Sekte kuno Pedang Langit yang berjaya selama seribu tahun, dalam lima ratus tahun terakhir mengalami kemunduran akibat seluruh guru besar dan murid sekte bahkan sesepuh serta ketua sekte tewas dalam perang melawan Klan Iblis. Hanya tersisa, seorang murid luar Li Tianchen dan mendapatkan warisan dari guru besar. li Tianchen menjadi ketua sekte Pedang Langit.
Hidup damai dan nyamannya mulai terusik, saat Sekte -sekte baru menyerang dan ingin menguasai wilayah sekte Pedang Langit.
Mampukah Li Tianchen mempertahankan sekte pedang Langit? Dapatkah Tianchen mendapatkan murid untuk membantu sekte meraih puncak tertinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEKTE KUNO 10
"Aku... aku belum mati? Di mana ini?"
Ziyan tersenyum manis, meletakkan kembali cangkir kosong ke atas meja kecil di samping ranjang. "Kamu berada di kamar pribadi utama Ketua Sekte Pedang Langit. Jangan khawatir, kamu sudah aman di sini. Tapi guruku berpesan agar kamu jangan dulu banyak bergerak. Tubuhmu baru saja melewati fase kritis, dan energimu masih sangat rentan."
Namun, Yuanling tidak terlalu mendengarkan ucapan Ziyan. Sebagai seorang kultivator yang sejak kecil hidup dalam penuh tekanan dan ancaman, naluri pertamanya setelah sadar adalah memeriksa kondisi interior tubuhnya sendiri. Ia memejamkan mata, memicu aliran kesadaran untuk memindai Dantian-nya.
Begitu energi Qi-nya mulai dialirkan, mata Yuanling mendadak terbuka lebar. Sepasang pupil matanya bergetar hebat akibat keterkejutan yang teramat sangat.
Di dalam tubuhnya, segel kutukan kejam milik Keluarga Liu yang selama belasan tahun mengunci potensinya kini telah hilang tanpa sisa. Tulang Harmoni Selaras miliknya telah bangkit sepenuhnya, memancarkan cahaya keemasan yang suci di dalam sumsum tulangnya. Energi alam di sekitarnya tampak selaras dengan tubuhnya, sangat patuh masuk ke dalam tubuhnya tanpa perlu ia serap dengan paksa. Yang paling tidak masuk akal adalah basis kultivasinya, kekuatan spiritualnya telah meroket tajam, melompat dari tingkat Roh Baji Menengah langsung menembus ke tingkat Pencerahan Awal!
"Ini... bagaimana mungkin?" Yuanling bergumam dengan tubuh yang mulai gemetar.
Namun, kegembiraan atas kenaikan kultivasi itu tidak bertahan lama. Saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya lebih lanjut, ia merasakan sebuah sensasi aneh di bagian bawah tubuhnya, sebuah rasa pegal dan rasa sakit yang sangat khas, dipadu dengan hilangnya sebuah segel spiritual kesucian bawaan yang selalu ia jaga di dalam jiwanya sejak lahir. Sebagai seorang wanita, ia tahu persis apa arti dari sensasi fisik dan spiritual ini.
Kesuciannya... telah hilang. Seseorang telah menyentuh raga dan jiwanya secara mutlak saat ia sedang tidak sadarkan diri.
"Kenapa, Yuanling? Apa ada bagian tubuhmu yang merasa kurang nyaman?" Ziyan yang melihat perubahan ekspresi drastis pada wajah Yuanling langsung panik. Ia mengulurkan tangannya, berniat membantu menyalurkan energi murninya untuk menenangkan gadis itu. "Tunggu, biar aku bantu dengan energi murniku jika ada aliran Qi-mu yang terhambat—"
"Bu-bukan!" Yuanling mendadak berteriak histeris, menepis tangan Ziyan dengan kasar. Wajah cantiknya yang semula segar kini memucat pasi, dipenuhi oleh rasa panik, syok, dan ketakutan yang mendalam. Nafasnya memburu cepat. "Apa yang... apa yang sebenarnya terjadi padaku semalam? Siapa... siapa yang telah mengobatiku?Katakan padaku siapa?"
Melihat reaksi Yuanling yang mendadak meledak-ledak seperti singa betina yang terluka, Ziyan sedikit terkejut namun mencoba tetap tenang. "Guru Li yang telah mengobatimu. Semalam kondisimu sudah sangat parah, organ dalammu hancur dan energimu berbalik arah. Hanya Guru Li yang memiliki kekuatan untuk menarikmu kembali dari gerbang kematian."
Mendengar jawaban itu, air mata seketika merebak di pelupuk mata Yuanling. Kenyataan pahit itu menghantam jiwanya dengan keras. "Guru Li-mu... apa yang telah dia lakukan kepadaku saat aku tidak sadarkan diri? Katakan! Katakan yang sebenarnya padaku!"
Dalam keadaan emosi yang tidak stabil, Yuanling melompat maju di atas ranjang. Dengan gerakan yang tidak terkendali, ia mencengkeram kedua bahu Ziyan dengan sangat kuat. Kebangkitan Tulang Harmoni Selaras dan tingkat Pencerahan Awal yang baru didapatnya membuat tekanan energi Qi yang dilepaskan dari tubuh Yuanling mendadak memancar keluar secara liar tanpa kendali. Aura keemasan bercampur perak menekan atmosfer di dalam kamar dengan sangat berat.
"Argh..." Ziyan merintih kesakitan. Cengkeraman tangan Yuanling di bahunya terasa seperti jepitan besi panas, dan tekanan energi Pencerahan Awal itu langsung menghantam dada Ziyan, membuat meridiannya bergolak tidak nyaman. Perbedaan tingkat kultivasi di antara mereka membuat Ziyan berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan. Meskipun tekanan ini sungguh menyakiti tubuh dan fisiknya, Ziyan tidak membalas dengan serangan. Ia menahan rasa sakit itu dan menatap mata Yuanling dengan pandangan penuh empati.
"Zi-Ziyan... tidak tahu secara detail a-apa saja yang dilakukan oleh Guru Li di dalam kamar ini semalam karena aku dilarang masuk," ucap Ziyan dengan suara yang agak tertahan, mencoba bertahan di bawah tekanan aura Yuanling. "Tapi... tapi satu hal yang harus kamu ketahui! Guruku bukan orang seperti yang kamu pikirkan! Dia adalah pria yang paling lurus dan terhormat di daratan ini! Dia terpaksa melakukan metode itu karena itu adalah satu-satunya cara di dunia ini untuk menyelamatkan nyawamu dari kehancuran Tulang Harmoni Selaras-mu! Dan guruku pasti... pasti akan bertanggung jawab sepenuhnya atas dirimu!"
Mendengar ucapan Su Ziyan dan melihat ketulusan di matanya yang menolak untuk menyerangnya meskipun sedang disakiti, seluruh amarah dan kepanikan di dalam diri Liu Yuanling mendadak runtuh. Cengkeramannya di bahu Ziyan perlahan-lahan mengendur.
Seketika itu juga, tubuh Yuanling menjadi sangat lemas. Lonjakan energi liar yang baru saja dilepaskannya ternyata menguras habis sisa-sisa tenaga fisiknya yang belum sepenuhnya pulih. Ia masih belum bisa menguasai atau mengendalikan kekuatan kultivasi barunya yang melonjak terlalu cepat dalam semalam.
"Ma-maaf... A-aku... aku tidak sengaja menyakitimu..." Yuanling mencicit dengan suara gemetar, merasa sangat bersalah melihat bahu jubah Ziyan yang sedikit kusut dan wajah gadis itu yang sempat memucat akibat tekanannya.
Yuanling menarik kembali tubuhnya, mundur hingga ke sudut ranjang yang paling ujung. Ia menekuk kedua lututnya, memeluk kakinya erat-erat, dan menyembunyikan wajahnya di atas lutut. Detik berikutnya, suara tangisan yang teramat pilu dan terisak mulai terdengar di dalam kamar agung tersebut. Bahunya bergoyang hebat seiring dengan air mata yang menetes membasahi selimut sutra.
Bagi seorang wanita di era kultivasi kuno ini, kesucian adalah segalanya. Kehilangan kesucian dari seorang pria asing yang bahkan belum pernah ia kenal wajahnya adalah sebuah pukulan psikologis yang teramat berat, meskipun itu dilakukan demi menyelamatkan nyawanya dari kematian. Rasa hancur, bingung, dan takut akan masa depan bercampur aduk menjadi satu di dalam hatinya yang rapuh.
Melihat pemandangan yang menyedihkan itu, rasa iba di hati Su Ziyan semakin mendalam. Ia merangkak naik ke atas kasur dengan perlahan, tidak ingin mengejutkan Yuanling lagi. Ziyan duduk di samping gadis itu, lalu dengan sangat lembut, ia mengulurkan lengannya dan memeluk bahu Yuanling, membiarkan gadis itu menangis di pundaknya.
"Tenang saja... Menangislah jika itu bisa membuat hatimu lebih lega," bisik Ziyan dengan nada suara yang teramat lembut, seolah-olah sedang menenangkan adiknya sendiri. "Tapi tolong, jangan membenci guruku. Guru Li adalah orang yang sangat hebat, bijaksana, dan luar biasa bertanggung jawab. Beliau bukan hanya seorang kultivator yang sangat kuat, tetapi beliau juga adalah Ketua Sekte dari Sekte Pedang Langit ini."
Ziyan mengusap punggung Yuanling perlahan, mencoba menyalurkan kehangatan emosional. "Sebelum pergi ke perpustakaan tadi, Guru Li terlihat sangat bimbang dan canggung, wajahnya bahkan memerah karena merasa bersalah padamu. Tapi beliau sudah menerima takdir ini dengan lapang dada. Beliau tahu bahwa mulai detik ini, jiwamu dan jiwanya telah terikat secara selamanya oleh hukum alam. Jadi... Guru Li juga sudah menerima kenyataan dan menetapkan di dalam hatinya bahwa kamu, Liu Yuanling... akan menjadi Istri dari Ketua Sekte Pedang Langit."
Tangisan Yuanling perlahan-lahan mulai mereda, meskipun tubuhnya masih sesekali terisak kecil. Ia mengangkat wajahnya yang sembab, menatap Ziyan dengan sepasang mata yang dipenuhi rasa tidak percaya dan keraguan yang mendalam.
"I-Istri...?" Yuanling berbisik dengan suara parau. "Seorang ahli hebat dan ketua sebuah sekte... bersedia menjadikanku istrinya? Bukan menjadikanku sebagai budak atau dimanfaatkan wadah kultivasi lanjutan?"
Ziyan tertawa kecil, sebuah tawa hangat yang seketika mencairkan atmosfer tegang di dalam kamar. "Hahaha! Wadah kultivasi lanjutan? Jika Guru Li menginginkan hal seperti itu, dia sudah sejak ratusan tahun lalu menangkap ribuan wanita jenius di luar sana! Percayalah padaku, Yuanling. Guruku itu adalah pria paling kaku dan polos dalam urusan wanita yang pernah kutemui seumur hidupku. Semalam adalah pertama kalinya dia menyentuh seorang wanita, dan aku berani jamin dia saat ini jauh lebih gugup daripada dirimu!"
Yuanling tertegun, menatap Ziyan dengan tatapan kosong. Kata-kata Ziyan perlahan-lahan meresap ke dalam benaknya, memberikan sebersit rasa aman yang asing di dalam hatinya yang selama ini selalu dipenuhi oleh pengkhianatan dan kekejaman dari keluarganya sendiri. Jika apa yang dikatakan gadis di depannya ini benar... maka takdir tragis yang selama ini ia takuti justru telah berubah menjadi sebuah berkah perlindungan terbesar yang pernah ada di daratan ini.
Tepat saat keheningan kembali menyelimuti kamar, suara langkah kaki yang teratur dan tenang mendadak terdengar dari arah koridor luar, perlahan-lahan mendekati pintu kamar utama yang tertutup rapat, membuat jantung kedua gadis di dalam ruangan itu kembali berdetak kencang menantikan sosok yang akan masuk...
tuhh dengar apa kata guru mu ziyan ikut aja..
tenann yunnn... tuan Tian sangat tampan kokk JD nikmatin aja🤭
murid yg pintar langsung bisa tepat sasaran 🤣🤣🤣
ziyan ayo pasti bisa kamu ngelewatin ini 🤣
udah pada datang sendiri..
hanya tinggal bersatuu dan bangkit