NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Sinar matahari sore menembus celah-celah jendela kamar, membangunkan Yan Kai dari tidurnya. Ia perlahan membuka mata. Tubuhnya terasa jauh lebih segar setelah beristirahat beberapa jam.

Yan Kai segera bangkit, merapikan pakaiannya, lalu membasuh wajahnya dengan air bersih yang telah disiapkan oleh para pelayan. Belum lama ia selesai bersiap...

Tok... tok... tok...

Suara ketukan terdengar dari balik pintu. "Silakan masuk."

Pintu terbuka perlahan. Seorang pelayan wanita membungkukkan tubuhnya dengan hormat. "Tuan Muda Yan. Nyonya Su memanggil Anda."

Yan Kai segera berdiri. "Baik, aku akan segera ke sana."

Pelayan itu kemudian mempersilahkannya mengikuti dari belakang. Mereka berjalan melewati lorong-lorong panjang istana hingga akhirnya tiba di sebuah ruangan yang sangat luas.

Ruangan itu menyerupai aula. Di dalamnya terdapat berbagai rak yang dipenuhi kitab-kitab kuno, beberapa lukisan pemandangan yang tergantung di dinding, serta meja-meja kayu yang dibuat dari bahan berkualitas tinggi.

Di bagian paling depan, Su Lian tengah duduk santai di sebuah kursi besar. Di hadapannya terdapat meja kecil dengan seperangkat peralatan minum teh. Ia mengangkat cangkir porselen perlahan, meniup uap hangatnya, lalu meminum seteguk teh dengan gerakan yang begitu anggun.

Mendengar langkah kaki Yan Kai, Su Lian mengangkat pandangannya. "Kau sudah bangun."

Yan Kai segera menangkupkan kedua tangannya. "Murid memberi hormat kepada Guru."

Su Lian mengangguk pelan. "Duduk."

Yan Kai pun duduk di kursi yang berada tidak jauh dari gurunya. Su Lian menuangkan secangkir teh hangat lalu mendorongnya ke arah Yan Kai. "Minumlah."

"Terima kasih, Guru." Yan Kai menerima cangkir itu dengan kedua tangan.

Su Lian kemudian bertanya dengan nada santai. "Bagaimana? Apakah kau merasa nyaman tinggal di Lembah Sunyi?"

Yan Kai tersenyum kecil. "Ya, Guru. Saya sangat nyaman. Tempat ini jauh lebih tenang daripada tempat-tempat yang pernah saya tinggali sebelumnya. Makanan, kamar, dan para pelayan juga memperlakukan saya dengan sangat baik. Saya benar-benar berterima kasih."

Su Lian tersenyum tipis. "Bagus. Kalau begitu, anggap saja tempat ini sebagai rumahmu sendiri."

Yan Kai menganggukkan kepala. "Baik, Guru."

Suasana kembali hening beberapa saat. Su Lian kemudian meletakkan cangkir tehnya di atas meja. Tatapannya menjadi sedikit lebih serius.

"Yan Kai. Aku memanggilmu ke sini bukan hanya untuk mengobrol. Ada tugas yang harus kau jalani."

Yan Kai langsung duduk lebih tegak. "Saya siap mendengarkan."

Su Lian mengangguk. "Kekuatanmu memang meningkat cukup cepat. Namun pengalamanmu masih terlalu sedikit. Fondasi yang kau miliki juga masih jauh dari sempurna. Kalau terus dibiarkan seperti ini, kemajuanmu akan terhambat di masa depan."

Yan Kai mendengarkan setiap kata dengan saksama. Ia menyadari bahwa apa yang dikatakan Su Lian memang benar. Selama ini ia tumbuh sendirian.

Semua yang ia pelajari berasal dari pengalaman bertarung dan keberuntungan. Tidak pernah ada seorang guru yang benar-benar membimbingnya.

Su Lian melanjutkan. "Karena itu, aku akan membawamu menjalani sebuah pelatihan. Pelatihan itu akan meningkatkan kekuatanmu secara jauh lebih efektif dibanding hanya berkultivasi sendirian."

Yan Kai bertanya dengan penuh rasa ingin tahu. "Pelatihan seperti apa, Guru?"

Su Lian hanya tersenyum misterius. "Nanti kau akan melihatnya sendiri. Aku akan memperlihatkan semuanya secara langsung. Yang perlu kau lakukan hanyalah mengikuti setiap arahanku."

Yan Kai tidak bertanya lebih jauh. Ia percaya bahwa gurunya tentu memiliki alasan sendiri. "Baik, Guru. Murid akan mengikuti semua petunjuk Guru."

Su Lian tampak puas mendengar jawaban itu. Ia pun berdiri perlahan dari kursinya. "Kalau begitu, kita berangkat sekarang."

Yan Kai ikut berdiri. "Baik."

Su Lian melambaikan tangan kanannya.

Wusss!

Kilatan cahaya merah tua muncul di udara. Pedang panjang miliknya kembali melayang keluar dari Cincin Ruang, kemudian membesar hingga cukup dinaiki dua orang.

Yan Kai yang kini sudah pernah menaiki pedang terbang tidak lagi terlalu gugup seperti sebelumnya. Meski begitu, setiap kali melihat kemampuan gurunya, rasa kagum di dalam hatinya selalu bertambah.

Su Lian melangkah lebih dahulu ke atas pedang. Kemudian ia melirik ke arah Yan Kai. "Naik."

Tanpa ragu, Yan Kai ikut melompat ke atas pedang tersebut. Detik berikutnya, pedang terbang itu melesat meninggalkan Lembah Sunyi, membawa guru dan murid itu menuju tempat pelatihan yang telah disiapkan oleh Su Lian.

Di sepanjang perjalanan, Yan Kai tidak dapat menahan rasa penasarannya mengenai seperti apa pelatihan yang dimaksud oleh gurunya, sementara Su Lian hanya menatap lurus ke depan dengan senyum tipis yang seolah telah membayangkan reaksi murid barunya saat tiba di tempat tujuan.

...

Pedang terbang melesat membelah langit selama beberapa jam tanpa berhenti. Semakin jauh mereka meninggalkan Lembah Sunyi, pemandangan di bawah berubah drastis. Hutan-hutan lebat berganti dengan pegunungan berbatu yang tandus. Udara juga terasa lebih dingin dan dipenuhi aura suram.

Yan Kai berdiri di belakang Su Lian sambil mengamati sekeliling. Tak lama kemudian, sebuah pegunungan yang menjulang tinggi muncul di hadapan mereka. Di puncaknya berdiri puluhan bangunan batu yang saling terhubung oleh jalan-jalan sempit.

Beberapa menara pengawas menjulang di setiap sudut, sementara bendera berwarna merah darah berkibar tertiup angin. Tempat itu memancarkan aura yang tidak menyenangkan.

Yan Kai sedikit mengernyit. "Guru... tempat apa itu?"

Su Lian menjawab dengan tenang. "Itu adalah markas Sekte Kalajengking Merah. Salah satu sekte aliran sesat di Kerajaan Awan Suci. Mereka menggunakan berbagai teknik kultivasi terlarang untuk memperoleh kekuatan."

Yan Kai mengangguk pelan.

Su Lian melanjutkan, "Di dunia kultivasi, orang-orang menganggap kultivator jalan iblis sebagai musuh. Namun lucunya, sesama sekte aliran sesat pun sering saling membunuh demi kepentingan masing-masing."

Yan Kai tidak berkata apa-apa. Ia hanya terus mendengarkan.

Su Lian kemudian menoleh kepadanya. "Yan Kai. Kau memiliki energi kegelapan yang sangat istimewa. Kalau hanya mengandalkan penyerapan energi spiritual alam, kemajuanmu memang cepat. Tetapi masih belum cukup." Tatapan Su Lian berubah lebih tajam. "Jika kau menyerap energi kegelapan milik kultivator lain, pertumbuhan kekuatanmu akan jauh lebih cepat."

Yan Kai sedikit terkejut. "Menyerap... energi kegelapan milik orang lain?"

Su Lian mengangguk. "Itulah salah satu kelebihan energi yang ada di dalam tubuhmu."

Sementara Yan Kai masih mencerna penjelasan tersebut, pedang terbang mulai menurunkan ketinggiannya. Kini mereka hanya berada beberapa puluh meter di atas gerbang utama Sekte Kalajengking Merah.

Di bawah sana, dua orang murid berjubah merah sedang berjaga. Dari aura yang mereka pancarkan, Yan Kai dapat memperkirakan bahwa keduanya berada di Ranah Pembangunan Fondasi Tahap Awal. Mereka sama sekali belum menyadari keberadaan Su Lian.

Su Lian menghentikan pedang terbang di udara. Lalu berkata dengan tenang, "Perhatikan baik-baik."

Ia perlahan mengangkat tangan kanannya. Tidak ada ledakan Qi. Tidak ada teknik yang mencolok. Namun dua murid yang sedang berjaga itu tiba-tiba membelalakkan mata.

"Apa...?!"

Tubuh mereka terangkat dari tanah oleh kekuatan tak kasatmata. Mereka berusaha memberontak, namun seluruh tubuh mereka seperti terikat ribuan rantai yang tidak terlihat.

"Siapa kalian?! Tolong...!"

Belum sempat mereka menyelesaikan teriakan, tubuh keduanya telah melayang menuju Su Lian.

Yan Kai menyaksikan semuanya dengan napas tertahan. Su Lian menempelkan telapak tangannya ke kepala kedua murid itu. Sesaat kemudian, aura hitam pekat keluar dari tubuh kedua murid tersebut, mengalir deras menuju telapak tangan Su Lian.

Wajah kedua murid itu berubah pucat. Tubuh mereka mulai mengering. Dalam hitungan napas, kedua orang itu kehilangan seluruh kekuatannya. Mereka jatuh ke tanah seperti dua mayat tanpa kehidupan.

Sementara itu, aura di tubuh Su Lian justru tampak sedikit lebih kuat dibanding sebelumnya. Ia menarik napas pelan seolah baru saja menikmati sesuatu yang sangat lezat. Kemudian ia menoleh kepada Yan Kai. "Melihatnya?"

Yan Kai hanya menganggukkan kepala dengan wajah yang masih sulit menyembunyikan keterkejutannya.

Su Lian berkata dengan tenang. "Beginilah caranya. Dengan menyerap energi kegelapan milik kultivator lain, kekuatanmu akan berkembang jauh lebih cepat daripada berkultivasi bertahun-tahun."

Yan Kai kembali memandang dua tubuh yang telah tergeletak tak bernyawa di bawah. Hatinya sedikit bergetar. Selama ini, Su Lian selalu terlihat anggun, tenang, lembut dalam berbicara.

Bahkan memperlakukannya dengan sangat baik. Namun kini, Yan Kai akhirnya menyadari sifat asli gurunya. Di balik ketenangan dan senyum lembut itu, tersembunyi seorang wanita yang bertindak tanpa sedikit pun keraguan. Membunuh dua orang barusan bahkan tidak mengubah ekspresi wajahnya, seolah hal tersebut hanyalah kegiatan yang biasa dilakukan.

Su Lian memandang Yan Kai dengan tenang. "Takut?"

Yan Kai terdiam beberapa saat. Kemudian ia menggeleng pelan. "Tidak, Guru. Namun saya baru menyadari, dunia kultivasi memang jauh lebih kejam daripada yang saya bayangkan."

Su Lian tersenyum tipis. "Bagus. Kalau kau memahami itu, berarti kau mulai mengerti bagaimana cara bertahan hidup." Ia kemudian kembali menatap ke arah kompleks Sekte Kalajengking Merah yang berdiri megah di atas pegunungan. "Mulai hari ini, aku akan mengajarimu. Bukan hanya cara menjadi kuat. Tetapi juga bagaimana memanfaatkan setiap kesempatan untuk membuat dirimu terus berkembang."

Yan Kai menarik napas dalam-dalam. Ia masih belum sepenuhnya dapat menerima metode yang digunakan gurunya. Namun ia sadar bahwa dirinya telah memilih jalan ini sejak menerima Su Lian sebagai guru. Ia pun menundukkan kepala dengan hormat. "Murid akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan Guru."

Su Lian mengangguk pelan. Senyum tipis kembali menghiasi wajahnya. "Bagus. Kalau begitu, lihat dan pelajari semuanya dengan saksama. Karena tidak lama lagi, giliranmu yang akan melakukannya."

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!