NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Pertemuan Setelah Tiga Tahun

Ruangan rumah sakit mendadak terasa sesak.

Alya membeku di tempatnya saat melihat Leon berdiri di ambang pintu. Jantungnya berdetak sangat keras sampai telinganya berdenging.

Tidak.

Ini terlalu cepat.

Ia belum siap.

Sementara di sisi lain, Leon juga tidak mampu mengalihkan pandangannya sedikit pun.

Tiga tahun.

Tiga tahun penuh pencarian, kemarahan, rasa kehilangan, dan penyesalan.

Dan sekarang Sabrina benar-benar berdiri di depannya.

Nyata.

Masih hidup.

Masih sama cantiknya.

Namun ada sesuatu yang berbeda.

Tatapan wanita itu tidak lagi penuh cinta seperti dulu.

Tidak ada sorot mata yang selalu menunggunya.

Yang ada sekarang hanyalah keterkejutan… dan kewaspadaan.

Tatapan Leon perlahan berpindah ke ranjang kecil di samping Alya.

Seorang anak perempuan tertidur pulas sambil memeluk boneka kelinci. Pipi bulatnya masih sedikit merah karena demam.

Dan saat Leon melihat wajah kecil itu lebih jelas…

Dadanya langsung terasa sesak.

Anak itu…

Sangat mirip dirinya.

Terutama bagian mata.

“Alya…”

Suara Leon terdengar serak untuk pertama kalinya.

Nama itu membuat Alya langsung menegang.

Sudah lama sekali tidak ada yang memanggilnya seperti itu.

“Keluar.”

Suara Alya pelan namun dingin.

Leon sedikit terpaku.

“Aku cuma mau bicara.”

“Aku bilang keluar.”

Nada suara Alya mulai bergetar.

Bukan karena takut.

Tapi karena emosinya terlalu penuh.

Leon melangkah satu langkah masuk ke dalam ruangan.

“Dia anakku?”

Kalimat itu membuat udara di ruangan terasa membeku.

Alya refleks berdiri di depan ranjang Liora seolah melindungi putrinya.

Tatapan Leon langsung berubah rumit melihat gerakan kecil itu.

Sabrina sedang menjaganya dari dirinya.

“Aku tanya sekali lagi…” suara Leon melemah sedikit. “Dia anakku?”

Alya menggigit bibir kuat-kuat.

Air matanya hampir jatuh, tetapi ia menahannya mati-matian.

“Tiga tahun lalu kamu bilang akan mengambil anak ini setelah aku melahirkan.”

Leon langsung terdiam.

Kalimat itu menghantamnya keras.

Alya tertawa kecil pahit.

“Aku dengar semuanya di cafe waktu itu.”

Deg.

Wajah Leon langsung berubah.

Jadi…

Sabrina memang mendengar pembicaraan itu.

“Alya, dengar—”

“Aku takut setengah mati waktu itu!” suara Alya akhirnya pecah pelan. “Aku bahkan nggak bisa tidur karena takut kehilangan dia!”

Tatapan matanya mulai memerah.

“Jadi jangan datang sekarang dan bertanya kenapa aku pergi!”

Ruangan kembali sunyi.

Leon hanya bisa menatap wanita di depannya tanpa mampu membela diri.

Karena semua yang dikatakan Alya benar.

Dulu ia memang berpikir seperti itu.

Ia memang berencana menceraikan Sabrina setelah anak itu lahir.

Dan fakta itu kini terasa sangat kejam saat melihat sendiri bagaimana Sabrina menjaga putri kecil mereka seorang diri.

“Aku salah.”

Kalimat itu keluar pelan dari bibir Leon.

Alya membeku sesaat.

Selama ini Leon tidak pernah meminta maaf.

Tidak pernah mengakui kesalahannya.

Namun sekarang pria itu berdiri di depannya dengan wajah lelah dan mata penuh penyesalan.

“Aku nggak tahu kamu dengar waktu itu,” lanjut Leon lirih. “Dan aku nggak pernah berpikir kamu bakal pergi sejauh ini.”

Alya tertawa kecil tanpa humor.

“Tapi aku pergi.”

“Iya…”

Tatapan Leon perlahan jatuh pada Liora lagi.

Anak kecil itu tidur dengan napas tenang, sama sekali tidak sadar kedua orang tuanya sedang berdiri dengan hati berantakan.

Namanya Liora.

Leon baru sadar sekarang.

Nama toko bunga itu.

Liora Florist.

Dadanya terasa hangat sekaligus nyeri.

“Dia mirip kamu,” gumam Leon tanpa sadar.

Alya langsung menatap tajam.

“Jangan mendekat.”

Leon terdiam.

“Aku nggak akan ambil dia dari kamu,” katanya pelan.

Namun Alya justru semakin emosional mendengar itu.

“Mana aku bisa percaya sama kamu?!”

Suara Alya sedikit meninggi hingga membuat Liora menggeliat kecil di atas ranjang.

Keduanya langsung diam.

Liora membuka mata perlahan sambil menguceknya kecil.

“Mama…”

Alya buru-buru menghampiri.

“Iya sayang.”

Namun beberapa detik kemudian, mata bulat Liora melihat sosok tinggi di dekat pintu.

Dan gadis kecil itu langsung tersenyum kecil.

“Om taman…”

Tubuh Leon membeku.

Sementara Alya langsung panik.

“Lio, tidur lagi ya.”

Namun Liora malah duduk pelan sambil memeluk bonekanya.

“Om datang lagi…”

Tatapan polos anak itu membuat dada Leon terasa aneh.

Sangat hangat.

Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Leon perlahan mendekat satu langkah.

“Hai…”

Liora menatapnya penasaran.

“Kata Mama nggak boleh ngobrol sama orang asing.”

Alya langsung menutup wajahnya malu sekaligus panik.

Sementara untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Leon terkekeh pelan.

Suara tawa rendah itu membuat Alya terpaku.

Sudah lama sekali ia tidak mendengar Leon tertawa.

“Aku bukan orang jahat,” ujar Leon pelan pada Liora.

Anak kecil itu memiringkan kepala lucu.

“Om siapa?”

Pertanyaan sederhana itu membuat suasana kembali hening.

Leon menatap wajah kecil di depannya cukup lama.

Lalu perlahan menjawab—

“Aku…”

Namun kata-katanya terhenti.

Karena tiba-tiba ia sadar…

Ia bahkan tidak tahu apakah dirinya pantas disebut ayah setelah absen selama tiga tahun penuh.

Liora menunggu dengan polos.

Sementara Alya menahan napas tegang.

Dan untuk pertama kalinya—

Leon Ardian benar-benar merasa takut kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!