NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2.

" HUHUHUHUHU... HUHUHUHUHU" Bela menangis tersedu-sedu.

" Bel udah jangan nangis terus, gua kan cuman pingsan bukan sekaratul maut" Lula pun menenangkan bela yang sudah hampir 1 jam menangis.

FLASHBACK ON

" Lula.. Lo gapapa? Muka lo pucet banget. "

Bagas langsung berdiri di depan Lula untuk menghalangi cahaya matahari.  "kalo lo ga kuat, mending lo istirahat aja di bawah pohon." Bagas sambil memegang pundak Lula.

"La lo sakit? Yo kita ke UKS aja." Panik bela melihat sang sahabat masa kecilnya bermuka pucat.

" iya la.. nanti gue sama bagas yang minta izin ke pak reza. " timpal Galang yang sudah berada di dekat bela.

" tenang aja ko guys gue ku...." .BRUK. belom menyelesaikan ucapannya Lula langsung tumbang.

"LUUULAAAAAAA" teriakan bela sampai terdengar pak reza dan murid-murid yang lain.

"YA AMPUN, AYO CEPAT BAWA LULA KE UKS" titah pak reza

Ngga pake lama bagas pun langsung menggendong Lula ala bridal style langsung menuju UKS. Bela dan Galang pun mengikuti nya dari belakang.

FLASHBACK OFF

" Bel... Ini udah jam istirahat loh. Lo ga mau gitu ke kantin beli makanan buat sahabat lu yang lagi atit ini" ucap Lula sambil pasang muka puppy eyes.

" hiks.. Iya... Hisk.. Bentar.. Hiks ... Gua.. Hiks... Berenti.. Hiks.. Nangis.. Hiks.. dulu." Bela masih mengeluarkan air mata walaupun tidak sederas 1 jam yang lalu.

Ceklek suara pintu terbuka.

" Nih buat lo" bagas menyerah kan kresek yang berisi nasi uduk dan air mineral. "Makanya sebelum berangkat sekolah tuh sarapan dulu biar di sekolah ga K.O, apalagi lu sampe berjemur di lapangan 2x" omel bagas sambil membuka kan bungkusan nasi uduk.

Perhatian nya bagas membuat hati Lula kedat kedut, Dari waktu kelas 10..bagas selalu perhatian kepada Lula sampai sekarang, kalo Lula kenapa-napa pasti Bagas duluan yang maju paling pertama. Tapi anehnya sampai sekarang Bagas ngga pernah ngungkapin perasaannya, Dan makanya itu Lula pun jadi bimbang sama Bagas.. Karna tidak memberi kepastian.

" loh ko cuma 1 si gas, punya gue mana? "

" ya lo beli sendiri bela , lo kan sehat" dengus bagas

" iddiihh pilih kasih amat , mentang - mentang TTM tapi ga di beri kepastian" ceplos bela.  "Yawdah gua ke kantin dulu ya la. Byee" bela pun pergi meninggalkan Lula dan Bagas yang kaku karna ucapan bela tadi.

" ekhm" Lula berdeham. " m-makasih ya Gas makanannya "

" o-oh iya.. Sama-sama " ucap Bagas sambil menggaruk kepala yang tidak gatal. " mau gue suapin makan nya? " tiba-tiba Bagas nyeplos begitu, setelah tersadar dengan ucapannya Bagas pun jadi salah tingkah.

" Hah.. O-ohh ngga, ngga usah.. Gue bisa makan sendiri " Lula pun langsung memakan makanannya.

----

Bela yang sudah di kantin pun terdiam sambil matanya berkeliaran apa yang nanti dia makan. Sebelum Bela memutuskan untuk makan apa siang ini, dari arah belakang terdengar suara yang menggejutkan Bela.

" HEH MINGGIR DONG, KALO BERDIRI TUH JANGAN DI TENGAH JALAN." sentak sela yang menggejutkan Bela.

Ya itu SELAWASTI, wakil ketua OSIS yang selalu iri dengan kecantikan ARABELLA. Dan Sela itu anak dari  kepala sekolah, dengan kekuasaannya dia bisa menjadi wakil ketua OSIS. Sebenarnya sela memang pintar tapi sebenarnya dia tidak suka mengikuti organisasi intra sekolah, berhubung gebetannya menjadi ketua OSIS sela pun rela mengikuti organisasi tersebut.

" YAA AMPUN, BIASA AJA DONG MBAEE. LAGIAN GUE EMANG DI PINGGIR INI BUKAN DI TENGAH JALAN." Setelah itu bela pun meninggalkan sela dan 2 Dayangnya  yang sedang menahan marah.

" ga jelas banget tiba-tiba nyentak gue, kan bisa kali ngomong baik-baik. Lagian gue juga ga berdiri di tengah jalan ko" gerutu bela sambil menuju ke gerobak siomay.

" kenapa Bel, muka lo kusut amat kaya baju belom di setrika." Galang cekikikan melihat raut bela yang tidak mengenakan.

"DIEM DEH GALA GALA.. GUE NGGA MOOD BUAT DEBAT"

" eeiittss santai dong Anabel, gue kan cuma nanya."  Galang mendekati bela lalu merangkulnya.

"DAH SANA SANA.. JANGAN DEKAT DEKAT GUEEEEE, AAAAA GUE BERUBAH NIH JADI HULK" berontak bela saat Galang merangkulnya.

Suasana kantin pun makin ramai di tambah ributnya Bela dan Galang.

---

Di kota lain di sebuah perusahaan terbesar di Indonesia PT MAKMUR ASIA.

TOK TOK TOK

"Masuk"

" permisi pak, ini Data keuangan bulan ini" ucap pegawai sambil menyerah kan data laporan.

"Hm"

" Baik, saya pamit undur diri pak".

Takut. Itu lah yang di rasakan karyawan itu. Bagaimana tidak takut, yang sedang di hadapannya adalah 'CEO PT MAKMUR ASIA'.. ARGANTARA SUHARTA, laki-laki berwajah tampan mempunyai rahang yang tegas, alis tebal, mata yang tajam bak elang, dan bibir tebal yang merah menggoda. Belum lagi dia mempunyai postur tubuh yang tinggi,tegap, gagah, dan jangan lupakan perut sixpack yang menggoda. Dan dia paling di takuti di kantor apalagi mengenai pekerjaannya yang tidak sesuai keinginan dia.

" oh ya, nanti tolong panggil kan Rio"

" b-baik pak, saya permisi dulu."

CEKLEK pintu terbuka muncul lah seorang pria tampan berkulit hitam manis dan kempot di kedua pipinya.

" halo bos, ada apa panggil gue. "

Ucap seseorang yang baru masuk tadi, ya dia adalah Rio asisten sekaligus teman dekat ARGANTARA.

" ck, kebiasaan. Kalo masuk ketok pintu dulu napa " decak Arga sambil membereskan berkas-berkas yang ada di meja.

Rio pun hanya menyengir." Kenapa lo manggil gue? Ada Data yang salah? apa ada karyawan lo yang ngasih hadiah lagi" goda Rio sambil memainkan alis dengan naik turun.

" Diem deh lu." Sungut Arga. " denger, mulai besok sampai  waktu ga tertentu gue ga ke kantor."

Rio yang tadinya cengengesan langsung diam. " maksud lo apa ga?, lo udah bukan CEO lagi? Trus siapa pengganti nya? Jangan bilang bokap lo, haduhh mampus kalo yang mimpin bokap lo lagi. Bisa mati berdiri gue." Nelangsa Rio sambil mengacak acak rambutnya.

Arga diam sambil melihat temanya yang nelangsa itu,Lalu pergi begitu aja. Rio yang melihat temannya akan keluar langsung di tahan.

" Ga ni serius Ga? Lu udah ngga jabat jadi CEO lagi? " Rio menahan tangan Arga

Arga pun menghempaskan cekalan tangan Rio. " ckk, Gua masih jadi CEO tapi mulai besok gua di tugaskan jadi guru di sekolah SMA. Itu pun cuma sementara, ada yang gue urus di sana. Jadi..... Bokap gue yang ambil alih nanti pekerjaan kantor. Ngga lama ko, tenang aja" Arga menepuk pundak Rio yang Terbengong bengong lalu dia pun kembali jalan dan pergi meninggalkan Rio yang masih diam terpaku.

" apa tadi, jadi guru SMA. Ngga salah denger kan gue" Rio sambil mengorek ngorek kuping.

---

TENG. TENG. TENG

Bel pulang sekolah pun berbunyi...

"Bela sori yaaaa.. Gua ga bisa pulang bareng lo." Sambil memasang wajah puppy eyes. " gue mau bareng bagas pulangnya, jadi lo jangan marah ya ya ya ya." Lula pun merayu Bela sambil merangkul nya.

"Hmm ya dah sana, Awas aja kalo sampe belom jadian juga. Gua pites tuh si bagas."

" isshh apaan sih Bel, kayak nya kita cuma temenan doang deh, lagian kalo emang benaran suka pasti dia udah nembak gue dari dulu." Lula pun langsung pasang muka cemberut.

"BAAGAASSSS , LULA MINTA DI TEM..MMM..MMM."  teriak Bela yang langsung di bekap mulutnya sama Lula.

" egeeee ngapaian lo ngomong begituu, malu gue maluuuu" wajah Lula sampai merah kaya kepiting rebus apalagi Bagas malah menghampiri mereka berdua.

" kenapa Bel? Lula minta apa?." Bagas kebingungan melihat Bela yang masih di bekap Lula

" ng-ngga Gas, Gue ngga minta apa-apa. Lu duluan aja keparkiran nanti gue nyusul." Nyengir Lula dengan muka yang merah.

" ohh Ywdah kalo gitu, gue tunggu di parkiran ya" sambil tersenyum ke Lula dan Bagas pun pergi meninggalkan kelas yang hampir kosong.

" oke Gas"

" mmmhh... Mmmhh.. Mmhh" Bela pun menarik tangan Lula, lalu menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.

" GILA LO, LO MAU BUNUH GUE APA" sambil menarik nafas. " BTW TANGAN LU HABIS MEGANG APA SIH KO BAU." Ucap Bela yang nafasnya udah mulai teratur.

"Hehehe ya mangap tadi gue habis makan sambel terasi buatan mbak astuti. Masih bau ya tangan gue"

" anjirrr ga bagi-bagi lu makan sambel terasi."

" Hahaha lagian lo asik debat sama galang Ywdah gue makan sendiri aja." Lula pun sudah siap untuk pulang. " Dah yu balik. "

Di halte bus Bela berdiri sendiri sambil melihat handphone.

" yaelah ni ojek susah banget dapet nya padahal  masih siang, apa tukang ojek udah pada jadi CEO ya makanya ga butuh orderan" keluh Bela

Tiba-tiba dari arah gerbang sekolah keluar 2 motor sport warna hijau dan merah menuju ke halte bus tempat di mana Bela berdiri di sana.

TIN TIN TIN

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!