Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.
Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.
Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 3 Pengantin Pengganti
Ball room hotel bintang lima di sulap megah dengan dekorasi bunga impor warna putih kesukaan Aurora. beberapa tamu undangan sudah datang, keluarga besar Antoro yaitu keluarga Aurora juga sudah siap dengan stelan jas mahal dan gaun indah mereka. Keluarga Gunanto juga baru saja tiba untuk memberi selamat atas pernikahan Aurora dan Andre.
Maxime terlihat tampan dengan stelan jas hitamnya dan rambut di tata rapi klimis menyisakan helaian liar di dahi yang membuatnya semakin menawan dan mempesona. ia mencari keberadaan Aurora di kamar ganti pengantin. tapi sayang ia tidak di perkenankan masuk ke ruangan karena penampilan Aurora akan menjadi kejutan untuk semua orang yang hadir. Maxime mengerti dan ia segera kembali ke meja tamu VVIP bersama papa mama dan Catherine adiknya.
"Mana pengantin pria? seharusnya dia dan keluarganya sudah datang" celetuk Catherine.
Max mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. benar juga sejak tadi ia tidak melihat Andre maupun keluarganya. wajah tampan Max sedikit cemas.
"Iya Max mana pengantin prianya?" tanya mama.
"Saya ke om Antoro dulu pa, ma" kata Max seraya berjalan menghampiri ayah Aurora yang sekarang juga tak kalah cemas.
"Om mana Andre dan keluarganya?" tanya Max.
"Om juga bingung Max mereka tidak bisa di hubungi" jawab om Antoro.
"Gimana ini pa?" tante Antoro terlihat panik.
"Om dan tante tenang dulu kita tunggu sebentar lagi" Maxime menenangkan keluarga Aurora meski ia sendiri curiga ada yang tidak beres.
Maxime berjalan keluar ball room hotel ia nampak bicara dengan asistennya Wisnu.
"Cari tahu dimana Andre dan keluarganya kenapa belum datang juga"
"Baik bos"
Di ruang ganti pengantin terlihat kacau, berkali-kali Aurora menghubungi Andre atau calon mertuanya tapi tidak ada yang aktif nomor ponsel mereka. dengan menarik napas dalam-dalam Aurora mencoba tenang. tapi ia tetap panik karena sebentar lagi acara sakral pernikahan akan segera di mulai dan pengantin pria belum ada.
"Max!" Aurora menggenggam tangan Maxime erat, ia takut dan cemas.
"Tenang Rora semua akan baik-baik saja" kata Max menenangkan sembari mengusap tangan Aurora dengan lembut.
Tak bisa di pungkiri Max kesal dan marah melihat kepanikan melanda Aurora. rasanya ia ingin menemui Andre dan menghajarnya hingga babak belur.
"Kalau dia tidak datang bagaimana Max? acara ini tidak mungkin batal aku dan keluarga bisa malu sekali" bulir bening mulai jatuh di pipi Aurora.
"Itu tidak akan terjadi Rora tenanglah"
Max keluar ruangan karena Wisnu memanggilnya untuk bicara.
"Bos Andre melarikan diri bersama keluarganya ke luar negeri. perusahaan mereka bangkrut dan menyisakan hutang dalam jumlah besar. sepertinya mereka kabur menghindari tunggakan pajak juga bos"
Maxime mengepalkan tangan menahan amarah. ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Aurora jika tahu calon suaminya kabur begitu saja.
Maxime kembali ke ruangan ganti pengantin. dengan sangat hati-hati ia menyampaikan pada Aurora jika Andre telah kabur ke luar negeri entah kemana. detik itu juga Aurora jatuh pingsan. semua panik terutama om dan tante Antoro. kekacauan tak terhindarkan. beberapa tim MUA sibuk menyadarkan Aurora dari pingsannya.
"Apa tidak ada solusi lain Max?" tanya papa Gunanto.
"Solusi apa lagi pa mereka telah kabur tanpa jejak menghindari hutang dan tunggakan pajak" jawab Max kesal.
"Tapi acara ini pertaruhan nama besar saya mas Gun, bagaimana ini" kata Antoro pada Gunanto.
"Tenang dulu An kita pikir bersama solusinya" kata Gunanto dengan wajah prihatin.
"Om kalau Andre tidak datang biar saya yang menikahi Aurora" kata Maxime.
Semua menoleh ke arah Maxime terkejut. hanya satu orang yang tidak terkejut yaitu Catherine. ia sudah tahu jika kakaknya itu mencintai Aurora.
"Apa kau yakin Max? jangan main-main ini pernikahan" kata Gunanto.
"Pa aku yakin, jika nanti kedepannya aku dan Aurora tidak sejalan kami bisa berpisah"
"Tapi Max ini gila jangan permainkan pernikahan" Om Antoro menepuk bahu Maxime.
"Ini solusi terbaik om, terserah om setuju atau tidak, bagaimana?"
Semua hening terlihat berpikir Antoro mendekati Gunanto keduanya berdiskusi antar orang tua.
"Baiklah kalau begitu, tapi apa kau tidak keberatan menikahi Aurora?" tanya Antoro meyakinkan.
Maxime menatap Aurora yang sudah tersadar dari pingsan. ia tersenyum lalu mengangguk mantap. Catherine yang tahu perasaan kakaknya segera memeluk Maxime sembari berbisik mengucapkan selamat dan memberi dukungan.
"Thank you Cath" kata Maxime pada adik tersayangnya.