, memotong jalur berjalan sang penguasa. Dan dalam hitungan detik yang rasanya berjalan lambat banget, gelas es kopi susu di tangannya lepas, melayang di udara, sebelum akhirnya tumpah total mengenai sepatu putih bersih milik Angkasa Argantara Mahendra.

BYUURRR!

Seketika itu juga, koridor langsung sunyi senyap. Benar-benar sepi kayak kuburan. Suara bisik-bisik histeris yang terdengar beberapa detik lalu mendadak hilang tanpa sisa. Semua pasang mata sekarang tertuju pada cairan kopi cokelat pekat yang perlahan merembes ke kaus kaki putih Angkasa, mengotori sepatu mahal edisi terbatas milik sang penguasa sekolah. Beberapa murid bahkan menutup mulut mereka karena syok, tahu betul apa akibatnya jika berani mengusik cowok itu.

Jantung Eca rasanya mau copot saat itu juga. Keringat dingin langsung membanjiri pelipisnya.

Angkasa menghentikan langkahnya. Cowok itu menatap sepatunya yang sekarang basah kuyup dengan tatapan nggak percaya. Perlahan, kepalanya terangkat. Sepasang mata elang yang tajam dan sedingin es itu langsung mengunci tepat ke wajah Eca yang sudah pucat pasi. Eca bisa merasakan aura menyeramkan yang kuat banget dari cowok di depannya ini. Atmosfer di sekitar mereka mendadak terasa mencekam dan berat untuk dihirup.

"M-maaf... aku beneran nggak sengaja..." cicit Eca dengan suara yang gemetar. Dia buru-buru jongkok, mengambil selembar tisu dari kantong seragamnya, dan mencoba mengelap sepatu Angkasa.

Namun, sebelum jemari Eca sempat menyentuh sepatu itu, sebuah cengkeraman kasar di pergelangan tangannya memaksa Eca buat berdiri tegak lagi. Angkasa menarik tangan Eca dengan bertenaga, membuat jarak di antara mereka jadi dekat banget sampai Eca bisa mencium wangi parfum maskulinnya.

"Lo... punya mata nggak sih?" Suara Angkasa terdengar berat, pelan, tapi penuh penekanan yang sukses bikin bulu kuduk Eca merinding.

"Aku bener-bener nggak sengaja. Tadi ada yang dorong aku dari belakang, makanya aku kesandung," bela Eca. Dia mencoba memberanikan diri menatap balik mata Angkasa dari balik kacamata tebalnya, walaupun sebenarnya kakinya sudah lemas luar biasa dan ingin rasanya dia menghilang dari tempat itu sekarang juga.

Angkasa makin mendekatkan wajahnya, memperhatikan penampilan Eca dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan meremehkan. Senyum sinis terukir di bibir tipis cowok itu. "Oh, anak baru ternyata? Dan melihat dari dandanannya... lo cuma cewek cupu yang salah masuk sekolah."

Beberapa murid di sekitar mereka mulai berbisik-bisik sambil menertawakan Eca. Mendengar ejekan itu, ego Eca sebenarnya agak terusik, tapi dia mencoba menahan diri demi kedamaian hidupnya. Dia tidak boleh membalas jika ingin penyamarannya aman.

"Aku bakal tanggung jawab. Aku ganti biaya laundry sepatunya, gimana?" potong Eca cepat, pengen cepat-cepat kabur dari situasi horor ini.

Mendengar kata ganti rugi, Angkasa justru tertawa hambar. Suara tawanya terdengar menyebalkan di telinga Eca. Angkasa melepas cengkeraman tangannya dengan kasar sampai Eca mundur satu langkah hampir menabrak murid di belakangnya.

"Ganti rugi? Lo pikir lo sanggup bayar sepatu yang bahkan harga talinya aja lebih mahal dari harga tas ransel butut lo itu?" Angkasa maju satu langkah lagi, bikin Eca makin terpojok ke dinding. Cowok itu menunjuk dada Eca dengan jari telunjuknya. "Mulai hari ini, jangan harap lo bisa hidup tenang di sekolah ini."

Angkasa menoleh ke arah salah satu temannya yang berdiri di belakang. "Bawa tas cewek cupu ini ke ruang OSIS. Dan lo..." Angkasa kembali menatap Eca dengan senyuman licik yang bikin bulu kuduk merinding. "Mulai detik ini, lo resmi jadi asisten pribadi gue. Tugas pertama lo: cuci sepatu gue sampai bersih mengkilap sebelum bel istirahat pertama bunyi. Kalau telat semenit aja, gue pastiin lo bakal didepak dari sekolah ini sebelum matahari terbenam."

Angkasa melenggang pergi begitu saja, meninggalkan Eca yang berdiri mematung di tengah koridor di bawah tatapan sinis dan tawa mengejek dari ratusan murid yang menonton adegan tadi. Sementara tasnya sudah melayang dibawa oleh teman Angkasa.

Eca mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat sampai kukunya memutih. Sialan. Rencana penyamaran damainya hancur lebur di hari pertama, dan parahnya lagi, dia malah terjebak di bawah kendali cowok paling berbahaya di SMA Taruna Bangsa. Hari pertamanya di sekolah baru ini resmi berubah menjadi mimpi buruk yang nyata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!