NovelToon NovelToon
ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

ASISTEN DUDA TAJIR MELINTIR

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Duda
Popularitas:724
Nilai: 5
Nama Author: Flaura Charisma

Asisten Duda CEO Tajir Melintir

Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.

Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.

Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.

Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertemuan dengan masa lalu

Pagi itu, suasana di penthouse terasa berbeda.

Tidak ada percakapan seperti biasanya.

Tidak ada perdebatan kecil antara Grizella dan Galaxy.

Hanya keheningan.

Sejak kejadian di pulau pribadi, Galaxy terlihat lebih banyak berpikir. Ia sibuk menerima laporan dari tim keamanan dan menyelidiki keterlibatan Vanessa.

Sementara Grizella diam-diam memperhatikan perubahan itu.

"Tuan Galaxy."

Galaxy yang sedang membaca laporan mengangkat wajah.

"Ada apa?"

"Jadwal rapat Anda hari ini sudah saya susun."

"Letakkan di meja."

Grizella mengangguk.

Biasanya ia akan mengatakan sesuatu tentang kebiasaan Galaxy yang terlalu banyak bekerja.

Namun kali ini ia memilih diam.

Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang menghalangi mereka.

Siang harinya, Galaxy memutuskan pergi menemui Vanessa.

Ia harus mendapatkan jawaban langsung.

Bukan dari pesan misterius.

Bukan dari dugaan.

Tetapi dari wanita yang pernah menjadi bagian terbesar dalam hidupnya.

"Aku ikut?"

tanya Grizella ketika melihat Galaxy bersiap pergi.

Galaxy terdiam sesaat.

"Tidak."

Jawaban itu terdengar sederhana.

Namun entah mengapa membuat hati Grizella sedikit kecewa.

"Baik."

Galaxy memperhatikan ekspresinya.

Ada sesuatu yang ingin ia katakan.

Tetapi akhirnya ia hanya berkata,

"Aku akan segera kembali."

Grizella mengangguk.

"Hati-hati."

Kalimat itu membuat langkah Galaxy berhenti sebentar.

Dulu, hanya sedikit orang yang mengucapkan kalimat sederhana itu dengan tulus kepadanya.

Sebuah mobil berhenti di depan restoran eksklusif di pusat New York.

Galaxy masuk dan melihat Vanessa sudah menunggu di meja pojok.

Wanita itu tersenyum tipis ketika melihatnya.

"Aku tahu suatu hari kau akan datang."

Galaxy duduk tanpa basa-basi.

"Aku ingin jawaban."

Vanessa menatapnya.

"Tentang kejadian di pulau?"

"Bukan hanya itu."

Galaxy meletakkan foto bukti di atas meja.

"Ada seseorang yang menggunakan namamu."

Ekspresi Vanessa berubah.

"Apa?"

Galaxy mengamati reaksinya.

"Kau tahu sesuatu?"

Vanessa menggeleng.

"Galaxy, aku memang punya banyak kesalahan di masa lalu."

"Tapi aku tidak pernah menyuruh siapa pun menyerangmu."

Galaxy masih diam.

Sulit membaca apakah ia percaya atau tidak.

Vanessa menarik napas panjang.

"Aku datang kembali bukan untuk menghancurkan hidupmu."

"Lalu untuk apa?"

Pertanyaan itu membuat Vanessa terdiam.

"Aku ingin memperbaiki sesuatu yang dulu aku hancurkan."

Galaxy menatapnya dingin.

"Beberapa hal tidak bisa diperbaiki."

Vanessa menunduk.

"Aku tahu."

"Tapi setidaknya kau harus tahu kebenarannya."

Sementara itu di penthouse...

Grizella duduk di ruang kerja kecilnya sambil menatap layar laptop.

Ia mencoba fokus pada pekerjaan.

Namun pikirannya terus kembali kepada Galaxy.

Kenapa ia merasa tidak nyaman saat Galaxy pergi menemui Vanessa?

Padahal dia hanya atasannya.

Tidak lebih.

"Kenapa aku peduli?"

Grizella menggeleng pelan.

Ia tidak ingin mengakui bahwa kehadiran Galaxy mulai berarti baginya.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Sebuah pesan masuk dari nomor tidak dikenal.

"CEO-mu sedang bertemu mantan istrinya."

Grizella mengernyit.

Tak lama kemudian, sebuah foto masuk.

Foto Galaxy dan Vanessa sedang duduk berhadapan di restoran.

Dari sudut foto, mereka terlihat sangat dekat.

Grizella menatap layar ponselnya.

Dadanya terasa sesak tanpa alasan yang jelas.

Lalu muncul pesan kedua.

"Kau benar-benar berpikir kau bisa menggantikan wanita yang pernah dicintainya?"

Tangan Grizella perlahan mengepal.

Untuk pertama kalinya...

Ia mulai merasakan rasa takut kehilangan seseorang.

Seseorang yang seharusnya tidak boleh ia cintai.

Restoran mewah di pusat New York masih dipenuhi suasana tenang.

Namun meja tempat Galaxy dan Vanessa duduk terasa begitu berat.

Bukan karena suasana restoran.

Melainkan karena masa lalu yang kembali terbuka.

Galaxy menatap Vanessa dengan tatapan tajam.

"Aku ingin tahu semuanya."

Vanessa terdiam.

"Semua yang terjadi saat pernikahan kita berakhir."

Beberapa detik berlalu.

Akhirnya Vanessa menarik napas panjang.

"Aku tahu aku tidak pantas meminta kesempatan kedua."

"Tapi aku ingin kau mendengar kebenarannya."

Galaxy tidak menjawab.

Ia hanya menunggu.

"Dulu, sebelum perceraian kita..."

Vanessa menggenggam tangannya sendiri.

"Aku menemukan ada seseorang yang berusaha menghancurkan hubungan kita."

Galaxy menyipitkan mata.

"Siapa?"

"Aku tidak tahu pasti."

"Tapi orang itu mengetahui semua jadwalmu, semua rahasia perusahaan, bahkan kehidupan pribadi kita."

Galaxy terdiam.

Hal itu mirip dengan kejadian sekarang.

Seseorang memang memiliki akses terhadap informasi yang sangat dekat dengannya.

"Kenapa kau tidak memberitahuku?"

Pertanyaan Galaxy terdengar dingin.

Mata Vanessa mulai berkaca-kaca.

"Karena saat itu aku membuat kesalahan."

"Kesalahan apa?"

"Aku panik."

Vanessa menunduk.

"Aku mencoba menyelesaikan semuanya sendiri."

"Dan ketika aku gagal..."

"Aku kehilangan kepercayaanmu."

Galaxy mengingat masa lalu.

Saat itu ia memang menemukan bukti yang membuatnya yakin Vanessa mengkhianatinya.

Namun sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu, muncul banyak pertanyaan.

"Kalau memang kau tidak bersalah..."

"Kenapa kau pergi?"

Vanessa terdiam cukup lama.

"Luka."

"Karena setelah kau tidak mempercayaiku, aku merasa tidak ada lagi tempat untukku."

Galaxy mengalihkan pandangan.

Ia tidak tahu harus percaya atau tidak.

Di penthouse...

Grizella masih memandangi foto yang dikirim kepadanya.

Ia tahu foto itu mungkin hanya jebakan.

Namun tetap saja ada rasa sakit yang muncul.

Ia menghela napas.

"Ini konyol."

"Kenapa aku merasa seperti ini?"

Ia mencoba kembali bekerja.

Tetapi pikirannya terus terganggu.

Tiba-tiba pintu penthouse terbuka.

Galaxy kembali.

Grizella langsung berdiri.

"Tuan sudah kembali."

Galaxy mengangguk.

Namun ia menyadari sesuatu.

Grizella tidak seperti biasanya.

Biasanya gadis itu akan langsung memberikan laporan atau mengomentari kebiasaan buruknya.

Sekarang ia terlihat menjaga jarak.

"Ada sesuatu?"

"Tidak."

Jawaban Grizella terlalu cepat.

Galaxy menatapnya.

"Kau berbohong."

Grizella terdiam.

Ia hampir mengatakan semuanya.

Tentang foto itu.

Tentang rasa tidak nyaman yang ia rasakan.

Namun akhirnya ia mengurungkan niat.

"Bukan urusan saya."

Kalimat itu membuat Galaxy sedikit terkejut.

Karena itu adalah kalimat yang biasanya ia ucapkan.

Malam semakin larut.

Galaxy masuk ke ruang kerja.

Namun pikirannya tidak bisa tenang.

Ia membuka laptop dan melihat kembali semua bukti kasus.

Sementara di sisi lain, Grizella berdiri di balkon penthouse.

Angin malam menyentuh wajahnya.

Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Galaxy hanya atasannya.

Dia adalah CEO.

Dan dirinya hanya asisten.

Tidak ada alasan untuk merasa terluka.

Namun hatinya berkata lain.

Keesokan paginya...

Saat Grizella datang ke kantor, suasana terasa berbeda.

Beberapa karyawan berbisik.

Ia melihat sebuah berita online yang sedang ramai dibicarakan.

Judulnya membuat matanya membesar.

"Galaxy Adelion Wesley Bertemu Kembali dengan Mantan Istri di Tengah Skandal Perusahaan."

Di bawah berita itu terdapat foto Galaxy dan Vanessa.

Grizella terdiam.

Seseorang telah menyebarkan pertemuan mereka ke publik.

Dan sekarang seluruh dunia mulai bertanya...

Apakah Galaxy akan kembali kepada mantan istrinya?

Saat itu, Galaxy keluar dari lift.

Tatapan mereka bertemu.

Namun kali ini...

Grizella tidak melihat Galaxy sebagai CEO.

Ia melihat pria yang mungkin akan meninggalkannya.

Dan Galaxy menyadari satu hal.

Ada jarak baru yang tiba-tiba muncul di antara mereka.

Pagi itu, lantai tertinggi Wesley Corporation terasa lebih dingin dari biasanya.

Bukan karena pendingin ruangan.

Melainkan karena perubahan sikap dua orang yang biasanya selalu berdebat.

Galaxy berjalan keluar dari lift dengan langkah tenang.

Namun matanya langsung mencari satu sosok.

Grizella.

Wanita itu sedang berdiri di dekat meja kerja sambil membaca beberapa dokumen.

Biasanya, ketika melihat Galaxy datang, Grizella akan langsung menghampiri dan memberikan laporan.

Namun hari ini berbeda.

Ia hanya menundukkan kepala.

"Selamat pagi, Tuan Galaxy."

Suaranya terdengar formal.

Terlalu formal.

Galaxy berhenti.

"Selamat pagi."

Ia memperhatikan Grizella beberapa saat.

Ada sesuatu yang berubah.

Dan ia tidak menyukai perubahan itu.

Di dalam ruang CEO...

Grizella meletakkan laporan di meja.

"Jadwal rapat hari ini sudah saya kirimkan."

Galaxy mengambil berkas itu.

"Kau marah padaku?"

Pertanyaan tiba-tiba itu membuat Grizella terdiam.

"Tidak."

"Kau berbohong lagi."

Grizella menghela napas.

Ia tidak suka ketika Galaxy bisa membaca dirinya dengan mudah.

"Saya hanya merasa..."

Ia berhenti.

Galaxy menunggu.

"Merasa apa?"

Grizella menggenggam dokumen di tangannya.

"Tidak seharusnya saya ikut campur dalam kehidupan pribadi Anda."

Kalimat itu membuat ekspresi Galaxy berubah.

"Kehidupan pribadiku?"

"Ya."

Grizella tersenyum kecil, tetapi terlihat dipaksakan.

"Pertemuan Anda dengan mantan istri Anda bukan urusan saya."

Galaxy terdiam.

Jadi ini tentang Vanessa.

"Kau melihat berita itu?"

Grizella tidak menjawab.

Jawaban diamnya sudah cukup.

Galaxy berjalan mendekat.

"Grizella."

Untuk pertama kalinya, ia memanggil namanya tanpa nada seorang atasan.

Namun Grizella tetap menjaga jarak.

"Saya masih punya pekerjaan."

Ia berbalik hendak pergi.

Tangan Galaxy hampir terulur untuk menahannya.

Namun ia berhenti.

Siang harinya...

Galaxy meminta Aaron menyelidiki siapa yang menyebarkan berita tentang pertemuannya dengan Vanessa.

"Tuan, ini bukan berita biasa."

Aaron menunjukkan hasil laporan.

"Seseorang mengirim foto itu ke beberapa media dalam waktu yang sama."

"Berarti sudah direncanakan."

"Benar."

Galaxy menatap layar.

Seseorang tidak hanya ingin menghancurkan perusahaan.

Mereka ingin mengacaukan hubungan yang mulai terbentuk antara dirinya dan Grizella.

Sementara itu, Grizella berada di ruang fotokopi.

Ia mencoba menenangkan pikirannya sambil menyelesaikan pekerjaannya.

Tiba-tiba seorang karyawan menghampiri.

"Nona Grizella."

"Ya?"

"Kau harus melihat ini."

Karyawan itu menunjukkan sebuah komentar di berita online.

Banyak orang mulai menyerang Grizella.

"Asisten baru CEO hanya mencari kesempatan."

"Dia pasti ingin menggantikan posisi mantan istri CEO."

Grizella membaca semuanya dengan wajah tenang.

Namun dalam hatinya, kalimat-kalimat itu terasa menyakitkan.

Ia tidak pernah ingin mengambil tempat siapa pun.

Ia hanya bekerja.

Sore hari...

Galaxy menemukan Grizella duduk sendirian di ruang arsip lama.

"Kau di sini?"

Grizella terkejut.

"Tuan."

Galaxy masuk dan menutup pintu.

"Kau menghindariku."

"Saya tidak."

"Grizella."

Nada Galaxy membuatnya diam.

"Aku tidak kembali kepada Vanessa."

Kalimat itu membuat Grizella menatapnya.

Galaxy melanjutkan,

"Pertemuan itu hanya untuk mencari kebenaran."

Grizella menunduk.

"Saya tidak berhak bertanya."

Galaxy mendekat.

"Siapa bilang?"

Grizella terdiam.

"Aku tidak ingin kau merasa seperti orang asing."

Untuk beberapa detik, mereka hanya saling menatap.

Namun sebelum Grizella sempat menjawab...

Ponsel Galaxy berbunyi.

Sebuah pesan masuk.

Galaxy membukanya.

Wajahnya langsung berubah.

Di layar terdapat sebuah foto baru.

Foto itu memperlihatkan Grizella sedang berdiri bersama seseorang di depan gedung perusahaan beberapa hari lalu.

Orang yang berdiri bersamanya...

Adalah pria yang selama ini dicari oleh tim keamanan.

Dalang di balik pencurian dokumen.

Galaxy menatap foto itu.

Lalu perlahan menatap Grizella.

Untuk pertama kalinya...

Keraguan kembali muncul.

"Grizella..."

Suaranya terdengar berbeda.

"Apa kau mengenal pria ini?"

Grizella melihat foto tersebut.

Wajahnya langsung pucat.

Karena pria itu...

Adalah seseorang dari masa lalunya yang tidak pernah ia ceritakan kepada Galaxy.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!