Seorang gadis polos kehilangan harta warisannya akibat kelicikan saudara tiri, ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari keluarga perwira tinggi, namun pria tersebut pergi di hari pernikahan hingga akhirnya adik pria tersebut yang notabene seorang duda harus menyelamatkan nama besar keluarga dengan menyembunyikan identitas aslinya. Ayah gadis itu pun seorang tentara tapi seolah tak pernah menyayanginya.
Saat tau kabar kabur tentang identitas pria tersebut. Ibu tiri gadis itu menyesal dan iri setengah mati.
Kesakitan yang di alami gadis itu membuatnya trauma hingga sangat waspada dan sulit percaya. Kini pria tersebut harus berjuang sekuat tenaga untuk menembus tembok pertahanan hati istrinya yang selalu berpura-pura di balik tingkah randomnya, padahal ia tidak tau.. siapa pria yang bersamanya saat ini.
SKIP bagi yang tidak tahan dengan KONFLIK.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Ada yang tersimpan.
Braaaaakkkk.....
Canda tawa para anggota seketika terdiam mendengar suara benda jatuh dari kediaman Letnan Reigar.
"Ada apa itu??" Prada Danu bereaksi, Prada Garo ikut berdiri.
Tapi melihat lampu kamar di matikan, Bang Rakit seakan paham. Ia menarik Prada Garo untuk duduk kembali.
"Ijin, Dan. Letnan Reigar sedang dalam masalah. Kalau kami tidak kesana, kami bisa di tendang."
"Kalau kau tidak percaya, masuklah sekarang. Sampai disana kau bukan hanya di tendang, bisa-bisa kau patah leher." Jawab Bang Rakit serius.
Prada Danu dan Prada Garo saling lirik kemudian mereka sama-sama menatap ke arah kamar.
'Danton kenapa??'
-_-_-_-_-_-
Bang Reigar mengerjab, suara benda jatuh yang menggema tadi ternyata berasal dari tempat tidur utamanya. Tempat tidur itu tak kuat lagi menahan beban dan gerakan semalaman akibat Jilly pernah memotongnya.
Kini, di sudut kamar, Bang Reigar terbaring santai di atas kasur lipat, sementara Jill masih terlelap nyenyak dengan kepala bersandar di lengan kiri suaminya itu. Pipinya yang merah sudah normal, agaknya efek minuman keras itu sudah hilang sepenuhnya dari tubuhnya.
Bang Reigar menoleh melihat kaki tempat tidur yang miring dan patah. Bibirnya menarik senyum tipis. Ada rasa malu karena ranjang dengan kejadian semalam. Ternyata tempat tidur yang harganya lumayan, tidak sekuat yang ia bayangkan.
"Apa gunanya mahal, perkara begini saja sudah ambruk." Gumamnya.
Beberapa detik kemudian, Jill mulai membuka matanya. Kepalanya masih terasa sakit, sekelebat ia mengingat kejadian semalam, Bang Reigar memarahinya perkara pakaian padahal ia sedang ketakutan dan tanpa sengaja meminum minuman yang rasanya belum pernah ia rasakan sampai membuatnya lepas kendali di hadapan Bang Reigar.
Untuk kesekian kalinya Jill kaget melihat keadaan tubuhnya bersama Bang Reigar. Ia pun paham apa yang terjadi.
"Jill bicara apa semalam?? Kenapa bisa jadi begini?? Apa Abang ambil kesempatan??" Tanya Jilly setengah malu dan bingung.
"Bicara apa?? Lagipula apa yang salah dari hubungan suami istri??"
Jilly hanya bisa menggigit bibirnya, hatinya gelisah mengungkapkan apa yang ia rasakan.
"Kalau nggak suka kenapa tangannya masih disitu??? Kau tau kan, itu benda keramat." Kata Bang Reigar, kedua mata itu saling menatap. Jemari Bang Reigar menyisir rambut istri kecilnya. "Sekarang kamu sudah sepenuhnya sadar, mau di sayang Om Reigar??"
Jilly mengangguk pelan. "Mauu.."
Bang Reigar tersenyum tipis kemudian menggenggam tangan Jill dan mengarahkan untuk mengajari sang istri. Bibir itu kemudian mengecup dan...... Cerita manis pagi ini di mulai.
...
Bang Reigar berkacak pinggang saat memberi hukuman sikap tobat pada kedua ajudan dan lima orang anggota remaja lainnya.
"Kalian 'minum' di kediaman??? Siapa yang bawa dan siapa yang mulai??????" Nada tinggi Bang Reigar sungguh memekakan telinga.
"Bang.. Sudah, Bang..!!! Suruh mereka pergi. Minuman itu saya yang bawa..!!" Kata Bang Rakit yang tiba-tiba muncul di belakang punggung Abangnya.
"Berhenti..!!! Tinggalkan tempat ini..!!" Perintah Bang Reigar.
Para anggota remaja pun pergi meninggalkan tempat. Disana hanya ada Bang Reigar dan Bang Rakit.
"Kenapa kau bawa minuman seperti itu?? Kau tau sendiri, Abang sudah lama tidak minum, sudah tobat. Sekarang Jill yang kena imbasnya, dia tidak tau apa yang di telannya sampai kelojotan seperti ayam di sembelih." Tegur keras Bang Reigar. "Pakai otak kau, Rakit.
"Iya, Bang. Saya minta maaf. Lain kali tidak akan seperti ini lagi." Janji Bang Rakit di hadapan Abangnya.
"Kalau saja semalam Jilly tidak bisa tenang, malam tadi Abang pasti sudah menamparmu. Sekarang lanjut sikap tobat..!!" Perintahnya tak pilih kasih.
...
"Danton juga kena hukuman??" Tanya Prada Danu.
"Adil, kan?? Saya juga ikut minum, saya juga yang buat tu*k itu tertinggal di atas meja. Pantas lah saya dapat hukumannya." Jawab Bang Rakit kemudian menghisap batang rokoknya.
"Siap."
Bang Rakit terdiam, apa yang di lihatnya semalam masih terbayang. Kecantikan Jilly sungguh membuat jantungnya berdebar kencang namun ia harus menyadari bahwa Ji adalah istri Abangnya sendiri.
'Tuhan, bisakah kau hilangkan bayangannya dari pikiranku. Pilihkan saja wanita dalam hidupku, asal bukan istri Abangku.'
//
"Apa maksudmu??? Kamu mau ceraikan aku, Bang??" Tanya Reina saat mendengar ucapan Bang Huda seperti hendak meminta perpisahan.
"Apa yang harus di pertahankan?? Saya sudah bertahan sampai hari ini. Sekarang apa alasannya sampai kamu tidak mau punya anak dari saya??"
"Belum siap."
"Selain belum siap, kamu juga selalu menolak saya. Kamu jijik sama saya??? Kamu selalu meminta saya pakai pelindung, saya ini nggak penyakitan, Reina." Tegur Bang Huda.
"Banyak pasangan yang seperti itu."
"Tapi kamu, bahkan sekedar saya men*ium kamu pun, kamu tidak mau. Melakukannya hanya sekedar melakukan kewajiban tanpa rasa. Sebagai laki-laki, saya juga tersiksa." Akhirnya Bang Huda meluapkan segala rasa kesal dalam hatinya.
"Kau boleh mencoba perempuan lain di luar sana, asal jangan ceraikan aku." Pinta Reina.
.
.
.
.
Bang Huda sabar yaaa...
bang rakit semoga kau juga dapa wanita yg sholeha..amin🙏
dosa klo cinta sm istri abang sendiri🙏
Jilly : ( pipi udah semerah tomat) 🤣🤣🤣🤣🤣
bayangke sambil ngekekkk/Kiss//Kiss/
lanjt mba Nara👍👍👍
kyknya ada tanda-tanda nih dr Jill... ati² ya Bang Reigar🤭🤭🤭