NovelToon NovelToon
Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Tiga tahun lamanya Andini mencurahkan seluruh pengabdiannya sebagai istri saleha, namun ia justru dihempaskan ke titik terendah dalam hidupnya. Ia diusir tanpa membawa uang sepeser pun oleh Reno, suaminya sendiri, yang lebih memilih Siska karena pengakuan kehamilannya. Setelah kenyang menerima hinaan sebagai perempuan mandul yang sekadar menumpang hidup, Andini bersumpah untuk bangkit dari puing-puing kehancurannya.

Saat Andini akhirnya berhasil bertransformasi menjadi sosok wanita karier yang mandiri, elegan, dan sulit digapai, Reno datang kembali sambil merangkak penuh penyesalan. Namun, sebuah map cokelat yang telah disiapkan Andini siap meruntuhkan sisa-sisa kesombongan pria itu. Sebuah rahasia medis yang mencengangkan akhirnya terungkap: Reno sebenarnya mandul, dan anak yang selama ini ia puja-puja hanyalah buah dari pengkhianatan Siska. Inilah saatnya karma instan mulai bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Langkah Balasan sang Predator

Amarah yang menggelegak di dada Adrian Wijaya malam itu tak sanggup lagi diredam oleh kemewahan ruang kerjanya. Serpihan gelas kaca yang berantakan di atas lantai marmer seolah menjadi saksi bisu bagaimana reputasi yang ia bangun dengan penuh keangkuhan runtuh hanya dalam hitungan jam. Di layar televisi besar yang menempel di dinding, berbagai stasiun berita bisnis nasional serentak mengganti tajuk utama mereka menjadi: “Skandal Paten Wijaya Corps: Tuduhan Formula Cacat dan Tanggapan Telak Nadir Label.”

"Tuan Adrian..." Sekretaris pribadinya melangkah masuk dengan sangat waspada, khawatir bakal memicu ledakan emosi yang lebih hebat. "Beberapa rumah sakit swasta dan jenama fashion yang tadi sore baru saja menandatangani kesepakatan awal pre-sale, mendadak mengirimkan surat pembatalan sepihak. Mereka menuntut klarifikasi medis terkait isu senyawa beracun tersebut."

Adrian bergeming. Ia mencengkeram tepi meja kerjanya begitu kuat sampai buku-buku jarinya memutih. Sorot matanya menghunjam video pernyataan Andini Larasati yang terus diputar ulang di media sosial. "Andini..." desis Adrian. Suaranya terdengar sangat rendah dan dingin, sarat akan ancaman yang mematikan. "Kau pikir bisa menang dengan trik murahan ini?"

Sebagai alumnus Harvard yang dijuluki Si Jagal, Adrian tak sudi dipermalukan oleh perempuan yang ia anggap anak bawang di dunia korporasi kelas atas. Baginya, kekalahan di babak awal ini hanyalah akibat kelalaian kecil karena ia terlalu meremehkan ikatan antara Farhan dan istri barunya.

"Panggil pengacara utama kita," perintah Adrian sambil memutar badan. Wajahnya mendadak kembali tenang, namun ketenangan itu justru menyiratkan bahaya yang jauh lebih besar. "Hubungi juga jaringan kita di kementerian properti. Kalau mereka mau bermain di ranah inovasi produk, aku akan mematahkan kaki mereka di fondasi utama Al-Fatih Group: Proyek CBD Menteng."

Keesokan harinya, euforia kemenangan masih menyelimuti kantor pusat Nadir Label di Menteng. Citra melangkah masuk ke ruangan Andini membawa kabar gembira: statistik penjualan digital mereka melonjak drastis pasca-skandal paten tersebut. Konsumen dan pengamat mode ramai-ramai memuji kejujuran serta integritas Andini dalam menjaga standar keamanan produk.

"Ndin, ini benar-benar luar biasa!" seru Citra bersemangat sembari meletakkan dokumen laporan di atas meja. "Permintaan untuk Nadir-Shield V.2 dari rumah sakit internasional di Singapura dan Jakarta naik sampai tiga ratus persen untuk kuartal pertama. Kita sukses membalikkan keadaan!"

Andini yang tengah memeriksa sampel kain sutra di mejanya hanya tersenyum tipis. Namun, senyuman itu tak bertahan lama. Intuisi bisnisnya membisikkan bahwa predator yang terluka seperti Adrian Wijaya tidak akan tinggal diam setelah dipermalukan di depan publik.

"Kita harus tetap waspada, Cit," ujar Andini pelan sambil merapikan hijabnya. "Adrian Wijaya bukan tipe pria yang gampang menyerah hanya karena satu pukulan. Mas Farhan bilang, Wijaya Corps punya akar yang sangat dalam di birokrasi pemerintahan. Kita harus bersiap untuk serangan balik."

Baru saja kalimat itu selesai diucapkan, pintu ruangan terbuka tanpa ketukan. Farhan melangkah masuk dengan terburu-buru, rahangnya tampak mengeras. Di belakangnya, Ahmad menyusul dengan raut wajah sangat serius sambil mendekap map berlogo garuda emas khas kementerian. Andini spontan berdiri dari kursinya, menyadari atmosfer ketegangan yang mendadak mencekam. "Mas Farhan? Ada apa?"

Farhan tak langsung menyahut. Ia menghampiri Andini dan menggenggam erat jemari istrinya, seolah ingin menyalurkan kekuatan sebelum menyampaikan kabar buruk. "Adrian mulai memakai kekuatan politiknya, Ndin," ucap Farhan dengan suara berat.

Ahmad melangkah maju dan membuka map tersebut di hadapan Andini serta Citra. "Ibu Andini, satu jam yang lalu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang secara resmi merilis surat keputusan penundaan tanpa batas waktu untuk proyek CBD Menteng milik Al-Fatih Group. Alasan resminya karena ada laporan spionase korporasi dan sengketa data dengan Apex Horizon Ltd yang dianggap belum tuntas secara hukum domestik."

"Apa?!" Citra terperangah. "Bukannya sidang di Singapura kemarin sudah memutuskan Apex Horizon bersalah? Kenapa kementerian kita malah menunda proyeknya?!"

"Karena Singapura itu ranah arbitrase internasional, sementara CBD Menteng tunduk pada yurisdiksi hukum Indonesia," jelas Ahmad dengan wajah frustrasi. "Adrian memanfaatkan celah itu. Dia menekan komite tender kementerian agar membekukan keterlibatan kita sampai ada keputusan inkracht dari Pengadilan Negeri Jakarta. Ini taktik kotor untuk mengulur waktu dan menguras likuiditas kita."

Andini menatap draf surat pembekuan itu dengan nanar. Proyek CBD Menteng senilai triliunan rupiah adalah mimpi besar Farhan untuk membangun pusat bisnis ramah lingkungan pertama di Jakarta. Di sana pula area pameran terbesar Andini's Sanctuary rencananya akan berdiri. Jika proyek ini mandek terlalu lama, Al-Fatih Group terancam membayar denda komitmen yang fantastis kepada investor asing.

"Bukan cuma itu, Ndin," tambah Farhan, menatap istrinya dengan penuh kewaspadaan. "Adrian sengaja mengundangku ke pertemuan tertutup di hotel bintang lima malam ini. Dia secara spesifik meminta kamu ikut mendampingiku."

Andini mengernyit, mencium ada niat jahat di balik undangan tersebut. "Dia mau kita menemuinya setelah menjatuhkan surat pembekuan ini?"

"Dia mau pamer kuasa, Ndin," sahut Farhan dengan rahang yang mengetat menahan amarah. "Dia ingin membuktikan kalau di Jakarta, dia bisa mematikan bisnis kita dalam sekejap kalau kita tak patuh. Dia ingin kita datang untuk bertekuk lutut."

Andini menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debar jantungnya. Ia tak membiarkan rasa takut mengambil alih. Sebaliknya, senyum tenang namun penuh keberanian terukir di wajahnya yang anggun. Ia menatap suaminya dengan tatapan jernih dan penuh keyakinan.

"Kalau begitu, mari kita datangi, Mas," ujar Andini mantap. "Kita akan datang bukan sebagai pihak yang kalah, melainkan sebagai saksi yang siap melihat sejauh mana Adrian Wijaya bisa menari di atas keserakahannya sebelum takdir mengempaskannya lebih keras."

1
falea sezi
ending nya suka😍
Sahabat Oleng
Aku udah mampir nih thor 😇
Semangat 💪
banana cookie
Banyak konflik menarik namun tidak membuat bosan. Karakter Andini memberikan contoh agar wanita tidak mudah disepelekan dan harus bisa berdaya untuk dirinya dan orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!