Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...
Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMINTA IJIN
Dirga yang sudah melihat keberadaan nenek Gendhis yang baru saja keluar dari surau ketika ia dalam perjalanan pulang dari masjid, sengaja menunggu di teras depan rumah, tak mengetuk pintu seperti biasanya karena tujuannya datang kesini adalah untuk menemui nenek Gendhis, bukan Vallery.
Sambil menunggu nenek Gendhis tiba setelah menjalankan sholat ashar di surau, Dirga mengambil ponselnya dan menatap wajah cantik Vallery yang kini sudah dijadikan wallpaper ponsel cerdasnya itu.
Sementara Vallery yang tadi mendengar suara sepeda motor memasuki halaman rumah neneknya, akan tetapi setelah di tunggu cukup lama tak terdengar suara ketukan pintu pun merasa penasaran sehingga ia pun meletakkan Al Qur'an yang baru selesai dibacanya ke tempatnya, kemudian berjalan menuju jendela kamar.
“Benar kan tebakanku, itu suara motor mas Dirga”, monolog Vallery.
“Tapi tumben ia tak mengetuk pintu jika sudah datang dari tadi”, gumannya lagi.
Vallery yang merasa penasaran pun ingin memastikan sendiri jika yang datang itu beneran Dirga atau bukan. Akan tetapi ketika satu tangannya baru menyentuh gagang pintu, suara nyaring nenek Gendhis terdengar , membuat ia pun segera mengurungkan niatnya.
“Lho, ada mas kades disini “, celetuk nenek Gendhis spontan, begitu ia melihat Dirga duduk di kursi teras rumahnya.
Melihat pintu rumah masih tertutup, nenek Gendhis pun segera membukanya dan mempersilahkan Dirga masuk.
“Ayo masuk mas kades. Mungkin Vallery tidur jadi ngga denger waktu mas kades ngetuk pintu”, ucap nenek Gendhis sambil berjalan masuk untuk berganti pakaian.
Begitu nenek Gendhis kembali muncul sambil membawa segelas kopi panas, Dirga merasa tak enak.
“Maaf jadi ngerepotin nenek”, ucap Dirga sungkan.
Nenek Gendhis melambaikan satu tangannya, “Ini cuma segelas kopi saja, apanya yang merepotkan”.
“Sebentar, nenek bangunkan Vallery dulu…”
“Jangan nek, biarkan dek Vallery istirahat lebih lama. Lagipula, kedatangan saya kemari adalah untuk bertemu dengan nenek, bukan Vallery”.
Mendengar jika Dirga datang untuk menemuinya, nenek Gendhis pun segera duduk di kursi yang ada disebelah Dirga.
“Tumben mas kades mau ketemu sama nenek”, nenek Gendhis berkata sambil mengkerutkan kening dengan ekspresi penuh selidik.
Tak ingin membuat nenek Gendhis salah paham, Dirga pun segera menegakkan punggungnya, “Sebelumnya, pertama-tama saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada nenek jika akibat tindakan saya selama beberapa hari terakhir ini, mungkin telah membuat nenek dan Vallery merasa tidak nyaman. Saya akui jika saya memang ceroboh. Merasakan jatuh cinta untuk pertama kali membuat fokus saya tertuju kepada bagaimana caranya saya bisa mendapatkan hati Vallery tanpa saya sadari jika apa yang saya lakukan telah banyak mengundang perhatian banyak orang sehingga membuat orang memiliki banyak asumsi dalam kepalanya”.
Vallery yang menguping pembicaraan Dirga dan neneknya sangat terkejut. Begitu juga dengan nenek Gendhis yang tak menyangka jika Dirga akan datang kepadanya dan meminta maaf.
“Selain untuk meminta maaf, kedatangan saya kali ini juga ingin meminta ijin dari panjenengan untuk mendekati Vallery”
Begitu kalimat tersebut diucapkan, bukan hanya nenek Gendhis yang kembali terkejut, Vallery juga.
Tiba-tiba hati Vallery merasa hangat karena baru kali ini ada seorang pria yang ingin mengejarnya datang kerumah untuk meminta ijin kepada keluarganya, dan tindakan Dirga ini Vallery anggap sebagai tindakan gentle Dirga sebagai pria yang memang serius untuk mendekatinya.
Nenek Gendhis yang sudah bisa kembali menguasai dirinya dari keterkejutan nya, menatap Dirga tajam.
“Apa mas kades serius sama cucu saya?”, tanya nenek Gendhis memastikan.
“Saya benar-benar serius sama Vallery, nek. Jika Vallery benar-benar mau menerima saya, saya janji jika saya akan berusaha untuk membahagiakan Vallery dan memperlakukannya sebagai seseorang Ratu dihati saya dan didalam rumah tangga kami nantinya”, ucap Dirga tulus.
Nenek Gendhis yang benar-benar melihat ketulusan dari sorot mata dan perkataan Dirga, tak lagi memiliki keraguan.
“Untuk masalah ini, semuanya nenek kembalikan kepada Vallery karena ialah yang akan menjalani nya nanti. Meski nenek adalah keluarga terdekatnya, untuk masalah hati, nenek tak berani ikut campur. Jika mas kades memang jodoh yang dikirim oleh Allah untuk Vallery maka nenek hanya bisa memberikan restu dan doa untuk kebahagiaan kalian”.
Dirga yang mendapatkan Restu dari nenek Gendhis pun merasa sangat gembira.
Tak ingin menghambat aktifitas nenek Gendhis dan karena keluarganya ada di rumah, Dirga pun tak bisa terlalu lama disana sehingga iapun pamit undur diri.
“Terimakasih atas semuanya, nek. Karena kedua orang tua dan adik saya ada disini, saya tak bisa lama dan pamit undur diri dulu”, ucap Dirga sambil bangkit dari tempat duduknya dan mengulurkan satu tangannya untuk mencium punggung tangan nenek Gendhis dengan santun.
Dirga pun melangkah pergi dari rumah nenek Gendhis dengan langkah ringan. Dengan adanya ijin dari nenek Gendhis, iapun merasa langkahnya untuk mendekati Vallery semakin dekat.
Setelah Dirga pergi, Vallery yang masih bersandar di belakang pintu memegangi dadanya, dimana degub jantungnya yang berdebar kencang terdengar.
“Kenapa aku jadi deg deg an seperti ini? apakah aku jatuh cinta kepadanya?”, guman Vallery sedikit bingung dengan perasaan aneh yang mulai menjalar dalam hatinya.
Merasa jika ia bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta, Vallery pun menggelengkan kepalanya kuat-kuat.
“Tidak, ini bukan rasa cinta. Aku mungkin hanya merasa kagum karena tak menyangka jika ada seseorang yang begitu menghargaiku sedalam ini. Ya, pasti itu. Ini hanya sebuah rasa kekaguman biasa, bukan cinta”.
Vallery tak sadar jika rasa kagum itu adalah awal bagi hatinya untuk menerima keberadaan seseorang setelah sekian lama pintu hatinya tertutup rapat-rapat.
***
Malam harinya, ba’da sholat magrib, semua orang yang tergabung dalam kepanitiaan dan semua warga yang akan ikut berpartisipasi dalam acara perlombaan hias desa telah berkumpul dibalai desa.
Setelah mereka merapikan kostum kuno yang telah panitia agustusan siapkan, semua orang pun segera menempati posisinya masing-masing dan siap melakukan gladi bersih, dibawah tatapan penuh rasa ingin tahu dari para orang tua yang tak ikut berpartisipasi, yang duduk di beberapa bangku yang memang disediakan bagi warga lansia dan mereka yang tak ikut berpartisipasi dalam acara tapi masih bisa tetap ikut menikmati semuanya.
Dirga dan beberapa aparat yang besok memang bertugas untuk mendampingi para juri pun perlahan melangkah memasuki Desa Maju Bersama yang disambut oleh sapaan ramah dan hangat dari warga yang esok hari akan bertugas menyambut kedatangan dewan juri.
Dalam gladi bersih ini, berapa anggota karang taruna membenahi ucapan warga yang masih salah atau terdengar sangat kaku akibat terlalu gugup, hingga mereka semua bisa mengucapkan kalimat percakapan seperti yang diajarkan dengan sangat alami.
Semua orang bekerja sama dengan sangat baik sehingga gladi resik malam ini bisa berjalan dengan cepat dan semua orang pun bisa segera beristirahat dan menikmati semua hidangan yang sudah dipersiapkan disana.
TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️
SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA