NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:152.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Satu Sarang Semut

"Itu Kung - Kung bawa golok buat apa ya, Nty?" Tanya Bima dengan ekspresi khawatir.

"Buat nyunat kamu itu, Bim. Kan katanya kamu sama Aka mau di sunat." Sahut Shima.

"Masak pake golok? Nanti kalo burungnya ke potong semua, gimana?" Cicit Bima.

"Nanti kan tumbuh lagi." Sahut Ara dengan santai.

"Aaaaaa... Romooo!" Teriak Bima sambil berlari ke arah Arjuna.

"Kenapa to, Le?" Tanya Arjuna yang kebingungan saat melihat Bima berlari dengan wajah panik.

"Aku gak mau sunat sama Kung - Kung. Sunat sama Pak Ama aja." Kata Bima.

"Kata siapa Kung - Kung yang mau nyunat?" Tanya Arjuna.

"Kata Nty Ncim." Jawab Bima.

"Tadi Kung - Kung bawa golok, kata Nty Ncim buat nyunat aku sama Mamas." Jawab Bima yang memecah tawa mereka semua.

"Wong goloknya mau di pake mecah degan kok e." Sahut Aksa.

"Nanti Pak Ama nyunatnya pake Senso (Gergaji Mesin) punya Opa itu." Imbuh Aksa yang membuat ia dan Arjuna kembali tertawa.

"Aku gak jadi sunat, Mo! Mamas aja yang sunat pake Senso. Nanti kalau burungku abis gimana? Aku pipisnya lewat mana?" Rengek Bima yang justru membuat Arjuna dan Aksa terbahak - bahak.

"Mbuuun! Tolong, Adek gak mau sunat." Kata Bima yang menghampiri Meshwa di dapur.

Meshwa bersama Raina, Saira dan Sashi sedang membuat nasi tumpeng dengan lauk ingkung ayam dan urap juga berbagai pelengkapnya seperti telur dan bacam tahu - tempe.

Salah satu tradisi di Desa Banyu Alas yaitu membuat tumpeng sebagai ucapan rasa syukur saat ada anak yang hendak di khitan. Tumpeng itu nanti akan di makan bersama - sama keluarga setelah si anak selesai menjalani prosesi khitan.

"Kenapa lho, Le? Kenapa gak mau sunat? Wong udah di buatin tumpeng kok e." Tanya Raina.

"Gak mau! Bima takut." Jawab Bima.

"Takut apa? Kan gak sakit di sunat. Gak kerasa kok, cuma kayak di gigit semut." Kata Sashi.

"Kata Opa, nanti Pak Ama nyunatnya pake senso. Bima takut di sunat pake senso." Ujar Bima yang membuat para wanita itu tertawa.

"Ya Allah! Emang Opa mu, ya. Ada - ada aja." Kata Raina sambil terkekeh.

"Nanti biar Oma senso bibir Opa itu. Uduk e ngedem - dem, malah meden - medeni! (Bukannya menenangkan, malah nakut - nakutin.)" Cicit Saira.

"Bohong, Le. Gak pake senso kok, nyunatnya pake gunting kecil." Kata Meshwa yang menenangkan sambil terkekeh.

"Bener kan, Bu Aci?" Imbuh Meshwa yang meminta konfirmasi dari Sashi.

"Iya lho, Le. Nanti Pak Ama nyunatnya pake gunting kecil kok." Ujar Sashi yang membenarkan.

"Beneran, Bu Aci?" Tanya Bima.

"Iya, Le. Tanya sama Pak Ama kalau gak percaya. Itu Pak Ama lagi nyiapin alat buat nyunat Mamas sama Dek Bima." Jawab Sashi.

Mendengar itu, Bima kini tampak lebih lega. Tak pergi ke rumah Gama, ia justru menghampiri Aka yang kini berada di kamarnya.

"Mamas..." Panggil Bima.

"Dalem" Jawab Aka.

"Mamas gak nderedeg (deg - degan)?" Tanya Bima.

"Enggak, Mamas gak nderedeg." Jawab Aka.

"Emang Adek nderedeg?" Tanyanya kemudian yang di jawab anggukan oleh Bima.

"Tanganku dingin nih, Mas." Kata Bima sambil menyentuh tangan Aka.

"Gak apa - apa, gak usah takut, ada Mamas, Romo dan Mbun." Ujar Aka sambil mengusap - usap kepala Bima.

"Nanti kalau sakit, gimana?" Tanya Bima.

"Enggak, kan kata Romo cuma kayak di gigit semut." Jawab Aka yang meyakinkan adiknya.

Bima akhirnya mengangguk. Mereka berdua segera mandi dan melaksanakan sholat ashar berjamaah di Masjid saat adzan berkumandang.

"Bim, ayo, kita sunat." Ajak Gama yang melihat Bima masih duduk di tempatnya sembari berdoa.

"Nanti, Pak Ama. Bima berdoa dulu." Jawab Bima.

"Doa apa to, Bim? Kok suwiii men (kok lama banget)." Tanya Arjuna.

"Berdoa biar gak sakit waktu di sunat." Jawab Bima yang membuat Gama, Arjuna, Arsha dan Aksa yang ada di sana tertawa.

"Mamas aja gak lama kok berdoanya." Kata Aksa.

"Beda lah, Opa! Mamas kan udah besar, pasti gak takut. Aku masih kecil." Sahut Bima.

"Halaah, Jiaan! Wong selisih mung pirang sasi wae kok (Orang selisih hanya beberapa bulan aja kok)." Komentar Arsha sambil terkekeh.

"Pak Ama, tapi nanti potongnya jangan banyak - banyak, ya." Pinta Bima.

"Emangnya kenapa?" Tanya Gama yang kembali terkekeh.

"Nanti hilang burungnya Bima, kalau banyak - bayak motongnya." Jawab Bima yang lagi - lagi memecah tawa.

"Udah ayo! Nanti keburu sore." Ajak Arjuna yang kemudian menggendong Bima agar segera beranjak.

Mereka segera menuju ke rumah Arjuna. Gama yang sudah menyiapkan peralatan, meminta Aka dan Bima untuk tidur di atas ranjang mereka.

"Siapa dulu ini?" Tanya Gama.

"Mamas dulu aja, Pak Ama. Kalo kata Mamas sakit, aku gak jadi sunat. Nanti aja sunatnya kalau udah besar." Kata Bima.

"Kalo udah besar, nanti di sunat pake senso." Sahut Sashi.

"Kok pake senso?" Tanya Bima dengan tatapan tak percaya.

"Iyalah! Kalau udah besar kan nanti alot burungnya. Guntingnya gak mempan lagi." Jawab Aksa yang membuat wajah Bima berubah menjadi bingung dan takut.

"Bima sunat sekarang aja kalau gitu. Nanti setelah Mamas." Kata Bima.

Gama pun memulai prosesi sunat pada Aka terlebih dulu. Bocah itu tampak begitu tenang, seolah tak terjadi apa - apa.

"Sakit gak, Mas?" Tanya Bima.

"Enggak, Dek." Jawab Aka.

Beberapa menit kemudian, Bima kembali bertanya pada Mamasnya.

"Sakit gak, Mas?" Tanya Bima.

"Enggak, Dek. Kalau sakit, ya Mamas nangis." Kali ini Meshwa yang menjawab.

"Alhamdulillah." Ucap Gama ketika selesai mengkhitan Aka.

Ia kemudian sedikit bergeser, berpindah ke depan Bima.

"Mbun... Romo... Jangan kemana - mana." Kata Bima saat Gama mulai persiapan.

"Ini Romo sama Mbun di sini lho, Le." Jawab Arjuna.

"Mamas mana? Pegang tanganku, Mas." Pinta Bima.

"Iya. Ini Mamas pegangin." Jawab Aka.

"Jangan gerak - gerak, ya." Kekeh Gama.

"Aduh, aku kebelet pipis, Pak Ama." Kata Bima.

"Lah barusan udah pipis." Sahut Arjuna.

"Gak jadi deng, aku sakit perut karena laper." Ujar Bima yang justru memecah tawa keluarganya.

"Kita mulai ya. Baca Bismillah, Bim."

"Aaaaa aduh sakiit!" Seru Bima.

"Heh! Di demok wae urung, kok! (Di pegang aja belum, kok!)" Kata Aksa sambil tertawa. Tak ayal, hal itu juga membuat mereka semua tertawa termasuk juga Aka.

"Belum ya, Pak Ama?" Tanya Bima.

"Belum, Le." Jawab Gama sambil tertawa.

"Ayo, baca Bismillah lalu baca doa." Kata Gama yang membuat Bima membaca surat pendek dengan berteriak - teriak.

Ia mulai menyuntikkan obat bius yang membuat Bima berteriak dan menangis ketika jarum suntik menembus kulitnya.

Bima masih saja menangis hingga Gama selesai mengkhitannya.

"Katanya gak sakit, kayak di gigit semut aja? Tapi ini kayak di gigit Harimau. Romo bohong!" Protes Bima yang masih terisak.

"Lho! Ya maksud Romo itu bukan semut se ekor, tapi semut merah se sarang." Ujar Arjuna yang langsung memecah tawa keluarganya.

1
Naftali Hanania
🤣🤣🤣🤣🤣...bocah...bocah
Eka
heum memang keren bopo sama anaknya👍👍👍👍😍
rizky tria
Bima biangnya sih ini 🤭😅😂
Ayunda
ini covernya ganti lagi
Asihfitr
ngelunjak ngekonkon papamu iku piye Bim senenge trima beres ngono🤣🤭
aku baru
bima iki loooh,,,,ono wae jawabe 😄😄😄
Rahmawati
pasti tambah seru nih kalo semua bocil ngumpul
Eka
masyaalloh qda saja yg bikin sakit perut kel.bopo banyu alas bikin kangen atraksi2nya poro bopo ki lanjut trs ya thor
Cica Aretha
aduh ya Alloh bima..bima..ada aja jawabanmu bim..bim..semamgattt thor💪😍
Cheryl Calosa
akhirnya detik-detik io ketemu pak ade, kangen banget sama io
Atik Kiswati
bima ki emang gawe ngekel terus......🤣🤣🤣🤣
aurora
Bim Bim gemes aku 🤣🤣🤣
Nuri 73749473729
wis pokoke kocak kalau sama Bima gak ada habisnya kata2nya... lanjut thot
amilia amel
wes klop pancen Bima iki
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣
Listio Wati
🤣🤣bima..bima ada aja taktik mu
Ita Xiaomi
Nah benar tuh. Aku jg udah kangen ama Io😁
Ita Xiaomi
Jawaban cerdas 😁😁😁
Rusi Rusi
Bima emang TOP BGT pokok nya. lanjut lagi thor
Intan Nurwulan
Ya ampun bim bim adanya tingkahnya yg bkin ketawa🤣
Kasandra Kasandra
double up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!