NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:846.2k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Satu Sarang Semut

"Itu Kung - Kung bawa golok buat apa ya, Nty?" Tanya Bima dengan ekspresi khawatir.

"Buat nyunat kamu itu, Bim. Kan katanya kamu sama Aka mau di sunat." Sahut Shima.

"Masak pake golok? Nanti kalo burungnya ke potong semua, gimana?" Cicit Bima.

"Nanti kan tumbuh lagi." Sahut Ara dengan santai.

"Aaaaaa... Romooo!" Teriak Bima sambil berlari ke arah Arjuna.

"Kenapa to, Le?" Tanya Arjuna yang kebingungan saat melihat Bima berlari dengan wajah panik.

"Aku gak mau sunat sama Kung - Kung. Sunat sama Pak Ama aja." Kata Bima.

"Kata siapa Kung - Kung yang mau nyunat?" Tanya Arjuna.

"Kata Nty Ncim." Jawab Bima.

"Tadi Kung - Kung bawa golok, kata Nty Ncim buat nyunat aku sama Mamas." Jawab Bima yang memecah tawa mereka semua.

"Wong goloknya mau di pake mecah degan kok e." Sahut Aksa.

"Nanti Pak Ama nyunatnya pake Senso (Gergaji Mesin) punya Opa itu." Imbuh Aksa yang membuat ia dan Arjuna kembali tertawa.

"Aku gak jadi sunat, Mo! Mamas aja yang sunat pake Senso. Nanti kalau burungku abis gimana? Aku pipisnya lewat mana?" Rengek Bima yang justru membuat Arjuna dan Aksa terbahak - bahak.

"Mbuuun! Tolong, Adek gak mau sunat." Kata Bima yang menghampiri Meshwa di dapur.

Meshwa bersama Raina, Saira dan Sashi sedang membuat nasi tumpeng dengan lauk ingkung ayam dan urap juga berbagai pelengkapnya seperti telur dan bacam tahu - tempe.

Salah satu tradisi di Desa Banyu Alas yaitu membuat tumpeng sebagai ucapan rasa syukur saat ada anak yang hendak di khitan. Tumpeng itu nanti akan di makan bersama - sama keluarga setelah si anak selesai menjalani prosesi khitan.

"Kenapa lho, Le? Kenapa gak mau sunat? Wong udah di buatin tumpeng kok e." Tanya Raina.

"Gak mau! Bima takut." Jawab Bima.

"Takut apa? Kan gak sakit di sunat. Gak kerasa kok, cuma kayak di gigit semut." Kata Sashi.

"Kata Opa, nanti Pak Ama nyunatnya pake senso. Bima takut di sunat pake senso." Ujar Bima yang membuat para wanita itu tertawa.

"Ya Allah! Emang Opa mu, ya. Ada - ada aja." Kata Raina sambil terkekeh.

"Nanti biar Oma senso bibir Opa itu. Uduk e ngedem - dem, malah meden - medeni! (Bukannya menenangkan, malah nakut - nakutin.)" Cicit Saira.

"Bohong, Le. Gak pake senso kok, nyunatnya pake gunting kecil." Kata Meshwa yang menenangkan sambil terkekeh.

"Bener kan, Bu Aci?" Imbuh Meshwa yang meminta konfirmasi dari Sashi.

"Iya lho, Le. Nanti Pak Ama nyunatnya pake gunting kecil kok." Ujar Sashi yang membenarkan.

"Beneran, Bu Aci?" Tanya Bima.

"Iya, Le. Tanya sama Pak Ama kalau gak percaya. Itu Pak Ama lagi nyiapin alat buat nyunat Mamas sama Dek Bima." Jawab Sashi.

Mendengar itu, Bima kini tampak lebih lega. Tak pergi ke rumah Gama, ia justru menghampiri Aka yang kini berada di kamarnya.

"Mamas..." Panggil Bima.

"Dalem" Jawab Aka.

"Mamas gak nderedeg (deg - degan)?" Tanya Bima.

"Enggak, Mamas gak nderedeg." Jawab Aka.

"Emang Adek nderedeg?" Tanyanya kemudian yang di jawab anggukan oleh Bima.

"Tanganku dingin nih, Mas." Kata Bima sambil menyentuh tangan Aka.

"Gak apa - apa, gak usah takut, ada Mamas, Romo dan Mbun." Ujar Aka sambil mengusap - usap kepala Bima.

"Nanti kalau sakit, gimana?" Tanya Bima.

"Enggak, kan kata Romo cuma kayak di gigit semut." Jawab Aka yang meyakinkan adiknya.

Bima akhirnya mengangguk. Mereka berdua segera mandi dan melaksanakan sholat ashar berjamaah di Masjid saat adzan berkumandang.

"Bim, ayo, kita sunat." Ajak Gama yang melihat Bima masih duduk di tempatnya sembari berdoa.

"Nanti, Pak Ama. Bima berdoa dulu." Jawab Bima.

"Doa apa to, Bim? Kok suwiii men (kok lama banget)." Tanya Arjuna.

"Berdoa biar gak sakit waktu di sunat." Jawab Bima yang membuat Gama, Arjuna, Arsha dan Aksa yang ada di sana tertawa.

"Mamas aja gak lama kok berdoanya." Kata Aksa.

"Beda lah, Opa! Mamas kan udah besar, pasti gak takut. Aku masih kecil." Sahut Bima.

"Halaah, Jiaan! Wong selisih mung pirang sasi wae kok (Orang selisih hanya beberapa bulan aja kok)." Komentar Arsha sambil terkekeh.

"Pak Ama, tapi nanti potongnya jangan banyak - banyak, ya." Pinta Bima.

"Emangnya kenapa?" Tanya Gama yang kembali terkekeh.

"Nanti hilang burungnya Bima, kalau banyak - bayak motongnya." Jawab Bima yang lagi - lagi memecah tawa.

"Udah ayo! Nanti keburu sore." Ajak Arjuna yang kemudian menggendong Bima agar segera beranjak.

Mereka segera menuju ke rumah Arjuna. Gama yang sudah menyiapkan peralatan, meminta Aka dan Bima untuk tidur di atas ranjang mereka.

"Siapa dulu ini?" Tanya Gama.

"Mamas dulu aja, Pak Ama. Kalo kata Mamas sakit, aku gak jadi sunat. Nanti aja sunatnya kalau udah besar." Kata Bima.

"Kalo udah besar, nanti di sunat pake senso." Sahut Sashi.

"Kok pake senso?" Tanya Bima dengan tatapan tak percaya.

"Iyalah! Kalau udah besar kan nanti alot burungnya. Guntingnya gak mempan lagi." Jawab Aksa yang membuat wajah Bima berubah menjadi bingung dan takut.

"Bima sunat sekarang aja kalau gitu. Nanti setelah Mamas." Kata Bima.

Gama pun memulai prosesi sunat pada Aka terlebih dulu. Bocah itu tampak begitu tenang, seolah tak terjadi apa - apa.

"Sakit gak, Mas?" Tanya Bima.

"Enggak, Dek." Jawab Aka.

Beberapa menit kemudian, Bima kembali bertanya pada Mamasnya.

"Sakit gak, Mas?" Tanya Bima.

"Enggak, Dek. Kalau sakit, ya Mamas nangis." Kali ini Meshwa yang menjawab.

"Alhamdulillah." Ucap Gama ketika selesai mengkhitan Aka.

Ia kemudian sedikit bergeser, berpindah ke depan Bima.

"Mbun... Romo... Jangan kemana - mana." Kata Bima saat Gama mulai persiapan.

"Ini Romo sama Mbun di sini lho, Le." Jawab Arjuna.

"Mamas mana? Pegang tanganku, Mas." Pinta Bima.

"Iya. Ini Mamas pegangin." Jawab Aka.

"Jangan gerak - gerak, ya." Kekeh Gama.

"Aduh, aku kebelet pipis, Pak Ama." Kata Bima.

"Lah barusan udah pipis." Sahut Arjuna.

"Gak jadi deng, aku sakit perut karena laper." Ujar Bima yang justru memecah tawa keluarganya.

"Kita mulai ya. Baca Bismillah, Bim."

"Aaaaa aduh sakiit!" Seru Bima.

"Heh! Di demok wae urung, kok! (Di pegang aja belum, kok!)" Kata Aksa sambil tertawa. Tak ayal, hal itu juga membuat mereka semua tertawa termasuk juga Aka.

"Belum ya, Pak Ama?" Tanya Bima.

"Belum, Le." Jawab Gama sambil tertawa.

"Ayo, baca Bismillah lalu baca doa." Kata Gama yang membuat Bima membaca surat pendek dengan berteriak - teriak.

Ia mulai menyuntikkan obat bius yang membuat Bima berteriak dan menangis ketika jarum suntik menembus kulitnya.

Bima masih saja menangis hingga Gama selesai mengkhitannya.

"Katanya gak sakit, kayak di gigit semut aja? Tapi ini kayak di gigit Harimau. Romo bohong!" Protes Bima yang masih terisak.

"Lho! Ya maksud Romo itu bukan semut se ekor, tapi semut merah se sarang." Ujar Arjuna yang langsung memecah tawa keluarganya.

1
Maulia Dewi
bagusssss
Murti Puji Lestari
beneran copyan nty cima gidok satu ini 😁
Atik Kiswati
dadi seruyo ono caca....cima jilit 2 iki.....😄😄😄
Munas Tuti
maliiih lucuu Caca...
Eka
dengan upacara bobo desa randu alas nanti ada kejadiaan apalagi yg istimewa tuk mamas aka pasti lebih seru dari yg sdh2 ya thor penasaran amat aq lanjut 👍👍💪💪💪
Nuri 73749473729
gantinya nty cim ini yg selalu bikin heboh keluarga bopo banyu alas.. lanjut
Intan Nurwulan
Caca lebih rusuh nie dr nty ncim😂
Naftali Hanania
😅😅 caca dah ceriwis...pinter bgt ngomong nya 🤗
amilia amel
duh.... ternyata saingan nty cim sudah besar to
sudah banyak omong walaupun masih cadel
makin gemes deh sama caca😍😍😍
Ita Xiaomi
Jd ingat ama Arjuna dan Nty Cima saat msh bocil😁
Ita Xiaomi
Jd gemes, pengen lihat Dek Aca.
Icha Arlita
lek ngenteni up nganti berhari hari 🤭
widi
penerus Shima ya Ca🤣plek ketiplek
Riana Utami
Dapet oleh² apa ini dari ritual Bopo 🤔🤔🤔🤔
Rahmawati
dek caca udah besar aja, pinter dan ceriwis
enty cima blm punya anak ya
Nur Wakidah
lhah udah besar aja Mbk Caca , , ,
fix titisan Nty Cima nek ngono kui 🤭🤭🤭
ojo ngomong kui mengko owa ne gegeri kon gowo muleh karo Caca🤣🤣🤣
Rusi Rusi
bawa apa lagi nanti dari hasil acara ritual bopo.lanjut lagi thor
aurora
apa oleh oleh dari ritual nya ya....
ryriz
kalau ada ritual rhewannya pasti keluar semua....... ntar caca lek sueneng
tiniteyok
serunya keluarga bopo banyu alas 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!