NovelToon NovelToon
System Penambangan Antar Dunia

System Penambangan Antar Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Di dunia ini, tidak semua orang bekerja demi mengejar mimpi. Sebagian hanya berusaha bertahan hidup.

Ling Qi adalah salah satunya.

Sebagai penambang biasa di China, hidupnya dipenuhi debu tambang, utang yang terus menumpuk, dan hari esok yang tidak pernah menjanjikan harapan. Ketika sebuah kejadian menghancurkan sisa keberuntungannya, ia mengira hidupnya telah mencapai titik terendah.

Namun, jauh di bawah tanah, sebuah portal misterius membuka jalan menuju dunia yang belum pernah dijamah manusia.

Di balik kegelapan gua-gua kuno, tersembunyi mineral berharga, reruntuhan yang menyimpan rahasia, serta monster yang menjaga harta mereka dengan nyawa.

Di sana, Ling Qi memperoleh 《World Mining System》, sebuah sistem yang mengubah setiap ayunan pickaxe menjadi kesempatan untuk mengubah takdir.

Tetapi semakin dalam ia menambang, semakin ia menyadari bahwa dunia itu bukan sekadar tambang.

Ada sesuatu yang jauh lebih besar menunggu di balik setiap portal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Kapak kecil itu melesat lebih cepat dari yang bisa diantisipasi mata manusia biasa. Ling Qi hanya sempat mengangkat Beliung Besi Surgawi setengah jalan sebelum benturan pertama terjadi.

TRANG!!

Getaran hebat menjalar dari tangannya hingga ke bahu, memaksanya mundur tiga langkah, sepatunya menggores lantai batu yang keras.

'Tenaga anak sekecil ini... tidak masuk akal.' Ling Qi tidak sempat berpikir lebih jauh. Anak itu sudah melesat lagi, tubuh kecilnya bergerak rendah menyusuri lantai seperti bayangan, kapaknya diayunkan dari bawah menuju perut Ling Qi.

Ling Qi memutar beliungnya, menahan ayunan itu dengan gagang, lalu membalas dengan tendangan cepat ke arah dada lawannya.

Anak itu menghilang dari jangkauan tendangan, muncul kembali di sisi lain dengan kecepatan yang membuat mata Ling Qi kesulitan mengikuti.

'Dia tidak bergerak seperti anak-anak biasa. Ini bukan sekadar kecepatan—dia bertarung seperti sudah mengalami ratusan pertempuran.'

Ling Qi memutar tubuh, mencoba menghitung pola serangan lawannya. Setiap kali anak itu menyerang dari kiri, dia selalu mengikuti dengan gerakan menyamping ke kanan sepersekian detik kemudian—sebuah kebiasaan kecil yang mulai terbaca.

'Kalau begitu—' Ling Qi sengaja membuka celah di sisi kirinya, memancing serangan yang sudah dia perkirakan. Anak itu menerjang, kapak terayun dari kiri seperti pola sebelumnya. Ling Qi sudah bersiap memutar tubuh ke kanan untuk membalas.

Namun anak itu tersenyum tipis, tiba-tiba mengubah arah ayunannya di tengah jalan, memutar pergelangan tangannya dengan cara yang mustahil dilakukan sendi manusia normal.

'Sial—jebakan!' Kapak itu menghantam lengan kiri Ling Qi tepat di siku, bukan ke arah tubuhnya seperti yang dia perkirakan.

CRASH!!

Rasa sakit yang luar biasa meledak dari lengannya. Ling Qi memekik, mundur sempoyongan, menatap ngeri ke arah lengan kirinya yang kini tergantung dari sepotong kulit dan otot yang belum sepenuhnya terputus, darah menyembur deras membasahi lantai.

"AAAKH!!" Teriak Ling Qi kesakitan.

Anak itu tertawa kecil, suaranya jernih dan ceria, sama sekali tidak sesuai dengan kekejaman yang baru saja dia lakukan. "Sakit, ya? Tapi ini baru permulaan."

Ling Qi terhuyung, kesadarannya nyaris pudar karena rasa sakit yang membakar seluruh sarafnya. Namun di tengah kabut rasa sakit itu, satu pikiran tetap jernih. 'Kalau aku pingsan di sini, aku benar-benar akan mati.'

Dengan geraman tertahan, Ling Qi mencengkeram lengan kirinya yang nyaris putus, menariknya paksa hingga benar-benar lepas dari tubuhnya. Rasa sakit yang lebih hebat lagi menghantamnya, tetapi anehnya, justru membuat pikirannya semakin fokus, seolah tubuhnya sudah melampaui batas rasa sakit yang bisa ditoleransi.

'Kalau aku hanya bertahan, aku akan mati kehabisan darah. Aku harus menyerang lebih cepat dari dia.'

Ling Qi menggenggam beliungnya dengan tangan kanan yang tersisa, matanya menajam menatap anak itu yang masih berdiri santai, memutar kapaknya dengan gaya seolah sedang bermain-main.

'Dia terlalu percaya diri. Dia menganggapku sudah setengah kalah.' Ling Qi berlari maju, sengaja membuat langkahnya terlihat goyah, seperti orang yang kehabisan tenaga. Anak itu, seperti yang dia perkirakan, melesat maju dengan percaya diri berlebih, kapaknya terangkat untuk pukulan yang dia yakini akan menjadi pukulan terakhir.

Tepat saat kapak itu turun, Ling Qi menjatuhkan diri, menggulingkan tubuhnya di lantai, menghindari ayunan itu dengan jarak yang nyaris menempel kulit. Dari posisi berguling itu, dia mengangkat beliungnya dan mengayunkannya ke atas dengan seluruh sisa tenaganya, tepat mengenai wajah anak itu.

CRASH!!

Salah satu mata anak itu pecah terkena ujung tajam beliung, jeritan kesakitan pertama kali keluar dari mulutnya sejak pertarungan dimulai.

"AAARGH!!"

Ling Qi tidak berhenti di situ. Dengan momentum yang sama, dia bangkit setengah berdiri dan menghunjamkan beliungnya lurus ke depan, menembus perut anak itu hingga tembus ke belakang.

CRASH!!

Tubuh kecil itu terpaku sesaat, matanya yang tersisa membelalak menatap Ling Qi dengan campuran keterkejutan dan kemarahan, sebelum akhirnya ambruk ke lantai, tangannya masih mencengkeram perutnya yang berlubang, darah mengalir deras membasahi lantai batu di sekelilingnya.

Ling Qi berdiri terhuyung, napasnya tersengal-sengal, lengan kirinya yang putus masih mengucurkan darah tanpa henti, pandangannya mulai kabur di ujung-ujungnya.

Dia melangkah mendekati tubuh anak itu, yang kini berbaring lemah, dadanya naik-turun dengan susah payah, satu mata yang tersisa menatap langit-langit gua dengan tatapan kosong.

"...Apa itu Liuyu?" tanya Ling Qi, suaranya serak, mencoba bertahan tegak meski tubuhnya nyaris ambruk.

Anak itu tidak menjawab. Dia hanya tersenyum tipis, senyuman yang aneh, seperti orang yang sudah menerima nasibnya, matanya menerawang jauh seolah melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat Ling Qi.

"...Apa itu Liuyu?!" Ling Qi mengulangi, suaranya lebih keras kali ini, meski bercampur dengan erangan tertahan menahan sakit yang semakin tidak tertahankan.

Anak itu tetap diam, hanya senyuman tipis itu yang bertahan di wajahnya yang kini pucat pasi.

Ling Qi menatap tubuh kecil yang tergeletak lemah di depannya, rasa sakit di lengannya semakin membakar, kesadarannya mulai menipis di ujung penglihatannya. Dia tidak punya waktu, tidak punya kesabaran untuk menunggu jawaban yang mungkin tidak akan pernah keluar dari mulut anak itu.

Dengan sisa tenaga terakhir, Ling Qi mengangkat beliungnya tinggi-tinggi, lalu menghunjamkannya lurus ke dada anak itu, tepat ke jantungnya.

CRASH!!

Tubuh kecil itu berhenti bergerak sepenuhnya.

Ling Qi jatuh berlutut, beliungnya masih tertancap, napasnya memburu tidak beraturan. Sebuah panel bercahaya muncul di hadapannya, huruf-hurufnya sedikit bergoyang mengikuti penglihatannya yang mulai kabur.

[Level Up]

[Recovery]

[Skill Unlocked: Charge]

[Setiap charge beliung di udara, setiap detiknya akan menambahkan 1% damage]

Sensasi hangat mengalir dari dalam tubuhnya, menjalar ke lengan kirinya yang terpotong. Ling Qi menatap dengan mata membelalak saat daging dan tulang baru mulai tumbuh dari sisa lengannya, perlahan membentuk kembali lengan yang utuh dalam hitungan detik.

'Recovery... menyembuhkan lukaku?' Dia menggerakkan jari-jari tangan kirinya yang baru tumbuh kembali, memastikan semuanya berfungsi normal, rasa lega yang luar biasa membanjiri dadanya.

Matanya kemudian tertuju pada skill baru yang muncul di panel. 'Charge. Setiap detik menambah satu persen damage kalau dilempar sambil di-charge di udara.'

Ling Qi tersenyum tipis, meski tubuhnya masih terasa lemas akibat kehilangan banyak darah sebelum proses pemulihan tadi. 'Skill yang sangat berguna.'

Namun senyum itu memudar seketika saat panel lain muncul menggantikan yang sebelumnya.

[New Title]

[Dragon Slayer]

Ling Qi mengerutkan kening, menatap tulisan itu dengan bingung. "Apa?"

1
Ria Gazali Dapson
beli ktistal lagi li, buat obatin mamak mu , biar sehat , dn ga berobat² lagi
𝚺𝝰𝝶: kristalnya gak dibeli/Scowl/ harus dapat dari monster
total 1 replies
Siti Lubis
Bagus banget tapi maaf ya cuman bisa menyampaikan dari sini tapi bagus😍😍😍😍😍
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
black
mantap thor
black
jan sampe berhenti thor seru
𝚺𝝰𝝶: iya kak /Smile/ sampai tamat kok
total 1 replies
black
zuzur, ini seru, system-nya lain daripada yang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!