NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Setiap langkah yang diambil terdengar bergema di segenap ruangan yang sunyi itu. Sesampainya di lantai dua, mereka menemukan sebuah pintu yang terbuka perlahan.

Di dalam ruangan itu terdapat sebuah meja kayu tua. Dan di atas meja itu... tergeletak sebuah buku bersampul hitam yang tebal.

Aruna mengenali benda itu seketika. "Buku itu..."

Cedric menatapnya tak percaya. "Buku yang selalu dibawa oleh Lord Sebastian?"

"Benar," jawab Aruna pelan. Ia melangkah mendekat perlahan, namun sebelum tangannya sempat menyentuh sampul buku itu, sebuah suara wanita terdengar dari belakang punggung mereka.

"Jangan sentuh."

Ketiga orang itu seketika berbalik serentak. Seorang wanita berdiri di ambang pintu. Rambutnya terurai panjang, wajahnya pucat tanpa sedikit pun rona kehidupan. Namun sepasang matanya... sepasang mata itu begitu mirip dengan mata yang dimiliki Aruna ketika berada dalam wujud Evelyne.

Aruna terpaku tak mampu bergerak sedikit pun. Wanita itu menatapnya dalam-dalam, lalu tersenyum tipis yang menyiratkan kesedihan yang tak terlukiskan.

"Sudah lama sekali kita tak berjumpa."

Aruna menelan ludah dengan susah payah. "Siapakah kau sebenarnya?"

Wanita itu tersenyum getir. "Akulah alasan mengapa kau dapat datang ke dunia ini."

Tubuh Aruna seketika terasa kaku membeku. Wanita itu pun melanjutkan ucapannya dengan suara yang begitu lembut namun menyayat hati.

"Nama saya..." Ia terdiam sejenak seakan menahan rasa perih yang tak terlihat. "...Evelyne Ashcroft."

Aruna mundur selangkah tak percaya. "Tetapi... kau seharusnya sudah tiada."

Evelyne tersenyum tipis penuh kepahitan. "Benar sekali." Tatapannya jatuh kepada Aruna dengan pandangan yang begitu dalam dan sedih. "Aku memang telah mati sekali sebelumnya."

Udara di dalam ruangan itu seketika terasa begitu dingin hingga membuat siapa pun yang berdiri di sana menggigil. Cedric mengangkat pedangnya dan menatap wanita itu dengan kewaspadaan penuh.

"Jelaskan maksudmu!"

Evelyne tak menoleh kepada Cedric sedikit pun. Tatapannya tak pernah beralih dari wajah Aruna. "Karena kau bukanlah orang pertama yang datang masuk ke dalam kisah ini."

Darah seketika meninggalkan wajah Aruna. "Apa..."

Evelyne tersenyum tipis menyembunyikan ribuan rahasia yang tersimpan di hatinya. "Dan kau pun bukanlah Evelyne yang pertama."

Cedric tetap berdiri di depan Aruna, pedang di tangannya tak sedikit pun menurun. "Jelaskan maksudmu sepenuhnya."

Wanita itu yang mengaku sebagai Evelyne menatap mata pedang itu tenang, tak sedikit pun tampak takut. "Aku tak datang untuk melawan kalian."

"Jika begitu, siapakah kau sebenarnya?" tanya Adrian yang sedari tadi diam menyimak.

Wanita itu tersenyum tipis yang menyimpan begitu banyak kepahitan. "Akulah Evelyne yang sesungguhnya. Yang pertama."

Aruna mengerutkan kening tak paham. "Tetapi... akupun Evelyne."

"Benar," jawab Evelyne pelan.

"Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?"

Evelyne melangkah mendekat ke arah meja kayu tua itu. "Karena tubuh ini telah ditempati oleh orang lain sebelum kau datang ke sini."

Aruna semakin bingung. "Orang lain... maksudmu?"

Evelyne mengangguk perlahan. "Dahulu kala, saat aku masih hidup dan bernapas dengan jiwaku sendiri, aku hanyalah Evelyne yang lemah dan keliru. Aku menjalani setiap langkah hidupku persis sebagaimana yang telah tertulis dalam kisah itu."

Ia menatap buku bersampul hitam yang tergeletak di atas meja. "Aku dijodohkan denganmu, Cedric."

Cedric terdiam mendengar ucapan itu.

"Aku membenci keluargaku yang tulus menyayangiku," lanjut Evelyne dengan suara yang bergetar.

Aruna menunduk dalam, hatinya terasa perih mendengar pengakuan itu.

"Aku mencintai Putra Mahkota yang tak pernah menatapku dengan cinta," ucap Evelyne kembali menatap Adrian.

Adrian mengerutkan keningnya dalam.

"Dan pada akhirnya..." Evelyne tersenyum getir, seakan kembali merasakan luka yang pernah mengakhiri hidupnya. "...aku menghancurkan segalanya."

Aruna terdiam. Ia hafal kisah itu. Evelyne yang asli memang berakhir menjadi penjahat dalam cerita itu.

Ia menuduh orang lain, mencoba merampas apa yang bukan miliknya, mengkhianati keluarganya sendiri, hingga akhirnya dihukum mati dan diusir dari kehidupan yang pernah ia kenal.

"Tetapi jika kau sudah meninggal..." suara Aruna terdengar gemetar, "...mengapa kau masih berdiri di hadapan kami?"

Evelyne menatapnya lekat-lekat seakan melihat dirinya sendiri di masa lalu. "Karena setelah nyawaku berakhir di dunia ini, jiwaku justru terbangun di dunia yang sama sekali berbeda."

Aruna membeku di tempatnya. "Kau..."

"Aku pun mengalami hal yang sama denganmu. Aku pun berpindah dunia."

Keheningan mendadak menyelimuti ruangan itu.

"Aku hidup di dunia yang baru selama bertahun-tahun lamanya," lanjut Evelyne pelan. "Namun suatu hari, tanpa sengaja aku menemukan sebuah buku."

Aruna menatap buku bersampul hitam itu dengan mata yang melebar. "Buku ini..."

"Benar. Buku yang menceritakan seluruh hidupku, setiap kesalahanku, hingga akhir hidupku yang begitu menyedihkan." Evelyne menarik napas panjang yang terasa berat. "Saat membacanya, aku baru menyadari bahwa seluruh hidupku ternyata hanyalah kisah yang ditulis orang lain. Lalu aku pun memahami satu hal yang menyakitkan..."

Evelyne menyentuh sampul buku itu perlahan. "Akhir cerita tak akan pernah benar-benar berubah. Siapa pun yang mencoba mengubahnya, cerita akan selalu menemukan jalan lain agar akhir yang tertulis tetap terjadi."

Aruna mengerutkan kening tak menerima kenyataan itu. "Mengapa harus demikian?"

"Karena setiap kali seseorang berusaha mengubah takdir yang tertulis..." Evelyne menatapnya dalam-dalam. "...kisah itu sendiri akan menciptakan jalan lain untuk mencapai tujuan yang sama persis."

Aruna terdiam tak mampu berkata-kata.

"Jika kau menghindari kematian yang tertulis, maka orang lain yang kau cintai akan menggantikannya mati. Jika kau berusaha menyelamatkan keluargamu dari kehancuran, takdir akan menghancurkan mereka dengan cara yang lain. Jika kau menjauh dari orang yang tak seharusnya kau cintai, takdir justru akan memaksamu kembali kepadanya dengan paksaan yang lebih kejam."

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!