NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 Entah Apa Lagi

Tok-tok-tok.

Di tengah pembicaraan ayah dan anak itu, pintu ruangan diketuk, Andra hanya menjawab masuk dan pintu itu terbuka.

Dikta memasuki ruangan tersebut. Zivanna melihat suaminya itu melangkah mendekatinya membuatnya menghela nafas dan kemudian Zivanna berdiri dari tempat hidupnya.

"Kamu mau kemana Zivanna?" tanya Andra.

"Zivanna pikir tempat ini cukup untuk Zivanna menenangkan diri dan ternyata tidak. Papa sama saja seperti orang-orang," jawabnya merasa kecewa dan melanjutkan langkahnya.

Tetapi saat berpapasan dengan Dikta, Dikta menahan tangannya Zivanna melihat karakternya yang berada di sampingnya itu.

"Tetaplah di sini, kamu tahu sendiri bagaimana situasi di rumah sakit sedang tidak baik-baik saja!" tegas Dikta.

Zivanna melepaskan tangannya dari Dikta.

"Untuk apa aku berada di sini? untuk mendengarkan semua ocehanmu, kenapa tidak sekalian memakiku di depan semua orang untuk membenarkan bahwa aku sebagai pembunuh!" tegas Zivanna.

"Zivanna...." Dikta merendahkan suaranya memberi isyarat kepada istrinya untuk tenang sebentar dan tidak harus marah-marah.

Tetapi Zivanna tidak peduli dan langsung pergi keluar dari ruangan tersebut membuat Dikta lagi-lagi hanya menghela nafas.

"Bagaimana Dikta, apa kamu sudah mendapatkan laporan medisnya?" tanya Andra.

"Masih sedang di proses," jawab Dikta

"Saya berharap masalah ini cepat selesai dan keluarga pasien benar-benar menerima takdir atau kematian putra mereka dan tidak memperbesarkan masalah," sahut Andra.

"Iya, saya juga mengharapkan hal itu," sahut Dikta.

Wajahnya begitu frustasi dengan kejadian di rumah sakit, belum lagi istrinya, disalahkan banyak orang.

*****

Zivanna baru saja keluar dari ruangan komisaris.

"Mungkin pada akhirnya dia dikeluarkan dari rumah sakit ini!"

Telinganya harus mendengar gunjingan orang orang di sekitarnya, beberapa Suster terlihat bergosip, berbisik-bisik sinis dengan melihat wajahnya.

"Lihatlah karena kecerobohannya nyawa pasien melayang, bagaimana jika hal ini terus-menerus terjadi, bisa-bisa orang-orang takut berobat di rumah sakit ini karena keberadaannya,"

"Aku sangat yakin, jika dia saat ini sudah pasti akan dikeluarkan dari rumah. Dia tidak pantas untuk tetap bertahan di rumah sakit ini!"

Zivanna hanya diam dan melihat orang-orang di sekitarnya benar-benar sangat membenci. Sherina terlihat berjalan cepat dengan nafas naik turun, mendengar orang-orang membicarakan sahabat dan Sherina semakin mendekati Zivanna.

"Heh, ini rumah sakit dan bukan tempat bergosip. Apa kalian tidak punya pekerjaan lain selain menceritakan orang lain? Kalian juga belum tentu benar melakukan semua prosedur yang ada di rumah sakit!" Sherina menjadi garda terdepan marah kepada orang-orang yang memberikan penghinaan kepada sahabatnya.

"Masih tetap berada di sini? Apa saya harus perekam semua omongan kalian dan memberikan langsung kepada komisaris agar kalian juga diberikan sanksi karena bergosip dan bukan melaksanakan tugas!" Sherina memberi ancaman membuat suster tersebut langsung buru-buru meninggalkan tempat itu karena takut dengan apa yang di Sherina.

"Untuk apa sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya hanya gosip terus menerus!" umpat Sherina benar-benar kesal dan melihat ke arah Zivanna yang hanya diam saja dengan tatapan matanya yang kosong.

Sherina langsung memeluk temannya itu, tidak perlu banyak bicara atau mempertanyakan ada apa dengan, dia sudah tahu apa yang Zivanna dan hanya ingin memberikan energi semangat kepada sahabatnya melalui pelukan hangat.

Sudah pasti Zivanna langsung mewek, tangisnya seketika pecah dipelukan Sherina, mungkin hanya bisa menumpahkan kesedihannya kepada orang yang tepat.

"Shut, shut, shut, shut, shut,!" Sherina menepuk-nepuk punggung Zivanna.

"Kamu tidak bersalah, nyawa pasien di rumah sakit bukanlah tanggung jawab Dokter, jangan hilang semangat hanya karena ada pasien mati di depan kita. Kita adalah Dokter, hal seperti ini pasti akan sering terjadi, dan sudah pasti orang-orang yang menjatuhkan harapan nyawa orang-orang di sekitar mereka akan kecewa ketika tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Zivanna menjadi seorang Dokter bukan hanya tentang kepandaian, tetapi juga tentang mental yang harus siap dalam hal apapun!" ucap Sherina benar-benar sangat dewasa dan bijaksana memberi pengertian kepada temannya.

Zivanna menangis sampai sesenggukan, tetapi sudah pasti hatinya jauh lebih tenang karena masih ada orang yang mendukungnya, tidak menyalahkannya secara langsung. Sherina sahabatnya yang paling mengerti dengan apa yang dirasakan dan lebih paham dibandingkan orang-orang terdekat.

Sama seperti Dikta, yang baru saja keluar dari ruangan Andra, langkahnya harus terhenti ketika melihat istrinya menangis di pelukan Sherina. Tangis itu benar-benar pecah sampai suara nafasnya terdengar sesak.

"Kenapa melakukan hal seperti itu saja aku tidak pernah bisa...." batin Dikta dengan ekspresi sendu.

Mungkin saja ingin memberikan semangat, tetapi bagaimana ingin menjadi orang yang mendukung, jika keduanya terus saja dipenuhi dengan salah paham.

Mungkin Dikta tidak bisa mengekspresikan kepeduliannya seperti Sherina dan mungkin kepeduliannya dianggap salah. Cara seseorang peduli memang berbeda-beda dan sama dengan Dikta.

******

Zivanna saat ini berada di salah satu kafe bersama dengan Nayla.

"Zivanna aku turut prihatin dengan apa yang terjadi di rumah sakit," ucap Nayla membuat Zivanna berhenti mengaduk oren jus tersebut menggunakan sedotan dan melihat serius ke arah Nayla.

"Kamu tahu dari mana jika ada terjadi sesuatu di rumah sakit?" tanya Zivanna.

"Percuma Dikta berada di rumah sakit jika tidak memberitahu apapun yang terjadi," jawabnya.

"Kamu diberitahu oleh Dikta, kapan dia menelponmu?" tanya Zivanna.

Siapa sangka suaminya itu cepat sekali mengabari temannya, padahal kejadiannya baru kemarin.

"Tidak menelpon ku, tadi malam dia menemuiku, dia juga terlihat frustasi dengan apa yang terjadi di rumah sakit dan menceritakan semuanya kepadaku, adanya kekeliruan dalam pasien yang membuat suasana semakin menegangkan," jawab Nayla.

"Jadi dia tidak pulang dan bukan karena berada di rumah sakit, tetapi menemui Nayla," batin Zivanna, terlihat begitu kesal.

"Hmmmm sayang sekali, di saat aku ingin memberikan kabar bahagia kepada kamu, tetapi ternyata waktunya tidak tepat, masalah besar terjadi dan aku tidak mungkin bersenang-senang di atas kesulitan yang dihadapi sahabatku," ucap Nayla.

"Memang kabar bahagia apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Zivanna.

"Hmmmmm, karena kamu sudah bertanya, jadi aku harus menceritakan semuanya, Zivanna kamu tahu tidak....." Nayla terlihat begitu excited sampai memegang kedua tangan Zivanna.

"Dikta melamarku?" ucapnya dengan senyum yang begitu lebar membuat Zivanna kaget.

"Memang tidak tepat aku menyampaikan ini kepada kamu, tapi aku yakin sebagai sahabat dekatku, kamu pasti sangat bahagia dengan akhirnya hubungan kami berdua sebentar lagi akan sampai ke jenjang pernikahan, aku jika tidak menyangka dia melakukan hal itu," ucap Nayla membuat Zivanna sejak tadi hanya diam saja.

"Zivanna aku benar-benar bahagia, kamu tahu sendiri bagaimana aku sangat mencintai Dikta dan begitu juga sebaliknya, hidupku hanya untuknya dan sebaliknya hidup Dikta hanya untukku," ucap Nayla lagi.

"Tidak salah, aku mengatakan bahwa dia laki-laki yang jahat, bagaimana mungkin di tengah-tengah aku mendapatkan masalah besar, dia lari pada Nayla, melamar Nayla," Zivanna semakin kecewa dengan sikap Dikta.

Zivanna memang mengetahui bagaimana hubungan Nayla dan Dikta, hanya saja tidak etis karena mereka sudah menikah dan Dita juga setuju dengan pernikahan itu dan terlebih lagi saat ini situasi yang dihadapi tidak baik-baik saja dan bisa-bisanya Dikta melamar wanita lain.

Bersambung..

1
Teh Euis Tea
jgn saling salah salahkan sekarang cepat selamatkan Zifana, dari pd ribut ga jelas, kalian ber2 emang pd egois
Teh Euis Tea
semoga Zifana selamat, kadang aku sebel sm Zifana kadang kasihan jg sm dia
Endang 💖
berantem lagi, salah paham lagi, kapan mereka akurnya
Teh Euis Tea
nah gitu dong Zifana hrs percaya diri klu kamu mampu mengatasinya
Teh Euis Tea
Zifana jgn cengeng, kapan km dewasanya klu ngeluh trs seharusnya km byk belajar jgn cuma mengeluh, jgn manja zi
Sri Darwati
knp bisa lulus jdi dokter y??menghadapi pasien parah dh gemeter.🤦
Sarinah Quinn
Seruu 😍up lagi thor 🙏🙏
Dew666
🍎🍎🍎🍎
falea sezi
kn emang si digta goblok🤣🤣🤣
Dew666: Setuju hehehe
total 1 replies
falea sezi
moga aja ketemu dokter ganteng kaya raya biar mampus si suami serakah🤣
Teh Euis Tea
trs aj zi egois ga bisa di kasih tau, udah di tolong di kasih tau msh aj ga terima
Teh Euis Tea
ga suka bgt sama sikap Zifana, orang mah jalani aj dulu siapa tau dari pengalaman km jd dokter hebat
Jumi Saddah
mari kita lihat kelanjutan ini pasangan,,apa seterus nya begini atau akan ada perubahan atau akhir nya memilih jalan masing2,,
Inarrr Ulfah
kasih satu tentara buat ziva,,dan buat cemburu si dokter dingin itu,,ayo semngat ziva
Teh Euis Tea
semoga pulang tugas Zifana jd dokter hebat
Teh Euis Tea
Dikta berterus terang lah pd nayla klu km diam diam sudah menikah
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Erna Ladi Yanti
thor ubah Savana jd sosok cerdas,dingin dan tak tersentuh.
Asmawati Wati
semoga zifana ketemu dokter ganteng, mapan, spesialis, CEO, suka sama zifana, biar dikta tau rasa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!