NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Misteri di Balik Tulang Bintang dan Asal-usul Gerbang Galaksi

Suasana yang Tenang Sebelum Penemuan

Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian di Hutan Dalam. Kehidupan di Sekte Angin Hijau perlahan kembali berjalan seperti biasa, meski para tetua tetap waspada terhadap kemungkinan kembalinya Sekte Bayangan Gelap. Bagi Mu Chen, hari-harinya tetap diisi dengan rutinitas sederhana: berolahraga pagi, merawat kebun sayurnya, membaca buku di perpustakaan, dan sesekali berlatih mengendalikan aliran energinya agar tidak terlalu "kuat menyedot".

Namun, sejak ia menyerap energi Makhluk Kuno Berbisa dan sebagian kekuatan anggota Sekte Bayangan Gelap, sesuatu mulai berubah. Kitab Jalan Bintang yang menyatu dengan dirinya kini tidak hanya berbicara sesekali — tulisan-tulisan samar yang muncul di permukaannya semakin sering terlihat, dan suara di dalam benaknya terdengar lebih jelas, seolah ada banyak hal yang ingin disampaikan namun belum sempat diucapkan.

Suatu sore, saat Mu Chen sedang duduk bersila di halaman belakang mencoba menyeimbangkan aliran kedua dantiannya, Kitab itu tiba-tiba memancarkan cahaya perak yang lebih terang dari biasanya.

"Mu Chen... sudah waktunya kau mengetahui kebenaran. Selama ini kau hanya mengetahui sebagian kecil dari apa yang sebenarnya terjadi. Tulang Bintang Galaksi, Gerbang Galaksi, bahkan keberadaanku — semuanya memiliki asal-usul yang jauh lebih tua dan besar daripada yang bisa kau bayangkan."

Mu Chen membuka matanya perlahan, wajahnya menunjukkan rasa ingin tahu yang tulus. Selama ini ia selalu menerima segala sesuatu apa adanya, tidak terlalu memikirkan dari mana asalnya atau mengapa hal-hal aneh terus terjadi padanya.

"Baiklah, kalau begitu ceritakan saja. Saya juga sebenarnya penasaran — kenapa tulang saya berbeda dari orang lain? Kenapa ada gerbang di dalam tubuh saya? Dan kenapa kitab ini selalu mengikuti saya?" tanyanya dengan nada santai seperti biasa.

"Duduklah dengan tenang. Cerita ini akan panjang, dan kau harus memahaminya dengan hati-hati. Apa yang akan kau dengar bisa mengubah pandanganmu tentang dunia ini dan tempatmu di dalamnya," jawab Kitab itu dengan nada yang lebih serius dari biasanya.

 

"Ribuan tahun yang lalu, jauh sebelum sekte-sekte di benua ini berdiri, bahkan sebelum aturan kultivasi seperti yang kau kenal terbentuk — alam semesta ini masih muda. Di tengah kehampaan yang tak bertepi, ada kekuatan murni yang disebut Inti Galaksi. Kekuatan ini bukan milik siapa pun, melainkan sumber kehidupan dan energi yang menciptakan jutaan dunia, bintang, dan makhluk hidup."

"Namun, pada suatu masa yang sangat lama, terjadi peristiwa yang disebut Pemisahan Alam Semesta. Sebagian besar kekuatan murni itu terpecah menjadi banyak bagian. Sebagian berubah menjadi energi langit dan bumi yang kau rasakan di sekitar sini, sebagian lagi terkumpul menjadi bintang-bintang yang bersinar di langit, dan sebagian yang lain... menyatu membentuk sesuatu yang unik — Tulang Bintang Galaksi."

Mu Chen mendengarkan dengan seksama, sesekali mengangguk meski sebagian istilah masih terasa asing baginya.

"Berbeda dengan tulang biasa yang hanya berfungsi sebagai penyangga tubuh, Tulang Bintang Galaksi sebenarnya adalah wadah dan penghubung sekaligus. Ia terbentuk dari debu bintang, inti galaksi, dan esensi ruang-waktu. Ia tidak hanya bisa menyimpan energi dalam jumlah tak terkira, tapi juga mempertahankan hubungan terus-menerus dengan sumber aslinya — yaitu ruang di mana energi murni alam semesta masih mengalir bebas."

"Selama ribuan tahun, Tulang ini berpindah dari satu pemilik ke pemilik lain. Tapi ada syarat yang sangat ketat — ia hanya bisa dimiliki oleh jiwa yang murni, tidak terikat oleh ambisi kekuasaan yang berlebihan, dan memiliki kemauan untuk menjaga keseimbangan. Jika jatuh ke tangan yang salah, ia akan menghilang dan menunggu pemilik yang layak di masa depan."

"Dan kini... ia telah memilihmu."

Mu Chen menggaruk kepalanya dan tersenyum kikuk: "Jadi maksudnya tulang saya ini sebenarnya sepotong langit bintang yang menjadi keras? Seperti potongan batu meteor yang jatuh ke bumi?"

Kitab itu terdiam sejenak, seolah berusaha menyederhanakan penjelasannya:

"Secara kasar bisa dikatakan begitu. Tapi jauh lebih istimewa. Potongan meteor hanya membawa energi, sedangkan Tulang ini membawa jalan menuju sumber energi itu sendiri."

 

"Dan dari situlah muncul Gerbang Galaksi. Ia bukan sekadar pintu biasa seperti yang kau bayangkan. Ia terbentuk secara alami sebagai akibat dari hubungan antara Tulang Bintang Galaksi dengan ruang asalnya. Ia berfungsi sebagai jembatan yang bisa dibuka dan ditutup, saluran yang menyaring energi, dan juga pertahanan yang melindungi tubuhmu dari energi yang terlalu kuat."

"Selama ini kau mengira ia hanya tempat penyimpanan energi — Air Timah Surgawi yang kau rasakan sebenarnya adalah energi murni yang telah dipadatkan secara alami. Ia terasa berat dan padat bukan karena buruk, tapi karena kualitasnya jauh lebih tinggi dari energi biasa. Satu tetes Air Timah setara dengan ribuan tetes energi langit dan bumi di dunia ini."

"Ketika kau berolahraga, ketika kau merasa tenang dan berpikir sederhana — tanpa sadar kau menciptakan resonansi yang membuat Gerbang itu terbuka sedikit. Dan saat kau menyerap energi makhluk kuno atau serangan musuh, Gerbanglah yang bekerja menyaring kotorannya sehingga tidak merusak tubuhmu."

Mu Chen kini mulai memahami sedikit demi sedikit. Ia teringat bagaimana saat pertama kali merasakan Dantian-nya, rasanya berat dan padat — bukan seperti yang digambarkan dalam buku-buku kultivasi yang berisi energi ringan yang mudah dikendalikan.

"Terus bagaimana dengan terbelahnya menjadi Dantian Surgawi dan Dantian Neraka? Bukankah sebelumnya hanya ada satu?" tanyanya lagi.

"Itu terjadi karena sifat dasar energi alam semesta itu sendiri — selalu ada dua sisi yang saling melengkapi. Cahaya dan kegelapan, panas dan dingin, penciptaan dan penghancuran. Saat tubuhmu semakin matang dan menyerap berbagai jenis energi, Gerbang Galaksi secara alami membagi energi tersebut sesuai dengan sifatnya agar lebih mudah dikendalikan."

"Dantian Surgawi berisi energi yang membawa sifat kehidupan, pemulihan, dan kestabilan. Sedangkan Dantian Neraka berisi energi yang padat, kuat, dan memiliki sifat penekanan. Keduanya bukanlah kekuatan yang berlawanan, melainkan dua sisi dari mata uang yang sama — saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan."

 

"Dan sekarang... ceritakanlah tentang diriku. Aku adalah Kitab Jalan Bintang, warisan yang dibuat oleh pemilik Tulang Bintang Galaksi ribuan tahun yang lalu. Namanya adalah Xing Chen, seorang makhluk yang hidup di zaman ketika alam semesta masih muda."

Suara Kitab itu terdengar sedikit lebih lembut, seolah mengenang masa lalu yang sangat jauh.

"Xing Chen menyadari bahwa kekuatan sebesar ini tidak boleh hilang begitu saja atau disalahgunakan. Maka ia mengumpulkan semua pengetahuan yang ia miliki, semua prinsip energi, rahasia ruang-waktu, dan cara mengendalikan Tulang Bintang Galaksi — lalu menyatukannya menjadi diriku. Ia menciptakanku bukan sebagai alat, tapi sebagai penuntun yang akan menunggu sampai pemilik yang layak muncul kembali."

"Selama ribuan tahun aku terbaring di perpustakaan sekte ini, terlihat seperti kitab kosong biasa. Tidak ada yang bisa membukanya, tidak ada yang bisa melihat tulisan di dalamnya — sampai kau datang. Saat kau menyentuhku untuk pertama kalinya, aku langsung bisa merasakan resonansi antara Tulang Bintangmu dengan diriku sendiri. Akhirnya pemilik yang ditunggu telah datang."

Mu Chen tertegun sejenak, lalu menatap telapak tangannya sendiri: "Jadi selama ini kitab yang saya kira kosong dan tidak berguna ternyata adalah penuntun yang sudah menunggu ribuan tahun? Dan ia menempel pada saya karena saya pemilik tulang ini?"

"Tepat sekali. Dan kemampuan yang kau miliki sekarang — Mata Kebenaran, kemampuan menyerap dan menyaring energi, bahkan kemampuan meniru jurus hanya dengan melihat — semuanya berasal dari kesempurnaan Tulang Bintang Galaksi dan pengetahuan yang tersimpan di dalam diriku. Kau tidak meniru hanya gerakan, kau melihat kebenaran dasar di balik setiap gerakan dan energi itu, lalu menyesuaikannya dengan kekuatanmu sendiri."

 

Namun, ada satu hal yang masih membuat Mu Chen penasaran — hal yang tidak pernah ia ceritakan secara rinci kepada siapa pun, bahkan kepada para tetua sekalipun.

"Kitab... saya punya satu pertanyaan lain. Saya tidak berasal dari dunia ini. Saya datang secara tidak sengaja, terbangun di hutan tanpa ingatan bagaimana saya bisa sampai di sini. Apakah ada hubungannya semua ini?"

Suara Kitab itu terdiam beberapa saat, lalu memancarkan cahaya yang lebih lembut, seolah menampilkan gambaran samar di dalam benak Mu Chen.

"Ini adalah bagian yang paling misterius dari semuanya. Dunia asalmu... apakah kau ingat seperti apa energinya di sana? Apakah langitnya terlihat berbeda, atau rasanya ada sesuatu yang hilang dibandingkan dengan dunia ini?"

Mu Chen berpikir sejenak, lalu mengangguk: "Benar. Di tempat saya dulu, energi langit dan bumi sangat jarang sekali. Hampir tidak ada orang yang bisa merasakannya, apalagi menggunakannya untuk berkultivasi. Semua orang hidup hanya mengandalkan kekuatan fisik biasa dan pengetahuan sains."

"Itu karena duniamu berada di lapisan ruang yang berbeda, lebih jauh dari sumber energi alam semesta. Tapi yang lebih menakjubkan... resonansi antara jiwamu dengan Tulang Bintang Galaksi sangat kuat — bahkan lebih kuat daripada pemilik-pemilik sebelumnya. Ini bukan kebetulan semata."

Tulisan-tulisan samar mulai berputar di dalam benak Mu Chen, membentuk gambaran-gambaran yang samar namun penuh makna.

"Dalam catatan kuno yang tersimpan di dalam diriku, disebutkan bahwa di masa depan akan datang seorang pemilik yang bukan berasal dari dunia ini — seseorang yang memiliki pandangan yang berbeda, tidak terikat oleh aturan dan kebiasaan yang sudah ada, sehingga bisa menemukan jalan yang baru."

"Xing Chen menulis begini: 'Ketika jiwa dari ruang yang jauh bertemu dengan inti bintang, jalan baru akan terbentuk. Ia tidak akan berjalan di jalan yang sudah ada, tapi menciptakan jalannya sendiri — membawa keseimbangan dan mengingatkan semua orang bahwa kekuatan sejati bukanlah untuk berkuasa, tapi untuk menjaga.'"

Mu Chen tertegun mendengarnya. Selama ini ia selalu merasa menjadi orang asing di dunia ini, merasa berbeda dan tidak mengerti banyak hal. Tapi kini, untuk pertama kalinya, ia merasa ada jawaban mengapa ia ada di sini.

"Jadi maksudnya... saya datang ke sini bukan karena kebetulan? Tapi bagaimana caranya?"

"Itulah bagian yang bahkan aku tidak memiliki jawaban pasti. Mungkin ada peristiwa aneh di duniamu yang membuka celah ruang, mungkin ada kekuatan tak terlihat yang membawamu ke sini, atau mungkin itu adalah bagian dari takdir yang sudah ditetapkan sejak ribuan tahun yang lalu. Yang jelas — keberadaanmu di sini bukan tanpa alasan."

 

Namun, suasana yang tadinya tenang perlahan berubah menjadi lebih serius. Cahaya yang dipancarkan Kitab menjadi sedikit lebih redup, dan suaranya terdengar lebih berat.

"Tapi ada hal lain yang harus kau ketahui. Karena Tulang Bintang Galaksi dan kekuatan yang dimilikimu begitu istimewa, ia juga menjadi sasaran bagi mereka yang menginginkan kekuatan dengan cara apa pun."

"Sekte Bayangan Gelap yang baru saja muncul bukanlah kelompok sembarangan. Mereka telah ada selama ratusan tahun, mempelajari rahasia-rahasia terlarang dan mencari benda-benda kuno yang bisa memberi mereka kekuatan besar. Ketika mereka merasakan keberadaanmu dan menyadari apa yang ada di dalam tubuhmu, mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkannya."

Mu Chen mendengarkan dengan tenang, lalu mengangkat bahu seperti biasa: "Kalau begitu, biarkan saja mereka datang. Selama saya bisa menyedot energi mereka dan Gerbang Galaksi bisa menyaringnya, mereka tidak akan bisa berbuat banyak kan?"

"Jangan terlalu meremehkan mereka. Sekarang mereka hanya mengirimkan anggota tingkat rendah. Tapi di balik mereka ada pemimpin yang kekuatannya jauh melebihi apa yang kau lihat sejauh ini. Mereka juga mengetahui sedikit tentang Tulang Bintang Galaksi — meski tidak sebanyak apa yang kau ketahui sekarang."

"Ada juga bahaya lain yang lebih tua. Di zaman Xing Chen, ada kelompok yang disebut Pengumpul Inti. Mereka menginginkan kekuatan Tulang Bintang untuk membuka Gerbang Galaksi secara paksa dan mengambil sumber energi alam semesta untuk diri mereka sendiri. Jika mereka berhasil, keseimbangan seluruh alam semesta akan hancur."

Mu Chen mengerutkan kening — bukan karena takut, tapi karena berpikir keras.

"Kalau mereka membuka Gerbang secara paksa, apa yang akan terjadi?"

"Gerbang Galaksi adalah penghubung yang seimbang. Jika dibuka dengan paksaan dan niat yang salah, aliran energi yang tak terkira akan mengalir masuk tanpa kendali. Ia bisa menghancurkan dunia ini, bahkan mempengaruhi dunia-dunia lain yang terhubung. Atau worse lagi, mereka bisa masuk ke ruang asal dan mengambil kekuatan murni itu untuk diri mereka sendiri, menjadikan diri mereka seperti dewa yang tidak terkendali."

"Itulah sebabnya Xing Chen membuat aturan ketat: Tulang Bintang Galaksi tidak bisa dipindahkan secara paksa, dan hanya bisa dikendalikan oleh mereka yang memiliki hati yang murni. Tapi orang yang serakah tidak akan pernah berhenti berusaha."

 

"Tapi selain bahaya, ada juga hal-hal baik yang bisa kau pelajari. Selama ini kau hanya menggunakan kekuatanmu dengan cara yang sangat sederhana — menyerap, menyembuhkan, melapisi benda. Padahal potensinya jauh lebih besar."

Tiba-tiba, tulisan-tulisan yang tersimpan di dalam Kitab mulai mengalir masuk ke dalam benak Mu Chen dengan sendirinya — tidak sebagai teks yang harus dihafal, melainkan sebagai pemahaman yang langsung tertanam di dalam pikirannya.

Ia mulai memahami:

✅ Prinsip Penyaringan: Cara menyaring energi dengan lebih efisien, memisahkan bagian yang berguna dan membuang yang tidak dibutuhkan tanpa membuang tenaga

✅ Keseimbangan Dua Energi: Cara menggabungkan energi Surgawi dan Neraka menjadi satu kekuatan yang seimbang — tidak terlalu berat, tidak terlalu ringan, namun sangat kokoh

✅ Pengendalian Gerbang: Cara mengatur seberapa lebar Gerbang Galaksi dibuka, sehingga tidak terlalu banyak energi yang masuk sekaligus dan tidak menimbulkan gejolak seperti yang terjadi di awal

✅ Penggunaan Mata Kebenaran: Cara memperjelas pandangan, melihat lebih jauh, melihat masa lalu samar suatu benda, atau bahkan meramalkan kemungkinan gerakan lawan

"Jadi saya tidak harus hanya menyedot atau melapisi saja? Bisa juga dikendalikan dengan lebih baik dan dipakai untuk hal lain yang lebih berguna?" tanya Mu Chen dengan mata berbinar — kali ini bukan karena memikirkan makanan, tapi karena benar-benar tertarik.

"Tepat sekali. Dan hal terpenting — kau tidak harus mengikuti jalan kultivasi seperti orang lain. Orang lain membudidayakan energi untuk membuatnya semakin besar dan kuat. Sedangkan jalanmu berbeda — kau menyempurnakan kualitas energi yang kau miliki, membuatnya semakin murni dan seimbang. Satu tetes energimu akan selalu lebih berharga daripada ribuan tetes energi biasa."

 

Setelah mendengar semuanya, Mu Chen duduk diam sejenak memproses semua informasi yang baru saja ia terima. Selama ini ia hidup dengan sederhana, tidak memikirkan hal-hal besar, hanya ingin hidup tenang, makan enak, dan membantu orang lain jika dibutuhkan.

Ia selalu merasa berbeda, merasa seperti orang asing yang hanya kebetulan memiliki tubuh yang aneh. Tapi kini, ia mulai memahami bahwa segala sesuatu memiliki alasan, dan perbedaannya justru adalah hal yang membuatnya istimewa.

Namun, meski mengetahui semua kebenaran ini, sifat dasarnya tidak berubah. Ia mengangkat bahu, tersenyum santai, dan berkata dengan nada yang sama seperti biasanya:

"Baiklah, jadi begini ceritanya. Jadi tulang saya ini adalah peninggalan kuno yang berhubungan dengan bintang-bintang, gerbang ini jembatan ke tempat sumber energi, dan saya dipilih karena jiwa saya cocok. Dan ada orang-orang yang mau merebutnya."

Kitab itu terdengar sedikit heran:

"Itu saja reaksimu? Kau tidak merasa tertekan atau takut dengan tanggung jawab ini?"

Mu Chen tertawa pelan: "Mengapa harus takut? Hidup harus dijalani apa adanya kan? Kalau memang saya punya kekuatan ini, saya gunakan sebaik mungkin. Saya tidak mau menjadi dewa atau berkuasa atas orang lain. Saya hanya ingin hidup tenang, melindungi teman-teman dan orang-orang di sekte ini jika ada bahaya, dan tentu saja — tetap bisa makan enak setiap hari."

Ia menatap langit yang mulai gelap, di mana bintang-bintang mulai muncul satu per satu:

"Kalau ada orang yang mau datang dan merebutnya — biarkan saja. Selama saya bisa mengendalikan Gerbang ini dan menyaring energinya, mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa. Dan saya akan terus berlatih agar semakin pandai mengatur alirannya, agar tidak lagi membuat tanaman layu atau tanah bergetar seperti dulu."

"Itulah sikap yang benar. Xing Chen juga menulis bahwa pemilik terbaik bukanlah mereka yang paling kuat, tapi mereka yang bisa memegang kekuatan besar dengan hati yang sederhana dan tenang. Itulah sebabnya Tulang ini memilihmu."

 

Saat matahari benar-benar terbenam dan malam menyelimuti Sekte Angin Hijau, Mu Chen berdiri dan menepuk debu di bajunya. Makhluk kecil yang diberi nama Berduri terbangun dan berjalan mendekatinya.

"Baiklah, sekarang saya tahu semuanya. Tidak ada lagi misteri yang membuat penasaran. Sekarang saatnya memasak makan malam — setelah mendengar cerita yang panjang begini, perut jadi terasa lebih lapar dari biasanya," katanya sambil berjalan menuju dapur.

Di dalam benaknya, Kitab Jalan Bintang berhenti berbicara, tapi terus memancarkan cahaya lembut yang menenangkan. Pengetahuan yang tersimpan di dalamnya kini siap untuk dibuka sedikit demi sedikit seiring dengan pertumbuhan dan pemahaman Mu Chen.

Di luar sana, ancaman masih mengintai. Sekte Bayangan Gelap sedang merencanakan langkah selanjutnya, dan kemungkinan ada kekuatan yang lebih tua dan lebih berbahaya yang mulai merasakan keberadaan Tulang Bintang Galaksi yang telah muncul kembali.

Namun, bagi Mu Chen, hidup tetap berjalan seperti biasa. Ia memiliki pengetahuan baru, memahami asal-usul kekuatannya, dan menyadari bahwa ia memiliki tempat di dunia ini — bukan sebagai orang asing, tapi sebagai penjaga keseimbangan yang berjalan di jalannya sendiri.

Dan perjalanan panjangnya masih baru saja dimulai...

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!