NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Sang Putri Mati

Mahkota Duri Sang Putri Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: DRR_LOVE

Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.

Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.

Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.

Namun kali ini berbeda.

Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.

Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fragmen Masalalu

Malam Festival Musim Semi berakhir jauh lebih tenang daripada yang diperkirakan banyak orang. Para tamu kembali ke kediaman masing-masing.

Musik telah berhenti lampu-lampu di aula utama mulai dipadamkan satu per satu. Bagi sebagian besar bangsawan, malam itu akan dikenang sebagai malam ketika Putra Mahkota berdansa dengan Lady Arcelia Vareinne.

Rumor baru telah lahir. Dan seperti biasa, rumor akan tumbuh jauh lebih cepat daripada kebenaran. Namun bagi Arcelia malam itu jauh lebih penting dari sekadar sebuah tarian. Karena untuk pertama kalinya ia menemukan jejak nyata Black Serpent. Dan untuk pertama kalinya sistem kembali aktif.

Kereta keluarga Vareinne bergerak perlahan meninggalkan istana. Lilian yang duduk di hadapannya tampak sangat bersemangat. "Nona..." Ia sudah menahan diri selama hampir seluruh perjalanan. Kini akhirnya tidak sanggup lagi.

"Ya?"

"Putra Mahkota mengajak Anda berdansa."

Arcelia menahan senyum. "Aku ingat."

"Itu Putra Mahkota."

"Aku juga ingat bagian itu."

Lilian menunduk malu namun senyum bahagianya tidak bisa disembunyikan. Sebagai pelayan pribadi Arcelia, tidak ada yang lebih membuatnya senang selain melihat sang nona dihormati.

Karena hanya Lilian yang tahu seberapa buruk kehidupan Arcelia sebelumnya. Ia pernah melihat Arcelia makan sendirian, menangis sendirian direndahkan tanpa ada yang membelanya.

Dan sekarang... orang yang sama sedang menjadi pusat perhatian seluruh ibu kota. Kadang hidup memang sangat aneh.

Di sisi lain kereta Auriel sedang berguling-guling di kursi. "Aku masih tidak percaya."

"Apa?" tanya Arcelia.

"Putra Mahkota."

"Ada apa dengannya?" tanya Arcelia bingung.

"Aura itu." Auriel kembali duduk tegak ekornya bergerak pelan. "Aku yakin aku pernah merasakannya."

"Kapan?"

"Itulah masalahnya." Auriel tampak frustrasi. "Aku tidak ingat."

Arcelia terdiam. Jika bahkan Auriel yang merupakan Penjaga Suci Arkanel tidak bisa mengingatnya, berarti hal itu kemungkinan berasal dari masa yang sangat jauh.

Jauh sebelum kekaisaran berdiri, jauh sebelum sejarah modern dimulai dan itu membuatnya semakin penasaran.

Malam semakin larut. Setelah kembali ke kediaman, Arcelia segera masuk ke kamar. Ia terlalu lelah untuk menghadapi percakapan panjang.

Lilian membantu melepas aksesori dan gaunnya sebelum akhirnya pamit. Begitu pintu tertutup keheningan memenuhi ruangan.

Arcelia berjalan menuju balkon, di sana terlihat bulan menggantung tinggi di langit ibu kota. Cahayanya menerangi taman kecil di bawah sana. Suasana tampak terasa damai namun pikirannya tidak setenang itu.

Black Serpent.

Arkanel.

Putra Mahkota.

Sistem.

Semua mulai saling terhubung, meski ia belum mengetahui gambaran besarnya. "Aku ingin melihat misi itu lagi." gumamnya.

Seolah merespons kata-katanya layar transparan muncul di depan mata.

MISI UTAMA

Jejak Ular Hitam

Kemajuan: 1%

Hadiah:

Fragmen Memori Arkanel

Sinkronisasi Auriel +5%

Arcelia mengamati tulisan tersebut kemudian sesuatu menarik perhatiannya. Sebuah ikon kecil berkilau di sudut layar, ikon yang sebelumnya tidak ada.

"Auriel." panggil Arcelia

"Hm?" Auriel menoleh ke arah Arcelia.

"Apa ini?"

Auriel melompat ke bahunya kemudian matanya membesar. "Oh."

"Apa?"

"Itu ikon baru." Auriel menjulurkan lidah lalu menyentuh ikon tersebut dengan ekornya.

Dalam sekejap layar berubah dan cahaya putih memenuhi pandangan Arcelia. Dunia di sekelilingnya menghilang.

Kamar.

Balkon.

Malam.

Semuanya lenyap.

Digantikan oleh hamparan langit merah keemasan Arcelia membeku karena sekarang ia berdiri di tempat yang asing.

Di depan sebuah bangunan raksasa yang belum pernah dilihatnya. Gerbang batu putih menjulang tinggi hingga menyentuh awan. Puluhan pilar kuno berdiri mengelilinginya. Dan simbol yang terukir di setiap pilar adalah simbol Arkanel.

"Tempat apa ini?" bisik Arcelia.

Auriel yang berdiri di sampingnya tampak sama terkejutnya. "Memori." jawabnya pelan. "Memori kuno."

Tiba-tiba langkah kaki terdengar Arcelia langsung menoleh. Seorang pria sedang berjalan menuju gerbang.

Rambut hitam panjang mengenakan jubah putih. Dan aura yang begitu kuat hingga membuat udara terasa berat. Meski hanya bayangan masa lalu kehadirannya tetap terasa luar biasa.

Pria itu berhenti di depan gerbang lalu mengangkat tangan tiba-tiba cahaya keemasan memenuhi langit.

Tanah bergetar, pilar-pilar kuno menyala dan gerbang raksasa perlahan terbuka. Di baliknya hanya kegelapan. Kegelapan yang begitu pekat hingga terlihat seperti jurang tanpa akhir.

Arcelia merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. Sesuatu di balik gerbang itu tidak normal. Sama sekali tidak normal.

"Segel itu mulai melemah." suara pria tersebut terdengar.

Ia tidak berbicara kepada siapa pun atau mungkin kepada seseorang yang tidak bisa dilihat Arcelia.

"Kita tidak memiliki banyak waktu." Kemudian suara lain terdengar, suara seorang wanita. "Keturunan kita akan melanjutkannya."

"Kau yakin?"

"Tidak." jawab wanita itu jujur. "Tapi aku harus percaya."

Untuk sesaat, Arcelia merasa suara wanita itu terdengar familiar.Namun sebelum ia sempat memikirkannya cahaya tiba-tiba menyelimuti dunia.

Arcelia membuka mata, napasnya sedikit memburu karena ia kembali berada di kamarnya.

Di balkon yang sama du bawah langit malam yang sama. Namun jantungnya masih berdetak cepat. Karena apa yang baru saja dilihat terasa terlalu nyata untuk disebut mimpi.

"Auriel."

Rubah kecil itu tampak lebih serius daripada biasanya. "Itu Gerbang Arkanel." katanya pelan.

Arcelia membeku. "Gerbang?"

Auriel mengangguk. "Salah satu rahasia terbesar keluarga Arkanel. Tapi aku tidak pernah melihatnya secara langsung. Yang kulihat hanya catatan kuno." Ia menatap langit malam sedangkan ekornya bergerak pelan seolah sedang memikirkan sesuatu.

"Sekarang aku mengerti."

"Apa?" Auriel menoleh. Matanya yang biasanya ceria kini dipenuhi keseriusan.

"Black Serpent."

"Mereka tidak mengincar kekayaan. Mereka tidak mengincar kekuasaan."

"Lalu?" Suara Auriel menjadi sangat pelan.

Namun cukup jelas untuk membuat bulu kuduk Arcelia meremang. "Mereka mengincar Gerbang Arkanel."

Di sisi lain... Jauh di bawah tanah istana.

Sosok berjubah hitam kembali berlutut. Di hadapannya, sosok tua dalam bayangan sedang menatap sebuah kristal hitam. Di dalam kristal itu terlihat gambar samar seorang gadis. Arcelia.

"Dia mulai mengingat." kata pria berjubah hitam.

"Bagus." jawab suara tua tersebut.

"Tidak perlu dihentikan?"

"Tidak." Senyum tipis muncul dari balik bayangan. "Semakin banyak yang dia ingat...Semakin dekat dia akan datang kepada kita."

Keheningan memenuhi ruangan lalu suara tua itu kembali terdengar. Dan kali ini membawa sesuatu yang menyeramkan.

"Karena pada akhirnya...Gerbang itu hanya bisa dibuka oleh darah Arkanel."

Sementara di atas sana, tanpa mengetahui semuanya Arcelia baru saja melangkah masuk ke misteri terbesar dalam sejarah keluarganya. Dan misteri itu akan mengubah seluruh hidupnya.

1
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
jadi penasaran terus bacanya
T28J
Ayo cari tau cel, tidak mungkin ayah tidak peduli dengan anaknya
Rain Aricia
Awal dari penasaran bisa jatuh cinta sama Arcel lho/Chuckle/
Rain Aricia
Mungkin kamu teman yang cocok baginya Cel
Rain Aricia
Enaklah dapat undangan pribadi
mama Al
ups keceplosan 🤭
mama Al
Arcelia, kamu pasti bisa
Nyai Aksara 👩‍🦯
Waduh ngeri juga ya, racunnya secara perlahan berarti. Perlahan tapi mematikan...
arsyila putri
kan..... lama-lama pasti ketahuan juga
mama Al
Leo lagi Leo lagi 🤭
Nyai Aksara 👩‍🦯
Oh, apakah para pelayan juga membencinya?
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
wao mencurigakan bukan, ada energi negatif
arsyila putri
suka Thor sama ceritanya 💪💪
Rain Aricia
Apkh merrka akan jadi bestie/Chuckle/
Rain Aricia
Berarti semakin banyak yg iri dengki
T28J
transmigrasi + sistem ya thor?
Rain Aricia
Mereka mau culik Arcel kah?
Rain Aricia
Ya namanya jg bangsawan ga mungkin sederhana/Chuckle/
Rain Aricia
Sesuai tebakan pembaca hh
Nyai Aksara 👩‍🦯
Wih, skilnya berguna banget tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!