NovelToon NovelToon
GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: PrinsesAna

gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

El sampai di apartemen nya dan baru saja dia merebahkan tubuh nya ponsel nya berdering

dan ternyata benar Ayah nya.

"APA LAGI YANG KAMU LAKUKAN, PULANG SEKARANG JUGA. " teriak tuan Arya melalui panggilan telfon.

"Iya." jawab El dan panggilan pun terputus.

El sudah menebak akan hal ini, tidak mungkin Alena akan diam saja, biasa nya mereka hanya akan adu mulut saja, tidak pernah bermain fisik tapi hari ini justru Alena yang memulai nya karena mereka satu sekolah.

"Gue ga mungkin pergi ngerjain tugas kelompok dengan keadaan babak belur. " ucap El yang tidak mau siapa pun tau apa yang di rasakan selama ini.

El pun segera pergi pulang dan urusan kerja kelompok, nanti akan dia pikirkan lagi bagaimana baik nya.

...

"APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN TERHADAP PUTRI SAYA." ucap Tuan Arya yang murka sekali kepada El.

Plak

Plak

Plak

Plak

Tamparan bolak balik di layangkan oleh tuan Arya pada El, yang status nya adalah putri kandung dan Alena yang hanya anak tiri justru mendapatkan kasih sayang dari tuan Arya.

"Apa kamu melihat putri saya kesakitan karena kamu anak sialan. " amuk tuan Arya membanting tubuh kecil El tepat di dekat kaki Alena.

Tuan Arya kembali menarik tubuh yang kecil itu untuk berdiri dan dengan kejam nya tuan Arya membenturkan kepala El ke dinding.

El terduduk di lantai, tak ada ringisan yang keluar dari bibir nya, karena memang sudah lama dia tidak lagi merasakan sakit.

Tuan Arya mengambil cambuk yang biasa dia gunakan untuk menyiksa El selama ini.

Ctas

Ctas

Ctass

Tuan Arya mencambuk punggung El hingga baju nya robek, dan lagi El hanya diam saja.

Sedangkan Alena dan ibu nya hanya diam menyaksikan bagaimana penderitaan yang El. rasakan selama karena ulah Alena.

Bugh

Bugh

Tuan Arya menendang tubuh El dan membentur kan kepala El ke meja kaca hingga kaca itu pecah.

Darah segar mengalir deras, tapi tak ada rasa kasihan yang tuan Arya tunjukan untuk El yang merupakan darah daging nya sendiri.

"Pergi kamu dari rumah saya dan jangan kembali sebelum putri saya sembuh dan kamu sadar akan kesalahan mu. " ucap tuan Arya membanting tubuh El keluar dari rumah nya.

El berusaha berdiri dengan tubuh yang sudah babak belur, tapi dia tak boleh pingsan di sini, dia harus segera pergi.

Deringan ponsel nya dia abaikan begitu saja, karena dia yakin yang menghubungi nya adalah Risa.

"Engga gue ga boleh pingsan. " ucap El mencoba tetap sadar sambil mengendarai motor nya menuju apartemen nya.

Tak lama El sampai dan segera masuk ke apartemen nya, dia tak mau pingsan dan semua orang melihat betapa menyedihkan nya hidupnya.

El tak ada niat untuk ke rumah sakit atau pun memanggil petugas kesehatan, karena sudah biasa seperti ini dan akan sembuh dengan sendiri nya.

"Cuma segini aja, gue masih kuat. " guman El merebahkan tubuh nya dia atas kasur.

El tidak sama sekali mengganti pakaiannya atau pun mengambil obat untuk mengobati luka nya, karena sudah dia katakan bukan, jika nanti akan sembuh sendiri kalaupun tidak sembuh maka mati ujung nya, El tidak takut akan kematian tapi dia juga tidak akan bodoh untuk bunuh diri.

...

Di sisi lain Risa sudah menunggu El sejak tadi, bahkan sudah berkali-kali dia hubungi tapi tidak kunjung di jawab oleh El.

Risa tdak sendiri melainkan bersama inti Venom termasuk Al yang juga ada disana.

Semua itu atas ide Ryan, yang terlalu cemas jika nanti hanya El dan Risa berdua saja, dia takut jika Risa kenapa-napa nanti nya, apa lagi El yang susah di tebak orang nya.

"El masih belum datang, kemana ya dia. " ucap Risa pada diri nya sendiri dan kembali mencoba menghubungi El.

"Mungkin aja tidur. " celetuk Ryan yang menyesap minuman nya.

"Parah banget kalau beneran tidur, capek-capek aja dong lo ngerjain sendiri Ris. " ucap Nino membuat Risa meringis.

"Kayak nya ga mungkin El tidur deh, mungkin emang lagi ada urusan aja. " ucap Risa yang merasa El tidak seperti itu.

Al sendiri hanya diam, namun mata nya tak lepas dari pintu cafe tempat mereka saat ini, wajah nya memang tampak tenang namun tidak dengan fikiran nya yang sedang memikirkan El.

"Kemana dia. " batin Al bertanya-tanya kemana El dan kenapa tidak datang dan juga tidak menjawab panggilan dari Risa.

Al merasakan perasaan kurang nyaman entah apa penyebab nya dia pun tidak tau.

Di sisi lain El terbangun dari tidur nya, Dia meraih ponsel nya dan mendapatkan banyak pesan dari Risa.

El tak berniat membalas pesan itu, ingin menyusul pun tak mungkin karena tubuh nya banyak luka, belum wajah nya lebam dan bengkak, tidak mungkin dia bertemu orang dengan keadaan hancur begini.

El menutup room chat itu dan mematikan total ponsel nya, agar tidak ada yang menghubungi nya.

El perlahan bangkit dari tempat tidur dan menatap diri nya di depan cermin yang ada di kamar nya itu.

"Kalau kondisi nya begini, gue ga mungkin sekolah. " ucap El yang melihat betapa parah nya luka di wajah nya.

El pun tak menghiraukan dan memilih untuk makan, setelah makan dia berganti pakaian dan kembali tidur untuk memulihkan luka nya.

"Bunda." gumam El dengan mata yang masih terbuka.

"Kenapa gue harus nyebut orang yang bahkan gue ga tau wajah nya dan nama nya. " gumam El menatap kosong langit kamar nya.

"Kenapa takdir gue harus seperti ini, rasa nya capek dan gue mau nyerah, tapi gue ga mau orang yang benci gue justru bahagia dengan menyerah nya gue. " ucap El frustasi dan perlahan mulai memejamkan mata nya.

El sama sekali tidak mengobati luka nya, karena memang dia tidak mau, biarkan saja sembuh sendiri, inti nya dia hanya ingin tidur.

Karena dengan tidur lah fikiran nya bisa tenang dan berisik nya dunia tidak dia rasakan.

El tak akan menyerah pada kehidupan nya saat ini, karena jika dia menyerah sudah pasti akan ada manusia yang berpesta karena itu.

jadi dia akan membuktikan jika dia bukan manusia yang gampang menyerah karena kehidupan, kalau perlu manusia yang membenci nya lah yang akan hancur.

Alena dan ibu nya adalah target utama El saat ini, karena kedua nya lah manusia yang membenci El, untuk ayah dan Deon akan El fikirkan nanti saja bagaimana harus nya mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!