Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Rundingan
Kepala Desa sungguh pusing sekali ketika mereka semua sudah berkumpul seperti ini di balai desa untuk mengatakan bahwa mereka membutuhkan Purnama saat ini juga, terlebih lagi ketika Salsa dan juga teman yang lain mengatakan mereka baru saja melihat sosok yang tidak biasa sehingga membuat para warga lain semakin tidak karuan sekarang.
Jelas mereka yang sudah panik dengan kematian Pak Bayan dan Tohir secara berbarengan dan juga keadaan mayat mereka yang tidak biasa, kini semakin yakin bahwa Pak Bonar ada sangkut paut dengan masalah itu dan bila tidak ingin terjadi fitnah maka lebih baik mendekati Purnama saja untuk meminta tolong sekali lagi.
Meski sebelumnya Memang mereka meminta bantuan dari Purnama namun tetap saja mereka saat ini harus meminta bantuan lagi, terserah dengan rasa malu itu karena saat ini nyawa mereka semua terancam dan kemungkinan besar Pak Bonar adalah pelaku sehingga sebagian warga menjauhi Pak Bonar karena takut bila nanti akan bermasalah dengan orang tersebut.
Intan juga mengatakan bahwa dirinya hampir celaka karena telah bertemu dengan sosok gentayangan itu secara langsung, bahkan Salsa menambahi bahwa iblis itu ada di dalam rumah dia dan bersembunyi di dalam lemari sehingga membuat dirinya ketakutan serta tidak sanggup untuk sendirian lagi di dalam rumah itu bila di malam hari.
''Ya sudah kalau begitu mari kita pulang dulu ke rumah masing-masing dan besok saya akan mendatangi rumah Mbak Purnama.'' Pak RT segera mengambil keputusan terlebih dahulu.
''Tapi apa Mungkin beliau mau menolong kita lagi?'' Pak Kades agak ragu dengan hal itu.
''Dia adalah orang baik sehingga pasti mau memberi kita pertolongan.'' jawab Davin tanpa ada keraguan.
''Kalau nanti Seandainya dia meminta uang maka kita akan mengambil dengan uang apa?'' Prakasa bertanya kepada semua warga.
''Mbak Purnama tidak akan pernah menerima uang dari para warga, jangan sampai kau berbicara seperti itu di depan dia karena nanti hanya akan mengundang masalah!'' Davin berkata dengan lantang.
''Ah itu kan kalau hanya untuk sekali dua kali tapi kita sudah terlalu sering meminta bantuan dengan dia, lagi pula manusia mana yang tidak mau dengan uang!'' Prakasa berkata dengan kesal.
''Mas Prakasa, Tolong Jaga omongan sampeyan karena nanti malah akan menghambat permintaan tolong kita kepada mbak Purnama.'' Pak Kades juga sudah hafal dengan tabiat wanita itu.
''Kalian itu terlalu mengagumkan dia karena sudah sering mendapat pertolongan.'' Prakasa masih saja tetap angkuh.
''Jika mau minta tolong pada Mbak Purnama maka jangan pernah ajak dia saja.'' Revan memberi usul kepada kepala desa.
Para warga yang mendengar hal itu tentu saja menjadi setuju karena bila Prakasa ikut Maka nanti yang ada justru membuat Purnama menjadi emosi, walau mereka tidak tinggal satu desa dengan Purnama namun tetap saja para warga sudah sangat hafal dengan tabiat Ratu Ular itu bila ada manusia angkuh seperti prakarsa ini, jadi lebih baik bila pria itu tidak usah ikut.
Jelas itu adalah keputusan yang terbaik karena mereka sedang membutuhkan pertolongan Purnama yang begitu besar, mereka perlu mengetahui apakah memang ini ulah dari Pak Bonar yang merasa sakit hati atas perseteruan antara dirinya dengan keluarga Pak Bayan saat itu sehingga sekarang dia membuat santet.
''Ayo pulang dulu sekarang agar pikiran kita sedikit tenang.'' Pak Kades menyuruh mereka semua pulang.
''Gimana mau tenang karena setan itu saja ada di dalam rumah.'' Salsa menggerutu.
''Ada aku sekarang, Ayo kita pulang dan besok kita minta bantuan kepada mbak Purnama.'' Davin menggandeng sang istri.
''Tapi kalau memang Pak Bonar yang membuat santet untuk Pak Bayan, lalu arwah yang mendatangi kita tadi itu siapa?'' Intan bertanya kepada dua sahabat dia.
''Nah itu pertanyaan yang terus keliling di dalam kepala aku saat ini, sebab setan yang muncul itu adalah seorang wanita.'' Salsa setuju dengan ucapan Intan.
''Kenapa kalian bisa kompak kena teror seperti itu?'' Andi bertanya kepada mereka bertiga.
''Lah ya mana kita tahu, entah setan itu juga janjian!'' Ria menjawab dengan sewot.
''Kan tidak lucu ya kalau baru kemarin tragedi pencuri kepala dan sekarang malah muncul tragedi seperti ini lagi.'' Lutfi Berkata sambil menarik nafas panjang.
''Kau apa tidak bisa kontak batin dengan siluman babi yang ada di dalam dirimu?'' Davin bertanya kepada teman dia itu.
Lutfi menggeleng karena sebenarnya dia sudah di beritahu oleh Purnama bahwa siluman babi itu sudah tidak betah lagi di dalam tubuh dia, memang kalau mendapat khodam seperti itu maka mereka tidak bisa bertahan lama ketika merasa tidak cocok dengan tubuh manusia yang dia hinggapi.
''Aku mau bicara dengan Bibi Arini lah biar dia sering datang ke rumah.'' Intan berkata pelan.
''Benar, nanti aku juga akan minta tolong kepada Kak Andini supaya dia melindungi Aku di rumah.'' Salsa juga tak ingin ketinggalan.
''Edan, hanya aku yang tidak memiliki perlindungan karena punya adik satu saja malah banyak tingkah seperti itu.'' Ria berkata dengan kesal.
Namun meski Ria yang tidak memiliki perlindungan sama sekali namun itu tidak membuat dirinya merasa takut karena nanti ada Purnama yang akan membantu mereka semua, terlebih lagi purnama juga tidak mungkin membiarkan para warga yang ada di sini menjadi sengsara dan meninggal dunia dengan keadaan yang sangat mengerikan.
''Habis hujan begini kok sangat tebal ya kabut yang keluar.'' Andi menatap sekitar yang penuh dengan kabut.
''Entah mata aku saja atau mata Kalian juga yang melihat kabut ini seperti campur dengan warna hijau.'' Davin mengusap mata berulang kali.
''Eh kabut Apa pula kalau warna hijau.'' Lutfi tertawa mendengar ucapan Davin.
Ria yang tertegun sesaat karena dia ingat asap yang keluar dari dalam sumur saat itu juga berwarna hijau dan dia memperhatikan kembali kabut yang ada di sekitar, namun dirinya tidak melihat bahwa kabut itu berwarna hijau sehingga kemungkinan besar Davin hanya salah lihat saja tadi.
''Dah kita tidur dulu malam ini dan jangan sampai ada sesuatu yang terjadi.'' Salsa dan Davin tiba terlebih dahulu di rumah mereka.
''Saling kontak saja kalau memang ada sesuatu yang terjadi hal buruk.'' Lutfi juga berpesan.
Mereka semua segera pulang ke rumah masing-masing dan menutup pintu dengan rapat, meski di dalam rumah amasi juga ada perasaan cemas namun tidaknya bila sudah tertutup begini maka ada sedikit rasa aman di dalam hati mereka, yang paling penting lagi kini mereka ada suami yang akan menemani.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻