Follow Ig : @panda.sweety10
Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.
Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU OPA DAN OMA
30 menit yang lalu Alex sudah sampai di sekolah Kavin, Adara dan kira, dia akan mengajak Kavin dan Adara kerumah keluarga Handoko, Adara pernah pergi tapi Kavin belum sama sekali. Alex melihat jam tangannya menunjukkan pukul 12 siang, tak lama dia pun melihat Kavin dan Adara berjalan keluar gerbang.
"Kavin, Adara." Teriak Alex, dia pun menghampiri anaknya yang berdiri menatapnya.
Kavin memasang wajah masam melihat Alex menghampiri mereka.
"Biar ayah antar kalian."
"Bunda menyuruhku membawa Adara pulang." Ucap Kavin.
"Bunda sudah memberi ijin ayah untuk membawa kalian bertemu opa dan oma."
"Paman besar." Kira berlari menghampiri ketiga orang itu.
"Kalian bertiga masuk lah kemobil, kita akan pergi menemui oma dan opa." Kira dan Adara pun masuk kemobil bersama kecuali Kavin yang masih diam tak bergerak.
"Apa kamu memang benar ayahku." Kavin menatap Alex.
"Ya."
Mata Kavin sudah memarah menahan tangisannya pecah, Alex yang menyadari itu pun langsung memeluk Kavin. "Maafkan ayah nak." Sambil mengusap punggung Kavin.
"Ayah janji akan menjaga dan menyayangi kalian. Jadi hapus air matamu, anak laki-laki tidak boleh menangis." Kavin pun mengangguk.
Mereka berempat pun pergi kerumah utama keluarga Handoko, dalam perjalan Adara dan Kira terlihat senang sedangkan Kavin hanya diam duduk di sebelah Alex. Mobil mewah Alex memasuki halaman rumah utama di depan pintu sudah ada nyonya Handoko dan tuan Handoko untuk menyambut mereka. Karena sebelum Alex menjemput mereka bertiga, Alex sudah memberi kabar kalau dia akan membawa Kavin dan Adara kerumah utama.
Mobil pun berhenti Kira dan Adara pun turun duluan, Kavin hanya menatap keluar jendela. Alex melihat anaknya hanya diam pun bertanya "Apa kamu tidak ingin turun Kavin." Tak ada jawaban dari Kavin.
"Mereka adalah oma dan opa, mereka ingin sekali melihatmu dan Adara."
"Apa mereka orang baik?" Kavin menoleh ke arah Alex.
"Tentu saja, jadi jangan pikirkan yang tidak penting. Ayo keluar bersama ayah." Kavin pun mengangguk.
Nyonya Handoko menghampiri Kavin yang sedang berdiri di samping Alex "Apa dia cucu laki-lakiku nak?" Alex pun mengangguk.
"Sayang, ayo masuk. Oma sudah menyiapkan makanan enak untuk kalian."
"Yeah." Kira tampak senang dan masuk bersama Adara dan tuan Handoko lalu disusul oleh Alex, Kavin dan nyonya Handoko.
Mereka berenam duduk di kursi meja makan, beberapa pelayan melayani Kira, Adara dan Kavin, Kavin dan Adara pun memulai membiasakan dirinya berbaur dalam keluarga ayahnya.
"Kapan kamu akan memperkenalkan mereka nak sebagai cucu keluarga Handoko?" Tanya nyonya Handoko.
"Secepatnya." Ucap Alex.
"Mama harap Kanaya bisa menerima kamu dan kalian menjadi keluarga bahagia." Ucap nyonya Handoko, Alex pun tersenyum.
Setelah acara makan siang Alex akan kembali ke perusahaannya, Kavin dan Adara masih berbaur dengan orang tuanya. "Ma, alex titip Kavin dan Adara nanti malam aku akan mengantar mereka pulang."
"Kenapa cucu mama tidak tidur malam ini disini." Nyonya Handoko mengusap pipi Adara.
"Alex tidak bisa melakukan itu jika Kanaya belum mengijinkan, aku harus membuatnya menerimaku dulu."
"Ya sudah, kamu ke perusahaan saja dulu biar ketiga cucu mama tinggal disini."
Alex pun mendekati Kavin dan Adara "Sayang, ayah pergi dulu, nanti malam akan ayah antar kalian pulang." Adara pun mengangguk tapi Kavin hanya menatapnya, Alex pun pergi dan meninggalkan halaman rumah utama.
****
Pukul 5 sore Kanaya tampak gelisah karena Alex belum membawa pulang Kavin dan Adara sedangkan dia sudah berkali-kali menelpon ponsel Alex tapi tak ada jawaban. Kanaya menatap ponselnya berharap Alex menghubunginya "Kenapa dia belum mengantar Kavin dan Adara." Sekelebat bayangan Adara dan Kavin lebih memilih tinggal dengan Alex daripada dirinya.
"Kanaya berpikirlah positif, Alex mungkin sibuk dan belum bisa mengantar anak-anak kembali." Ucap Kanaya pada dirinya sendiri.
Drrttt....
Sebuah pesan masuk keponsel Kanaya dari Alex "Kanaya maaf aku telat mengantar Kavin dan Adara karena di kantor ada rapat penting."
Wajah Alex pun tampak dingin dan aura dalam ruang rapat sangat tegang membuat semua orang di dalamnya tidak berani menatap Direktur mereka termasuk Andra dan Gio.
"Kita sudah rapat 3 jam tapi tak ada dari kalian yang bisa memberikan ide yang bagus untuk pemasaran kita." Alex melempar dokumen di atas meja.
Tak ada karyawan yang berani berbicara, mereka pun harus menghembuskan nafas dengan pelan karena rasa tegang.
Drrrtt... Ponsel Alex bergetar.
Alex pun melihat siapa yang mengganggunya di saat rapat penting ini, tertera nama Kanaya seketika wajah Alex yang tadinya dingin kini berubah senang setelah mengetahui Kanaya yang menelponnya.
"Rapat kita akhiri sampai disini." Alex pun tersenyum melihat ponselnya.
Semua orang saling berpandangan mereka bingung karena rapat yang belum ada solusinya tiba-tiba di hentikan dan leganya karena mereka bisa bernafas dengan tenang tanpa ada rasa tegang.
Alex meninggalkan ruang rapat di ikuti oleh Gio di belakangnya. Salah satu Manager pemasaran pun bertanya pada Andra yang masih duduk tersenyum melihat tingkah kakaknya.
"Pak Wakil apa yang terjadi pada Direktur?"
"Kalian harus berterima kasih pada nyonya Alex Handoko, karena dia kalian bisa bernafas lega dan lepas dari amukan Direktur." Andra pun berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Di dalam ruang kerja Alex pun mengangkat telepon Kanaya "Halo."
"Ah, apa aku mengganggu rapatmu tadi."
"Tidak, aku sudah selesai rapat dan lagi santai saja tadi." Gio yang mendengar itu pun hanya bisa menahan tawanya.
"Aku hanya ingin menanyakan keadaan Kavin dan Adara."
"Jam 7 nanti aku akan mengantar mereka."
"Baiklah, kalau begitu aku tutup teleponnya dulu."
"Tapi Kana-." Belum selesai ucapan Alex panggilan mereka pun terputus.
"Hah! Gio agendaku besok tolong kosongkan." Ucap Alex.
"Tapi tuan muda besok ada pertemuan dengan rekan bisnis dari America."
"Tunda saja."
"Tapi tuan muda." Alex tak menghiraukan perkataan Gio.
***
Alex pun sampai di rumah utama dan akan mengantar Kavin dan Adara sedangkan Kira di jemput oleh Andra duluan.
"Ayah." Adara berlari kearah Alex.
"Kalian siap-siap ayah akan mengantar kalian pulang."
"Kita makan malam dulu ya sayang." Nyonya Handoko menghampiri putra dan cucunya.
"Baiklah ma, Alex kekamar dulu." Alex pun pergi dan nyonya Handoko membawa cucunya ke meja makan.
Tak lama Alex pun datang dan duduk disamping Kavin, mereka pun makan malam bersama. Setelah makan Alex pun mengantar anaknya pulang tuan Handoko dan nyonya Handoko mengantar cucunya sampai pintu depan.
Di perjalanan Adara tertidur di kursi belakang, dan Kavin tidur di kursi depan, Alex tersenyum melihat anak-anaknya tertidur nyenyak. "Semoga saja kita bisa berkumpul secepatnya. Gumam Alex.
Bersambung.....
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..