Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Belati Kegelapan
Waktu di atas langit Puncak Gerhana seolah melambat.
Sementara Zhao Xuan menarik seluruh Petir Yang Murni ke dalam aliran darahnya untuk menghancurkan Penjara Kematian dari dalam, fluktuasi Qi di punggungnya berada pada titik paling rentan. Itulah celah sepersepuluh ribu tarikan napas yang ditunggu oleh Han Ye, sang Pedang Pemenggal Bayangan.
Belati hitam pekat di tangan Han Ye, yang memancarkan Racun Pelenyap Jiwa, melesat membelah ruang tanpa menimbulkan riak sedikit pun. Ujung belati itu menembus jubah hitam Zhao Xuan, mengincar celah di antara tulang belakang yang mengarah langsung ke Jantung Dewa miliknya.
Bagi seorang ahli ranah Setengah Langkah God Emperor dari klan pembunuh, satu serangan ini adalah jaminan kematian mutlak.
TRANGGGGG!
Suara logam kosmik berbenturan bergema tajam, memekakkan telinga.
Mata merah Han Ye di balik topeng bayangannya membelalak hebat. Tangannya yang memegang gagang belati bergetar hebat hingga tulang pergelangannya nyaris retak karena gaya tolak balik yang luar biasa!
Belati pusaka tingkat Surga miliknya menembus kulit Zhao Xuan, mengalirkan darah emas... namun berhenti seketika saat menyentuh Tulang Puncak Dewa Fana milik sang Tiran. Tulang yang telah ditempa oleh Inti Bintang Leviathan itu memancarkan kilau ungu samar, sekeras fondasi semesta itu sendiri.
"Mustahil!" batin Han Ye menjerit. "Fisiknya menahan pusaka Surga Puncak tanpa mengaktifkan Qi pelindung?!"
Lebih buruk lagi bagi sang pembunuh, Racun Pelenyap Jiwa yang mematikan itu mencoba menyusup masuk melalui luka kecil di punggung Zhao Xuan. Namun, darah yang mengalir di urat nadi Zhao Xuan saat ini bukanlah darah biasa, melainkan magma Petir Api Yang Ekstrem!
TSSSS!
Racun tingkat dewa itu langsung menguap menjadi asap putih seketika saat bersentuhan dengan darah Zhao Xuan. Ia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menyentuh Niat Spiritual sang Tiran.
Di tengah lilitan rantai darah yang mulai hangus, Zhao Xuan perlahan menolehkan kepalanya ke belakang, melirik Han Ye dari sudut matanya. Seringainya sedingin neraka es terdalam.
"Tikus dari Klan Han," bisik Zhao Xuan pelan. "Kau memiliki kesabaran yang bagus, tapi kau salah memilih tebing untuk digigit."
Mata kanan Zhao Xuan menyala. Petir ungu putih yang tadinya difokuskan untuk menghancurkan rantai darah, kini membelah alirannya. Sebongkah Hukum Petir melesat keluar dari luka di punggungnya, merambat naik melewati bilah belati hitam itu dengan kecepatan cahaya, dan langsung menyambar lengan Han Ye!
"Sialan!"
Han Ye bereaksi dengan insting bertahan hidup mutlak. Ia menyadari bahwa petir itu tidak hanya akan membakar fisiknya, tetapi akan memurnikan jiwa bayangannya secara permanen.
Tanpa ragu sedetik pun, Han Ye menggunakan tangan kirinya untuk menebas bahu kanannya sendiri!
CRASH!
Lengan kanannya terputus dan langsung hancur menjadi debu abu-abu saat petir Zhao Xuan meledak. Han Ye menggunakan efek ledakan itu untuk terhempas mundur, memuntahkan darah hitam, dan kembali melebur ke dalam dimensi bayangan, melarikan diri sejauh puluhan mil dari titik pusat.
Di saat yang bersamaan, teknik bunuh diri Zhao Xuan yang menyalurkan petir ke rantai darah mencapai klimaksnya.
"T-TIDAAAK! PANAAAS!"
Di langit, Avatar Patriark Iblis Darah menjerit histeris. Api Yang Murni telah merambat sepenuhnya melalui Seribu Lengan Asura, mencapai dahi raksasa tempat Sang Patriark bersemayam, dan melesat lurus menghantam inti Kuali Lautan Darah.
KRRRRRRK... KRAAAAAK!
Retakan bercahaya putih mulai membelah kuali raksasa tingkat Setengah Langkah God Emperor tersebut. Pusaka yang diklaim abadi karena disokong oleh jutaan jiwa itu tidak mampu menahan kemurnian absolut dari Hukum Petir Zhao Xuan.
"Kau merusak tatanan surga dengan dosa, Iblis Tua. Dan petirku adalah hukuman surga itu sendiri!" raung Zhao Xuan. Ia menarik napas dalam, dan dengan satu hentakan fisik yang mengguncang benua, ia memutuskan seluruh sisa rantai darah yang mengikatnya hingga menjadi kepingan abu!
BLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAM!
Kuali Lautan Darah meledak dengan dahsyat. Ledakan itu tidak menghasilkan gelombang darah, melainkan memancarkan cahaya putih yang luar biasa hangat.
Tiga juta jiwa fana dan sepuluh ribu jiwa kultivator yang selama ini diperbudak dan diolah menjadi energi Kuali, akhirnya terbebas. Rantai karma mereka dibakar bersih. Di tengah badai salju, jutaan titik cahaya keemasan melayang naik ke langit, mengelilingi sosok Zhao Xuan sejenak untuk memberikan penghormatan tulus, sebelum akhirnya memudar kembali ke dalam Siklus Reinkarnasi (Samsara).
Hancurnya Kuali Penopang itu memberikan serangan balik yang menghancurkan kepada sang Patriark.
Tubuh Asura Darah yang setinggi sepuluh ribu tombak itu runtuh seperti gunung pasir yang tersapu ombak. Avatar Patriark Iblis Darah terlempar keluar dari dahi raksasa tersebut, memuntahkan air terjun darah hitam. Fluktuasi kultivasinya anjlok drastis! Dari ranah Setengah Langkah God Emperor, merosot menembus God King Puncak, hingga jatuh ke batas God King Menengah yang sangat tidak stabil.
Avatar itu mendarat dengan keras di atas sebuah gletser yang hancur, tubuhnya dipenuhi luka bakar petir yang menolak untuk sembuh.
Zhao Xuan mendarat perlahan tidak jauh dari sana. Jubah hitamnya compang-camping di bagian punggung, dan sebuah luka tusuk kecil yang mengeluarkan asap putih menjadi satu-satunya bukti bahwa seorang pembunuh dewa baru saja menyerangnya. Napas Zhao Xuan memburu. Teknik pemurnian ganda itu benar-benar menguras sepertiga Qi di Dantiannya.
"Fufufu... Hahaha... HUK!"
Avatar Patriark Iblis Darah tertawa serak bercampur batuk darah. Ia berusaha bertumpu pada tangannya yang gemetar, menatap Zhao Xuan dengan teror yang bercampur kebencian.
"Pusaka peninggalan leluhurku... jutaan tahun pengorbanan darah... kau hancurkan dalam satu hari," geram Sang Patriark. Matanya melirik ke arah bayangan puing es di sisi kiri Zhao Xuan. "Dan kau, tikus dari Klan Han... kau menyia-nyiakan satu-satunya kesempatan yang kuberikan!"
Dari dalam bayangan, sosok Han Ye muncul. Ia berlutut dengan satu kaki, memegangi tunggul bahu kanannya yang hangus. Wajah pucatnya dari balik topeng menatap Sang Patriark dengan dingin.
"Jika kau tidak sibuk berteriak seperti babi yang disembelih, Kualimu mungkin tidak akan hancur, Iblis Tua," desis Han Ye.
Dua ancaman tingkat raksasa itu kini berada dalam kondisi terluka parah. Keduanya saling membenci, namun tatapan mereka perlahan beralih pada sosok pemuda berjubah hitam yang berdiri tegak di tengah padang salju.
Zhao Xuan mengusap sisa darah dari sudut bibirnya, Seringai Asura-nya tidak pudar.
"Klan Han Kuno dan Klan Iblis Darah," ucap Zhao Xuan datar. "Kalian adalah kutub yang berbeda. Satu bersembunyi di balik kehormatan palsu, yang lain bangga berkubang dalam dosa. Namun hari ini, kalian berdua sama-sama berlutut di tanah yang sama."
Zhao Xuan mengeluarkan Pedang Kaisar Ketiadaannya dengan santai, Niat Pembunuhnya mengunci kedua makhluk tersebut.
"Menguasai Dao bukanlah tentang siapa yang bisa memukul dari kegelapan, atau siapa yang bisa mengumpulkan nyawa terbanyak," kata Zhao Xuan. "Dao sejati adalah sebuah pilar yang berdiri sendiri menopang langit. Karena fondasi kalian dibangun di atas bayangan dan darah orang lain, saat bayangan itu diterangi dan darah itu disucikan... kalian tidak lebih dari sekadar tumpukan daging yang lemah."
Mendengar penghinaan mutlak itu, harga diri Han Ye dan Patriark Iblis Darah tersengat. Mereka adalah penguasa benua, eksistensi yang ditakuti miliaran kultivator!
Han Ye saling bertukar pandang dengan Avatar Patriark. Tidak ada kata-kata yang terucap, namun sebuah Aliansi Keputusasaan terbentuk di antara mereka. Di dunia kultivasi, musuh dari musuh yang mustahil dikalahkan adalah sekutu sejenak.
"Iblis Tua," bisik Han Ye, mengalirkan Niat Malam ke tangan kirinya yang tersisa, memadatkan sebuah pedang bayangan baru. "Beri aku celah. Aku akan mengorbankan Niat Jiwa-ku untuk mengunci Hukum Ketiadaannya. Gunakan sisa Esensi Darah Jantungmu untuk menghancurkan fisiknya."
Avatar Patriark menyeringai buas, memperlihatkan taringnya yang retak. "Kesepakatan tercapai, Pembunuh. Kita selesaikan monster ini, lalu kita bagi mayatnya!"
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️