NovelToon NovelToon
Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Istri Kecil Uncle Dom (Kesempatan Kedua)

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Prince Aurora

Sial! .

Lagi-lagi Dom dibuat menangis karena cinta.

Satu kali lagi pria itu berlutut, memohon maaf dan mengemis cinta kepada istri kecilnya. Namun, sebesar apa cinta yang dia tunjukkan, Bella tetap menggeleng dengan linangan air mata. Hukuman telah wanita itu jatuhkan sepenuh cinta.

"Bella, apakah pria brengsek sepertiku tidak layak untuk mendapatkan kesempatan kedua?" Gugu Dominic dengan suara bergetar.

Keduanya saling mencintai, namun Dom kembali terlena dengan masa lalunya, perselingkuhan pria itu dengan Sarah menjadikan boomerang hebat bagi bahtera rumah tangganya bersama Bella.

Bisakah Dom merebut kembali rasa cinta dan percaya istri kecilnya seperti semula?

"Aku begitu mencintaimu, Bella. Dan kau hampir membuat pria seksi ini menjadi gila!" Desis Dominic, saat cintanya kali ini tercampur dengan ambisi amarah dan gairah.


D O N ' T P L A G I A T ! ! !
H A P P Y R E A D I N G, S U G A R R E A D E R S ! !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prince Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 — Yang Tidak Bisa Diabaikan Lagi

Pagi itu Bella bangun dengan perasaan yang berbeda.

Bukan karena semuanya membaik.

Tapi karena ia akhirnya berhenti menunggu sesuatu berubah dengan sendirinya.

Langit di luar masih pucat, udara dingin menyelinap lewat celah tirai yang sedikit terbuka. Bella duduk di tepi tempat tidur beberapa saat, membiarkan kesunyian pagi mengisi ruang yang biasanya terasa kosong. Namun kali ini, kesunyian itu tidak lagi menekan.

Justru… menenangkan.

Ia bangkit, berjalan ke kamar mandi, lalu bersiap lebih rapi dari biasanya. Pilihan bajunya sederhana, tapi cukup formal. Rambutnya ditata lebih rapi, wajahnya tampak segar meskipun ia tahu semalam ia hampir tidak tidur.

Saat keluar dari kamar, Dominic sudah ada di ruang tengah.

Pria itu duduk di sofa, ponsel di tangannya, wajahnya terlihat sedikit lelah. Namun saat melihat Bella, ada jeda kecil dalam ekspresinya.

Ia memperhatikan.

Cara Bella berjalan.

Cara Bella berpakaian.

Cara Bella terlihat… berbeda.

“Kamu mau ke mana?” tanyanya.

Bella berhenti sejenak.

“Ke luar.”

Dominic mengernyit. “Pagi-pagi?”

“Iya.”

“Ngapain?”

Bella menatapnya.

Tidak lama.

“Kerja.”

Satu kata itu membuat suasana berubah.

Dominic menegakkan tubuhnya sedikit. “Kerja?”

Bella mengangguk.

“Aku ada janji hari ini.”

“Janji apa?”

“Interview.”

Sunyi.

Dominic menatapnya lebih lama, mencoba mencerna.

“Kamu serius?” tanyanya akhirnya.

Bella tersenyum kecil.

“Iya.”

Dominic menghela napas pelan, tangannya bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan. “Kamu nggak bilang dulu.”

Bella mengangkat alis sedikit.

“Kamu juga nggak tanya.”

Jawaban itu ringan.

Namun tetap terasa.

Dominic terdiam.

Dan Bella tidak menunggu lebih lama.

“Aku berangkat dulu,” ucapnya pelan.

Ia mengambil tasnya, lalu berjalan menuju pintu.

Tidak ada yang menahan.

Tidak ada yang mengejar.

Dan untuk pertama kalinya…

Bella benar-benar melangkah tanpa menoleh ke belakang.

Hari itu berjalan lebih cepat dari yang ia kira.

Wawancara itu tidak terlalu sulit. Bella berbicara dengan tenang, menjawab setiap pertanyaan dengan jelas, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa… hidup.

Bukan sebagai istri seseorang.

Bukan sebagai seseorang yang menunggu.

Tapi sebagai dirinya sendiri.

Saat ia keluar dari gedung itu, matahari sudah lebih tinggi. Udara terasa hangat, dan untuk beberapa detik, Bella hanya berdiri di sana, membiarkan dirinya menikmati perasaan yang sudah lama ia lupakan.

Ringan.

Namun belum selesai.

Karena ia tahu… ini baru awal.

Sore hari, Bella tidak langsung pulang.

Ia memutuskan mampir sebentar ke sebuah tempat yang tidak jauh dari kantor tadi—sebuah restoran kecil dengan suasana tenang. Ia duduk di sudut, memesan minuman, lalu membuka ponselnya.

Beberapa pesan masuk.

Salah satunya dari nomor tidak dikenal.

Bella ragu sejenak sebelum membukanya.

Namun begitu ia membaca isi pesannya, tangannya langsung terdiam.

> “Kamu hebat, Bella. Masih bisa terlihat tenang setelah semuanya.”

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Tidak perlu berpikir lama untuk tahu siapa pengirimnya.

Diana.

Bella menatap layar itu beberapa detik.

Lalu membalas.

> “Kamu salah kirim pesan.”

Jawaban singkat.

Jelas.

Namun beberapa detik kemudian, balasan datang lagi.

> “Aku rasa nggak.”

“Atau kamu memang pura-pura nggak tahu?”

Bella menghela napas pelan.

Ia tidak langsung membalas.

Namun saat ia hendak meletakkan ponselnya, pesan berikutnya masuk.

> “Aku sama Dom sekarang.”

Tangannya berhenti.

Layar ponsel terasa lebih dingin di genggamannya.

Dan entah kenapa… kali ini, Bella tidak menghindar.

Ia bangkit.

Meninggalkan minumannya.

Keluar dari restoran itu tanpa ragu.

Alamat itu tidak jauh.

Diana mengirimkannya tanpa diminta.

Seolah sengaja.

Seolah… mengundang.

Bella berdiri di depan sebuah hotel beberapa menit kemudian. Gedung itu tinggi, mewah, dan terlalu familiar untuk jenis pertemuan yang disebut “kerja”.

Ia tidak langsung masuk.

Hanya berdiri.

Menatap pintu di depannya.

Jantungnya berdetak cepat, tapi langkahnya tetap tenang.

Ia bisa saja pergi.

Bisa saja mengabaikan semua ini.

Namun untuk pertama kalinya…

Ia tidak ingin lari.

Bella melangkah masuk.

Lorong hotel itu sunyi.

Karpet tebal meredam suara langkahnya, membuat setiap gerakan terasa lebih berat. Ia berjalan mengikuti nomor kamar yang tertera di layar ponselnya, hingga akhirnya berhenti di depan satu pintu.

Nomor itu.

Sama.

Tangannya terangkat.

Namun tidak langsung mengetuk.

Beberapa detik berlalu.

Hingga akhirnya… pintu itu terbuka dari dalam.

Diana berdiri di sana.

Seolah sudah menunggu.

Senyumnya terukir pelan.

“Masuk.”

Bella tidak bergerak.

Tatapannya melewati Diana, masuk ke dalam ruangan.

Dan di sana…

Dominic berdiri.

Kemejanya sedikit terbuka di bagian atas, rambutnya tidak serapi biasanya, ekspresinya membeku saat melihat Bella.

Waktu seolah berhenti.

Tidak ada yang berbicara.

Tidak ada yang bergerak.

Bella hanya berdiri di ambang pintu.

Menatap.

Menyerap.

Memahami.

Dan untuk pertama kalinya…

Ia tidak merasa terkejut.

Hanya… lelah.

Sangat lelah.

“Apa ini?” suara Dominic akhirnya terdengar.

Namun bukan penjelasan yang ia berikan.

Melainkan pertanyaan.

Bella tersenyum tipis.

“Aku juga lagi cari tahu.”

Nada suaranya tenang.

Tidak gemetar.

Tidak juga pecah.

Dan itu… lebih menyakitkan dari apa pun.

Diana bersandar di pintu, memperhatikan dengan santai.

“Kamu datang juga,” katanya ringan.

Bella menatapnya sekilas.

Tidak lama.

Lalu kembali ke Dominic.

“Ini kerja?” tanyanya.

Sunyi.

Dominic tidak menjawab.

Karena untuk pertama kalinya…

Ia tidak punya jawaban yang bisa ia ucapkan.

Bella mengangguk pelan.

Seolah akhirnya mengerti.

“Atau mungkin…” lanjutnya, “aku memang yang terlalu lama pura-pura nggak tahu.”

Kalimat itu jatuh begitu saja.

Tanpa emosi berlebihan.

Namun cukup untuk mengakhiri sesuatu.

Bella mundur satu langkah.

Tidak masuk.

Tidak juga membuat keributan.

Ia hanya… berhenti.

“Lanjutkan saja,” ucapnya pelan.

Lalu berbalik.

Langkahnya ringan.

Terlalu ringan untuk seseorang yang baru saja melihat sesuatu yang menghancurkan.

Namun justru itu…

Yang membuat Dominic tidak bisa bergerak.

“Bella!”

Suara itu akhirnya keluar.

Namun terlambat.

Bella tidak berhenti.

Tidak menoleh.

Tidak juga mempercepat langkah.

Ia hanya berjalan.

Keluar dari tempat itu.

Meninggalkan semuanya.

Dan untuk pertama kalinya…

Dominic merasa sesuatu benar-benar lepas dari tangannya.

---

END BAB 10

1
mimief
ini orang ga kerja kerja apa yaaa🙄
dulu aja alesannya sibuk Mulu
Ampe kita di abaikan
dasar...kalau ada maunya aja,so soan semua ditinggal demi kita
nanti kalau udah dapet lagi juga lupa🙄
mimief
jadi...luluh kah?.
tapi siapa yg ga yaaa🫣
mimief
aku juga kalau jadi dia... bakalan goyah
kasih kesempatan ga ya?🙄🥹
Soraya
lanjut
mimief
kadang ga ngerti ya
.di otak para pelakor itu
dia cantik
dia sukses
tapi malah terobsesi sama milik orang lain
dan bodohnya para pria itu membuka pintu hati nya lebar"
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
aku bacanya ga nafas thor
mimief
jangan lemah...
ayo semangat bella
mimief
aku juga setuju lah Thor
cape sama orang yg belum selesai sama masa lalunya
kita akan selalu sendirian
terabaikan
dan...bukan sesuatu yg jadi prioritas
dia datang hanya kewajiban 🥹
mimief
hami yaa🥹🥹🥹
mimief
itu dia..
sebenarnya air mata bukan lah tanda kita lemah
tapi memberikan ijin buat tubuh kita mengeluarkan semua rasa
nangis aja..
yg kenceng.
tapi.....untuk saat ini aja
setelah nya kita bergerak maju ke masa depan
mimief
yah begitulah semua lelaki
mereka kan selalu merasa di zona nyamannya
merasa kita akan ditempat dan rasa yg sama
walaupun apapun yg terjadi
tapi mereka lupa semua asalnya dr mereka 🥹🥹
mimief
hiks....hiks.
kok aku yg emosi ya Thor
liat Diana yg ga tau malu
eh..mang lupa ya
pelakor mang semuanya ga tau malu🥹🥹
mimief
kau berharap apa dom...
lelah itu sesuatu yg nyata tapi tida berasa🥹🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
ya...tidak perlu mempertahankan yg ga mau bertahan buat kita🥹🥹
mimief: jujurly,aku si mau nya pisah
kita liat aja si dom ini
bener bener mau berubah atau tidak.
tapi Thor.... perselingkuhan itu seperti sakit kangker yg diam diam menyakiti kita dr dalam.
tak terlihat tapi sakitnya nyata.
walaupun mereka kembali lagi.
rasa itu ga akan sama...
ketidakpercayaan , curiga akan memberikan rasa sakit yg lebih🥹
total 2 replies
mimief
nyesek nya Ampe nembus layar Thor 🥹🥹
mimief
ya ampun aku Ampe ga nafas bacanya thor
ini...memang dr awal seperti ada yg salah bukan?🥹🥹🥹
mimief: 🥹🥹🥹🥹🥹
total 2 replies
Soraya
lanjut thor
Isn't Aurora!!💫: tetep stay yaaa🤭😍
total 1 replies
Soraya
knp dobel thor
Isn't Aurora!!💫: iyaa maaf aku salah upload, makasi udah diingetin 😊
total 1 replies
Soraya
lebih baik kmu pergi Bella
Isn't Aurora!!💫: setuju bella pergi? 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!