NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Roboh

"Zivanna tunggu kamu mau kemana?" Sherina sahabatnya mengejarnya saat Zivanna ternyata memasuki posko untuk menggunakan telepon umum.

"Kamu ingin menghubungi siapa?" tanya Sherina.

"Dokter Dikta, aku tidak mengerti apa maksudnya memindahkan ruang isolasi ke rumah sakit yang belum jadi," ucap Zivanna.

"Zivanna itu sudah merupakan keputusan dan pasti sudah diskusi sebelumnya, desa ini memang kekurangan tempat isolasi, jadi mungkin itu merupakan pilihan yang tepat," ucap Sherina.

"Tidak Sherina, langkah yang diambil pihak rumah sakit tidak tepat, saat ini kondisi desa sedang tidak baik-baik saja, banyak yang mengalami penyakit menular, tempat isolasi juga kekurangan dan sementara kita membutuhkan tempat isolasi agar anak-anak tidak tertular penyakit," sahut Sherina.

"Bangunan itu belum jadi, belum diuji kekuatannya dan bagaimana jika bangunan itu tidak kuat dan akhirnya terjadi masalah, ini bukan menjadi solusi dan justru semakin menambah masalah," ucap Zivanna, terlihat semakin gelisah karena telepon tersebut belum bisa digunakan.

"Zivanna, sudah ya, kita semua yang ada di desa ini hanya bertugas untuk menjalankan perintah yang diberikan, semua keputusan yang diambil oleh pusat itu juga sudah dipikirkan, sudah Zivanna sebaiknya kita sekarang mulai memindahkan anak-anak ke rumah sakit agar anak yang lain tidak tertukar oleh penyakit lain," ucap Sherina mencoba untuk menenangkan temannya.

Zivanna memejamkan mata dengan mencoba untuk menenangkan diri, menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan. Zivanna benar-benar lelah dengan semua yang terjadi. Dia ingin menghubungi Dikta menggunakan telepon umum dan sudah pasti ingin protes atas keputusan yang telah diambil Dikta.

******

Zivanna tidak punya pilihan lain, pada akhirnya rumah sakit yang belum jadi itu mulai dibersihkan untuk menjadi tempat isolasi sementara bagi pasien yang tertular penyakit.

Para tentara yang bertugas tampak ikut membantu Zivanna dan tim medis lainnya.

"Hey Dokter, kenapa wajah kamu tetap seperti itu? jika lelah maka istirahat," ucap Aska.

"Menurut kamu bagaimana gedung rumah sakit ini? Apa ini sudah layak ditempati?" tanya Zivanna.

Keduanya saat ini berada di lantai bawah, kepala Aska mendongak ke atas melihat lantai rumah sakit sekitar dua lantai, dengan luas yang cukup besar dan memang bisa menampung orang sakit di desa tersebut.

"Apa pembangunannya terbengkalai?" tanya Aska.

"Aku juga tidak tahu," jawab Zivanna dengan mengangkat kedua bahunya.

Tetapi terlihat bangunannya belum cukup kuat, apa karena ini pengaruh akar pohon yang berada di belakang rumah sakit ini," ucap Aska.

"Benarkah, jadi maksud kamu ada pohon besar di dekat rumah sakit ini?" tanya Zivanna memastikan membuat Aska menganggukkan kepala.

"Lihat saja, temboknya tampak bergaris, seperti mengalami keretakan," ucap Aska yang ternyata memperhatikan bagaimana bangunan tersebut.

"Sudah kuduga, tempat ini tidak layak untuk dijadikan isolasi, cuaca saat ini juga tidak bagus dan bagaimana tiba-tiba angin kencang datang, bisa-bisa pohon itu akan tumbang dan melimpah rumah sakit ini dan justru akan semakin memperburuk keadaan," ucap Zivanna.

"Ya, mungkin sebenarnya kita harus lebih hati-hati dan teliti di saat seperti ini, tetapi tempat ini sudah mulai dibersihkan dan lihatlah pasien juga sudah mulai di bawah," Aska melihat ke arah luar dan bagaimana pasien sudah mulai diantar dengan menggunakan alat seadanya.

Zivanna menghela nafas dan kemudian langsung pergi begitu saja.

"Hey, Zivanna kamu mau ke mana?" tanya Aska.

"Memeriksa keadaan," sahut Zivanna terus melanjutkan langkahnya.

"Huhhh, wanita itu sepertinya keras kepala, instingnya begitu kuat dan lihatlah dia tidak percaya begitu saja, memang setelah dia memeriksa keadaan rumah sakit ini dan menemukan hal yang janggal, lalu apakah protesnya akan disetujui, sudah tahu setiap keputusan yang diambil tidak boleh dicampuri oleh siapapun," ucap Aska menghela nafas.

Aska melihat di sekitar rumah sakit tersebut, Aska menghela nafas dan juga melihat bagaimana bangunan itu memang kurang kuat.

Zivanna masih mencoba untuk memeriksa keadaan rumah sakit, rumah sakit itu memang belum layak untuk dihuni, tetapi harus dihuni karena situasi darurat.

Angin di luar sana ternyata begitu kencang, baru Zivanna menerka-nerka cuaca dan sudah terjadi angin sangat kencang.

"Ayo cepat buruan masukkan pasien ke dalam rumah sakit, angin dingin bisa menambah permasalahan pada kulit mereka karena penyakit menular ini!" salah satu Dokter memberi arahan kepada pasien yang masih berserakan di luar.

Para suster, Dokter, tentara membantu para pasien tersebut dan pasti mereka sudah memakai pengaman sebelumnya agar tidak tertular penyakit.

Sementara Zivanna terlihat memasuki salah satu ruangan, ruangan yang terasa begitu sangat dingin.

Langit sore itu berubah muram. Awan kelabu menggantung berat, sementara angin bertiup semakin kencang, menerpa pepohonan di sekitar halaman gedung tua itu. Sebuah pohon besar berdiri kokoh di sisi halaman, ranting-rantingnya bergoyang keras, dedaunan beterbangan terbawa hembusan angin yang semakin liar.

Suara gemerisik berubah menjadi derit panjang, batang pohon tua itu mulai bergetar, akarnya seperti kehilangan cengkeraman pada tanah yang mulai lembek diguyur hujan.

Di dalam gedung, Zivanna masih saja memeriksa ruangan yang sunyi. Kepalanya harus melihat langit-langit di atas ruangan itu, melihat apakah ruangan itu benar-benar kokoh dan layak untuk ditempati atau justru sebaliknya.

Zivanna tidak menyadari jika di luar sana cuaca sedang buruk, tetapi kencangnya angin dari luar ruangan terdengar suara gesekan kasar disertai dentuman kecil, seperti sesuatu yang dipaksa menahan beban berat.

Zivanna merasa ada sesuatu yang aneh membuatnya kembali melihat di sekitarnya dan kembali mengangkat kepala melihat ke atap gedung.

“Suara apa itu...?” gumamnya lirih.

Angin di luar terdengar semakin menggila, menghantam kaca jendela hingga bergetar pelan. Tiba-tiba terdengar suara retakan keras dari kejauhan

Krrrraaaakkk!

Zivanna mulai menyadari ada yang tidak beres, suara panjang dan mengerikan, seperti kayu raksasa yang sedang patah perlahan.

"Tidak, ini tidak mungkin!" ucapnya seketika panik dan bahkan ingin buru-buru meninggalkan ruangan tersebut.

BRAAAKKK!

Suara benturan besar mengguncang seluruh gedung. Lampu bergoyang, beberapa benda di meja jatuh berhamburan ke lantai. Debu tipis beterbangan dari sela-sela plafon yang membuat Zivanna semakin panik.

Zivanna tidak ingin mendapatkan masalah di dalam ruangan tersebut memilih untuk secepatnya pergi walau barang-barang di ruangan itu sudah mulai berjatuhan. Tetapi sialnya diluar sana pohon besar itu rupanya tumbang, menghantam sisi gedung dengan keras akibat terjangan angin.

Mata Zivanna membesar penuh was-was. dalam keheningan sesaat, setelah benturan yang terdengar jelas, tiba-tiba saja saat benar-benar ingin meninggalkan ruangan tersebut lemari besar yang ada di ruangan itu jatuh membuat Zivanna menyilangkan tangannya tempat di wajahnya

"Aaaaa!" Zivanna berteriak saat lemari itu menghantam tubuhnya...

Bersambung....

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!