NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 15. Terus Melangkah

Pov Rengganis

Di jam dua dini hari aku masih duduk bersimpuh di atas sajadah dengan mukena putih yang masih setia membungkus tubuh. Kepalaku menunduk dengan derai air mata yang sedari tadi tidak mau berhenti mengalir. Air mata yang seakan menggambarkan tetes-tetes darah tak kasat mata akibat luka yang ditorehkan oleh suamiku sendiri.

Di hadapan manusia-manusia itu mungkin aku bisa terlihat tegar, kuat, dan tangguh. Namun di hadapan Rabb-ku aku menangis tergugu di atas sujudku yang menjadi bukti jika hati juga ragaku teramat rapuh. Saat berhadapan dengan mereka aku masih bisa tersenyum untuk membungkus luka, namun ketika aku mengadu kepada satu-satunya Dzat yang maha pendengar, air mata ini tak lagi bisa terbendung. Mengalir deras layaknya banjir bandang yang sanggup menjebol sebuah tanggul.

"Allahu Rabbi, jika memang ini semua adalah suratan takdir yang harus aku jalani, kumohon kuatkan aku."

Hati meronta ingin menyerah. Mengikhlaskan mas Krisna untuk dimiliki seutuhnya oleh wanita itu. Namun, saat ini harga diriku sebagai seorang istri seakan tercabik-cabik akan perbuatan mereka, maka dari itu aku memilih bertahan untuk membuktikan bahwa aku Rengganis, tidaklah selemah itu. Sepuluh tahun aku bisa bertahan dalam ujian menunggu keturunan, kini akan aku buktikan bahwa aku juga bisa bertahan hidup bersama maduku.

Di samping itu ucapan-ucapan Mama Puspa tadi siang juga terasa menggerus hati. Dia seorang wanita bahkan anaknya pun juga ada yang perempuan. Namun mengapa sampai hati ia membanding-bandingkan aku dengan wanita itu? Mengataiku mandul, mengatai parasku tak secantik wanita itu, dan melontarkan kata-kata yang terdengar menusuk telinga.

Dengan sangat mudahnya Mama Puspa mengataiku mandul, tanpa ia tahu bagaimana ikhtiarku menjemput garis dua itu. Aku memang PCOS, namun bukan berarti aku mandul kan? Lima tahun aku menjalani promil. Berpindah-pindah dari rumah sakit satu ke rumah sakit yang lain. Meminum obat untuk memperbesar sel telur, merangsang sel telur agar matang, mengkonsumsi obat untuk mengontrol gula dan semua jenis vitamin, asam folat, vitamin D, vitamin E, inositol dan semua ramuan herbal yang orang-orang katakan masuk ke dalam perut. Hingga pada akhirnya aku memilih berhenti.

Aku hanya berhenti bukan berputus-asa dari rahmat Allah. Aku memilih untuk berpasrah setelah ikhtiar yang sudah aku lakukan selama lima tahun ini. Aku sudah menyerahkan semua kepada Rabb-ku kapan tiba waktunya aku diberi kepercayaan untuk mengandung, melahirkan dan membesarkan seorang anak.

Air mataku kembali menetes kala teringat sikap mas Krisna yang terlihat begitu mensupportku. Berkali-kali ia mengatakan tidak masalah jika sampai akhir nanti rumah tangga kami tidak pernah diwarnai oleh gelak tawa juga tangis seorang anak. Bahkan dia selalu meyakinkanku jika ia tidak akan pernah meninggalkan ataupun menduakanku meski sampai kapanpun aku tidak bisa memberikan keturunan. Tapi saat ini yang terjadi adalah sebaliknya. Aku mulai dilupakan, diabaikan dan pada akhirnya disisihkan. Siang tadi, aku benar-benar melihat satu potret keluarga bahagia yang tengah menanti kelahiran sang buah hati.

"Allah.... Aku tidak pernah tahu ada kebahagiaan apa yang menungguku di depan sana, namun aku selalu percaya bahwa keikhlasan yang saat ini aku peluk dengan erat yang akan menuntunku menuju surgaMu di kehidupan selanjutnya nanti."

Kuusap jejak-jejak air mata yang masih tertinggal. Kuhirup napas dalam untuk mengisi rongga dadaku dengan oksigen yang berada di sekitar. Mencoba mengusir rasa sesak yang masih saja bergelayut manja di dada. Aku beranjak dan memilih untuk berdiri di balik jendela.

Suasana luar masih nampak gelap. Namun sebentar lagi matahari juga muncul di ufuk timur. Dengan kilau sinarnya yang begitu terang. Aku pun yakin jika jalan hidupku akan seperti itu. Setelah kegelapan ini pasti akan ada cahaya terang yang menanti.

"Saat ini belum waktunya untuk menyerah. Bahkan, perjalanan ini baru akan aku mulai. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan keluar mejadi juaranya."

***

Aku kembali ke Jogja setelah beberapa hari tinggal di Magelang. Mencoba kembali ke rutinitasku di toko kue yang sudah beberapa hari ini aku tinggalkan. Sedangkan mas Krisna, Dinda dan mertua, mereka masih ada di Magelang. Aku dengar mereka baru mempersiapkan kepindahannya ke Jogja.

Hah... Apapun yang mereka lakukan, aku tidak peduli. Saat ini aku harus fokus pada usaha yang sudah aku jalani, agar bisa berkembang sehingga aku tidak terlalu menggantungkan hidupku kepada mas Krisna. Aku Rengganis, aku wanita kuat yang bisa menghadapi dunia ini dengan kekuatanku sendiri.

"Bu Ganis...."

"Hai Ran, bagaimana toko kue beberapa hari ini? Lancar kan?" tanyaku dengan senyum lebar yang mengembang di bibir.

"I-iya Bu, alhamdulillah lancar," jawab Rani sedikit terbata. Kulihat ada sesuatu yang mengganjal di hatinya ketika melihatku.

"Ada apa Ran? Mengapa wajahmu terlihat beda seperti itu?" tanyaku keheranan.

"Bu Ganis tidak apa-apa kan?"

Dahiku mengernyit. "Aku? Ada apa denganku Ran? Aku baik-baik saja."

"T-tapi kan baru kemarin bu Ganis tahu kalau suami bu Ganis...."

Rani menjeda ucapannya. Akupun paham apa yang menjadi maksud Rani. Ia pasti penasaran kenapa aku bisa seceria ini setelah mengetahui suamiku menikah lagi secara siri.

"Lantas aku harus bagaimana, Ran? Apa aku harus terus terpuruk, meratapi keadaan ini?" tanyaku seraya terkekeh kecil. "Cukup sehari dua hari saja aku menangis. Setelah itu aku sudah kembali menjadi Ganis yang kamu lihat sehari-hari. Toh jika aku terus terpuruk, bagaimana nasib kalian dan toko kue milikku ini? Bisa-bisa ikut terombang-ambing juga."

"Ya Allah bu Ganis... Kalau seperti ini saya justru yang ikut nangis. Saya tidak menyangka jika bu Ganis setegar dan setangguh ini. Dihantam badai dari sisi mana pun tetap tegak berdiri. Semoga saya bisa mencontoh ketangguhan bu Ganis ya."

"Aku tidak setangguh dan setegar itu Ran. Hanya saja aku mencoba untuk ikhlas menjalani setiap goresan takdir yang sudah tertulis untukku. Aku percaya jika ini semua adalah yang terbaik yang ditakdirkan oleh Allah."

"Iya Bu." Rani melirik ke arah depan toko. "Ya sudah kalau begitu Bu, saya kembali ke pekerjaan saya. Sepertinya sudah ada tamu yang menunggu bu Ganis."

Rani berujar sembari sorot matanya menatap tajam ke arah depan toko. Aku berbalik punggung dan kulihat Rangga sudah ada di sana.

"Dari kemarin pak Rangga kemari nyari bu Ganis. Sepertinya memang ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh pak Rangga."

"Oke Ran, terima kasih informasinya. Memang ada sesuatu yang penting yang sedang aku bahas dengan Rangga."

Rani kembali ke dapur produksi. Sedangkan aku menuju depan untuk menyambut kedatangan teman lamaku ini. Lelaki itu sudah tersenyum lebar kala melihatku ada di beranda toko.

"Assalamu'alaikum Nis."

"Waalaikumsalam Ga." Aku berjalan ke sebuah kursi yang ada di pojok beranda. "Sini duduk Ga."

"Wah, akhirnya aku bisa bertemu denganmu setelah beberapa hari aku kemari tapi kamunya sedang tidak ada."

Aku terkekeh pelan. "Maaf ya Ga, aku beberapa hari ini ada urusan di luar kota."

"Iya Nis, tidak masalah. Lalu bagaimana perihal obrolan kita sebelumnya? Kapan kira-kira kita bisa langsung mulai eksekusi?"

"Emmmmm Ga, sepertinya aku cancel rencana kita untuk merenovasi toko kue ini menjadi coffee shop."

Kulihat dahi Rangga mengernyit. "Serius kamu Nis?"

Aku menganggukkan kepala. "Iya Ga, aku cancel merenovasi toko kue ini, tapi sepertinya kita bangun mulai dari awal saja coffee shop seperti konsep dan idemu itu."

"Maksudmu, kita rombak total toko kue milikmu ini Nis?"

"Bukan Ga, bukan seperti itu."

"Lantas?"

"Aku punya sebidang tanah di pinggir kota. Sepertinya akan cocok dijadikan coffee shop seperti ide dan konsepmu itu. Kalau kamu tidak keberatan, nanti siang atau nanti sore kita bisa ke sana."

Kulihat Rangga melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kalau sekarang saja bagaimana Nis? Nanti sore aku ada jadwal praktek... eh maksudku..."

"Hah, jadwal praktek? Kamu doker Ga?" tanyaku dengan rasa penasaran. Karena sejak awal bertemu dengan teman lamaku ini, aku sama sekali tidak tahu apa pekerjaannya.

Sedangkan Rangga, kulihat hanya tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya.

.

.

.

1
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, follow, subscribe dan share ya... mkasih
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
bagus Ar... klo gitu kan enak, biar Krisna cepet ketahuan
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayooloohhhhh awal-awal minta dikenalin, Lama-lama minta warisan🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
sampai di magelang kamu yang akan terkejut Nis😂😂
cinta semu
ya lihat aja biasa ny pelakor tu licik ny tiada tanding😂😂benar u nis ..manis asam garam sudah u makan hidup bersama Krisna ...jadi g masalah mau harta terbagi bahkan jatah tubuh terbagi ..gass aja ...
Anonim
basi anying
Anonim: asli .. muak lapar malah basi
total 2 replies
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
siap2 hancur akibat ulahmu sendiri Kris
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
Krisna pintar ngibulll... udah pro banget dia kayaknya...
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hahaha terlalu banyak yang dipikirkan sampai nge-blank gitu🤣
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen follow subscribe dan share ya.. makasih
Masitoh Masitoh
seruuu
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayoloohhh ketemu juga tuh foto USG nya.... besok bakal ketahuan tuh🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
tuh kan si tukang bohong udah mulai beraksi... entah kebohongan apa lagi yang bakal ia katakan.. pasti ada yang lain juga kan..
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
kasian sampai ketiduran gitu.. padahal suaminya lagi ehem-ehem sama istri keduanya
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
wah wah kira2 bener gak ya yang disampaikan oleh pak dirman??
Fumiko Sora
tema cerita menarik, tulisan rapi, pilihan kata juga bagus, alur juga teratur, konflik ringan, pokoknya cocok dibaca untuk menemani waktu senggang kalian
Fumiko Sora
nis, panas2in Dinda.. kamu bisa lebih mesra dan manja ke Krisna biar Dinda panas & sebel sendiri😂
Fumiko Sora
kasian jadi ganis, dia se-berjuang itu loh untuk mendapatkan anak. semoga berhasil ya Nis
Fumiko Sora
satu lagi pengetahuan soal promil.. keren thor
Fumiko Sora
promil sendiri nis, gak usah pake acara minta uang ke Krisna.. kamu sanggup kok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!