NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Aneka Riuh.

...~•Happy Reading•~...

Sikap dan cara Lisa mengambil gambar atau video teluk agak mencurigakan Danna, Darcy dan Arni. Mereka berpikir, dia sedang mengambil gambar Nelson.

"Sini, aku bisikin." Arni menarik leher Darcy, lalu berbisik kepadanya dan juga ke Danna. Mereka tidak mengajak Alena yang sedang terpesona melihat ke arah Nelson.

Hatinya seperti fery yang sedang diayun ombak. 'Aku akan mendapatkannya.' Tekad Alena sambil melihat tubuh tinggi dan atletis Nelson. Sehingga dia tidak tahu yang sedang direncanakan ke tiga temannya.

Tidak lama kemudian, Arni, Danna, Darcy berjalan mendekati Lisa yang sedang asyik foto pemandangan teluk. Dia terkejut dan segera menurunkan tangan, melihat 3 wanita yang tiba-tiba berdiri di depannya setengah lingkaran.

Walau merasa heran, dia menunjukan rasa terganggu dengan wajah kesal, karena pandangan ke lekukan teluk terhalang oleh tubuh mereka yang sengaja berdiri seperti pagar. "Maaf, bisa geser sedikit? Saya sedang potret." Lisa bersikap sopan, walau wajahnya mengisyaratkan terganggu dan tidak suka.

Arni, Darcy, Danna tidak peduli dengan reaksi heran dan tidak suka Lisa. Mereka mendorong dia ke sudut, lalu Danna mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya, tapi Lisa dengan cepat meletakan tangan ke belakang untuk mengamankan ponselnya.

"Kalian mau merampok saya?" Lisa bertanya dengan jantung berdegup kuat melihat tatapan galak ke tiga wanita yang tidak dikenalnya.

"Cepat hapus gambar tadi." Danna masih berusaha merebut ponsel Lisa untuk melihat gambar yang diambil. Dia curiga, sejak tadi Lisa mengambil foto atau membuat video Nelson yang sedang berdiri membelakangi.

"Apa ada larangan mengambil foto pemandangan di sini?" Lisa coba melawan. "Lihat itu, banyak penumpang sedang mengambil foto. Mengapa saya saja yang dilarang?"

"Jangan alasan. Tadi kau sengaja foto Kak Nelson, kan? Kau kira kami tidak tahu akal bulusmu?" Darcy ikut memarahi.

Lisa jadi melihat ke arah Nelson yang masih berdiri, memandang ke teluk. 'Mereka ini siapa? Mengapa melarangku?' Lisa bertanya dalam hati.

Arni jadi gatal hati melihat sikap Lisa. "Kau dilarang mengambil foto Kak Nelson. Emangnya kau siapanya Kak Nelson?"

"Bukan siapa-siapanya." Lisa mulai mengerti dan makin berani, setelah tahu maksud ke tiga wanita di depannya.

"Kau dilarang mengambil foto dan mendekati Kak Nelson." Ucap Danna yang lebih besar sambil mendorong bahu Lisa dengan jari.

"Apa hakmu melarang saya? Semua orang bebas mendekati Kak Nelson." Lisa melawan. Dia tahu Nelson masih sendiri oleh sebab itu, dia berani mendekatinya.

"Kak Nelson sudah punya pacar. Lihat gadis itu." Darcy menunjuk ke arah Alena dengan wajah.

Melihat sikap Alena yang melihat Nelson tidak berkedip, Lisa menyadari, bukan dia saja yang menyukai Nelson. Dia yakin, Alena bukan pacar Nelson. Karena hanya duduk mengagumi dari jauh.

"Kalau masih mendekati Kak Nelson, kau akan rasakan akibatnya. Mukamu yang mulus ini akan diukir pakai ini." Ucap Arni sambil mengelus pipi Lisa dengan kukunya yang lancip, membuat Lisa merinding.

"Kalian kira saya tidak bisa teriak panggil Kak Nelson untuk confirm?" Lisa coba memberanikan diri, agar terlepas dari tiga wanita yang akan mencelakainya. Sontak Danna menutup mulut Lisa dengan telapak tangan, hingga Lisa hampir kehabisan nafas.

~•~

Nelson yang sedang memandang ke arah teluk, tidak bisa fokus pada apa yang dilihat. Perahu layar yang indah tidak bisa menarik perhatiannya dari sesuatu yang mulai mengganggu hati dan pikirannya.

'Kenapa pikiranku tidak bisa fokus pada keindahan di depan ini?' Nelson bertanya dalam hati sambil berusaha konsentrasi.

Orang berpikir dia sedang terpesona pada perahu layar dari negara tetangga yang sedang berlabuh di teluk untuk persiapan lomba. Padahal dia sedang berbicara dengan hatinya, karena heran akan pikiran dan perasaannya.

'Ini bukan mata yang tidak fokus, tapi hati dan pikiranku mulai diayun kejadian tadi.' Nelson kembali membatin sambil tetap berdiri.

Dia mulai memikirkan apa yang terjadi di tempat makan. Kedatangan gadis yang tidak dikenal membawa juice, dan Alena yang meminta bantuan, mulai mengusik dan menarik pikirannya untuk memikirkan mereka.

Tiba-tiba dia merasa tidak tenang, seakan gerak geriknya sedang diawasi. Sehingga dia segera mengeluarkan topi dari ransel yang ada di dadanya dan pakai untuk menutupi bagian atas wajah.

Sedangkan Lisa yang terdesak oleh ancaman, dengan sekuat tenaga menarik tangan Danna dari mulutnya. "Kalian bukan mahasiswa, tapi seperti gangster." Lisa mendorong Danna yang terdekat dan berjalan cepat ke arah tangga, tanpa menengok.

Gerakan Lisa yang tiba-tiba membuat Danna kaget dan hendak merai tangannya, tetapi terlambat Lisa sudah berjalan ke tangga turun, tanpa melihat ke mana pun.

Mereka bertiga terkejut dengan tindakan Lisa, hingga tidak bisa mengejarnya. Mereka tidak berani membuat gerakan yang menarik perhatian Alena. Mereka khawatir Alena tidak terima dengan tindakan yang dilakukan kepada Lisa.

Mereka juga was-was Nelson menuju tangga turun dan melihat mereka. Sehingga mereka berdiri diam untuk menenangkan detak jantung yang berdetak kuat dan lebih cepat dari berlari mengejar fery.

Alena yang sedang memperhatikan layar ponsel, jadi mengangkat wajah mencari ke tiga temannya yang tidak kelihatan. Dia terkejut melihat mereka sedang berdiri seperti patung sambil menatap ke satu arah. Dia makin terkejut melihat Lisa yang sedang turun tangga.

'Sepertinya outfit wanita itu aku kenal.' Alena membatin. 'Benar. Dia wanita juice tadi.' Alena ikut terdiam setelah yakin dengan penglihatannya.

~•~

Lisa segera turun dan berdiri dekat penumpang lain di lantai bawah. Sehingga saat fery merapat ke dermaga, dia segera melompat turun dan berlari ke tempat angkutan umum yang sedang parkir.

Sedangkan Nelson jadi tersentak saat mendengar jembatan fery diturunkan menyetuh dermaga. 'Huuuu... Coba lihat kelakuanku. Hampir saja balik lagi ke seberang, karna ngelamun memikirkan yang tidak perlu.' Ucap Nelson dalam hati.

Saat turun, dia menggelengkan kepala melihat penumpang lain sudah turun dari fery. Sesuatu yang baru pernah terjadi dengannya. Hilang konsentrasi dan tidak bisa menikmati keindahan teluk dari kapal fery.

Nelson melangkah cepat tanpa melihat sekitanya. Agar tidak membuang uang dan waktu dengan percuma, kalau harus bolak-balik dengan fery.

Sedangkan Alena yang melihat Nelson menuju tangga turun, langsung menunduk untuk menghindari tatapan Nelson.

"Cepatan Danna. Kita bisa ditarik turun dari fery." Arni mendorong Danna turun tangga, setelah melihat Nelson sudah turun.

"Ada apa?" Alena mengangkat wajah melihat ke tiga temannya yang sedang kasak-kusuk.

"Aku lagi minta Danna turun beli tiket kembali. Jangan sampai telat, kita gak bisa naik fery ini." Arni menjelaskan.

"Oh, iya. Itu mobil, motor sudah mau naik." Alena ikut melihat ke bawah. Dia jadi panik melihat situasi di bawah yang sudah mulai memuat penumpang untuk ke seberang. Danna segera berlari turun tangga.

Ketiga temannya seperti pemandu sorak yang menyemangati dia agar tidak lama bicara dengan petugas. Padahal Danna sedang meminta ditunggu, dan menunjuk mereka bertiga di atas sedang menunggu dia.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
ular alena mulai mengeluarkan bisa nya. kasihan babang nelson 🙈
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kebaikan mu, disalahgunakan cwe yg mengejar mu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau masih gelap jd kebayang jalanan sepi.. banyak pohon2.. gelap.. hii.. serem juga
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
huehehehe.. mamanya lagi melow yaa Nelson. dibawa bercanda aja spy hatinya terhibur
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hilihh Alena itu cuma pencitraan biar terlihat berubah baik dihadapan Nelson lagian udah kayak penguntit aja sich tau segala kegiatan Nelson di luar 😒😒🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk kasih tau dulu Evi takut jatah buatnya dihabiskan sama Angga 🤭🤣🤣
Rahmawati
ikut terharu liat kasih sayang kakek pada nelson🥰
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Walaupun tidak punya pohon durian Nelson dapat jatah durian super yg banyak namanya juga rezeki tak terduga malah bisa berbagi sama teman-teman Nelson malah jadi ajang barter oleh-oleh dari hasil pulang kampung walaupun Nelson sendiri yg pulang ke kampung kakeknya
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
persahabatan sudah jarang ditemukan saat ini. semoga bisa jadi inspirasi 👍👍💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
senang baca persahabatan dan cara pertemanan babang nelson angga dan monce ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!