NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Melarikan diri

Saat ini Bella tambah panik setelah mendengar suara teriakan dari om dan tantenya dari dalam kamar.

"Duhhh gimana ini?, aku harus segera pergi dari sini sebelum ketahuan Om dan Tante!" gumam Bella berniat segera pergi dari depan pintu kamar om dan tantenya.

Namun baru beberapa langkah berjalan, ia mendengar suara teriakan yang lebih kencang lagi.

SIALAN KAMU SEPERTINYA TELAH MENGUPING PEMBICARAAN KAMI! JANGAN LARI KAMU! CEPAT KEMARI! teriak Rudi dan Tiara bersamaan terlihat kaget setelah melihat Bella.

Bella melirik sekilas ke arah belakang, kini ia bisa melihat wajah murka dan raut wajah sangar dari om dan tantenya itu.

Saat ini Bella begitu takut, tubuhnya sudah bergetar hebat ia berniat untuk melarikan diri dari kedua orang yang sudah jelas-jelas memiliki niat jahat kepadanya itu.

"Aku harus cepat pergi dari rumah ini sebelum mereka berdua membunuh ku." Batin Bella dalam hati.

Bella mulai berlari setelah melihat om dan tantenya itu sedang berjalan menuju ke arahnya dengan raut wajah yang begitu marah, ia mulai berlari sekuat tenaga menunju pintu keluar rumah ini. Ia berniat untuk melarikan diri karena percuma saja ia tetap tinggal di rumah ini, om dan tantenya itu cepat atau lambat akan segera membunuhnya demi uang asuransi senilai 2 milyar itu.

HEI MAU LARI KEMANA KAMU! teriak Tiara murka karena saat ingin di dekati Bella malah lari.

MAS, SEPERTINYA KEPONAKAN MU ITU TELAH MENGUPING SEMUA PEMBICARAAN KITA DI DALAM KAMAR. BUKTINYA DI LARI TERBIRIT-BIRIT SAAT AKAN KITA HAMPIRI! ucap Tiara begitu panik.

TIDAK BISA DI BIARKAN, KITA HARUS SEGERA MENGEJAR DAN MENANGKAPNYA SEBELUM JAUH DAN MELARIKAN DIRI! teriak Rudi yang sama paniknya.

Tanpa mengunakan alas kaki Bella berlari menuju pintu utama rumah, ia tersenyum lega karena pintu tersebut sudah ada di depan matanya saat ini. namun saat di luar rumah ia tidak sengaja berpapasan dengan bi Sri yang baru saja membuang sampah dari luar.

"Kamu kenapa berlari Bella dan terlihat ketakutan?" tanya bi Sri yang menahan tubuh Bella saat ini.

"Bella gak bisa jelasin sekarang bi, Bella harus segera pergi dari rumah ini sebelum om dan Tante membuhuh Bella." Jawab Bella yang terlihat begitu panik dan sesekali melirik ke belakang takut-takut om dan tante nya itu muncul.

Bi Sri terlihat kaget dengan ucapan Bella barusan dan belum mengerti situasi yang sedang terjadi saat ini, namun ia membiarkan Bella untuk pergi sebelum kedua majikannya itu menemukan gadis itu dan mungkin akan menyiksanya lagi seperti sebelumnya.

"Baiklah, kalo gitu jaga dirimu baik-baik Bella." Ucap bi Sri penuh dengan air mata melepas kepergian gadis itu.

Bella tidak menjawab ia terlihat mengelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban iya, dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya karena dia akan segera berpisah dengan bi Sri mulai saat ini.

Kini Bella kembali melirik ke arah belakang, tiba-tiba saja om dan tantenya itu keluar dari dalam rumah. sontak saja gadis itu sangat terkejut dan langsung berlari meninggalkan bi Sri yang masih berdiri di tempatnya.

SRI! TANGKAP ANAK SIALAN ITU,KENAPA KAMU MEMBIARKAN DIA PERGI! sentak Tiara marah.

"Maaf nyonya saya tidak tahu jika Bella berniat pergi dari rumah." Ucap bi Sri pura-pura tidak tahu.

DASAR PEMBANTU BODOH! MASA KAMU GAK LIHAT GERAK-GERIK SI BELLA YANG MENCURIGAKAN! CEPAT CARI DIA! teriak Rudi memberi perintah.

"Iya tuan, saya akan segera mengejarnya." Ucap bi Sri yang mulai berlari keluar dari gerbang rumah, pura-pura mengejar Bella.

kini terlihat Tiara dan Rudi saling menatap dengan tatapan begitu cemas dan tidak tenang, mereka hanya takut jika keponakannya itu pergi ke kantor polisi dan melaporkan mereka berdua. yang ada mereka akan mendekam di dalam penjara karena perbuatan mereka selama ini.

"Ayo kita segera kejar anak sialan itu mengunakan mobil, aku yakin sekali jika anak sialan itu belum jauh dari sini." Ajak Rudi.

"Ayo mas, kita segera masuk ke dalam mobil." Jawab Tiara mengiyakan ajakan dari sang suami.

Rudi dan Tiara segera berlari ke arah bagasi rumah dan langsung masuk ke dalam mobil milik mereka. Rudi segera mengendarai mobil tersebut keluar dari pagar rumahnya dan berniat mencari Bella di sekeliling komplek perumahan.

Setelah berhasil keluar dari rumah penuh penyiksaan itu, Bea terus berlari tanpa arah namun masih di sekitar komplek perumahan om dan tantenya itu. kaki yang berlari tanpa alas kaki itu terlihat memerah dan agak tergores karena cuaca begitu panas di siang hari ini. Bella juga sempat menginjak batu kerikil yang agak tajam dan agak sakit jika mengenai telapak kaki yang tanpa mengunakan sendal.

Namun Bella tidak mempedulikan rasa panas dan sakit yang ia rasakan saat ini, yang ada di pikiran nya saat ini hanya satu yaitu lari dari kedua orang jahat itu dan jangan sampai tertangkap.

BUGH!

Awwwww! rintih Bella pelan.

Tubuhnya tiba-tiba saja terjatuh ke tanah karena tersandung sebuah batu. celana yang sedang ia gunakan terlihat robek di bagian lutut karena terjatuh barusan.

"Heummm... Apes banget aku!" Lirih Bella pelan sambil menghela nafasnya berat.

Namun saat akan berusaha untuk berdiri, Bella mendengar suara deru mobil dari arah belakang meskipun suaranya agak jauh. refleks ia langsung menoleh ke arah kebelakang dan matanya langsung terbelalak kaget, karena melihat mobil milik om dan tante nya itu sedang melaju ke arahnya saat ini.

"Aku harus segera bersembunyi dari mereka." Lirih Bella terlihat panik.

Kini Bella melirik ke sekitar tempatnya terjatuh, ia sedang mencari tempat yang aman untuk bersembunyi karena ia tidak bisa berlari lagi dengan keadaan yang seperti ini. tiba-tiba saja tatapan mata gadis itu tertuju ke arah semak-semak yang tidak jauh dari tempatnya terjatuh itu.

"Sepertinya jika sementara bersembunyi di sana akan aman."

dengan sekuat tenaga Bella berusaha berjalan merangkak ke arah semak-semak tersebut. Jika ia ke sana dengan berjalan tegap yang ada om dan tantenya akan mengetahui keberadaannya.

Sementara di dalam mobil terlihat sepasang suami istri yang sedang berdebat dan saling menyalahkan satu sama lain saat ini.

"Kalo kamu siang ini gak pulang ke rumah, si Bella gak akan mungkin mendengar semua pembicaraan kita berdua!" Ucap Tiara seperti menyalahkan sang suami.

"Diam kamu jangan terus menyalahkan ku!, bisa jadi dia menguping di depan pintu kamar karena mendengar suara mu yang begitu heboh!" Jawab Rudi tidak terima jika ia selalu di salahkah oleh sang istri.

"Gak mungkin dia menguping karena mendengar suara ku mas!" Ucap Tiara yang tidak terima dan membela dirinya.

"Sudahlah kamu diam saja dan berhenti berdebat dengan ku!. Fokus saja mencari si Bella di pinggir jalan, aku yakin ia belum pergi jauh dari sini." Ucap Rudi yang sedang menyetir dan sesekali menatap kesekitar pinggir jalan berharap segera menemukan keponakannya itu.

"Iya iya." Ketus Tiara menjawab sang suami.

Sementara di balik semak-semak terlihat Bella sudah bersembunyi di balik sana dengan wajah begitu tegang dan ketakutan.

DAG! DIG! DUG!

jantung Bella berdetak kencang dengan deru nafas yang tidak beraturan. keringat dingin mulai keluar dari telapak tangan dan dahinya saat melihat mobil om dan tantenya baru saja melewati semak-semak tempatnya bersembunyi.

"Syukurlah mereka tidak berhenti dan turun dari mobil." Lirih Bella memegang dadanya sendiri merasa lega.

Setelah di rasa mobil om dan tantenya itu sudah pergi jauh dan di rasa ia sudah aman, Bella segera keluar dari persembunyiannya. Ia berniat segera pergi ke kantor polisi untuk melaporkan semua kejahatan yang telah di perbuat oleh om dan tantenya itu. ia juga akan meminta haknya kembali yang telah di ambil oleh mereka berdua.

"Aku harus segera pergi ke kantor polisi dan melaporkan mereka berdua, mereka harus menebus semua dosa-dosa mereka." Batin Bella penuh tekad.

******

sementara di sebuah taman bermain di komplek perumahan terlihat Bi Sri sedang duduk di kursi taman tersebut dengan tatapan mata begitu sayu dan sendu. Wanita itu terlihat sedang menangis seorang diri di sana dengan mata yang sudah sangat sembab.

Beberapa waktu lalu ia hanya berpura-pura berlari keluar gebang rumah untuk mengejar Bella sesuai perintah kedua majikannya itu, namun saat sudah di luar ia tidak benar-benar mengejar gadis itu dan malahan pergi ke arah taman untuk menenangkan diri. karena mungkin kedepanya dia tidak akan lagi betemu dengan gadis bernama Bella itu.

"Di mana pun kamu pergi dan berada nantinya, bi Sri harap ada orang baik yang mau mengulurkan tanganya kepada mu Bella. Bi Sri harap kamu tetap hidup dan sehat di luaran sana." Lirih bi Sri pelan terus menangis seorang diri.

Kini bi Sri terlihat terus memikirkan bagaimana nasib selanjutnya Bella di luaran sana tanpa seorang pun yang ia kenal, hati bi Sri begitu sakit dan teriris jika mengingat itu. Apalagi saat mengingat umur Bella yang baru menginjak 13 tahun, bi Sri hanya takut gadis itu bertemu orang jahat di luaran sana dan mengalami hal yang lebih buruk lagi.

"Ya tuhan tolong terus lindungi Bella apapun yang terjadi, dan tolong pertemukan dia dengan orang-orang baik di luaran sana." Ucap bi Sri sedang berdoa memohon perlindungan dan keselamatan untuk Bella di luaran sana.

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!