NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10 Takut Sama Tikus

Adit baru saja keluar dari ruang guru setelah menyimpan buku-buku latihan siswa di meja wali kelasnya. Saat ia sedang berjalan di lorong, banyak mata yang berbinar menyorot ke arahnya dari banyaknya para gadis yang berlalu lalang. Bahkan ada beberapa yang heboh hanya dengan melihatnya lewat di hadapannya. Adit sudah terbiasa dengan semua itu di sekolah lamanya dan Adit sama sekali tidak peduli dengan mereka. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah ingin mencari keberadaan Devina. Karena ia kesulitan saat mencarinya, lantas ia bertanya kepada teman sekelasnya yang lewat.

"Eh, bro? Loh liat Devina gak? "

"Devina? Dia tadi ada di kantin sama Aksa dan gengnya."

"Kantin? Oke, thanks yah? "

Adit pun dengan senang hati bergegas melangkah dengan girang menuju kantin sekolah. Setibanya di kantin ia mengedarkan pandangannya mencari-cari sosok Devina diantara keramaian orang. Senyumnya merekah sempurna ketika pandangannya berhenti ketika menemuka sosok gadis manis yang ia cari tersebut.

Tanpa ragu atau merasa sungkan, Adit duduk di samping Devina dan ikut gabung bersama Aksa dan teman-temannya. Kedatangannya yang tidak diundang itu memang membuat semua orang menatapnya dengan aneh.

"Hai?!" sapa Adit dengan hangat dan penuh semangat.

"Loh ngapain duduk disamping gue? " sahut Devina bertanya dengan judes.

"Kursi ini milik umum kok, bukan punya loh. Jadi gak ada salahnya kan' gue duduk disini. Lagi pula ini kosong, " jawab Adit ngasal.

Devina mulai merasa kesal meladeninya. Apalagi Aksa baru saja memperingatinya supaya tidak dekat-dekat sama Adit. Devina menggeser kursi miliknya supaya ada jarak dan menghindar dari Adit. Namun, Adit malah ikut menggeser kursinya lagi supaya lebih dekat dengan Devina. Tatkala Devina sudah mentok dan tidak bisa menggeser kursinya lagi karena disebelahnya ada Aksa.

"Loh gak punya teman yah? " tanya Samsul datar.

"Iyah, loh bener. Gue emang gak punya teman sekarang. Jadi, apa kalian mau jadi teman gue? "

"Kita sih, gak papah. Boleh boleh aja," jawab Feri sedikit ragu mengatakannya sambil melirik ke arah Aksa yang masih terdiam seraya meminum es teh nya.

"Guys? Gue duluan yah?" Aksa berdiri hendak pergi.

"Loh tampak sibuk sekali. Waktu istirahat masih lama. Duduklah, kita mengobrol sebentar! Gue juga ingin sekali bisa berteman sama loh, " ucap Adit menghentikan langkah Aksa.

Aksa menatapnya dingin. "Gue gak tertarik buat temenan sama loh."

"Kenapa? Sejak awal, loh kelihatan gak suka sama gue? Padahal gue nggak ngelakuin hal yang buat dibenci sama loh, " celetuk Adit sambil tersenyum kecil.

"Gue gak ada urusan sama loh. Jadi, gue gak ada alasan buat gak suka sama loh. Sikap gue memang seperti ini. Tidak hanya sama loh. Bahkan sama orang lain juga, " balas Aksa hendak melanjutkan langkah nya.

"Masa sih? Tapi gue lihat, sikap loh ke Devina gak sedingin itu. Jika sama, kenapa loh bersikap berbeda kepada Devina? Yah, kalau sama teman dekat loh mungkin itu wajar. Tapi jika kepada Devina, apa menurut loh itu hal yang biasa? Atau mungkin, loh ada alasan lain? " ujar Adit lagi membuat langkah Aksa kembali terhenti.

Devina tidak ikut menimpali dan hanya terdiam mendengarkan. Pertanyaan yang Adit lontarkan memang membuat ia penasaran akan jawaban Aksa. Devina membulatkan tatapannya penuh harapan. Ia tidak sabar dengan jawaban Aksa.

Sejenak Aksa terdiam sambil melirik ke arah Devina yang terlihat antusias menunggu jawaban itu. Melihat tatapan Devina yang begitu penuh harapan membuat Aksa tidak tega untuk mengatakan hal yang akan menyakitinya.

"Itu bukan urusan loh. Hak gue mau bersikap gimana sama Devina dan orang lain, " jawab Aksa seadanya lalu bergegas pergi meninggalkan kantin.

Devina agak kecewa dengan jawaban Aksa. Ia menghela nafas ringan dan menatap punggung Aksa dengan sedih. Adit memperhatikan kesedihan dan kekecewaan Devina. Ia sangat peka sehingga ia sadar dan tahu kalau Devina sangat menyukai Aksa. Tetapi itu tidak membuat ia harus mundur. Apalagi Devina dan Aksa masih dalam hubungan tanpa status apapun. Jadi, masih ada kesempatan untuk Adit masuk ke dalam hati Devina.

"Aksa memang orang cuek dan dingin sama orang lain. Tapi, ia kan' udah lama kenal sama Devina dan sangat akrab sama Devina jadi itu wajar kok. Gak ada yang aneh sama sekali, " tukas Rifal mencoba untuk mencairkan suasana.

Adit hanya mengangguk pura-pura mengerti dan tidak tahu apa-apa. "Bisa saja sih. Tapi, apa sikapnya dari dulu emang seperti itu? " tanya Adit lagi mulai penasaran sama Aksa.

"Nggak juga. Dulu, Aksa bukan anak pendiam, dan dia tidak sedingin ini. Semua terjadi begitu saja. Pelajaran hidup, membuat dia berubah menjadi seperti ini. Adalah, semua punya cerita masing-masing, " ujar Feri.

"Iyah. Terkadang, gue juga merindukan sosok Aksa yang dulu. Yang ceria, penuh semangat dan selalu tertawa lepas. Rasanya, sudah terlalu lama, " imbuh Samsul menambahkan.

Devina seketika sadar ternyata ia memang tidak tahu apapun tentang Aksa. Ia baru tahu kalau dulu Aksa anak yang berbeda dari yang sekarang ini. Devina penasaran ingin tahu apa yang terjadi kepadanya di masa lalu hingga Aksa bisa berubah menjadi yang sekarang. Ia ingin bertanya, namun rasanya waktunya tidak tepat karena ada Adit. Devina pun seketika hanyut dalam pikirannya sendiri.

Sadar Devina tengah melamun, Adit sengaja ingin mengejutkan dirinya hanya untuk iseng saja.

"Awas, tikus! " teriak Adit mengejutkan Devina yang seketika langsung sadar dari lamunannya dan terperanjat kaget sambil berdiri naik ke atas meja karena ia memang takut sama tikus.

"Aaaa tikus! Aaaa....! " Devina berteriak histeris menjadi pusat perhatian semua orang di kantin. Semua mata tertuju memperhatikan nya. Tatkala tawa renyah pecah keluar dari mulut Adit.

"Hahahaha! Gitu aja takut! Makannya jangan ngelamun, " ujar Adit terlihat begitu senang karena berhasil menjahili Devina.

Devina menatap Adit dengan tajam seolah ingin mencabik-cabik nya. Di tengah tawanya yang terdengar renyah, Devina memukul leher tepat dijakun yang menonjol itu sekuat tenaga.

Plak!

"Ohok, ohok!" Adit spontan batuk-batuk, juga merasa sesak, ia memegangi lehernya yang sakit karena pukulan tersebut. Aksi Devina itu membuat Feri, Rifal dan Samsul tertawa puas melihatnya.

"Hahahahaha! "

"Rasain loh! Emang enak gue pukul. Sekali lagi loh bercanda soal tikus, gue banting loh, " tukas Devina dengan nada marah.

"Gila! Nekat banget loh mukul jakun gue. Parah banget! " geram Adit kemudian.

"Siapa suruh loh bercanda soal tikus. Loh tahu gak kalau gue trauma banget sama tikus? " Sungut Devina marah.

Dulu Devina pernah digigit oleh tikus hingga demam parah dan harus di rawat di rumah sakit selama satu bulan. Sejak saat itu Devina sangat takut kalau melihat tikus, saking takutnya terkadang ia bisa sampai pingsan dan tidak sadarkan diri. Dan sampai sekarang Devina masih belum bisa mengatasi phobia itu terhadap tikus.

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!