NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10_ siapa Kevin?

Kevin duduk di dalam mobilnya yang terparkir di dekat toko parfum milik gizel. Matanya terus menatap pintu toko tersebut takut melewatkan gizel.

kevin melihat jam yang melingkar di tangan nya. Sudah 3 jam dia menunggu gizel disini. Namun sosok yang di tunggu tidak kunjung terlihat.

" kemana dia? apa dia tidak berkerja?" gumam Kevin.

kevin tidak sanggup lagi menunggu. dia memutuskan untuk turun dari mobilnya lalu berjalan masuk ke toko berpura pura menjadi pelanggan.

" selamat datang di deep kai store tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu karyawan.

" tidak perlu, saya bisa sendiri" ujar Kevin lalu berjalan ke rak minyak wangi yang tertata rapi.

Banyak pelanggan yang sedang memilih milih parfum. Ada yang datang sendiri, ada yang bersama pasangan ada juga yang bersama teman.

Kevin tidak fokus pada parfum, matanya bergerak liar mencari sosok gizel yang tak kunjung terlihat.

" apa dia tidak masuk hari ini? Apa terjadi sesuatu padanya? Atau dia sedang di ruangannya?" batin Kevin.

Kevin sangat ingin bertemu dengan gizel. Rasanya dia sangat merindukan gadis itu. Meskipun wajahnya berbeda dari Rania, tapi entah kenapa hati nya berkata dia adalah Rania. Meskipun dia tahu, itu sangat mustahil.

" ada yang bisa saya bantu tuan? " tanya karyawan tersebut karena melihat Kevin seperti orang yang sedang kebingungan.

" apa bos kalian tidak masuk hari ini?" tanya Kevin akhirnya memutuskan untuk bertanya.

" bu bos tidak masuk hari ini, apa tuan ada perlu dengan Bu bos?"

" yaa, aku ingin bertemu dengan nya" jawab Kevin.

" siapa nama tuan? Biar saya sampaikan pada Bu bos besok "

" kevin Aprilio " jawab Kevin

Karyawan tersebut terkejut saat mendengar nama Kevin yang tidak asing. dia jelas mengenal nama itu, Kevin Aprilio. Pemimpin perusahaan aprilio company . Pantas saja tadi wajahnya tidak asing.

" baik tuan, akan saya sampaikan "

" hmm"

Kevin bergegas pergi dari sana. dia merasa kecewa karena tidak bisa bertemu gizel. Sudah 3 jam dia disini dan 3 jamnya sia sia.

" El, kamu sudah sadar?" tanya luna

Luna habis dari kantin untuk makan malam. Haruna dan Alaska belum datang, katanya sedang di jalan.

Saat Luna masuk ke dalam ruang rawat gizel dia langsung di sambut dengan gizel yang sudah membuka matanya setelah tidur selama 48 jam lamanya.

" aku haus" kata gizel pelan.

Luna segera mengambil air putih di atas nakas lalu memberikan pada gizel. Gizel meminumnya hingga habis karena dia memang sedang haus.

Luna sangat bahagia, akhirnya gizel sadar. Dia memeluk sahabatnya itu dengan air mata yang menetes keluar dari pelupuk matanya.

" aku baik baik saja, tidak perlu lebay" ujar gizel

" nggak usah sok kuat, kalo kamu baik baik aja nggak mungkin kamu sampai mau bunuh diri" ujar Luna melepaskan pelukannya menghapus air matanya yang membasahi pipi mulusnya.

" bunuh diri?" ulang gizel terlihat bingung. dia mencoba mengingat apa yang terjadi? Kenapa dia ada disini? Kapan dia mencoba aksi bunuh diri? Seingatnya dia tidak melakukan hal itu.

" aku ti\_" ucapan nya terhenti kala secuil ingatan tentang kejadian malam itu terlintas di benaknya.

Malam itu, gizel terbangun dari tidurnya karena mimpi buruk. Gizel tidak ingat apa yang dia mimpikan. Tapi yang jelas dia ingat saat itu dia benar benar capek dengan pikirannya yang berisik bahkan untuk tidur saja dia tidak bisa. Tapi dia tidak tahu apa yang membuat pikiran nya seberisik itu.

gizel juga ingat, dia sempat mencari tutorial di internet cara agar kita hilang ingatan. Lalu dia memukul kepalanya sampai beberapa kali. Dia juga memukul kepalanya di dinding kamarnya.

Malam itu, dia benar benar Frustasi, lelah mental, dan pikirnya yang sangat berisik. tapi dia tidak ingat karena apa.

Setelah aksi itu, dia memilih untuk berendam di bathtub. dia menenggelamkan dirinya beberapa kali hingga susah bernafas dan tersedak. Sampai akhirnya dia memilih tidur di bathtub sambil berendam.

" kamu yang membawa ku kesini?" tanya gizel.

"bukan aku, tapi Alaska dan Haruna" ujar Luna " ceritakan pada ku, aku disini akan mendengarkan mu" bujuk Luna sambil menggenggam tangan gizel.

" apa yang harus ku ceritakan? Aku sendiri tidak ingat dengan jelas. Yang aku ingat malam itu aku terbangun dari mimpi buruk ku lalu aku ingin hilang ingatan" ujar gizel " aku tidak tahu kenapa aku melakukan itu. Apa yang sedang aku pikirkan malam itu, aku tidak tahu" jelas gizel.

Luna ikut bingung, ini terasa aneh. Mana mungkin gizel tidak mengingat semua nya? apa mungkin karena baru sadar? Mungkin ingatan nya belum 100% kembali.

" apa ada kaitannya dengan Kevin?" tanya luna

" Kevin?"ulang gizel dengan kening berkerut bingung.

Kevin? Siapa Kevin? gizel tidak pernah dengar nama itu. Kecuali dari film yang dia nonton di tv dulu.

" siapa Kevin?" tanya gizel penasaran.

Luna semakin heran. Kenapa gizel bersikap seolah tidak ingat pada Kevin? seolah tidak mengenal Kevin. Padahal dialah yang paling mengenal Kevin.

" aku akan panggilan dokter " ujar Luna merasa ada yang tidak beres dengan gizel.

" hmm, tanyakan apa aku bisa pulang besok" ujar gizel.

" iyaa" jawab Luna.

Luna menekan bel yang ada di depan ranjang. Lalu tidak lama dokter datang dan memeriksa keadaan gizel. Bersamaan dengan itu, Alaska dan Haruna datang.

Haruna sangat bahagia melihat gizel sudah bangun. Dia bingung melihat wajah Luna yang terlihat khawatir. apa sesuatu yang buruk terjadi?

" keadaan nya sudah jauh lebih baik, tidak ada masalah serius" jelas dokter

" apa aku sudah bisa pulang besok dok?" tanya gizel

" kita lihat besok " jawab dokter

" baiklah dokter, terimakasih "

" sama-sama, saya permisi dulu" pamit dokter

Dokter itu keluar dari ruangan tersebut. Luna ikut keluar. begitu tiba di luar ruangan dan sedikit jauh dari ruangan gizel dia menghentikan dokter tersebut.

" dokter, tunggu" panggil Luna

Dokter itu menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat Luna yang berjalan menghampiri nya.

" dok, apa anda yakin teman saya baik baik saja?" tanya luna

" yaa, saya sudah memeriksa nya. Jika anda ragu kami bisa melakukan pemeriksaan lebih detail besok" ujar dokter.

" bukan seperti itu dok, tapi saya rasa ada yang aneh dengan temen saya"ujar Luna

" tentang apa?"

" dia seperti melupakan sesuatu, dia lupa tentang seseorang " ujar Luna menceritakan tentang kejanggalan menurut nya.

" apa seseorang itu orang yang baik atau orang memberikan dia luka?"

Luna terdiam, Luna melupakan tentang kevin. Jelas saja Kevin adalah seseorang yang memberikan dia luka.

" sesekali yang memberikan luka" jawab Luna

" kemungkinan besar pasien mengalami amnesia disosiatif. Hilang ingatan pada hal hal tertentu, tidak pada semua hal" jelas dokter" mungkin ada bagian dari ingatannya yang secara alami dilindungi oleh dirinya sendiri. agar hati nya tidak menanggung beban yang terlalu berat dan mentalnya aman"

" Seperti saat tubuh terluka, ia akan berusaha menyembuhkan luka itu. Begitu juga ingatan — saat ada hal yang terlalu menyakitkan, pikiran akan menyimpannya jauh untuk sementara waktu, agar kita bisa bernapas dan kuat dulu"

"Bukan berarti hal itu hilang selamanya, dan bukan berarti ia tidak pernah terjadi. Hanya saja, saat ini belum waktunya untuk mengingatnya. Tubuh dan hati sedang beristirahat" dokter tersebut menjelaskan dengan panjang lebar agar Luna dapat memahami nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!