NovelToon NovelToon
Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Tiga tahun lalu, Sony kehilangan segalanya dalam satu malam akibat pengkhianatan sahabatnya dan mantan kekasihnya, Dimas dan Rina. Perusahaan keluarganya direbut, kedua orang tuanya dibunuh secara tragis, dan Sony dijebloskan ke dalam penjara paling kejam dengan tuduhan palsu. Namun, di tempat yang seharusnya menjadi akhir hidupnya itu, Sony justru bertemu dengan seorang guru misterius yang mewariskan ilmu bela diri tingkat dewa dan keterampilan medis kuno kepadanya. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, membantai para petarung terkuat hingga dijuluki Dewa Kematian, Sony kini menginjakkan kakinya kembali di tanah kelahirannya. Dengan kekuatan mutlak di tangannya, Sony bersiap untuk memberikan mimpi buruk dan membalas dendam kepada siapa saja yang telah menghancurkan hidupnya tanpa sisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Mobil mewah berwarna hitam melaju mulus membelah jalanan kota Jakarta yang mulai basah diguyur gerimis.

​Nadhira duduk di kursi belakang dengan posisi agak kaku sambil menatap ke luar jendela.

​Pikirannya masih dipenuhi oleh kejadian mengerikan di pelabuhan tua tadi siang.

​Empat orang pembunuh bayaran tewas seketika tanpa sempat memberikan perlawanan berarti.

​Dan pria di sebelah kirinya ini adalah sosok yang bertanggung jawab atas semuanya.

​"Jangan terus melamun begitu, lukamu belum sembuh total," suara datar Sony memecah keheningan kabin mobil.

​Nadhira menoleh pelan dan menatap wajah samping Sony yang terlihat sangat tenang.

​"Sony, sebenarnya siapa kau ini?" tanya Nadhira dengan suara penasaran yang tertahan.

​"Aku sudah memberitahu namaku di pelabuhan tadi," jawab Sony tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tablet.

​"Bukan itu maksudku! Bagaimana mungkin manusia biasa bisa menangkap peluru dan membunuh empat orang dalam hitungan detik?" protes Nadhira.

​Sony menoleh perlahan dan menatap mata Nadhira dengan tajam.

​"Di dunia ini ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat seorang jurnalis sepertimu," ucap Sony dingin.

​Nadhira menelan ludahnya susah payah mendengar jawaban itu.

​"Lagi pula, bukankah tujuanmu sama sepertiku? Menghancurkan Grup Dimas," tambah Sony mengingatkan.

​Nadhira terdiam sejenak lalu mengangguk pelan membenarkan perkataan pria di depannya.

​"Ya, kau benar... aku sudah kehilangan banyak rekan kerja karena menyelidiki kebusukan mereka," aku Nadhira dengan nada sedikit sedih.

​Mobil akhirnya memasuki area parkir bawah tanah Hotel Grand Surya yang sangat eksklusif.

​Leo yang bertindak sebagai sopir mematikan mesin mobil dengan sigap.

​"Silakan turun Tuan, Nona," ucap Leo membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.

​Nadhira keluar dari mobil dan langsung ternganga lebar melihat kemegahan lobi hotel tersebut.

​"Tunggu sebentar, bukankah hotel ini adalah milik jaringan internasional yang harganya triliunan?" bisik Nadhira kaget.

​"Ya, dan hotel ini sekarang adalah milik tuanku sepenuhnya," jawab Leo dengan bangga.

​Mata Nadhira membelalak menatap Sony yang berjalan mendahului mereka berdua ke dalam lift khusus.

​"Pria ini... sebenarnya seberapa besar kekayaan yang dia miliki sekarang?" batin Nadhira semakin tidak habis pikir.

​Mereka bertiga naik ke lantai paling atas menuju kamar presidensial yang sangat luas dan mewah.

​Sony langsung duduk di sofa kulit hitam dan meletakkan tabletnya di atas meja kaca.

​"Kemarikan flashdisk yang ada di tanganmu itu," pinta Sony sambil menengadah.

​Nadhira ragu-ragu sejenak, lalu merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan benda kecil tersebut.

​Dia menyerahkan flashdisk hitam itu langsung ke tangan Sony.

​Sony mengambilnya dan langsung menyambungkan benda itu ke port tablet di depannya.

​Screet.

​Layar tablet langsung menampilkan ratusan dokumen rahasia, video transaksi, dan rekaman suara.

​"Data ini sangat lengkap dan bersih," gumam Sony melihat isi dokumen tersebut.

​"Tentu saja, aku mencurinya langsung dari brankas pribadi ayah Dimas sebelum mereka berdua merencanakannya," jelas Nadhira.

​"Ayah Dimas?" tanya Sony menaikkan sebelah alisnya.

​"Ya, Tuan besar Pratama sebenarnya sudah lama curiga pada perilaku licik anaknya sendiri," jawab Nadhira.

​"Tapi sebelum dia sempat melaporkannya ke pihak berwajib, dia ditemukan tewas dalam kecelakaan tragis itu."

​Keluarga Sony dan ayah Dimas dulunya adalah rekan bisnis yang merintis perusahaan dari nol bersama-sama.

​Namun keserakahan Dimas membuat semuanya berubah menjadi pertumpahan darah.

​Sony mengepalkan tangan kanannya hingga kuku jarinya sedikit berbunyi.

​Krek.

​Aura dingin tiba-tiba menyebar memenuhi seluruh ruangan hingga membuat Nadhira merinding ketakutan.

​"S-Sony, ada apa denganmu?" tanya Nadhira cemas melihat perubahan ekspresi wajah Sony.

​"Tidak apa-apa, aku hanya mengingat sedikit sampah masa lalu," jawab Sony mendinginkan suaranya kembali.

​Sony mengetuk layar tablet beberapa kali dengan jarinya yang lincah.

​"Leo, hubungi semua stasiun televisi nasional dan portal berita independen sekarang juga."

​"Baik Tuan, apa perintah selanjutnya?" tanya Leo siap mencatat.

​"Kirimkan setengah dari data ini ke media-media besar untuk disiarkan secara serentak besok pagi pukul delapan," perintah Sony tegas.

​"Baik Tuan, dalam waktu kurang dari dua belas jam berita ini akan menjadi headline utama di seluruh negeri," jawab Leo yakin.

​Nadhira yang mendengarnya langsung terkejut bukan main.

​"Tunggu dulu! Jika kita langsung menyebarkannya ke publik secara terang-terangan, Dimas pasti akan kabur!" protes Nadhira.

​"Kabur? Memangnya dia bisa lari ke mana dari genggamanku?" tanya Sony tersenyum sinis.

​"Dia punya banyak koneksi pejabat tinggi dan aparat penegak hukum di belakangnya!" sanggah Nadhira panik.

​"Justru itu tujuanku, Nadhira," potong Sony dengan nada suara yang sangat tenang.

​"Aku ingin melihat bagaimana para penjilat yang selama ini melindunginya berhamburan lari meninggalkannya saat kapal itu mulai tenggelam."

​Nadhira terdiam rapat mendengar strategi kejam dan sistematis yang disiapkan oleh Sony.

​Ini bukan sekadar balas dendam biasa, ini adalah eksekusi kehancuran total secara perlahan.

​[Sistem Pemberitahuan: Misi Analisis Data Berhasil Diselesaikan]

​[Hadiah: Peta Kelemahan Aset Finansial Grup Dimas Terbuka Sepenuhnya]

​Layar biru transparan muncul sekejap di sudut mata Sony menampilkan titik-titik merah di peta kota.

​Itu adalah seluruh rekening rahasia dan gudang gelap milik perusahaan Dimas.

​"Sempurna," batin Sony melihat data peta tersebut terpampang jelas.

​Di sisi lain kota, di dalam sebuah mansion mewah bernuansa emas.

​Dimas sedang mondar-mandir di ruang kerjanya dengan wajah yang sangat pucat pasi dan dipenuhi keringat dingin.

​Ponsel di tangannya bergetar hebat menandakan panggilan masuk.

​Dimas langsung mengangkat panggilan itu dengan tangan gemetar.

​"Halo! Bagaimana laporan dari pelabuhan? Apakah wanita itu sudah mati?" bentak Dimas histeris ke arah ponselnya.

​Namun suara dari seberang telepon membuat jantung Dimas rasanya copot seketika.

​"Tuan Muda Dimas... E-empat orang anak buah terbaik kami ditemukan tewas bersimbah darah di pelabuhan utara," lapor suara di seberang dengan gemetar.

​Prang!

​Ponsel mahal di tangan Dimas terlepas begitu saja dan jatuh menghantam lantai keramik hingga hancur berkeping-keping.

​Mata Dimas membelalak lebar dan nafasnya memburu tidak teratur.

​"S-semuanya mati? Dibunuh oleh Sony seorang diri?" gumam Dimas kehilangan akal sehatnya.

​Rina yang baru saja masuk membawakan segelas air hangat langsung terkejut melihat kekasihnya berantakan.

​"Ada apa sayang? Kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Rina panik.

​Dimas mencengkram kedua bahu Rina dengan sangat kuat hingga wanita itu meringis kesakitan.

​"Kita dalam bahaya besar, Rina! Monster itu... Sony benar-benar sudah kembali untuk membunuh kita berdua!" teriak Dimas histeris.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mawar hitam permalukan ke media sebelum di bantai
kiyoe: bantai
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris beserta keluarganya dengan cara paling kejam dan sadis
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Viktor dengan cara paling kejam
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai dimas dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang sudah tiada itu
kiyoe: mau di pajang ke mana kak tubuh nya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!