NovelToon NovelToon
Titik Tertinggi Mencintai

Titik Tertinggi Mencintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

Ketika perbedaan kasta memaksa mereka berpisah dan amnesia menghapus ingatan Neya, akankah kisah cinta delapan tahun yang mereka rajut sejak SMP benar-benar berakhir atau takdir punya cerita lain ?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peluk Aku

Neya berjalan kembali menyusuri koridor dengan langkah yang teratur dan tenang. Wajahnya yang sempat pucat akibat rasa mual kini kembali terlihat segar, dipenuhi senyuman ramah setiap kali ia berpapasan dengan staf kantor lain. Begitu sampai di kubikel kerjanya, ia langsung duduk dan menarik tumpukan berkas kerja sama antara perusahaan briliant dan kusuma Corp.

Sepanjang sisa jam kerja siang itu, jemari lentik Neya bergerak dengan sangat cekatan di atas papan tik. Ia memeriksa setiap detail desain interior, merevisi beberapa poin skema tata letak ruang, dan menyusun laporan dengan tingkat ketelitian yang luar biasa. Tidak ada satu pun rekan kerja di divisinya yang menyadari bahwa wanita muda yang tampak fokus dan penurut ini baru saja melewati guncangan emosional yang hebat di koridor tadi. Bagi mereka, Neya hanyalah asisten divisi kreatif baru yang sangat berdedikasi dan tak banyak tingkah.

Ketika jarum jam dinding mulai merayap mendekati angka lima sore, suasana kantor perlahan mulai sepi. Sebagian besar karyawan sudah mengemas barang-barang mereka untuk bersiap pulang. Neya melirik jam tangannya, lalu merapikan sisa kertas di mejanya dengan gerakan yang sengaja diperlambat. Ia menunggu hingga area lobi lift eksekutif benar-benar lengang dari rombongan petinggi korporat.

Neya melangkah keluar dari ruangannya, membawa tas kerja kecil di pundak. Lorong lantai eksekutif itu sudah sunyi. Ketika ia menekan tombol panah ke bawah di samping pintu lift logam yang mengilat, pintu itu langsung berdenting terbuka. Namun, langkah Neya sempat tertahan selama satu detik ketika melihat siapa yang sudah berada di dalam sana.

Kinan berdiri bersandar di dinding lift bagian belakang, sendirian tanpa pengawal.

Neya tidak mundur. Ia justru mengulas senyum sopan khas seorang karyawan biasa, lalu melangkah masuk ke dalam kotak logam sempit tersebut. Pintu lift menutup perlahan, memutuskan mereka dari dunia luar.

Hening. Hanya ada suara dengung halus dari mesin lift yang bergerak turun.

Kinan tetap bersandar, kedua tangannya tenggelam di dalam saku celana bahan mahalnya. Tatapan matanya lurus menatap pintu lift di depan, namun rahang pria itu mengeras, dan napasnya terdengar agak berat. Sebelum lift sempat melewati dua lantai, tiba-tiba terdengar suara hentakan mesin yang kasar diikuti oleh kedipan lampu indikator yang mati total. Kotak logam itu berguncang pelan lalu berhenti mendadak di tengah-tengah jalur kosong.

Lift itu mendadak macet.

Neya terkesiap, tubuhnya sengaja sedikit terhuyung ke depan akibat guncangan tersebut.Neya membalikkan badannya, menatap Kinan dengan sepasang mata bulatnya yang tampak dipenuhi kilat kepanikan yang rapuh. "Eh... liftnya rusak ya, Pak?" tanya Neya dengan nada suara yang sedikit bergetar, terdengar begitu membutuhkan perlindungan.

Kinan menghela napas panjang, melangkah maju dua langkah mendekati posisi Neya. "Sepertinya begitu. Kita harus menunggu teknisi datang," jawab Kinan, suaranya terdengar datar dan dingin, berusaha keras mempertahankan topeng keterasingan di depan wanita yang sangat dirindukannya itu.

Neya mengangguk pelan, wajahnya mendadak berkerut menahan rasa pening. Tubuhnya perlahan mendekat ke arah Kinan, seolah mencari ruang aman di dalam kotak sempit yang temaram itu. "Kepala saya... mendadak agak pusing, Pak," bisik Neya lirih. Dengan gerakan yang sangat halus, ia membiarkan tubuhnya sedikit limbung, hingga telapak tangan halusnya bertumpu tepat di atas dada bidang jas Kinan.

Sentuhan itu membuat seluruh tubuh Kinan menegang kaku bagai batu. Detak jantung pria itu berdentum sangat keras di balik kain jasnya, langsung terasa oleh telapak tangan Neya. Neya mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata gelap Kinan dengan pandangan sayu yang sarat akan kepasrahan, membiarkan jarak di antara wajah mereka terkikis habis hingga embusan napas mereka saling beradu. Jemari tangan Neya bergerak perlahan, meremas sedikit kain jas Kinan, menciptakan keintiman darurat yang begitu pekat di tengah kegelapan lift, memaksa insting jantan Kinan untuk terus bertempur melawan logikanya sendiri.

Sebelum dinding pertahanan Kinan benar-benar runtuh oleh godaan fisik itu, lampu lift mendadak kembali menyala terang. Mesin lift berdenting dan kembali bergerak turun dengan normal, membuat Neya segera menarik tangannya kembali dengan senyum canggung yang tampak sangat polos, sementara Kinan hanya bisa memalingkan wajahnya dengan rahang yang kian mengeras menahan gejolak rasa yang menyiksa.

Sesampainya di rumah abu-abu, rasa mual yang sempat hilang di kantor tadi mendadak kembali menyerang Neya dengan jauh lebih hebat. Tubuhnya gemetar dan wajahnya pucat pasi saat ia ambruk di sofa ruang tengah. Melihat kondisi putrinya yang mengkhawatirkan, Ibu Imelda yang panik langsung memanggil dokter pribadi keluarga mereka ke rumah.

Dokter paruh baya itu memeriksa kondisi Neya di dalam kamar tidurnya yang sunyi, sementara Aris setenang mungkin menunggu di ambang pintu dengan guratan cemas di wajah tegasnya.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan fisik dan melihat hasil tes cepat, dokter itu berbalik menatap Aris dan Ibu Imelda dengan senyuman lebar. "Selamat, Tuan Aris, Ibu Imelda. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari kondisi fisik Ibu Neya. Rasa mual dan pening itu adalah hal yang sangat wajar... karena saat ini Ibu Neya sedang mengandung. Usia kehamilannya sudah memasuki minggu keempat."

Kabar itu bergaung bagai petir di langit siang bolong bagi Neya yang sedang berbaring telentang di ranjang.

Ibu Imelda langsung memekik gembira dan memeluk Aris yang tampak sangat terkejut sekaligus luar biasa puas mendengar fakta bahwa benihnya telah tumbuh di rahim wanita yang selama ini ia obsesikan. Di atas ranjang, Neya hanya bisa mematung dengan pandangan kosong menatap langit-langit kamar. Tangannya perlahan turun menyentuh perutnya yang masih rata. Ada kehidupan di dalam sana—sebuah hasil nyata dari malam-malam kepatuhannya di bawah kungkungan Aris.

Keesokan harinya, riak kegembiraan di rumah itu masih terasa, namun Neya memilih untuk segera berangkat ke kantor cabang demi menghindari tatapan protektif Aris yang kian berlebihan.

Neya duduk di kursi kerjanya, menatap dokumen proyek yang terbuka di atas meja, namun pikirannya melayang jauh pada kabar kehamilannya semalam. Tepat saat ia sedang tenggelam dalam lamunannya, ponsel pribadinya di atas meja bergetar nyaring, menampilkan sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

Neya menggeser layar ponselnya, membaca baris demi baris kalimat yang tertera di sana:

"assalamualaikum neya,,neya aku butuh kamu untuk bantuin aku ,,aku tau kamu perempuan baik ,,aku ingin bertemu dengan mu di cafe beliria ,datanglah sendirian

Zalwa ( madumu )

Neya mengernyitkan dahinya dalam-dalam. Namun, yang membuat jantungnya mendadak berdesir aneh adalah nama pengirim yang tertera di bagian paling bawah pesan tersebut, yang dituliskan dengan sangat tegas tanpa ragu

"madumu "?

Neya tertegun di kursinya, matanya melebar menatap layar ponsel dengan ribuan pertanyaan yang mendadak berputar hebat di dalam kepalanya. madu ku ? Wanita bernama Zalwa ini adalah istri sah Aris?

1
Unicha
apa sebenarnya yang sedang direncanakan Neya?
Unicha
apa yang akan dilakukan sherly setelah membaca pesan itu ?
Unicha
madu ? apakah haris sudah menikah sebelumnya? atau siapa wanita yang mengaku menjadi madu Neya itu ?
Unicha
apakah perlahan Kinan akan mencintai Sherly dan melupakan neya ?
sakura
...
Unicha
Kenapa Imelda menangis ,apa yang Imelda sembunyikan?
Unicha
Siapakah laki laki yang menjadi suami neya itu ? ,apakah neya benar sudah menikah ?
lalu Kinan ?
Unicha
Apakah Kinan dan neya benar benar akan berakhir?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!