NovelToon NovelToon
Ghaffar Si Penakluk Arwah

Ghaffar Si Penakluk Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Mata Batin
Popularitas:187.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang anak lelaki, yang harus menyaksikan kematian ibunya di ulang tahunnya yang ke 9. Tumbuh dengan hati yang dingin, seolah tak tersentuh. Tetapi ia sudah terbiasa, dengan sahabatnya. Petualangan bersama para roh, kuy kita baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

"Kamu... Tidak marah??" tanya Ghaffar, Mingyu memiringkan kepalanya. Ia menatap bingung Ghaffar, membuat Ghaffar ikut bingung.

"Marah kenapa?" tanya nya

"Ibumu... Meninggal karena di bunuh, di depan matamu." ucap Ghaffar

Mengucapkan kalimat itu, rasanya benar-benar sesak. Bagaimana bisa, anak yang usianya di bawah dirinya. Bisa terlihat sesantai itu, apalagi Moon bilang... Kejadiannya setahun yang lalu.

"Marah, tentu saja aku marah. Tidak mungkin aku tidak marah, hanya saja... aku mengingat ucapan ibu. Setiap makhluk, pasti akan mati. Entah kapan, dimana dan bagaimana caranya mati. Itu semua, sudah ditentukan sejak awal. Apalagi, keluarga ibu... termasuk aku. Meninggal dengan cara seperti ini, itu bukanlah hal yang aneh. Karena akan banyak orang-orang, yang mempunyai niat jahat. Untuk menghabisi kami, karena bagi mereka. Kami adalah penghalang...." Mingyu menghembuskan nafas panjang

"Ibu juga bilang, bila aku adalah anak istimewa. Karena itu, pasti akan menjadi incaran banyak orang. Di saat waktunya nanti, aku akan bertemu dengan orang yang berjodoh denganku. Orang yang memiliki keistimewaan sama denganku. Dan hal itu, terjadi hari ini. Sekarang... di depanku, sudah ada kakak. Orang yang di maksud oleh ibu, irang yang bisa membantuku menghabisi pria itu." lanjut Mingyu, ia tersenyum. Senyuman yang begitu tulus, terlihat jelas bila anak di depan Ghaffar. Benar-benar sudah ikhlas, melepas kepergian orang tuanya.

Rupanya... Ghaffar harus belajar dari Mingyu, cara melepaskan orang yang di cintai dengan senyuman. Ghaffar tersenyum, ia mengangguk dan mengajak Mingyu masuk.

.

.

Saat sampai di lantai atas, Mingyu mengeluarkan benda berbentuk kotak. Namun di dalamnya, masih ada lagi bentuk segi delapan. Dan di tengahnya ada lingkaran, yang bergambar yin dan yang.

Mingyu kembali mengeluarkan pedang, yang di buat dari susunan koin cina di ikat tali merah. Tak lupa mengeluarkan kertas kuning persegi panjang, yang masih kosong.

"Mayat mereka di sembunyikan di dinding kak, kita harus hancurkan dinding di setiap sisi." ucap Mingyu, saat ia melihat jarum di papan segi delapan bergerak-gerak.

"Kenapa aku tidak bisa merasakannya?" tanya Ghaffar, Mingyu masih sibuk dengan barang-barangnya.

"Pria itu membelitkan kain mantra, pada seluruh tubuh mayat. Sehingga kakak, tidak akan merasakan keberadaan mayat para korban. Bahkan dia juga merantai tubuh mayat, agar arwah para korban tak bisa kemana-mana. Akan terus terikat, sampai musnah pada waktunya." jawab Mingyu

Mingyu mengeluarkan sebuah kain kuning besar, yang di tengahnya sudah ia gambari sebelumnya. Gambar yang entah apa, namun ada beberapa mantra di sekitar lingkaran. Lalu ia gelar kan kain itu, di atas lantai.

Kembali Mingyu mengeluarkan tungku bulat, ia menyalakan dupa dan menancapkan bawah dupa di atas tungku. Ia mengambil kertas kuning dan kuas, lalu mengeluarkan tempat tinta.

"Mm... kak, boleh minta darah kakak?" tanya Mingyu, seraya mengulurkan sebuah jarum. Ghaffar tak banyak bertanya, ia menerima jarum tersebut. Lalu ia tusuk ujung jarinya, darah pun keluar meski tak banyak. Lalu ia teteskan ke tempat tinta, Mingyu mencampurnya dengan sedikit tinta dan mengaduknya.

Mingyu fokus menulis mantra di kertas kuning, sampai mendapatkan beberapa lembar. Lalu ia pedang koinnya, kembali ia tulisi mantra di seluruh permukaan pedang. Tak lama pedang itu bercahaya, Mingyu tersenyum.

"Tebakanku tak salah, memang kakak yang di maksud ibu." ucapnya, Ghaffar takjub dengan yang ia lihat.

"Kak, berdiri di atas kain ini. Dan berdiri di atas gambar lingkaran. Berdiri di belakang Mingyu, orang itu..... Datang."

Seeettt

"Sudah ku katakan, untuk tetap berjaga di sini. Lihat akibatnya, para arwah lepas. Karena perisai yang aku buat hancur, bahkan keempat benda itu pun tak ada." ucap pria tua berambut putih

"Bukankah tuan, yang mengijinkan aku untuk pergi? Tuan bilang, tidak akan ada tang bisa memecahkan formasi yang tuan buat." pria tua itu terlihat marah

Tanpa ia sadari, ada yang lebih marah. Yaitu Mingyu, sekelebat bayangan terlintas di kepalanya. Saat sang ibu di tusuk, sampai beliau tak bernafas. Ghaffar menunduk, ia melihat kedua telapak tangan Mingyu yang terkepal erat. Tapi... Tak lama kepalan itu berubah, Mingyu pun menghembuskan nafas panjang. Membuang amarah, yang tadi berkumpul pada dirinya.

Karena ia kembali mengingat ucapan sang ibu, Ghaffar cukup takjub melihatnya. Karena anak di depannya, bisa mengendalikan diri dengan sangan baik. Apalagi... si pembunuh, kini ada di depannya.

"Apa yang harus aku katakan, pada pemilik bangunan ini? Karena tanpa arwah-arwah itu, pembangunan vila ini takkan berjalan dengan lancar. Justru vila ini, hanya akan menjadi tempat bersarangnya arwah-arwah lain." ucap pria tua itu

Dan benar saja, banyak arwah yang berkeliaran di sekitar bangunan tersebut. Bukan hanya arwah, bahkan sosok seperti genderuwo pun datang.

Pria tua itu terlihat sibuk, karena harus menyingkirkan para makhluk halus itu. Wajah Jaka terlihat begitu ketakutan, ia berteriak dan mengibas-ngibas kan tangannya di atas kepala. Menghalau para makhluk itu, untuk tidak mendekatinya.

"HWAAAAAA..... PERGII... PERGIII... " teriak Jaka, ia berlari tak tentu arah. Sampai...

"WAAAAA..... "

JLEB....

Ghaffar dan Mingyu terkejut, karena Jaka terjatuh dari atas. Dan terdengar suara tubuh dan tulang, yang tertancap sesuatu. Ghaffar menebak, bila Jaka mengalami hal yang sama dengan Dani.

'Hiiii.... Ngeri ya kak, apa dia masih hidup?' bisik Mingyu, Ghaffar menggelengkan kepalanya.

'Entahlah' jawab Ghaffar pelan

'Mingyu, lihat dompet hitam itu?' tanya Ghaffar, saat ia melihat benda itu terjatuh, tak jauh dari posisi mereka berdiri. Rupanya kain kuning, yang mereka injak dapat menyembunyikan keberadaan mereka.

Mingyu melihat ke arah yang di tunjuk Ghaffar, ia membulatkan kedua bola matanya.

'I itu...' jantung Mingyu berdebar kencang

'Ada apa?' tanya Ghaffar

'Aku baru ingat kak, di situ ada pecahan jiwa ibu. Dia menggunakan hal itu, untuk jimat pelindung baginya. Ibuku...'

'Kita akan ambil kembali, meski aku tak paham. Tapi itu sangat berhubungan dengan reinkarnasi kan?' Mingyu mengangguk

'Kalau begitu, kita akan berpencar. Aku akan mengambil dompet itu, kamu melawan pria itu.' meski Ghaffar bisa menghadapinya, karena kiyai Ummar yang mengatakan hal tersebut. Namun Ghaffar paham, bila ada masa lalu yang harus di selesaikan oleh Mingyu.

'Baik kak' Mingyu langsung bersiap, dengan menggenggam erat pedang koin miliknya.

"SEKARANG" keduanya langsung melompat keluar, namun ke arah yang berbeda.

BUGH

UHUK

Pria tua itu terpental cukup jauh, saat Mingyu menghentakkan pedang miliknya pada dada pria tersebut.

"BRENGSEK, RUPANYA KAMU ADA DI SINI. JANGAN BILANG, BILA KAMU YANG SUDAH MERUSAK FORMASI YANG SUDAH SUSAH PAYAH AKU BUAT!!!" teriak dukun tersebut

"Bukan aku, tapi...

"Aku" Ghaffar berjalan santai, mendekati Mingyu. Kini keduanya berdiri saling bersisian, menatap datar pria tua yang memegang dada karena rasa sakit. Bahkan, ia memuntahkan darah.

...****************...

Maaf telat banget, rupanya kemaren terlalu cape. Tambah lagi, hari ini juga harus bawa si kecil sama pak suami ke klinik. Termasuk dengan aku juga... 1 rumah sakit semua😢

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

1
Hasnawiyah Ansar
🤣🤣🤣
Raini Bancin
ok
ule_keke (IG: ule_keke26): makasih kak❤️❤️
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
/Cry/ Maaaakkkk lagiii atuh /Whimper/
nurul supiati
semngattt seannn
Ambu Rinddiany Thea
milu mewek ah pas malik ma mirza , masih adakah anak yg seperti itu sm orang tuanya , aslina beruntung banget buat orang tuanya, 🤗🤗
nisa
ayo gaf tlng sean cpt agar terlepas dri keluarga yg berhati busuk😡lanjutttt mak
nisa
ayo gaf tlng sean cpt agar terlepas dri keluarga yg berhati busuk😡lanjutttt mak
Dewi inaya
ada gitu ya,kasian sean 🤧
rose🦋
kasuss lg 😍😍😍, seruuu nihhh
milk_ch0co
ayo update lagi mak, lagi seru seru nyaaa
cuplis
jangan jangan sean ini orang tua nya kollngmerat pula
RiriChiew🌺
sungguh cerita Mirza mengingatkan ku pada keadaan keluargaku duluu 🥺 ah emakk
RiriChiew🌺
wahhhh kurang dihajar memang kluarga si Sean ini, balikin lagi aja tuh ilmu hitam nya biar tau rasaa diaa 🙈
kaylla salsabella
lanjut
Queen adzilla👑
ga mau minta double ah,ntar ga di kasih sama mak nya ito🤭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ihhhh inginku meminta doubel tpi voteku hbs😑🤣
Sulastri Mawardi.87
smg bunda nya ito khilaf bisa double up lagi 😁😁
Zea Rahmat
zaman skrg ga cuma skill sm pendidikan aja buat dpt kerja enak... hrs ada ORDAL🤭🤭🤭🤣🤣
ule_keke (IG: ule_keke26): tah eta, matak aya si Ghaffar ge🤣
total 1 replies
Ela Jutek
ihhh seru seru, gak bisa sih nie kalo gak double mak
Ela Jutek: bisa sih seharusnya, kan suka banget ma seblak emak mah
total 4 replies
mama_im
berarti sean anak orang kaya ya 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!