NovelToon NovelToon
Sistem: Suplai Tak Terbatas

Sistem: Suplai Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Masa Depan / Hari Kiamat / Sistem
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Wan Chen tidak ingin menyelamatkan dunia.

Ia hanya ingin kaya.

Untungnya, saat berada di ambang kematian, ia memperoleh Sistem dengan kemampuan Duplikasi dan Penyimpanan Dimensional.

Dan di dunia yang kekurangan segalanya, tidak ada kemampuan yang lebih menakutkan dari itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Taktik Pemburu Tunggal

Telapak tangan kanan Wan Chen menutup rapat. Udara terbelah seketika di ruang hampa.

Gagang pisau karet beralur presisi itu langsung mengisi celah di sela jarinya. Pas. Tidak ada selisih milimeter sedikit pun.

Gravitasi menyelesaikan sisanya.

Ujung bilah baja karbon menghantam celah vertebra leher monster yang sedang asyik mengunyah tulang itu. Tepat menembus pangkal tengkoraknya yang cacat.

Kres. Bunyi redam jaringan saraf yang terputus paksa.

Makhluk itu tidak sempat memekik. Tubuh besarnya langsung ambruk seperti karung basah menimpa tumpukan puing. Mati sebelum otaknya memproses rasa sakit.

Rahang besarnya masih menjepit patahan tulang berlumur darah muda.

Lutut Wan Chen menekuk sempurna menyerap benturan pendaratan. Ujung sepatunya menyentuh aspal retak tanpa menghasilkan bunyi gesekan.

'Satu tumbang,' batinnya datar. 'Terlalu mudah.'

Sayangnya, ketenangan itu cuma numpang lewat. Bau amis darah segar menguap kelewat cepat di udara dingin.

Tiga ekor Anjing Pemakan Bangkai di ujung lorong serentak berhenti berpesta. Moncong mereka terangkat. Mengendus anomali mematikan di wilayah mereka.

Mata lelepuh mereka langsung menemukan siluet Wan Chen.

Grrr. Suara geraman serak bersahut-sahutan. Rentetan ancaman dari pita suara yang sudah hancur.

Otot-otot asimetris mereka berkontraksi brutal. Tiga mesin pembunuh melesat nyaris bersamaan membelah aspal menuju posisinya.

Tangan kanannya refleks menyentak gagang pisau. Macet.

Serat otot monster pertama rupanya menjepit bilah itu terlalu erat. Tulang belakangnya mengunci logam baja tersebut layaknya tang penjepit.

'Sialan. Seret,' gerutunya kesal di dalam hati.

Ia sama sekali tidak membuang tenaga untuk menarik paksa. Jari-jarinya langsung melepas gagang pisaunya secara sukarela.

Monster kedua melompat menerjang. Taring bernanah mengincar lehernya secara frontal.

Poros kaki kirinya bergeser ke samping selebar dua jengkal. Gerakan minimalis murni. Kalkulasi jarak yang sangat efisien.

Rahang raksasa itu hanya menggigit ruang kosong di sebelah telinganya. Hembusan napas busuk menyapu pipi kirinya.

Pikiran Wan Chen kembali memanggil sistem. Tepat saat tubuh monster itu melayang di atas kepalanya.

'Penyimpanan Dimensional. Keluar.'

Pisau cadangan kedua meluncur dari riak dimensi transparan. Jatuh mulus menembus realitas, langsung ke telapak tangannya yang menunggu menengadah di bawah perut sang monster.

Tanpa basa-basi, ia merobek perut makhluk itu dari bawah ke atas. Usus kehitaman tumpah ruah menimpa ujung sepatu botnya.

"Menjijikkan," desisnya. Suaranya murni keluhan pekerja kasar yang capek disuruh lembur.

Anjing ketiga dan keempat tidak memberinya jeda bernapas. Mereka menerjang dari dua sisi buta sekaligus. Kiri dan kanan.

Wan Chen menunduk tajam. Menghindari dua set cakar kotor yang nyaris merobek kelopak matanya.

Pisau di tangannya memutar arah. Mengiris tendon kaki depan anjing ketiga hingga putus total.

Makhluk itu tersungkur. Kepalanya menabrak tembok ruko dengan suara retakan tempurung yang memuakkan.

Sisa satu.

Monster terakhir ini mendadak mengerem lajunya. Insting liarnya mulai menyadari ada yang salah dengan mangsa kurus di depannya ini.

Langkah Wan Chen jauh lebih cepat. Ia melesat ke depan memangkas jarak.

Tangan kirinya yang kosong mencengkeram rahang monster itu dari bawah. Menutup paksa mulutnya sebelum sempat mengigit.

Tangan kanannya menusukkan pisau ke ulu hati makhluk tersebut. Diputar setengah lingkaran untuk memaksimalkan daya hancur organ dalam. Lalu ditarik keluar.

Ambruk. Semua selesai.

Napasnya mulai sedikit memburu. Uap putih tipis keluar bergantian dari sela bibirnya.

Durasi pembantaian? Di bawah dua menit.

Matanya menunduk menatap lengan jaket bututnya. Tidak ada robekan baru. Jahitan perban di bahu kirinya juga masih aman di tempatnya.

'Kerja bagus. Bebas biaya rumah sakit,' batinnya sinis. Kepuasannya cuma sebatas hitung-hitungan finansial.

Sekarang beralih ke bagian paling kotor dari pekerjaan ini.

Berjongkok di samping bangkai monster pertama, pisaunya kembali bekerja. Kali ini bukan untuk membunuh, melainkan membedah.

Bilah logam itu menembus pangkal leher. Mencari kelenjar keras yang tersembunyi di balik gumpalan daging busuk.

Jari-jarinya yang telanjang dan berlumur darah hitam merogoh masuk ke dalam luka. Menarik paksa sebuah gumpalan kristal kotor seukuran kelereng.

Core Tingkat 1.

Mengusap kristal basah itu ke paha celananya, ia membersihkan sisa lendir. Lumayan.

Ritual kotor ini ia ulangi pada tiga bangkai berikutnya. Bau menyengat dari isi perut yang terburai sama sekali tidak menggeser fokusnya.

Uang tidak pernah mengenal bau amis.

Selesai mengekstraksi, ia berjalan gontai menuju sebuah bongkahan beton rata yang cukup bersih.

Keempat Core itu dijejerkan berdampingan. Persis kelakuan pedagang kaki lima yang sedang memamerkan barang loakannya di trotoar.

"Coba kita lihat," gumam Wan Chen pelan, matanya menyipit penuh perhitungan. "Mana yang pantas disisakan."

Core pertama warnanya kelewat keruh. Ukurannya pun paling kerdil.

'Sampah,' decaknya dalam hati. 'Paling cuma cukup buat bayar sewa air bersih tiga hari.'

Core kedua dan ketiga punya kualitas standar. Sedikit lebih bening. Pendar energinya stabil. Masuk hitungan aman untuk dijual paketan.

Matanya kemudian terpaku mati pada Core keempat. Milik anjing buangan yang ia bunuh paling awal.

Ukurannya hampir sebesar bola pingpong kecil. Pendar birunya sangat pekat, berdenyut pelan dari dalam seolah masih merekam sisa detak jantung monster tersebut.

Ia memungutnya perlahan. Merasakan kepadatan energi yang merambat di ujung jarinya.

Kualitas unggul. Barang bagus. Sangat jarang ada di sektor pinggiran seperti ini.

Menatap tiga Core receh sisanya, ia langsung mengambil keputusan.

'Penyimpanan Dimensional,' panggilnya dalam ruang sadar.

Riak udara kembali robek di atas beton. Menelan ketiga Core standar itu dalam sekejap mata menuju brankas ruang hampa pribadinya.

Tinggal satu Core tersisa di genggamannya.

Harga barang ini di pasar gelap jelas lumayan. Bisa menjamin perutnya kenyang sebulan penuh tanpa perlu turun ke lapangan lagi.

Tapi otak pragmatisnya selalu menuntut margin keuntungan yang lebih sinting.

'Investasi,' batinnya mantap, jari-jarinya meremas pelan kristal biru itu.

Wan Chen memejamkan mata. Mulai mengakses fungsi terdalam dari sistemnya yang merepotkan.

Area di sekitar dadanya mendadak terasa seperti ditarik paksa. Napasnya langsung terasa memberat. Oksigen seolah disedot dari paru-parunya.

'Duplikasi. Eksekusi.'

Rasa mual seketika menghantam pangkal tenggorokannya tanpa ampun. Otot-otot kakinya bergetar pelan menahan tarikan beban energi yang menyedot cadangan fisiknya.

Keringat dingin seukuran biji jagung mulai membasahi dahinya.

Namun ia menolak menyerah. Bibirnya justru melengkung membentuk senyum tipis yang tampak menyedihkan. Senyum seorang pejudi yang sudah tahu kartunya pasti menang.

Cahaya biru dari dalam Core itu meledak kecil di telapak tangannya yang terbuka. Energi murni terbelah menjadi dua entitas terpisah.

Begitu cahaya silau meredup, ada dua buah Core identik tertinggal di sana.

Sama persis besarnya. Sama pekat pendar birunya.

Kelelahan yang baru saja menghajar sarafnya langsung terasa terbayar lunas. Lunas tanpa sisa.

"Dua kali lipat. Bodoh sekali kalau kujual ke pengepul murahan," suaranya serak menahan sakit, napasnya masih terputus-putus.

Melempar pelan kedua kristal berharga itu ke udara, riak dimensi kembali terbuka. Menelan keduanya sebelum sempat jatuh ke tanah.

Brankas mentalnya kini penuh. Margin keuntungannya hari ini sudah menembus batas kewajaran.

Wan Chen berdiri tegak. Meregangkan pinggangnya yang kaku karena terlalu lama berjongkok. Tulang-tulangnya berbunyi pelan memecah sepi.

Pekerjaan kotor hari ini selesai. Waktunya kembali ke realitas manusia normal.

Pandangannya perlahan beralih ke arah ufuk selatan. Kelewat jauh dari posisinya berdiri di atas reruntuhan ini.

Di kejauhan sana, tertutup kabut polusi kuning yang tebal, terlihat susunan atap seng karatan dari pemukiman kumuh. Tempatnya tidur selama ini. Tempat orang-orang buangan sektor luar berebut sisa makanan.

Ia menatap siluet gubuk-gubuk miring itu cukup lama. Wajahnya datar tak berekspresi. Tapi kepalanya berputar cepat mengkalkulasi nominal kekayaannya yang baru mengendap di dimensi lain.

Ia menghela napas panjang. Membiarkan udara dingin mematikan masuk memenuhi rongga dadanya.

"Kayaknya," gumamnya pelan pada angin mati di sekitarnya. "Sudah waktunya cari kasur yang tidak bau pesing."

Kedua tangannya masuk dalam-dalam ke saku jaket bututnya. Langkah kakinya mulai bergerak meninggalkan area pembantaian. Sama sekali tidak menoleh lagi.

1
Yui
Karya ini sangat luar biasa, setelah baca novel ini aku jadi sedikit mengingat kenanganku yang telah lama menghilang, terimakasih Author 🔥🔥🔥🔥🔥
Ironside: /Toasted/
total 1 replies
Ironside
Ada error /Sweat/, biarlah, nanti di fix Editor
Gege
dan Wang Chen pun jualan obat...🤣😄
HiaTus
/Rose/
Wakana
wow sangat menarik & unik 👀
Ironside: Terima kasih telah membaca, semoga betah /Smile/
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
‎ ‎ ‎Basah Mas... Sampe Banjir
ada insectnya gak kak?
‎ ‎ ‎Basah Mas... Sampe Banjir: yah, kecewa kak.
total 2 replies
The Ironheart
darkfantasy ini kak☺️
Ironside: /Slight/
total 1 replies
Ironside
Pliss... Like, Subscribe dan Upvote jika kalian menyukai karya ini /Determined/.
Ironside: Mr. Willheim /Scare/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!