" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arjuna Si Calon Suami
Sesuai kesepakatan yang sudah ia lakukan dengan Arjuna tadi siang,mulai besok hingga beberapa hari ke depan Yura harus izin ke kampus dengan Arjuna sendiri yang turun tangan mengurus perizinan tersebut.
" Eh Maesaroh! Kemana saja Kamu tadi ?" tanya Intan begitu panggilan video tersambung dalam grup yang beranggotakan mereka bertiga.
" Aku ke butik, fitting baju pengantin." jawab Yura mulai menjelaskan supaya nanti kedua sahabat nya tidak syok mendengar kabar selanjutnya.
" Seriuss Ra?" tanya Intan dan Marta kompak.
Dan Yura langsung mengangguk cepat.Yura tidak ragu untuk berbagi cerita kepada kedua sahabat nya,toh suatu saat nanti pasti dia membutuhkan bantuan mereka berdua jika sampai pernikahan ini di ketahui oleh publik.
" Aku pergi sama dia." ujar Yura lagi.
" Dia nya siapa Ra? Kasih tahu kita dong orang nya.masa sama sahabat sendiri main rahasia-rahasiaan sih." ucap Intan sok merajuk.
Yura menarik nafas dalam sebelum mengungkapkan semua nya kepada Intan dan Marta, setelah ini kedua sahabat nya pasti akan heboh mendengar nama tersebut.
" Janji jangan pingsan ya." ujar Yura memperingati kedua sahabat nya
" Iya...Aman sentosa ini."Jawab Intan dan Marta bersamaan.
Tapi Yura tidak yakin,kedua sahabat nya pasti akan syok mendengar siapa lelaki itu,belum lagi kedua sahabat nya ini ngefans berat sama lelaki tersebut.
"Calon Suami Aku itu adalah Pak Arjuna Raharja." kata Yura was-was menunggu reaksi apa yang akan di berikan oleh kedua sahabat nya.
Tapi yang terjadi justru suasana diam, hening mungkin Intan dan Marta masih mencerna dengan baik ucapan Yura.
Sedetik kemudian Intan dan Marta malah tertawa membuat Yura kebingungan melihat nya.
" Tinggi banget khayalan Kamu! Nggak mungkin kan Kakak Kamu yang sok cantik itu pergi meninggalkan calon suami ganteng dan kaya seperti Pak Arjuna.pasti Kamu lagi bohong kan Ra? Calon suami mu pasti lelaki gendut ,perut nya besar dan udah punya istri kan Ra,terus Kamu di jadikan istri kedua.maka nya Kak Sela sampai kabur terus Kamu di paksa menikah dengan laki-laki itu."ucap Marta panjang lebar sesuai dengan apa yang sering ia tonton di sinetron ku menangis kesukaan ibu nya.
" Iya nih Yura,ngaco banget Pak Arjuna mau menikah sama kita yang masih bocil ini.selera Pak Arjuna pasti model seksi yang tinggi semampai itu nggak sih Ra,tumben banget Kakak Kamu baik sama Kamu ." sambung Intan menimpali.
Intan dan Marta tidak percaya dengan apa yang Yura ungkap.mereka memang tahu Sela akan menikah tapi selama ini mereka tidak tahu pasti siapa calon suami Sela .tidak mungkin seorang Arjuna kan? Turun banget selera Arjuna kalau sampai jatuh cinta pada sosok Sela.secara Arjuna tampan dari lahir sedang kan Sela modal bedak tebal doang.
" Aku nggak lagi mengarang cerita atau berbohong,Pak Arjuna memang calon suami Aku.tadi kami ke butik naik mobil dia,Aku minta dia tunggu di pojok kampus karena nggak mau ketahuan sama yang lain,ingat ini rahasia kita bertiga.jangan sampai ketahuan sama yang lain." kesal Yura padahal dia sudah berusaha jujur kepada kedua sahabat nya.apa setidak pantas itu dia bersanding dengan Arjuna sampai di tuduh menghalu oleh kedua sahabat nya.
Jika calon suami nya seperti yang di katakan oleh Marta tadi, sudah dari kemarin Yura Kabur ke lubang semut yang paling dalam tanpa perduli dengan ancaman dari sang Ayah,mana mau dia di jadikan istri kedua dari lelaki yang sudah tua.tapi ini berbeda dan dia tidak mungkin lari sebelum Arjuna sendiri yang mengusir nya untuk menjauh dari kehidupan pria itu.
" Terserah kalian mau percaya atau nggak!Mulai besok Aku nggak datang ke kampus dulu, pernikahan nya akan di adakan pagi Rabu dan cukup privat atas permintaan Aku sendiri."sambung Yura lagi .
" Jadi beneran nyata Ra! Kamu mau menikah dan calon suami Kamu itu Pak Arjuna.gila banget nggak sih jalan hidup Kamu.sedramatis ini dan begitu sat set sekali.fans nya Pak Arjuna pasti kepanasan jika tahu kalau Kamu adalah istri sah Pak Arjuna." lirih Intan ikut kecewa karena idola nya sudah akan menikah dengan sahabat nya sendiri.yang Intan rasakan bukan kecewa yang berlebihan hanya sekedar kecewa saja tidak ada dendam di dalam nya.
" Termasuk Fans Dimas juga nggak sih?Mereka bakal kecewa kalau tahu Kamu gagal jadian sama Kak Dimas,nah selanjutnya ada lagi gerombolan orang yang sakit hati karena Kamu nikah sama Pak Arjuna,apa nggak menyala itu hari-hari Yura." ucap Marta membayangkan apa yang akan terjadi jika sampai para fans Dimas dan Arjuna berkolaborasi menyerang Yura yang mereka anggap sudah mempermainkan dua perasaan lelaki ganteng.
Yura dan intan ikut bergidik ngeri membayangkan teror apa yang akan Yura terima nanti setelah resmi menikah dengan Arjuna.Yura terdengar menarik nafas dalam-dalam.
" Tolong rahasia kan dulu pernikahan ini,Aku belum sanggup menghadapi mereka semua." ucap Yura pelan tak bersemangat.
Bukan karena takut kepada siapapun,tapi Yura hanya ingin segera menyelesaikan kuliah dengan cepat dan lancar.kalau bukan karena di jodohkan oleh orang tua Yura juga belum ingin menikah.
Malam ini untuk pertama kali nya Yura terus terjaga hingga pagi menjelang.kedua mata nya terasa sulit untuk di tutup padahal seluruh tubuh nya sudah lelah meronta-ronta minta untuk di ajak istirahat.berulang kali Yura mengatur posisi tidur mencari tempat ternyaman namun kedua mata nya tidak bisa di ajak kompromi.pikiran nya berkecamuk dengan banyak masalah yang ia temui di umur yang masih muda.
Tok...Tok...
" Non bangun." Bi Yum datang mengetuk pintu kamar Yura.
" Sebentar Bi." jawab Yura berusaha turun dari tempat tidur sambil memegang kepala yang terasa pening akibat kurang tidur.
Jika Bibi tidak datang mengetuk pintu kamar nya, mungkin Yura akan terus melanjutkan tidur nya ,toh hari ini dia tidak perlu datang ke kampus atas permintaan dari Arjuna langsung.
" Cepat bangun Non,ini sudah jam tujuh,di lantai bawah Nyonya sama Tuan sedang menikmati sarapan pagi." ujar Bibi memberitahu karena tidak ingin Yura di semprot oleh sang Ibu bila ketahuan bangun kesiangan.
" Iya Bi." jawab Yura sambil melirik jam.
Padahal tadi Yura baru tidur hanya sebentar dan masih kurang sangat banyak untuk membuat tubuh nya menjadi segar,tapi sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit . berarti hanya 4 jam saja Yura tertidur pulas selebihnya sibuk melamun dan mengatur posisi tidur.
Cukup dengan waktu dua puluh menit,Yura sudah selesai membersihkan tubuh nya lalu berganti pakaian dengan sebuah dress cantik.
"Cepat turun Non,Nyonya mencari keberadaan Non Yura." kita Bi Yum setelah mendengar teriakan keras dari lantai bawah.
" Iya Bi." jawab Yura dalam hati mengatakan Mati Aku karena harus menghadapi kemarahan Sang ibu lagi.
Saat tiba di ruang makan.Yura langsung duduk di kursi yang selama ini sering ia tempati.Kursi itu terletak paling ujung dan terkesan menjauh dari anggota keluarga lain nya,bukan untuk menyendiri tapi kenyataannya Rahmi lah yang memberikan kursi itu kepada Yura dan Yura di larang pindah ke kursi yang lain.
Rahmi yang menyadari kehadiran Yura pun seketika membanting sendok dan garpu yang sejak tadi dia pegang hingga menghantam piring dengan sangat keras.wajah Rahmi mengeras penuh emosi.ia menatap Yura mulai dari ujung rambut perlahan turun ke perut Yura yang masih rata.
" Masih berani turun setelah telat bangun,jangan lupa kalau Kamu masih menumpang di sini.mentang- mentang mau menikah dengan orang kaya langsung banyak tingkah."tegur Rahmi judes.
Yura tidak jadi menyentuh makanan yang kebetulan pagi ini sudah di siapkan khusus untuk nya.kebetulan sekali pikir Yura, padahal selama ini tidak pernah seperti itu.dan makanan yang tersaji di depan Yura bukan makanan sisa semalam atau makanan yang sudah rusak.makanan ini sama persis seperti apa yang orang tua nya makan pagi ini.
" Sudah diam lah Rahmi,biarkan dia menghabiskan makanan nya.setelah ini Kamu bisa melanjutkan amarah mu itu." cela Pak Bambang begitu bijak namun terdengar sangat menakutkan.
" Cepat habiskan makanan mu." ujar Pak Bambang sambil menatap Yura.
" I- Iya Pak." jawab Yura lirih.
Yura menatap bergantian antara piring dan juga sang Ayah.apa arti semua ini? Apakah sang Ayah mulai berubah dan mencoba menyayangi nya lagi? Atau ada rahasia di balik semua ini ?
" Cepat makan! Jangan sok kalem Kamu." desak Rahmi tidak sabar.
" Iya Ma." Yura mulai menyuapi makanan ke dalam mulut nya.
Namun belum sempat sendok berisi makanan menyentuh ujung bibir.ada seseorang yang tiba-tiba datang menepis sendok tersebut hingga membuat sendok milik Yura terjatuh berserakan di atas lantai.tak sampai di situ saja, piring yang sengaja di siapkan untuk Yura pun ikut pecah tak terselamatkan .
Prang....
" Yura..."
" Apa-apaan ini?" kata Bambang dan Rahmi kompak menolehkan kepala ke arah si tamu yang di anggap pembuat onar.
Bola mata pasangan suami istri itu membesar tak terkendali.di hadapan mereka ada Arjuna yang sedang berdiri dengan tatapan mata tajam.amarah yang tadi memuncak terpaksa mereka pendam dalam dada masing-masing, semoga saja tidak sampai serangan jantung.
" Nanti saya akan menggantikan jumlah makanan, piring dan sendok yang barusan Yura jatuhkan, sekarang Yura harus ikut dengan saya." Arjuna langsung menarik tangan Yura untuk mengikuti langkah kaki nya menuju mobil yang sedang terparkir di halaman depan.
Yura mengikuti langkah kaki Arjuna dengan tertatih-tatih, meskipun Arjuna berjalan pelan namun postur tubuh mereka sangat berbeda jauh sekali.satu langkah kecil bagi Arjuna sama dengan dua langkah besar untuk Yura.
" Mau kemana lagi? Aku belum sarapan." tanya Yura setelah masuk ke dalam mobil Arjuna.
" Ikut aku ke rumah,Mama nyariin Kamu, nanti Kamu sarapan di rumah Mama saja." jawab Arjuna dengan wajah kelam.
Ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada calon istri nya dan masa depan mereka nanti jika sampai makanan itu masuk ke dalam perut Yura.kali ini Bambang dan Rahmi tidak akan lolos dari maut yang mereka ciptakan sendiri.
" Aku belum pamit sama orang tua Aku." kata Yura lagi.
" Lagian tas sama ponsel Aku masih ketinggalan di kamar." sambung Yura lagi.
Arjuna mendengus seraya mengusap wajah kelam nya.Arjuna lalu memerintahkan kepada sopir yang menemani nya pagi ini untuk turun menjemput barang-barang milik Yura.
" Kamu nggak perlu pakai acara pamitan kepada mereka,mana ada orang tua yang tega merusak masa depan anak nya sendiri." ujar Arjuna sukses membuat Yura menatap penuh tanya ke arah nya.
" Maksud Kamu?" tanya Yura penasaran.
" Nanti Aku jelaskan.sekarang nurut dulu sama Aku.bisa kan?" tanya Arjuna dan Yura hanya diam tanpa membuka suara.
Sementara di dalam rumah.wajah Bambang dan Rahmi sudah pucat basi .bahkan untuk berdiri saja mereka tidak memiliki tenaga lagi.
" Gagal." kata Rahmi kepada suami nya.
" Kenapa dia bisa datang ke rumah ini sepagi ini?" tanya Bambang frustasi.
" Masih ada malam nanti atau nggak pagi besok.dia tidak akan lolos dari obat ini." balas Rahmi dengan mata menyala
Sopir pribadi Arjuna sudah turun dari lantai atas sambil menenteng tas milik Yura.Bi Yum yang mengantar lelaki itu terlihat berbincang hangat dengan pria itu.hingga percakapan mereka tidak sengaja terdengar oleh kedua orang tua Yura.
" Nyonya muda tidak akan kembali ke rumah ini lagi,Tuan muda sudah menyiapkan rumah untuk mereka tempati berdua." ucap sang sopir .
Degh...
" Apa?" teriak Rahmi tidak terima tapi ia tak berani melawan keputusan Arjuna.
Bersambung.