NovelToon NovelToon
Dari Benci Jadi Rindu

Dari Benci Jadi Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:827
Nilai: 5
Nama Author: Aulia Cemmzz

Arka cowok paling populer di sekolah tapi punya sifat yang dingin dan keras kepala. Laras gadis pendiam yang selalu berusaha tampil biasa saja, tapi entah kenapa selalu berakhir berdebat sama Arka. Awalnya mereka saling tidak suka, selalu berselisih paham di mana pun mereka bertemu. Namun seiring waktu berlalu dan berbagai kejadian menyatukan mereka, rasa benci itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam rindu yang tak terucap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Cemmzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bibit Cinta Yang Mulai Tumbuh

Hari-hari berlalu dengan lembut dan tenang. Hubungan Laras dan Sandi bukan seperti cerita cinta yang penuh gejolak dan kejutan besar. Hubungan mereka tumbuh seperti pohon yang berakar kuat dan berkembang perlahan namun pasti, kokoh menghadapi angin, dan semakin lama semakin meneduhkan siapa pun yang berteduh di bawahnya.

Mereka tidak terburu buru untuk mengenal setiap sudut kehidupan masing masing dalam semalam. Mereka meluangkan waktu, membiarkan kepercayaan tumbuh alami tanpa paksaan.

Suatu sore mereka duduk di teras rumah Laras sambil menikmati teh hangat buatan ibu Laras. Langit mulai berubah jingga, dan suasana di sekitar mereka begitu damai sehingga kata kata terasa berlebihan, namun keinginan untuk berbicara justru muncul dari hati yang paling dalam.

"Sandi, gue sering berpikir, apa sebenarnya arti mencintai seseorang dengan benar?" tanya Laras pelan sambil memutar cangkir di tangannya. "Dulu gue pikir mencintai itu berarti selalu bersama setiap saat, rela berkorban apa pun bahkan kehilangan diri sendiri sekalipun, dan merasa hancur kalau orang yang kita cintai pergi. Tapi bersama lu, gue belajar bahwa mencintai itu ternyata berbeda."

Sandi menatapnya lembut, matanya memantulkan cahaya senja yang hangat. "Menurut lu apa bedanya?"

"Mencintai lu itu terasa seperti pulang ke rumah sendiri. Lu tidak menuntut gue berubah menjadi orang lain. Lu justru membuat gue semakin nyaman menjadi diri gue sendiri. Gue tidak takut menjadi lemah di depan lu, karena gue tahu lu akan menjadi tempat gue bersandar, bukan alasan gue kehilangan arah. Lu mendukung mimpi mimpi gue seakan itu juga mimpi lu sendiri, dan gue ingin melakukan hal yang sama untuk lu," jawab Laras tulus, hatinya terasa penuh dan hangat saat mengucapkannya.

Sandi tersenyum lebar, lalu menggenggam tangan Laras dengan lembut namun tegas. "Gue juga belajar banyak hal dari lu Laras. Lu mengajarkan gue bahwa cinta itu bukan tentang memiliki seseorang sepenuhnya. Cinta itu tentang dua orang yang saling memberi ruang untuk tumbuh, sambil tetap berjalan beriringan menuju arah yang sama. Lu adalah sahabat terbaik gue, sekaligus orang yang paling gue cintai. Gue tidak ingin hanya menjadi pacar lu yang indah di masa muda saja. Gue ingin menjadi teman hidup lu yang setia sampai tua nanti."

Mendengar kata kata itu, jantung Laras berdebar bukan karena terkejut atau takut, tapi karena merasa dilihat, dipahami, dan diterima sepenuhnya. Dia tidak merasa terbebani dengan janji masa depan yang terlalu jauh.

Dia hanya merasa bahagia berada di saat ini, di sini, bersama seseorang yang melihat masa depan bukan sebagai beban yang harus dipikul berdua, melainkan jalan yang akan dilalui berdua sambil bergandengan tangan.

Mereka mulai mengenal dunia satu sama lain lebih dalam. Sandi mengajak Laras ke rumahnya, memperkenalkannya kepada keluarga besarnya yang menyambut gadis itu dengan kehangatan yang tulus.

Laras juga menceritakan impian impiannya yang dulu hanya dia simpan sendirian seperti tentang buku kumpulan ceritanya yang ingin diterbitkan, tentang rumah sederhana yang ingin dia miliki di masa depan, tentang ketakutan yang pernah dia sembunyikan dari dunia.

Sandi mendengarkan semuanya dengan penuh perhatian, seakan setiap kata yang keluar dari bibir Laras adalah hal yang paling penting di dunia.

Mereka juga belajar menghadapi perbedaan dengan dewasa. Kadang ada pendapat yang tidak sama, kadang ada kesalahpahaman kecil. Tapi mereka sepakat satu hal bahwa tidak ada masalah yang lebih besar daripada hubungan mereka sendiri.

Mereka berbicara, mendengarkan, memaafkan, dan melanjutkan perjalanan dengan lebih bijaksana dari sebelumnya. Laras menyadari bahwa ini bukan cinta yang datang tiba tiba dan membakar habis dalam sekejap mata. Ini adalah cinta yang hangat, stabil, dan menenangkan.

Cinta yang siap menemani mereka menua bersama, melewati musim musim hidup yang berbeda, sambil tetap memegang janji yang terucap di bawah langit senja yang damai itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!