Aleena Keisha(24), desainer interior KALA JIVA Singapura. Kemenangan lomba desain hotel Bandung membawanya promosi ke Jakarta, kota yang menyimpan luka masa lalunya.
Hari pertama kerja, ia menabrak pintu kaca lobi. CEO KALA JIVA, Keanu Zayn Malik(30) terpaku. Gadis itu adalah Aleena, murid olimpiade matematika yang 7 tahun lalu pernah ia bimbing dan hilang kontak.
Gosip guru-murid dulu telah menghancurkan beasiswa Aleena. Zayn memberontak orang tuanya dan membangun KALA JIVA dari nol. Kini takdir mempertemukan mereka sebagai Bos dan Bawahan. Aleena tak mengenalinya sama sekali, malah mengira Zayn sudah beristri dan punya anak. Mampukah Zayn meluruskan semuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RTPB - 5
"Kamu dari mana?" tanya Nenek.
"Dari taman Nek" jawab Zayn.
"Ngapain di taman, bawa buku lagi?" Nenek tampak penasaran.
"Aku baru ngajari Aleena pelajaran tambahan. Dia kan mau ikut olimpiade matematika" ungkap Zayn.
"Ah, gadis yang nolongin Nenek kemarin ya? Kasihan lihatnya" Sang Nenek tampak iba.
"Dia cantik, pintar dan baik. Klop banget buat kriteria calon cucu Nenek" lanjut Nenek sambil tersenyum jahil.
"Nek, dia itu masih sangat muda, masih sekolah" Zayn tahu ke mana arah pembicaraan Neneknya.
"Nenek gak bilang harus sekarang. Empat tahun lagi umur kamu belum tiga puluh tahun" Nenek tersenyum penuh arti.
"Usianya baru delapan belas tahun Nek dan aku sudah dua puluh empat," Zayn berusaha mengelak.
"Nah, pas banget itu. Nenek sama Kakek kamu juga beda usianya enam tahun. Bagus itu, jadi kamu bisa mengayomi Aleena" sambut Nenek.
"Tapi dia muridku Nek"
"Murid kan hanya satu tahun. Sebentar lagi Aleena juga akan tamat dan kamu juga sudah tidak jadi guru lagi. Kamu akan mulai bekerja di Perusahaan Papa kamu" ucap Nenek penuh semangat.
Zayn hanya bisa menarik napas panjang. Dia sangat sadar tidak akan bisa menang dari Neneknya.
"Dia masih punya masa depan yang panjang Nek, biarlah dia fokus meraih cita-citanya. Jangan diganggu karena dia adalah harapan satu-satunya Ibunya" ungkap Zayn.
"Nenek hanya tidak mau kamu melewatkan kesempatan baik. Kalau kamu membiarkan dia berkembang dan sukses, kamu akan menyesal nanti. Akan lebih banyak laki-laki yang tertarik padanya. Dia itu punya aura yang sangat kuat, menarik siapapun yang ada di dekatnya untuk terikat" nasehat Nenek.
Zayn terdiam mendengar perkataan Neneknya.
"Pikirkan apa yang Nenek katakan barusan. Gak perlu terburu-buru, kalau hati kamu memilih dia, Nenek siap membantu" ujar Sang Nenek.
"Nenek kan tahu gimana keinginan Papa" sambut Zayn.
"Masalah Papa kamu biar Nenek yang ngatur. Yang menjalani kan kamu, bukan Papa kamu. Dia juga dulu waktu muda Nenek bebaskan memilih pasangannya sendiri. Siapapun dan dari kalangan manapun yang penting baik dan mencintai Papa kamu dengan tulus, bukan karena apa yang dia miliki. Seperti itu juga harusnya dia berikan kebebasan kepada anak-anaknya" ujar Nenek.
Zayn memang setuju sekali dengan prinsip Neneknya. Tapi sayang tidak dengan Papanya. Sejak dulu Papanya selalu memantau setiap pergaulannya.
Papa hanya memberi izin Zayn berteman dengan Indira. Selain Indira adalah sahabatnya sejak kecil, Indira juga berasal dari keluarga yang kaya. Tapi hubungannya dengan Indira tidak lebih dari seorang sahabat.
"Ah aku belum mau menikah Nek" jawab Zayn karena pusing memikirkan masalah pasangan.
Zayn pura-pura tidur di sofa agar Neneknya tidak membahas lagi tentang pasangan dan juga Aleena.
"Besok Nenek sudah bisa pulang Zayn. Kamu bisa kan jemput Nenek?" tanya Papa Zayn yang baru datang.
"Aku ada pelajaran tambahan di sekolah Pa," jawab Zayn.
"Dengan Aleena?" potong Nenek.
"Siapa Aleena?" tanya Papa Zayn.
"Murid aku di sekolah"
"Itu loh Hen, gadis yang pernah Mama ceritakan nolongin Mama di taman saat hujan" ungkap Nenek.
"Ah gadis itu, sehari tidak belajar gak akan membuatnya bodoh. Kalau tidak, aku akan mencabut hak beasiswanya di sekolah" ancam Papa Zayn dengan entengnya.
Rahang Zayn mengeras. Bisa-bisanya Papanya memberikan ancaman seperti itu pada Aleena. Papanya tidak tahu bagaimana usaha dan perjuangan Aleena demi mendapatkan beasiswa di sekolah.
"Aku akan menjemput Nenek besok" Zayn malas berdebat dengan Papanya, apalagi membawa nama Aleena dalam perselisihan mereka.
Esok harinya setelah pelajaran selesai, Aleena bergegas ke ruangan guru. Dia ingin meminta izin pada Zayn kalau hari ini mereka libur belajar tambahan. Karena hari ini Ibunya sudah boleh pulang.
Ternyata sesampainya di ruang guru, Aleena malah mendapati meja kerja Zayn kosong.
"Pak Keanu sudah pulang sejak tadi, Al. Kamu bisa pulang cepat hari ini" ucap Bu Siti Wali Kelas Aleena.
"Baik Bu, terima kasih" sahut Aleena.
Aleena bergegas menuju Rumah Sakit. Begitu tiba di kamar Ibunya, Aleena merapikan semua barang-barang Ibunya, menyelesaikan urusan administrasi setelah itu membawa Ibunya pulang.
Aleena masuk melalui pintu depan dan berpapasan dengan Zayn juga Neneknya.
"Aleena" panggil Nenek.
Aleena melirik ke arah suara.
"Nenek sudah mau pulang? Sudah sembuh?" tanya Aleena penuh perhatian tulus.
"Seperti yang kamu lihat, Nenek sudah sangat sehat" jawab Sang Nenek.
Oh, pantas saja Pak Keanu pulang lebih cepat, ternyata Neneknya juga boleh pulang hari ini. Batin Aleena.
"Hati-hati di jalan ya Nek, jaga kesehatan dan semoga Nenek semakin kuat" ucap Aleena sambil mencium tangan Nenek.
"Terima kasih sayang" Nenek mengelus lembut kepala Aleena. Andai saja dia punya cucu perempuan seceria dan sebaik Aleena, pasti hidupnya lebih berwarna.
"Kamu juga jaga kesehatan ya, semoga Ibu kamu segera pulih" balas Nenek.
"Aamiin," Aleena tersenyum tulus.
"Kami pulang dulu, Kei. Sampai ketemu besok di sekolah" sapa Zayn.
"Iya Pak," sahut Aleena.
Mereka berpisah di depan pintu masuk Rumah Sakit. Zayn mendorong kursi roda menuju mobil mewah.
Tuh bener kan, Pak Keanu orang kaya. Mobilnya aja keren banget. Batin Aleena.
Aleena melanjutkan langkahnya menuju kamar rawat inap Ibunya. Setelah barang-barang disusun dan urusan administrasi selesai, Aleena menuntun Ibunya berjalan menuju lobby.
"Nenek guru kamu sudah pulang Al?" Tanya Ibu Aleena.
"Sudah Bu, tadi saat aku baru tiba di Rumah Sakit, aku berpapasan dengan mereka" Jawab Aleena.
"Oh syukurlah, sampaikan salam Ibu dan ucapan terimakasih pada gurumu" Sambung Bu Rina.
"Iya Bu, nanti akan aku sampaikan" Balas Aleena.
Aleena menghentikan taxi yang kebetulan sekali berhenti tepat di depan Rumah Sakit.
Ibu langsung menahan tangan Aleena.
"Ada apa Bu?" Tanya Aleena.
"Kita naik angkutan umum aja Al" ucap Ibunya.
"Ibu belum benar-benar kuat, gak apa - apa sesekali naik taxi Bu, di saat genting seperti ini. Bukan pemborosan tapi saat ini adalah sebuah keharusan" bantah Aleena.
"Tapi tabungan kamu sudah begitu banyak terkuras demi Ibu" Tolak Ibu.
"Bukannya sudah Aleena bilang berulang kali. Uang bisa dicari Bu, yang terpenting kesehatan Ibu. Buat apa tabungan tebal tapi Ibu sakit. Ale gak mau" Bantah Aleena.
"Terserah kamu deh" Ucap Ibu Aleena akhirnya.
Sang Ibu pasrah dengan sikap keras kepala putrinya. Nanti setelah tiba di rumah dia akan kembali berproduksi membuat kue-kue untuk dijual.
Tabungan Aleena yang terpakai harus segera kembali. Itu semua buat masa depan Aleena. Untuk bekal Aleena kuliah nanti. Dia tidak berhak menggunakan tabungan sekolah Aleena untuk dirinya sendiri.
Aleena adalah harta yang sangat berharga yang dia miliki. Dia akan sekuat tenaga memperjuangkannya walau nyawa jadi taruhannya.
Akhirnya mereka masuk ke dalam taxi dan pulang ke rumah.
.
.
BERSAMBUNG
🥺🥺🥺🥺 sesulit itu untuk mereka meraih bahagia 💪💪💪💪
kenapa masih mencuri lihat ke Keisha aleena
sdah pangling Aleena ma Zayn Keanu.
ikutan sedih dengan kisah kalian,semoga cepat bersama Pak KEANU dan KEISHA 💪
akhirnya pak Keanu memanggil KEISHA Nama panggilan sayang terucap juga💃💃💃💃
kasihan ma Aleena hatinya tertahan 6 THN yg lalu ma Zayn keanu
tapi penasaran ma hidup Zayn 6 THN yg lalu kenapa Sampek bisa dan menikah .mana manggil sayang lagi pas di bandara.tapi sekarang hatinya katanya masih memikirkan Aleena.
tambah kepo ma penasaran baca lanjutannya
bukannya kamu sdah nikah yaaa
💃💃💃 liburan diBandung Allena 💪