Di usia 23 tahun, Clev adalah pendiri D&D Company, sebuah konglomerat raksasa yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari logistik, real estate, hotel dan resor, apartemen, restoran, energi, hingga investasi. Saat memutuskan membangun pusat bisnis barunya di kota Drep, ia mendapati kota itu telah lama berada di bawah kendali organisasi mafia yang mengakar di setiap sudut.
Clev tinggal di sebuah kediaman mewah di sudut utara Kota Drep bersama adiknya, Derina (19 tahun), serta orang-orang kepercayaannya: Maria dan suaminya Garry,Lenny, Mira,Thomas,serta Leo kepala keamanan yang memimpin dua anggota penjaga rumah.
Sementara itu, di pusat kota Drep, berdiri megah gedung D&D Company sebagai simbol dimulainya era baru. Di balik kemegahan perusahaan tersebut, tak seorang pun menyadari bahwa sang pendiri memiliki tujuan yang jauh lebih besar daripada sekedar bisnis, tujuan itu adalah menghancurkan organisasi mafia yang sudah lama menguasai kota Drep.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Dua sisi kehidupan
Malam hari di pelabuhan timur kota Drep, tepat di gudang milik Mafia Karibia.
Sebuah kapal kargo besar bersandar di pelabuhan yang membuat kesibukan di pelabuhan tersebut, terlihat para kru kapal bersama beberapa anggota mafia itu memindahkan pengiriman besar itu ke dalam gudang,
"kapal sudah bersandar dan pengiriman itu sudah masuk ke dalam gudang" lapor salah satu anggota Blackbird melalui transmisi nya yang berada di kerahnya, anggota itu menyamar sebagai salah satu petugas kebersihan di area tersebut.
Sementara jauh di Utara kota,di markas utama Blackbird, Mario menerima laporan tersebut,
"terus pantau dan cari tau apa isi pengiriman tersebut" jelas Mario tegas
Lalu suara anggota Blackbird itu kembali terdengar di transmisi Mario,
"seperti nya sesuatu yang penting.." jawab nya
"karena Marco sampai turun tangan mengawasi peniru barang tersebut ke gudang" lanjut anggota Blackbird tersebut sambil melihat Marco yang mengatur para anak buahnya di gudang.
Mario yang mendengar itu terdiam sejenak
"terus laporkan situasi nya.." jelas Mario lalu mengambil ponsel nya dan mengirim pesan laporan ke Mira
Di tempat lain di Utara kota, kediaman pribadi Clev.
Mira yang berada di ruang TV sedang menonton bersama Derina melihat pesan yang di kirimkan Mario, lalu Mira berdiri
Derina yang bersandar malas di sofa melihat
"mau kemana,Mira?" tanya Derina tanpa menoleh dan tetap fokus ke tontonan nya
Mira berjalan pelan
"ada laporan yang harus kakak mu tahu.." jawab Mira lalu keluar dari ruang tv menuju ke lantai 3 tempat Clev biasa bersantai malam hari.
Di lantai 3 pintu lift terbuka, Clev yang duduk santai di sofa panjang nya sambil membaca buku melihat Mira keluar dari lift, Mira langsung mendekat ke Clev
"Mario melaporkan ada sebuah pengiriman besar di pelabuhan timur di gudang milik Mafia Karibia" jelas Mira berjalan lalu duduk di depan Clev
"dan pengiriman tersebut seperti nya penting karena Marco secara langsung mengawasi nya" tambah Mira
Clev yang menatap Mira kemudian kembali lagi menatap buku nya,
"sesuatu yang penting sampai Marco yang turun tangan langsung ya.." ulang Clev
"kalau pengiriman itu baru sampai malam ini, artinya gudang akan penuh dengan orang banyak" lanjut Clev
Mira mengangguk
"benar ditambah jika pengiriman itu penting, malam ini pasti nya gudang mereka akan di jaga ketat" tambah Mira
Clev lalu menoleh ke Mira
"beritahu Mario, jangan melakukan apapun tapi terus awasi dan cari tahu apa isi pengiriman itu" jelas Clev ke Mira yang lalu Mira mengetik di ponsel nya sesuai dengan perintah Clev.
Clev lalu kembali bersandar sambil membaca buku nya.
Besoknya sore hari nya di taman kota Drep, Clev mengajari Arthur bermain layangan terlihat Arthur terus mencoba menerbangkan layangan nya dengan arahan Clev
"sedikit lagi, Arthur" ujar Clev
Arthur yang berkeringat sedikit tersenyum,
"ya layangan itu sudah sedikit melayang,tapi masih belum cukup" lanjut Arthur yang terlihat bersemangat.
Tak berapa lama Kalista selesai dengan pekerjaan nya dan datang ke taman itu
"bagaimana Arthur? kamu sudah bisa menaikkan layangan tersebut?" tanya Kalista ke Arthur
"Hampir kak, tadi sedikit lagi layangan bisa terbang hanya angin tidak berpihak" jawab Arthur.
Lalu Kalista menatap ke arah Clev
"anda secara resmi sekarang terlihat seperti guru private Arthur dalam bermain layangan.." ujar Kalista melihat Clev sambil memiringkan kepalanya
Clev hanya tersenyum
"jika memang terlihat seperti itu,biar lah" jawab Clev santai yang duduk di rumput taman sambil melihat Arthur bermain layangan
Kalista menaruh tas nya dan ikut duduk di rumput,
"kami hanya berdua di kota ini,saya bekerja di butik untuk menghidupi Arthur dan diri saya juga" jelas Kalista menceritakan diri nya dan Arthur
Clev menoleh ke arah Kalista
"orang tua kami sudah tidak ada setahun lalu,karena kecelakaan.. Arthur dulu seorang anak yang memiliki banyak teman,tapi setelah ayah ibu pergi dia menjadi orang yang penyendiri dan itu membuat para teman sekolah nya menjauhi nya,bahkan membullynya" jelas Kalista
Clev lalu melihat Arthur yang masih berusaha menaikkan layangan nya,
"selama kamu terus memberikan kasih sayang kepada Arthur,ku rasa dia akan terus berkembang dan baik-baik saja" jelas Clev menenangkan Kalista