NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. KAMAR KAEL

Kael Dravenhart mendorong pintu kamarnya sendiri dengan langkah tenang, namun aura ketegangan di wajahnya belum sepenuhnya hilang setelah ia memastikan area sekitar puri kembali steril dari sisa-sisa ancaman pembunuh bayaran.

Begitu ia melangkah masuk ke dalam kamar pribadinya yang luas, pemandangan yang menyambutnya langsung melunakkan garis-garis ketat di rahang sang panglima perang.

Di atas ranjang tidur besar milik Kael yang biasanya tampak kaku dan maskulin, kini duduk sesosok gadis berbalut gaun tidur sutra putih bersih. Rambut pirangnya yang panjang tergerai lembut tanpa ada lagi noda darah atau debu.

Elaine dan dua pelayan wanita lainnya tampak sibuk merapikan meja kecil di dekat perapian, membereskan nampan obat dan mangkuk air hangat yang baru saja digunakan.

"Yang Mulia, Tabib istana baru saja selesai memeriksa keadaan Yang Mulia Putri," lapor Elaine buru-buru membungkuk hormat begitu melihat kehadiran Kael.

Dua pelayan di belakangnya ikut berlutut sejenak dengan kepala tertunduk.

Kael mengangguk singkat. Sepasang mata birunya langsung tertuju lurus kepada Virelia.

Gadis itu duduk bersila di tengah ranjang, memeluk bantal beludru hitam milik Kael erat-erat. Wajahnya tampak pucat, namun tidak ada lagi sisa darah atau kotoran. Penampilannya kembali mencerminkan kecantikan seorang putri bangsawan tinggi, kontras dengan sifat liar dan kekacauan yang biasa ia tunjukkan.

Seorang tabib tua berjanggut putih dengan kotak obat di tangannya segera maju membungkuk di hadapan sang Duke.

"Laporan untuk Yang Mulia Duke. Saya telah memeriksa luka gores di telapak tangan Yang Mulia Putri dan melakukan pemindaian energi magis serta deteksi racun di tubuhnya," ucap tabib itu dengan suara serak khas orang tua.

"Bagaimana hasilnya?" tanya Kael langsung, suaranya terdengar berat dan mendesak.

"Puji para dewa, Yang Mulia. Luka di telapak tangannya hanya luka goresan ringan akibat pecahan kaca dan sudah saya beri salep pengering. Tidak ada racun yang masuk ke dalam aliran darahnya, dan organ dalamnya tidak mengalami guncangan. Beliau hanya sedikit mengalami kelelahan mental akibat keterkejutan malam ini. Secara fisik, Yang Mulia Duchess berada dalam kondisi yang sangat sehat," jawab tabib itu lega.

Mendengar laporan itu, Kael menghela napas panjang, hela napas lega yang langsung meluruhkan setengah beban berat di dadanya.

"Bagus. Terima kasih atas kerja kerasmu, Tabib. Elaine, antarkan Tabib keluar dan siapkan ramuan pemulih tidur untuk Duchess," perintah Kael tegas namun tenang.

"Baik, Yang Mulia!" jawab Elaine patuh.

Satu per satu pelayan dan tabib itu meninggalkan kamar utama, membungkuk hormat sebelum menutup pintu kayu dengan rapat.

Kini, di dalam kamar yang luas itu, hanya tersisa Kael dan Virelia.

Keheningan yang pekat langsung menyergap.

Kael tidak langsung berbicara. Ia lalu berjalan perlahan mendekati tempat tidur. Langkah kakinya begitu pelan, tetapi setiap detik pergerakannya tidak lepas dari pandangan mata Virelia yang mulai menyipit curiga.

Kael berhenti tepat di tepi ranjang. Pria itu menurunkan tubuhnya, menjatuhkan satu lututnya ke lantai marmer, menyamakan tinggi matanya dengan Virelia yang duduk bersila di atas kasur.

Dengan gerakan sangat hati-hati, Kael mengulurkan tangan dan menggenggam jemari tangan kanan Virelia.

"Bagaimana keadaanmu? Apakah ada bagian tubuhmu yang masih sakit? Pusing? Atau rasa nyeri di dadamu karena terkejut?" tanya Kael lembut, suaranya berubah menjadi begitu hangat, jauh berbeda dari nada bicara militer yang ia gunakan saat menghadapi bawahannya.

Virelia menatap genggaman tangan besar Kael di tangannya. Jantungnya mendadak berdegup dua kali lebih cepat dari biasanya, bukan karena takut pada pembunuh bayaran, melainkan karena keintiman yang tiba-tiba ini membuatnya salah tingkah setengah mati.

Sialan. Pria ini kenapa dia menatapku dengan tatapan selembut itu? Rasanya aneh sekali diperhatikan seperti ini, batin Virelia bergejolak gelisah.

Namun, demi menjaga topeng gilanya agar tidak retak, Virelia langsung memasang ekspresi kosong. Ia menarik tangannya pelan, lalu mendengus sinis sambil menunjuk ke arah hiasan dinding di seberang tempat tidur.

"Burung-burung hantu di dahi lemari itu terus mengejekku, Serigala! Mereka bilang gigiku mirip biji jagung busuk! Dan kepalaku penuh dengan suara angin badai! Jadi kalau kau tanya apakah aku baik-baik saja, jawabannya adalah aku sedang berperang melawan pasukan burung hantu pemakan kancing baju!" omel Virelia dengan nada melengking sengaja dibuat-buat, menatap Kael dengan mata terbelalak lebar.

Mendengar jawaban ngawur dan khas orang gila itu, Kael tidak marah. Sebaliknya, sudut bibir pria itu justru terangkat membentuk sebuah senyuman tipis yang sangat menawan, senyuman tulus yang jarang sekali terekspos ke dunia luar.

Kael tahu persis apa artinya itu. Di balik omong kosong tentang burung hantu dan biji jagung busuk, Virelia secara tidak langsung sedang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan tidak kesakitan.

"Begitu ya. Pasukan burung hantu di lemari itu memang sangat menyebalkan. Nanti akan kusuruh Julian mengusir mereka semua," ucap Kael pelan, senyumannya semakin melebar.

Virelia mengerjap kaget. Ia mendengus sebal karena lelucon gilanya justru ditanggapi dengan serius oleh sang Duke.

"Jangan bercanda! Mereka punya jenderal bintang lima dari bangsa awan!" seru Virelia.

"Iya, iya, terserah Ratu Awan. Nah, sekarang sudah larut malam. Berbaringlah dan tidurlah dengan tenang, Virelia," balas Kael terkekeh pelan. Ia berdiri dari posisi berlututnya, lalu menepuk-nepuk kasur empuk di sebelah Virelia.

Virelia langsung melotot. Ia merangkak mundur hingga punggungnya menempel ke kepala tempat tidur, menarik selimut tinggi-tinggi hingga menutupi setengah wajahnya.

"Tidak mau! Aku tidak mau tidur!" protes Virelia dengan suara keras dan ketus, melupakan nada gilanya sejenak karena panik.

"Karena kau butuh istirahat," jawab Kael tenang, melipat kedua tangannya di dada sambil menatap istrinya dengan pandangan penuh kemenangan kecil.

"Kalau begitu aku bisa tidur di kamar lain! Atau di lantai bawah! Atau di kandang kuda bersama kuda-kuda perangmu! Aku tidak mau satu kamar denganmu! Bisa-bisa kau menculikku saat aku tidur dan mengubahku menjadi sup kepala ikan!" seru Virelia frustrasi, wajahnya merona merah padam.

Kael menghela napas sabar. Ia melangkah maju, duduk di tepi tempat tidur hingga kasur di samping Virelia sedikit amblas.

"Virelia, dengarkan aku. Malam ini, ada pembunuh bayaran profesional yang berhasil menyusup masuk ke kamarmu dan hampir merenggut nyawamu. Aku tidak akan membiarkan hal itu terulang lagi," ucap Kael dengan nada serius yang tegas namun tetap lembut.

Virelia terdiam. Napasnya sedikit tertahan.

"Jika kau tidur di ruangan yang sama denganku, aku bisa menjagamu dengan baik. Aku bisa memastikan tidak ada satu pun bayangan atau musuh yang berani mendekatimu. Bagaimana jika penyusup itu datang lagi saat kau sendirian dan menjadikanmu sup kepala ikan?" lanjut Kael.

Argumen logis itu menghantam telak kepala Virelia. Ia tahu persis bahwa pembunuh tadi malam bukanlah yang terakhir jika faksi musuh mulai bergerak.

Namun, tinggal di dalam satu kamar, bahkan berbagi satu tempat tidur dengan seorang panglima perang yang sangat peka dan berbahaya seperti Kael adalah bencana besar bagi penyamarannya sebagai Raven!

"Tapi ... tapi ... mana boleh tidur berdempetan seperti ini! Nanti ... nanti batasan moral kerajaan awan akan runtuh!" Virelia tergagap mencari alasan, pipinya semakin memanas hebat.

Kael tidak kuasa menahan tawa kecilnya mendengar alasan konyol itu. Pria itu menggelengkan kepalanya pelan, merasa gemas dengan tingkah keras kepala gadis di hadapannya.

"Batasan moral kerajaan awanmu sudah runtuh sejak hari di mana kau melempar meja makan ke arah kepala pelayan hari itu, Virelia," balas Kael telak sambil tersenyum miring.

Tanpa memedulikan protes lebih lanjut, Kael meraih bahu Virelia dengan lembut, memaksa tubuh gadis itu untuk berbaring di atas bantal.

"Hei! Jangan paksa aku!" geram Virelia meronta pelan, mencoba bangkit.

Namun Kael bergerak lebih cepat. Dengan sigap, ia menarik selimut tebal dan menyelimuti tubuh Virelia hingga sebatas dada, merapikannya dengan telaten agar istrinya merasa hangat dan nyaman. Gerakan itu begitu natural, penuh perhatian, dan tidak menyisakan ruang bagi Virelia untuk melawan lagi.

Virelia berbaring kaku di bawah selimut, menatap langit-langit kamar dengan mata terbelalak lebar. Jantungnya bergemuruh hebat seolah sedang ada barisan meriam yang meledak di dalam dadanya.

Ketiadaan jarak di antara mereka membuat aroma maskulin tubuh Kael, aroma kayu cedar dan sabun herbal menguar memenuhi indra penciumannya.

Merasa gelisah, Virelia menoleh ke samping. Ia mendapati Kael justru duduk di pinggir tempat tidur, menatapnya lekat-lekat tanpa berkedip.

"Kenapa kau masih duduk di situ?! Jangan menatapku seperti itu! Kau menyeramkan, Serigala Jelek!" protes Virelia dengan suara bergetar gugup, menatap Kael tajam.

Kael tersenyum hangat. Ia mengulurkan tangan kanannya, merapikan beberapa helai rambut pirang yang menutupi dahi Virelia dengan sentuhan yang sangat ringan.

"Tidurlah, Virelia. Aku tidak akan ke mana-mana. Aku akan duduk di kursi meja kerja sebentar untuk membaca laporan malam ini. Matikan pikiran sintingmu itu dan istirahatlah," bisik Kael rendah, suaranya yang bariton terdengar bagaikan melodi yang menghanyutkan di telinga sang gadis.

Mendengar itu, Virelia mengerjap bingung. "Kau ... kau tidak tidur di ranjang ini?"

"Tidak. Aku akan tidur nanti setelah urusanku selesai. Kau pakai saja ranjang ini dengan nyaman," jawab Kael tenang, lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya di sudut kamar yang diterangi cahaya temaram lampu minyak.

Kael menarik kursi, duduk di sana, dan mulai membuka gulungan perkamen laporan dari Julian.

Di atas ranjang, Virelia perlahan menarik napas dalam-dalam. Ia membalikkan badannya membelakangi Kael, memeluk selimutnya erat-erat sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.

Meskipun gadis itu berusaha menyembunyikan rasa gugupnya yang luar biasa besar di balik selimut, dadanya terasa hangat oleh sesuatu yang sulit ia definisikan.

Tanpa Virelia sadari kalau dari sudut mata Kael, jelas ada sesuatu yang Kael pikirkan.

Ini akan jadi permainan yang menarik, Istriku, batin Kael.

1
sweet escape
Waduuuh d kasih seneng2 eh sekrg d kasih tegangnya🫠🫠🫠🫠🥹duke dan duchess😱
sweet escape: 😱 oemji kak wkwkw
total 2 replies
sweet escape
Yang satu sembuh, eh pasien lain tumbuh kembang😂😱😱
Archiemorarty: Iya juga lagi lah 🤣
total 1 replies
Septi Wijaya
akak oThor nih... mereka lagi hangat hangatnya kok dikasi ulet bulu siiichh
Archiemorarty: soalnya ulet bulu ada dimana mana 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
ujian cinta dataaanggg
Archiemorarty: Hahaha 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuttt dong..
Eli Rahma
wahhh kemajuan nih ..siRatu awan kiss duluan..apa gk jumpalitan tuh si Kael..😅
Archiemorarty: Minta saru kerajaan langsung dikasih kayaknya sama Kael 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
tapiiii senangkaaann...😅
Archiemorarty: Dalam hati mah aghhhh...dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
kayak emak² ngomelin anaknya pergi kencan..😅
Archiemorarty: iya juga yak 🤣
total 1 replies
Ayu Padi
keren ..selalu di tunggu Up ny ...💪💪💪
Archiemorarty: Asiap kakak...makasih udah baca ceritanya kak, happy reading sampai akhir cerita ya 🥰
total 1 replies
mimief
pengalaman hidup yg pait
menjadikan aku lebih tegar dan terlihat serba bisa .
siapapun yg selalu didorong kepinggir jurang setiap saat,pastinya mekanisme perlindungan diri nya lebih aktif 🥹🥹
Archiemorarty: Benarrr...😭
total 1 replies
mimief
thats my girl 😍😍😍
mimief: wkwkwkwkw
bacanya langsung bernada yaaa
total 2 replies
mimief
aku...pernah baca sebuah komik yg Ampe sekarang berkesan bgt dialog nya
" menjadi seorang perempuan harus serba bisa
bahkan ketika kita memakai gaun yg cantik,kita harus bisa berdiri tegak di dalam sebuah pertempuran."
mimief: salah satu komik fav ku Thor
kisahnya luar biasa😍
total 2 replies
mimief
nah tu liat jul
ratu awan lu
Elaine mana?
syok ga liat boneka Barbie nya bisa begitu🤣🤣🤨
mimief: kejang kejang ga dia
ratu awan nya bisa swaag🫣🤣😍
total 2 replies
mimief
ya ampuun
sweet banget si mereka😍😍
mimief
mulut mu jul..
dah kayak Mak Mak komplek
pas bgt itu🤣🤣
mimief: masalahnya tapi bener🫣🤣🤣
total 2 replies
mimief
buahahahahaha..
ga usah malu
bangga donk ah
ajaran siapa itu🤣🤣🤣
Archiemorarty: Kata Varelia : bukan aku 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
uluuhhh...srigala perang ini udah kecanduan pipi si Ratu awan..😅
Archiemorarty: ya kan 🤭
total 3 replies
mimief
hei...anda jangan cuci tangan
gara gara siapa tu woiiii🫣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Pinter kali emang mereka itu 🤣
total 1 replies
mimief
kan kan🫣🤣🤣.cuman Elaine doank yg berani nyela julian🥹🥹🥹
lama lama virusnya akan kah nyampe ke Julian???🤨
Archiemorarty: Bisa jadi ini 😎
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🫣
othor.....tolong
kok lebih menjiwai mereka si
aku jadinya percaya sama siapa???
🫣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Jangan percaya sama isi puri Duke, terutama Duke nya sendiri 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!