NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Tepuk tangan meriah mendadak pecah di tengah kerumunan karyawan hotel.

Rizal menjadi orang pertama yang bertepuk tangan paling kencang dengan raut wajah berbinar-binar gembira.

"Wah, sekarang aku baru paham! Pantas saja di kulkas dapur tiba-tiba ada stok manisan ceri melimpah, terus Pak Lucas sampai bikin kantor pengawasan khusus di dekat dapur! Ternyata demi memanjakan calon ibu dari anak-anak kembarnya!" seru Rizal blak-blakan dengan nada penuh kepuasan.

"Rizal, diam! Cepat kembali masak!" tegur Arum sembari menyenggol lengan Rizal, tak sanggup menahan tawa hingga tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan rekannya itu.

Sementara itu, beberapa karyawati dan staf wanita di barisan belakang tampak mengusap sudut mata mereka dengan saputangan, berpura-pura menangis terisak.

"Duh, hari ini resmi jadi Hari Patah Hati Sedunia." gumam salah satu staf pelayan dengan raut wajah melas.

"Pak Lucas yang tampan dan kaya raya sudah resmi milik Chef Aira. Lalu, bagaimana nasib kita-kita ini?" timpal staf reservasi di sampingnya yang ikut meratapi nasib.

Melihat suasana yang mulai riuh namun penuh keceriaan itu, Randy melangkah maju dan berdehem keras sambil menepuk tangannya beberapa kali.

"Ayo, ayo! Semuanya kembali ke posisi dan bekerja lagi! Jangan sampai pelayanan hotel kita terganggu!" seru Randy tegas namun tersenyum lega.

Para karyawan pun membubarkan diri dengan tertawa riang, kembali ke pos tugas masing-masing dengan perasaan bangga pada Head Chef mereka.

Setelah area utama kembali sepi dan hanya tersisa mereka berdua, Lucas langsung menarik Aira perlahan ke dalam pelukan hangatnya.

Ia melingkarkan kedua lengan tegapnya di pinggang Aira, menyandarkan dagunya di bahu wanita itu tanpa peduli jika ada yang melihat.

Aira menyandarkan kepalanya di dada bidang Lucas, mendengarkan detak jantung pria itu yang berdegup kencang.

"Padahal aku mau hubungan kita dirahasiakan dulu setidaknya satu bulan lagi.Tapi ya sudahlah," ucap Aira pasrah sembari tertawa pelan, menengadah menatap wajah tampan calon suaminya.

Lucas tersenyum manis, membalas tatapan Aira dengan sorot mata yang penuh kelembutan.

"Maafkan aku, sayang.Aku, tidak bisa tinggal diam melihat ada orang yang mencoba merendahkan dan menyakiti kamu lagi," bisik Lucas mesra, lalu mendaratkan kecupan hangat di dahi Aira.

"Sekarang, seluruh dunia tahu kalau kamu dan tiga malaikat kecil kita adalah milikku."

Setelah pengumuman heboh yang mengguncang seluruh hotel, suasana kembali kondusif.

Aira meregangkan tangannya pelan, mengikat rambutnya dengan rapi, lalu melangkah kembali ke area dapur utama. Rizal, Arum, dan seluruh tim koki sudah berdiri berjejer dengan apron bersih masing-masing, siap menerima ilmu baru.

"Baiklah, semuanya," ucap Aira dengan senyum ramah khasnya.

"Mari kita lanjutkan sesi pelatihan resep mi cumi tanpa tepung ini. Tolong perhatikan baik-baik teknik pengirisan dan kontrol suhunya."

Namun, pengajaran baru berjalan lima menit ketika pintu dapur berbunyi halus.

Lucas melangkah masuk. Pria yang biasanya berwajah dingin dan disegani seluruh karyawan itu kini membawa sebuah kursi empuk berbusa tebal lengkap dengan bantal penopang punggung.

Tanpa canggung, ia meletakkan kursi itu tepat di sudut meja kerja Aira.

"Lucas? Kamu sedang apa?" tanya Aira kaget, pipinya mendadak merona.

"Kamu baru saja berdiri lama saat keributan tadi. Duduklah kalau mulai merasa lelah," jawab Lucas santai tanpa mempedulikan tatapan takjub dari para koki.

Tidak berhenti sampai di situ, Lucas memberi isyarat pada Randy yang berdiri di luar.

Hanya dalam hitungan detik, Randy masuk membawa nampan berisi segelas susu hamil hangat dan mangkuk berisi manisan ceri segar yang sudah dibuang bijinya.

"Ini diminum dulu susu hangatnya. Cerinya juga sudah disiapkan," bisik Lucas lembut seraya mengusap pelan puncak kepala Aira di depan semua orang.

Rizal yang sedang memegang pisau dapur sampai terhenti.

Matanya berkedip-kedip menatap kelakuan sang CEO tertinggi yang berubah total menjadi sosok calon suami yang sangat bucin.

Arum menutupi mulutnya, menahan tawa sampai pundaknya berguncang.

"Duh, kalau begini caranya, bumbu dapurnya kalah manis sama Pak Lucas," bisiknya pada Arum lain di sebelahnya.

Rizal akhirnya menggeleng-gelengkan kepala sambil mengelus dadanya drama.

"Aduh, Bos. Ini, kita di dapur mau belajar bikin mi cumi, bukan mi valentine! Semanis ini mah, piringnya bisa dikerumuni semut!"

Aira yang mendengarnya langsung menutup wajahnya yang makin memerah karena malu.

"Rizal! Jangan mulai, ya!"

Lucas justru terkekeh pelan, menatap Rizal dengan alis terangkat.

"Biarkan saja. Kalau kamu mau sweet juga, cari pacar sendiri, Rizal. Jangan iri dengan Head Chef kamu."

Seluruh isi dapur seketika pecah dalam tawa riang. Rizal menepuk dahi dengan raut wajak memelas yang makin mengocok perut.

Di tengah kepungan cinta dan perhatian penuh dari Lucas, Aira menghela napas bahagia, bersyukur atas kehidupan baru yang kini memeluknya dengan hangat.

Meskipun digoda habis-habisan oleh Rizal dan Arum, Aira segera menetralkan degupan jantungnya dan kembali memfokuskan diri pada demonstrasi memasak.

Ia berdiri tegap di hadapan cooking station, mengambil seekor cumi-cumi segar ukuran besar yang sudah dibersihkan.

"Perhatikan tangan saya baik-baik," ujar Aira dengan nada suara yang berubah sangat profesional.

Semua koki, termasuk Rizal dan Arum, langsung condong ke depan untuk mengamati setiap gerak-gerik sang Head Chef.

Dengan keahlian tingkat tinggi, Aira membelah bagian dalam cumi, meratakannya di atas cutting board, lalu mengarahkan mata pisau tajamnya dengan sudut kemiringan yang presisi.

LSrak! Srak! Srak!

Gerakan tangannya begitu cepat, stabil, dan berirama.

Dalam hitungan detik, lembaran daging cumi putih tebal itu teriris halus memanjang menjadi helai-helai mi pipih yang seragam tanpa ada satu pun yang terputus.

"Kuncinya ada pada kontrol tekanan pisau dan ketebalan irisan. Jangan terlalu tebal agar tidak ulet, dan jangan terlalu tipis agar tidak hancur saat direbus," jelas Aira seraya memasukkan mi cumi tersebut ke dalam air rebusan kaldu beraroma jahe dan bawang putih yang sudah mendidih.

Hanya dalam kurun waktu empat puluh detik, Aira meniriskan mi cumi itu, menyiramnya sekilas dengan air es, lalu mengaduknya bersama racikan minyak wijen, sedikit kecap asin khusus, dan emulsi gurih tersembunyi.

Hasilnya adalah sepiring mie cumi dengan kilau sempurna, tekstur elastis yang menggiurkan, dan aroma yang memenuhi seluruh penjuru dapur.

"Luar biasa," gumam Rizal dengan mata berbinar-binar penuh kekaguman.

Aira meletakkan sumpitnya, lalu menatap seluruh tim dan Lucas yang masih setia berdiri memantau.

"Nanti malam setelah closing, kita lanjut lagi sesi pelatihannya sampai kalian semua bisa menguasai teknik pemotongannya," ucap Aira tegas.

"Sekarang, ayo kita fokus layani tamu jam makan siang. Dan untuk Anda, Pak Lucas, silakan pindah ke ruang pengawasan sebelah, ya."

Lucas menyunggingkan senyum tampan tanpa beban.

Ia menegakkan tubuhnya lalu menghampiri Aira.

"Siap, Chef-ku," jawab Lucas dengan suara bariton yang terdengar sangat manja namun manis.

Cupp!

Tanpa aba-aba, Lucas mendaratkan ciuman hangat di pipi Aira tepat di hadapan seluruh staf dapur, membuat wajah Aira seketika memerah padam seperti kepiting rebus.

Lucas melambaikan tangan dengan santai lalu melangkah keluar menuju ruang pengawasan sebelah dengan wibawa yang kembali terpasang sempurna.

"HUAADUHHH! MATA SAYA! MATA SAYA KEMASUKAN MANISAN CERI!" jerit Rizal histeris sambil menutupi kedua matanya dengan gaya super dramatis.

"Bisa-bisanya Pak CEO seromantis itu di depan panci rebusan!" timpal Arum terhalu-halu, memegangi dadanya yang ikut berdebar menyaksikan kebucinan bos besar mereka.

Aira menepuk jidatnya sendiri, merasa sangat malu sekaligus bahagia.

"Sudah, sudah! Ayo kembali ke station masing-masing, pesanan tamu sudah mulai masuk!"

Mendengar instruksi Aira, Rizal langsung berbalik dengan terburu-buru untuk mengambil kuali memasak.

Namun, karena gerakannya yang terlalu mendadak dan tidak memperhatikan jalan, Rizal tersandung kakinya sendiri yang tersangkut di troli bahan makanan.

"Aaaaa—!"

"Rizal, awas!" pekik Arum reflek mencoba menahan tubuh Rizal.

BRUKK!

Tubuh Rizal yang hilang keseimbangan justru menimpa Arum hingga mereka berdua jatuh ke atas tumpukan apron bersih di sudut dapur.

Dan, karena gravitasi yang tidak kompromi, wajah Rizal terdorong jatuh tepat di atas wajah Arum. sampai bibir Rizal tidak sengaja menempel pas di pipi dekat bibir Arum!

Suasana dapur yang tadinya bising mendadak hening seketika. Mata Rizal dan Arum sama-sama membelalak selebar mangkuk sup.

Satu detik... dua detik...

"HUAAAAA! RIZALLLLL!!" jerit Arum melengking nyaring hingga memecahkan keheningan dapur.

Arum dengan muka merah padam karena kaget dan malu langsung bangkit berdiri, lalu mencubit lengan Rizal dengan sekuat tenaga tanpa ampun.

"Auuuw! Sakit, Bu Arum! Aduh, ampun! Itu tidak sengaja, demi Allah tidak sengaja!" jerit Rizal kesakitan sambil melompat-lompat menghindari cubit maut Arum yang terkenal pedas.

Seluruh staf dapur—termasuk Aira yang tadinya malu—sontak tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan Rizal.

Dapur hotel yang sempat diliputi ketegangan akibat ulah para musuh, kini kembali dipenuhi gelak tawa, kehangatan, dan kebahagiaan yang membuncah.

1
Ariany Sudjana
skak mat Radit, ternyata bayi dalam kandungan si pelacur murahan itu, anak laki-laki lain 🤣🤣😄😄 dan dengan jahatnya kamu bilang Aira mandul? ternyata kamu yang mandul 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Ariany Sudjana
tetap waspada ya chef dan Lukas, karena si pelacur murahan itu ga terima kalau Aira hidup dengan baik
Ariany Sudjana
wah chef Aira ngidam ceri 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, yang ada kamu yang akan dikerjai sama preman itu dan kamu salah cari lawan
Iffanaya 😽
lanjut Thor 💪
Iffanaya 😽
kamu salah cari lawan Mila 😏 liat aja apa yg dilakukan Lucas kalo tau apa yg kamu lakukan ke aira
Dew666
💜
my name is pho: Terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu harus waspada, jangan biarkan si pelacur murahan dan Mak Lampir itu berbuat kerusuhan di hotel kamu, dan jangan sampai mereka membuat celaka ke Aira
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska dna Mila, silakan kalian balas dendam, kalian siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
puji Tuhan, calon ibu mertua Aira itu baik hati, dan meskipun konglomerat, tidak sombong seperti mantan mertuanya
Ariany Sudjana
skak mat kamu merin, kamu hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 mama Lucas benar-benar wise, tidak termakan dengan omongan si pelacur murahan itu, kacian deh loe Merin 🤣🤣😂😂
mama kandung yang waras pasti ga akan mau punya menantu pelacur murahan seperti kamu, jadi jelas sekali chef Aira kelasnya jauh di atas kamu
Ariany Sudjana
dasar laki-laki pengecut kamu Radit, kamu sudah menghina Aira. dan kamu pelacur murahan, kamu bilang Aira mandul 🤣🤣🤣😂 dasar bodoh, buktinya Aira mengandung bayi kembar 3, jangan-jangan Radit yang mandul 🤣🤣😂😂 kalau Radit mandul, berarti yang dikandung Mila, anak siapa?
Ariany Sudjana
harusnya jangan hanya diusir pelacur murahan itu, tapi juga dibinasakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!