NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Mempersulit Kami

Ketiga pria itu melangkah maju dan memperkecil jarak hingga Rachel terpojok ke dinding gedung yang penuh coretan, aura intimidasi yang mereka pancarkan membuat orang-orang lokal yang lewat memilih untuk menunduk dan mempercepat langkah.

​"Kami diperintahkan oleh Nyonya Viona untuk menjemput Anda, Nona. Pesawat pribadi sudah menunggu di Ho Chi Minh, Nyonya ingin anda segera pulang dan menyelesaikan urusan pernikahan dengan Tuan Julian," ucap pria itu dengan nada dingin.

​"Aku tidak mau pulang! Beritahu Mommy, aku tidak akan pernah kembali!" teriak Rachel, suaranya pecah oleh amarah yang bercampur ketakutan.

​"Kami tidak menerima penolakan, Nona. Nyonya Viona berpesan, jika anda tidak mau ikut secara sukarela, maka kami terpaksa menggunakan cara... sedikit kasar," ancam pria itu dengan senyum tipis yang mematikan.

​Darah Rachel mendidih sekaligus mendingin, Ibunya benar-benar tahu cara menekannya. Ia tahu jika ia melawan, Ayahnya yang akan menanggung akibatnya.

​"Kalian tidak bisa melakukan ini...," ucap Rachel dan air matanya mulai mengalir.

​"Mari, Nona. Jangan mempersulit kami," ucap pria itu sambil mengulurkan tangan untuk mencengkeram lengan Rachel.

Belum sempat pria itu memegang tangan Rachel, Rachel sudah berlari meninggalkan ketiga pria itu. Rachel berlari sekuat tenaga dan mengabaikan rasa perih di telapak kakinya yang mulai melepuh, suara derap langkah sepatu pantofel yang menghantam aspal di belakangnya terdengar seperti detak lonceng kematian.

Rachel tidak berani menoleh, saat ini pikirannya buntu, ia hanya tahu satu ha, ia tidak boleh tertangkap dan kembali menjadi boneka ibunya. Rachel belok ke sebuah gang yang lebih sempit lalu belok lagi, hingga tanpa sadar ia telah meninggalkan jalan utama.

Rachel masuk ke sebuah kawasan yang membuat nyalinya menciut, bangunan-bangunan tidak lagi terbuat dari beton, melainkan susunan kayu lapuk dan seng berkarat yang seolah saling bersandar agar tidak roboh. Bau air payau yang membusuk menyengat hidung dan tidak ada lagi hiruk-pikuk pedagang, hanya ada keheningan yang mencekam.

​Napas Rachel tersengal-sengal, dadanya terasa sesak, ia berhenti di balik sebuah tumpukan ban bekas yang menjulang tinggi dan mencoba mengatur napasnya yang menderu.

​"Di mana dia? Cari ke arah gudang!" suara pria berjas itu terdengar sangat dekat, hanya terhalang oleh tumpukan ban.

​Rachel membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya, air mata ketakutan mengalir deras. Rachel melihat ke sekeliling dan mencari jalan keluar, namun ia sadar ia telah terjebak di jalan buntu yang berakhir di sebuah dermaga tua yang sudah tidak terpakai.

​"Nona Rachel, jangan seperti anak kecil. Tempat ini sangat tidak aman untuk wanita seperti Anda!" suara itu terdengar tenang namun mengancam dan langkah kaki mereka perlahan mendekat.

Rachel melihat sebuah celah sempit di antara tumpukan ban bekas dan dinding seng yang berlubang. Dengan nekat, ia merangkak melewati celah tersebut, besi tua yang tajam sempat menggores bahunya, namun ketakutannya menghapus rasa sakit itu seketika.

Rachel mendarat di sisi lain yang merupakan area pembuangan kayu, Rachel berlari zig-zag di antara bayang-bayang gudang dan mencoba meminimalkan suara langkah kakinya.

Setiap kali lampu senter dari para pria berjas itu menyapu area, Rachel merapatkan tubuhnya ke dinding kayu yang lembap dan menahan napas hingga paru-parunya serasa ingin meledak.

​Saat langkah kaki para pengejarnya terdengar menjauh ke arah dermaga, Rachel segera berbalik arah dan berlari masuk lebih dalam ke kawasan gudang tua yang suram.

Di gudang itu, hanya ada cahaya matahari sore yang tersisa hampir tidak mampu menembus rapatnya bangunan-bangunan raksasa yang sudah ditinggalkan. Suasananya begitu mencekam, hanya ada suara gesekan ranting pohon liar dan derit pintu besi yang tertiup angin.

Lutut Rachel terasa lemas, ia hampir terjatuh saat melihat sebuah pintu besi besar yang setengah terbuka di sebuah gudang paling ujung. Tanpa pikir panjang, ia menyelinap masuk ke dalam kegelapan gedung tersebut dan berharap bayang-bayang di dalamnya akan melindunginya.

Gudang itu tidak sesunyi yang Rachel bayangkan. Bau oli, asap rokok dan keringat menyengat indra penciumannya. Dari kejauhan, ia mendengar suara sorak-sorai yang tertahan dan terdengar pukulan serta suara wasit yang menghitung dalam bahasa lokal.

​Rachel berjalan mengendap-endap di balik barisan peti kemas tua yang ditumpuk di dalam gudang. Semakin ia masuk ke tengah, ia melihat sebuah arena yang hanya dibatasi oleh tambal baja dan diterangi oleh beberapa lampu sorot yang tergantung di atap gedung yang bocor.

Di sana, kerumunan pria berpakaian kumal sedang bertaruh, mata mereka terpaku pada dua pria yang sedang bertarung dengan tangan kosong di tengah lingkaran. ​Mata Rachel membelalak saat mengenali salah satu petarung itu, dia adalah Daniel.

​Daniel tidak mengenakan hoodie hitamnya, ia bertarung tanpa atasan dan memperlihatkan otot-punggungnya yang dipenuhi guratan bekas luka dan keringat yang mengkilap di bawah lampu sorot.

Gerakannya begitu cepat dan brutal, seolah-olah ia bukan manusia, melainkan mesin tempur. Namun, lawannya adalah pria bertubuh dua kali lipat darinya yang terus-menerus memberikan pukulan telak ke wajah Daniel.

​Satu pukulan mendarat di rahang Daniel, membuatnya terhuyung. Rachel hampir saja memekik, namun ia segera menutup mulutnya dan menyadari bahwa wajah lebam Daniel selama ini bukan karena perkelahian jalanan biasa, melainkan dari sini, dari arena maut ini.

Tiba-tiba, Rachel melihat ketiga pria yang tadi mengejarnya sudah sampai di depan pintu utama dan tanpa pikir panjang, Rachel masuk ke kerumunan para penonton perempuan agar mereka tidak mengenalinya.

Ketiga pria berjas hitam itu melangkah masuk dengan aura yang sangat tidak cocok dengan atmosfer gudang yang pengap dan penuh jelaga. Mereka bergerak cepat, menyebar ke tiga arah berbeda.

Tatapan mereka tajam dan menyisir setiap barisan penonton. Mereka tahu Rachel ada di dalam sini, aroma parfum mahal yang tertinggal di lorong tadi adalah jejak yang tidak bisa disembunyikan.

​Rachel merapatkan tubuhnya di antara dua wanita lokal yang sedang asyik berteriak menyemangati petarung, ia menarik sedikit tudung jaket usang yang tergantung di salah satu pilar untuk menutupi rambutnya yang mencolok dan jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia takut suaranya akan menarik perhatian para pengejarnya.

​Di tengah arena, situasi semakin memanas. Daniel meludah d*r*h, ia menyeka sudut bibirnya yang kembali robek dan matanya yang tajam tanpa sengaja menyapu kerumunan penonton saat ia menghindari sebuah upper cut dari lawannya.

Saat itulah, Daniel melihat seseorang yang seharusnya tidak ada di tempat ini, ia melihat Rachel dan ia juga melihat pria-pria berjas hitam yang bergerak seperti hiu mencari mangsa.

Fokus Daniel pecah selama sepersekian detik, namun insting petarungnya jauh lebih cepat. Daniel tahu jika ia tidak segera menyelesaikan ini, Rachel akan tertangkap sebelum ia sempat turun dari ring.

.

.

.

Bersambung.....

1
chess🍂
jreng jreng 🫣
chess🍂
hey hey apa2an kau bang Daniel main civok2 aja😏😏
chess🍂
ahhhhhh co cweeeet 🫣🫣
chess🍂
demi apa gue ikut deg2kan🤣😭
chess🍂
luar biasa,sangat rekomendasi banget
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
chess🍂
demi apa ni novel bisa bawa kt ke cerita di dalam nya,saat menjelaskan sebuah tempat aku tuh berasa melihat langsng tempat it,sumpah keren banget kak....
Bunga Andthea
karya nya luar biasa,alur cerita menarik tidak membosankan,semangat untuk author nya
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Sama sama punya masa lalu yg kelam..Cinta mereka akan semakin kuat sampai maut yg memisahkan
Nurminah
nah seneng bukan ceo yg menyamar 🤣🤣🤣
Eva Tigan: bosan ya Bunda dengan thema yg itu itu saja😄
total 1 replies
Indriani Kartini
apakah Daniel anak konglomerat ???🤭
falea sezi
muter doank. kasih lak emak. dia yg sok itu itu karma.
Aidil Kenzie Zie
maren ngakunya nyesal lahirkan Rachel lah sekarang datang lagi bingung y nyonya menir 🤭🤭
Eva Tigan
Sediiihhhh banget ya Daddy Brian
Semoga Mommy Viona segera tersingkir dari kehidupan mereka
lia juliati
semangat danil 💪
Eva Tigan
Cerita ini sangat menarik,,melambangkan Cinta sejati bukan karena harta dan kemewahan tetapi hati yang tulus dan ikhlas.
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Daniel sesayang itu sama istrinya, membuat hatiku ikut meleleh juga🥰
English Lesson
bagus👍🏻👍🏻
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Ya Ampun...kasihan Daniel..Siapa yg bisa menolong dia untuk keluar dari Pertarungan maut itu..biar dia bisa hidup Damai bersama Keluarga kecil nya
Eva Tigan
Jangan Bilang Daniel masih ikut bertarung seperti yg dulu itu.
lia juliati
sukses untuk Rachel n danil, danil suami yg luar biasa selalu dukung istrinya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!