NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Pria tadi menoleh. Wanita cantik berjilbab di sampingnya juga merasa bingung. Ia saling melempar tatap dengan dahi berkerut.

"Ayah... Katanya Ayah lagi bangun lumah di sulga? Kok malah abis beli loti?" Tama mengerjabkan mata, tatapanya menahan tangis.

Pria tadi mensejajarkan tingginya dengan Tama. "Haii... Apa wajah Paman mirip wajah Ayah kamu?"

Miranda datang. Wajah cantik itu mencoba tersadar sepenuhnya. Hatinya meyakinkan; jika pria di depanya hanyalah sosok duplikat tanpan perbedaan apapun.

"Ma-maaf! Maafkan putra saya. Dia hanya merindukan Ayahnya saja," ucap Miranda merasa tak enak hati.

Wanita di depanya menyahut. "Tidak apa-apa. Anak kecil memang seperti itu. Apalagi kalau kangen Ayahnya," jawabnya sambil mengusap kepala Tama.

Sekali lagi Miranda menatap pria itu. Wajahnya sangat mirip mendiang suaminya~Arya. Dari mulai tatapanya, cara bicanya. Bahkan, sikap hangatnya saat berkontak fisik dengan anak kecil. Semua itu sangat mirip mendiang Arya tanpa terkecuali.

Hanya saja, pria di depanya memiliki kulit lebih cerah dari pada suaminya.

Akankah... Suaminya memiliki saudara kembar? Asumsi itu meledak memenuhi isi kepala Miranda.

"Kalau Paman boleh tahu... Emangnya Ayah kamu kemana?" tanya Pria asing tadi.

Tama dengan polosnya menjawab. Suaranya rendah, tangisanya hampir pecah. "Kata Bunda... Ayah sudah meninggal, Paman! Ayah lagi bangunkan lumah di sulga untuk Tama."

Pria tadi mengusap kepala Tama dengan senyum getir. Ia merasakan sesak saat mulut kecil tadi bersua.

"Maaf ya, Paman nggak tahu! Oh ya... Ini, Paman punya donat. Kamu mau?" pria tadi mengambil satu kotak donat dari kantung plastik yang dibawa calon Istrinya.

Tama mengangguk. Wajanya sangat bahagia. "Wah... Makasih ya, Ayah- eh, Paman!"

Miranda tersenyum dengan dada penuh. Hatinya berdesir, sesak itu kembali mengusik. "Terimaksih. Kalau begitu saya permisi masuk dulu. Sekali lagi saya minta maaf atas kelancangan putra saya."

Pria tadi mengangguk, wanita berjilbab disampingnya juga mengangguk.

Dan ketika pria tadi sudah mulai melanjutkan jalanya, Miranda menoleh sejenak. Rasanya sungguh rindu terhadap mendiang suaminya. Ingin sekali Miranda memeluk tubuh itu, mengadukan semua rasa sesak, rasa sakit, dentuman masalah itu seolah bak air yang mengalir. Merambah lambat, berhela saja dirinya tak mampu.

"Bunda... Paman tadi milip sekali sama Ayah. Tama jadi kangen kalau begini. Tama pinginnnn banget bisa di gendong Ayah lagi."

Ungkapan Tama bukan kalimat semata. Pernyataan itu sukses mengguncang hati Miranda hingga membuatnya cukup menahan napas dalam. Semua yang di katakan putranya memang benar. Namun, ia tidak ingin membuat pikiran Putranya lebih larut.

"Tama... Di dalem ada cake yang bentuknya kaya angry bird. Tama mau lihat nggak?" Miranda mencoba mengalihkan perhatian putranya.

Tama meringsut. "Ih, Tama takut nanti bulungnya telbang gimana, Bunda?!"

Tawa Miranda lepas seketika.

Sementara pria asing tadi baru saja masuk dalam mobil bersama calon Istrinya. Entah mengapa, semenjak pertemuanya dengan bocah kecil tadi; yang mengakui dirinya sangat mirip dengan Ayah kandungnya, membuat pria itu menjadi kepikiran, akankah selama ini dirinya memiliki saudara kembar.

"Mas Arfan... Kenapa?" Wanita cantik berjilbab disampingnya itu menepuk lengan pria yang bernama Arfan dengan lembut.

Arfan Maheswara~nama pria yang tadi Tama sebut-sebut sangat mirip degan mendiang Ayahnya~Arya Syahputra. Pria tampan dengan balutan kemeja di gulung itu menoleh. Senyumnya tipis, lalu menggeleng lemah.

"Nggak ada apa-apa, Lita! Kita pulang saja," jawabnya singkat. 'Aku harus mencari tahu. Jangan-jangan... Lukisan yang Papah simpan rapat selama ini, itu ada hubungannya tentang siapa keluarga Wijaya sesungguhnya?'

Dibalik wajah teduhnya. Ambisi pria bernama Afran itu rupanya sangat kuat. Perlahan ia mulai melajukan mobilnya, lalu segera meninggalkan area toko roti.

Sementara di dalam, selain akan memesan roti untuk acara, Miranda juga bertanya tentang lowongan pekerjaan yang berakhir nihil itu. Wajahnya masih tetap tersenyum, meksipun dalam kepalanya berisik, kemana lagi dirinya akan mencari pekerjaan.

"Maaf ya, Mbak! Nanti kalau ada loker lagi saya kabari," ucap sang Kasir sambil menangkupkan tangan di dada.

Miranda mengangguk. "Baik, Mbak! Kami permisi...."

Tapi meskipun begitu, Miranda tetap bersyukur, di tengah hantaman ujian dalam hidupnya yang tak pernah usai, dirinya di berikan kemahiran oleh Tuhan, yakni menjahit.

Miranda juga sudah membuka jasa jahit itu sejak Tama belum lahir. Dan dari Arya lah, Miranda dapat mengembangkan bakatnya.

*****

Malam itu,

Drttt!!!

"Hallo, bagaimana Nanda?" Ezar berjalan menuju teras balkon sambil mengeringkan kepalanya dengan handuk kecil.

Nanda mulai memberitahu, "Pak Ezar, setelah saya selidiki di kantornya suami Miranda kerja dulu, pria itu sudah meninggal hampir 3 tahun yang lalu."

Deg!

Ezar terkejut. "Meninggal? Sudah lama sekali? Berarti... Bajingan itu sudah nggak ada di dunia ini? Heh, baguslah kalau begitu," wajah tampan itu mengukir senyum iblis. 'Jadi, Miranda sudah lama sekali menjadi Janda? Siapa mangsa dia selanjutnya?'

Nanda kembali menimpali, "Pak Ezar... Saya sudah mengirimkan foto beserta data diri suami Miranda. Tapi, saya tidak yakin jika pria itu yang meniduri Miranda waktu dulu. Wajah suaminya seperti orang baik-baik."

"Nanda! Kami ini berpihak sama siapa? Mau bonus kamu saya potong!" Ezar menggeram.

"Hehe... Maaf, Pak! Saya hanya berasumsi saja. Selamat malam."

Ezar memutus panggilan itu sepihak. Ia kembali meremat gawainya. Matanya kembali menelisik, foto Arya terpampang jelas pada layar miliknya. Namun karena kebencian sudah bertahta, dalam pandanganya; sosok Arya tak ubah mirip bajingan kelas kakap. Ezar mengira, Arya lah yang ada dalam rekaman video itu.

"Gara-gara kamu... GARA-GARA KAMU MIRANDA JADI WANITA JALANG SEKARANG!" gawai tadi teremat dalam genggaman tangan Ezar.

Setelah itu dirinya menghapus foto Arya, dan segera masuk ke dalam kembali.

Di luar, Bu Ria mengerutkan alis ketika melihat putranya menuruni anak tangga dengan langkah tergesa. Dalam balutan pakaian santai namun cukup rapi, Bu Ria kira putranya itu akan bermalam minggu dengan calon menantunya - Sinta.

"Mau jemput Sinta, sayang?" Bu Ria sudah menutup majalahnya dan kini bangkit menghadang jalan Ezar.

Ezar tersenyum. "Iya, Mah! Ya udah, Ezar berangkat dulu. Nanti keburu macet."

Bu Ria mengangguk, tersenyum puas melihat putranya sudah hidup bebas tanpa bayang-bayang mantan pelayanya dulu.

Di saat Bu Ria akan melangkah kembali, ada suara bass seseorang yang menghentikan langkahnya.

"Bangkai yang tertutup rapat-rapat... Suatu saat pasti akan tercium dengan sendirinya."

Deg!

Ria menoleh kaku. Wajahnya sudah mulai ketar-ketir. Namun ketika langkah seseorang sudah mulai dekat, pria tampan berusia 38 tahun itu naik ke atas sambil membaca bukunya.

Huh! Ria dapat bernapas lega.

"Anak itu suka sekali membuat jantungku hampir lepas," gumamnya. Setelah itu ia melanjutkan jalanya kembali.

Di atas, pria bernama Dewa itu menarik sudut bibirnya sinis melihat Ibunya sudah berlalu.

"Mas Dewa... Saatnya minum obat! Mas Dewa?"

Mendengar suara pelayan dari bawah, Dewa langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!