WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesembilan
...Jeff mengemudikan mobilnya dengan tidak biasa. Dia biasanya melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, namun berbeda dengan kali ini....
...Setelah pulang dari rumah Sabrina, Jeff malah melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Bahkan lebih terlihat begitu pelan padahal sudah larut dan jalanan begitu sepi....
..."Kenapa wajahnya terus berada di pikiranku?" Jeff menarik sudut bibirnya tanpa henti. Dia malah senyum-senyum sendiri tanpa alasan. Bagaimana tidak, Jeff malah memikirkan kejadian tadi saat Sabrina terjatuh ke atasnya dan posisi mereka sangat dekat....
..."Dia benar, aku memang sudah gila!" Jeff terkekeh sendiri mengingat perkataan Sabrina tadi jika hanya orang gila yang berkunjung ke rumah gadis tengah malam....
...Apalagi melewati balkon kamarnya....
...Namun senyum Jeff perlahan pudar saat teringat hal kurang mengenakkan tadi. Seseorang menendang pintu Sabrina dan berkata sangat kasar padanya....
..."Siapa orang itu? Dia seperti sudah biasa melakukannya." Jeff bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Kini Jeff kembali teringat sesuatu, tentang apa yang Jeff lihat di layar laptop Sabrina. Gadis itu mengetikkan namanya di pencarian....
..."Apa dia tahu jika aku adalah Jeff Maverick? Tapi bagaimana bisa? Tidak ada siapapun yang mengetahui siapa Jeff Maverick." Karena beberapa pertanyaan muncul di pikirannya, Jeff pun mulai menambah kecepatan lajunya seperti biasa....
...Jeff tidak langsung kembali ke Mansion nya. Tetapi dia menyempatkan diri untuk melihat tawanannya....
...Jeff ingin tahu apakah pria yang mengganggu Sabrina kemarin itu sudah menderita atau belum. Terakhir kali Jeff hanya menyuguhkan darah anjing busuk....
...Jika itu kurang maka Jeff akan menambahkan yang lebih ekstrim lagi....
...Jeff memasuki ruangan gelap dengan cahaya...
...temaram. Di sana sudah ada empat anak buahnya yang bejaga. Dua berjaga di luar, dan dua lagi berada di dalam....
..."Tuan," mereka menyambut Jeff dengan sedikit menundukkan kepalanya....
..."Apa dia sudah mati?" tanya Jeff menatap pria yang sudah sangat berbeda dengan pria yang dia temui kemarin....
..."Tidak, Tuan. Dia hanya tidur."...
..."Tidur?" Jeff berdecih. "Dia bisa tidur dengan nyenyak setelah mengganggu gadis kecil itu." Jeff menatap salah satu anak buahnya....
..."Bawakan aku air dingin. Pastikan airnya sangat dingin hingga dia menggigil!"...
...Pria itu mengangguk. "Baik,. Tuan." Setelah itu segera bergegas untuk mengambil air dingin yang Jeff katakan....
..."Dia benar-benar menelan darah busuk itu?" Jeff menaikkan sebelah alisnya sebab di area mulutnya terdapat banyak bekas darah yang sudah kering. Seperti seorang yang kelaparan dan menemukan makanannya....
..."Tidak, Tuan. Dia memuntahkannya beberapa kali namun ada juga yang tertelan."...
...Jeff hanya mengangguk angguk. Hingga pria yang dia suruh tadi sudah kembali dengan sebuah wadah yang berisi air dan es batu....
...Jeff memeriksa suhu airnya, dan ia pun tersenyum saat merasakan tangannya hampir mati rasa saat menyentuh airnya....
...Padahal Jeff hanya mengeceknya dengan jari telunjuknya....
..."Sudah kau tambahkan garam?"...
...Pria itu mengangguk....
..."Guyurkan air itu padanya. Jangan terburu-buru agar dia menikmati segarnya air garam itu."...
..."Baik, Tuan."...
...Pria itu segera mendekati tawanan Jeff dan bersiap-siap untuk menyiramkan air itu....
...BYURRR...
..."Arghhhh!" Pria itu terbangun karena terkejut. Di tambah dinginnya air yang seakan membuat kulitnya mati rasa....
...Apalagi campuran garam yang membuat lukanya kembali terasa sangat sakit....
..."Bagaimana? Apa kau suka dengan air mandimu?" Jeff menopang dagunya. "Beraninya kau tidur dengar pulas setelah mengganggu gadis kecilku!" Jeff mengepalkan tangannya....
...Pria itu menggelengkan kepalanya. Tubuhnya benar-benar seakan mati rasa saking dinginnya air itu. Bahkan sekarang dia menggigil....
..."Tu-tuan, tolong lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Tolong biarkan aku pergi, Tuan."...
..."Jadi kau ingin bebas?"...
...Pria itu mengangguk cepat. "Ya, tolong bebaskan aku, Tuan."...
...Jeff menimang-nimang dengan mengetukkan jarinya. Lalu di berdiri dan melihat arloji yang melingkar ditangannya....
...Waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu pagi....
..."Mungkin dia sudah tertidur nyenyak," gumam Jeff mengingat Sabrina....
...Pandangan Jeff kini berubah datar saat kembali menatap pria yang menjadi tawanannya itu....
..."Baiklah, aku akan membebaskan mu." Jeff merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah pistol....
...Pria itu membulatkan matanya. "Tidak, tuan! Jangan bunuh aku!" Dia terus memberontak dan berusaha melepaskan ikatan di seluruh kaki dan tangannya....
...Jeff memainkan pistolnya. "Apa kau mau tahu sesuatu?" Jeff berjalan memutari pria itu....
..."Jika aku langsung menembak mu hingga mati, sebenarnya itu adalah hukuman paling ringan bagimu....
...Karena aku biasanya menunggu musuhku sendiri yang berlutut di hadapanku dan memohon agar mereka segera di lenyapkan."...
...Jeff berhenti tepat di depan pria itu. "Mereka menginginkan penderitaannya di akhiri. Bahkan tidak banyak dari mereka yang mengakhiri hidupnya sendiri agar terbebas dari hukumanku."...
...Pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya....
..."Jadi, karena kau sudah meminta kebebasan mu, maka aku akan berbaik hati mengabulkannya."...
...Berbaik hati? Orang gila mana yang berbaik hati tetapi akan membunuh seseorang. Jeff adalah orangnya!...
..."Rentangkan tanganmu." ucap Jeff dengan nada dinginnya....
...Pria itu kembali menggelengkan kepalanya dengan rasa ketakutan....
..."Baiklah, aku bisa melakukannya dengan begini." Jeff membidik sebelah tangan pria itu....
...DOR...
..."ARGHHHHHHHH!!" Pria itu berteriak saat peluru Jeff berhasil mengenai tangannya. Bahkan telapak tangannya sekarang hancur karena peluru itu menembusnya....
..."Itu balasan karena kau sudah menyentuhnya."...
...DOR...
..."Arghhhh! Tidak!" Jeritan pria itu semakin keras saat Jeff berhasil membidik kakinya....
...DOR...
...Lagi, Jeff menembak sebelah kakinya dan sekarang ke dua kakinya hampir tidak bisa berdiri lagi....
..."Itu balasan karena kau sudah mengejarnya, hingga dia ketakutan lalu jatuh dan terluka!"...
..."Tuan, tolong tembak aku mati saja! Aku sudah tidak tahan lagi!"...
...Jeff tersenyum mendengar itu. Inilah yang dia harapkan. Mendengar suara ringisan dan jeritan musuhnya karena perbuatannya. Apalagi saat memohon agar mereka segera di lenyapkan saja....
...Namun, walaupun begitu, Jeff tidak akan langsung mengabulkan semua keinginan musuhnya....
...Dia akan memilih beberapa musuh yang memang menurutnya pantas mendapatkannya....
...Jika kesalahan mereka berat, maka Jeff akan dengan senang hati menyiksanya....
..."Baiklah, katakan selamat tinggal pada duniamu." Jeff tersenyum sembari mengarahkan pistol itu pada keningnya pria di hadapannya....
...Pria itu menatap Jeff dengan tatapan tak bisa di artikan. Jeff mengernyit karena baru kali ini ada yang menatapnya begitu....
..."Tutup matamu sebelum aku menutup usiamu. Kau sudah lancang menatapku tanpa izin ku!"...
...DOR...
...Jeff memejamkan matanya saat darah itu mengenai wajahnya. Dan pria itu pun sudah tidak lagi bernyawa karena Jeff menembaknya hingga mati. Bukan di keningnya, melainkan di bola matanya karena Jeff kesal saat pria itu menatapnya....
...Dua orang Jeff di sana bergidik ngeri melihatnya....
...Walaupun itu sudah biasa, tetapi itu juga sangat menyeramkan....
...Mereka hanya bisa diam dan berusaha agar tidak melakukan kesalahan, jika tidak maka mereka akan tahu akibatnya....
...Jeff mengusap wajahnya yang penuh darah. Dia tersenyum, lalu berbalik....
..."Urus mayatnya dan siapkan koper besar. Aku akan mengirimkannya pada keluarganya."...
...Ke dua orang itu hanya bisa mematuhi perintah Jeff....
aku suka
aku suka🥰