NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:325
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: MEMICU INSIDEN

Cahaya biru pucat dari layar holografik memantul di lensa monokel Eye of the Raven milik Charlotte, memberikan kesan bahwa matanya sendiri telah berubah menjadi sirkuit dingin. Di luar bengkel utamanya, Sektor 1 sedang membara. Pidato Jenderal Kaelen telah meledakkan sumbu pendek kemarahan publik, dan unit-unit elit Jenderal Aris mulai bergerak dalam kepanikan. Namun, bagi Charlotte, kebisingan di jalanan itu hanyalah suara latar yang tidak relevan. Fokusnya saat ini adalah struktur baja dan beton yang menopang hidupnya: Bengkel Pusat Radiant.

Selama ini, bengkel ini adalah penjara sekaligus perisainya. Di bawah kepemimpinan Kepala Teknisi humas yang korup dan para atasan yang hanya peduli pada anggaran, bengkel ini memiliki ribuan lubang keamanan yang tidak pernah diperbaiki. Charlotte telah memetakan setiap retakan struktural, setiap pipa uap yang berkarat, dan setiap protokol pemadaman api yang bisa dimanipulasi.

"Sistem, tampilkan denah ventilasi utama dan jalur distribusi pendingin reaktor bawah tanah," perintah Charlotte. Suaranya rendah, nyaris berbisik, namun penuh dengan otoritas yang mematikan.

[Memproses... Pemindaian Struktural Bengkel Sektor 1 Selesai.]

[Kelemahan Terdeteksi: Katup tekanan pada tangki pendingin nomor 4 hingga 7 mengalami korosi 40%. Kegagalan sistemik dapat dipicu dengan lonjakan beban kerja sebesar 120%.]

Charlotte menyeringai tipis. Ia mulai menggerakkan jemarinya di atas papan ketik laser. Langkah pertamanya adalah Melancarkan Modifikasi Senyap. Ia tidak menghancurkan mesin-mesin itu; ia hanya "mengoptimalkannya" menuju kehancuran. Melalui akses Administrator yang ia curi, Charlotte menyuntikkan kode skrip ke dalam *firmware* mesin cetak zirah otomatis. Skrip ini memerintahkan mesin untuk bekerja tiga kali lebih cepat dari batas aman, namun secara visual, laporan di layar pengawas tetap menunjukkan status "Normal".

"Jika mereka ingin senjata untuk menekan demonstran, aku akan memberikan mereka senjata yang paling 'bersemangat'," gumam Charlotte.

Di lantai produksi bawah, suara mesin mulai menderu lebih keras. Para teknisi bawahan mulai kebingungan melihat piston-piston bergerak dengan kecepatan yang tidak wajar, namun saat mereka memeriksa terminal kontrol, semuanya tampak hijau. Mereka tidak tahu bahwa Charlotte telah memasang mirroring data yang memalsukan kenyataan digital mereka.

Sambil membiarkan mesin-mesin itu memanas, Charlotte mulai Menggali Kelemahan Struktural. Ia meretas log pemeliharaan selama sepuluh tahun terakhir. Ia menemukan apa yang ia cari: laporan palsu tentang penggantian fondasi penyangga di area gudang senjata. Uang untuk perbaikan itu telah dikorupsi oleh Kepala Bengkel, sementara fondasi aslinya kini sudah rapuh akibat rembesan limbah kimia.

Charlotte mengirimkan perintah kepada unit robotik pembersih. Di bawah perintah rahasianya, robot-robot kecil itu mulai menyemprotkan cairan korosif terkonsentrasi ke titik-titik krusial di fondasi tersebut. Ini adalah sabotase yang estetis—sebuah insiden yang akan terlihat seperti akumulasi dari kelalaian bertahun-tahun, bukan serangan terencana.

Tiba-tiba, peringatan merah berkedip di sudut matanya.

[Peringatan! Suhu Reaktor Inti Bengkel meningkat drastis. Tekanan uap mencapai batas kritis.]

"Tahan protokol pendinginan otomatis selama enam puluh detik," perintah Charlotte. "Biarkan alarm berbunyi di seluruh gedung."

Detik berikutnya, sirene melengking memecah keheningan markas. Lampu merah berputar, menciptakan bayangan panjang yang menakutkan di lorong-lorong bengkel. Para penjaga dan teknisi berlarian panik. Inilah Insiden yang ia picu. Di tengah kekacauan itu, Charlotte bangkit dari kursinya, mengenakan jubah mekaniknya yang tahan api, dan berjalan dengan tenang menuju ruang kontrol utama.

Di sana, ia bertemu dengan Kepala Bengkel, seorang pria bertubuh tambun bernama Silas yang sedang berkeringat dingin di depan konsol pengawas.

"Apa yang terjadi, Charlotte?! Kenapa sistem pendingin tidak berfungsi?!" teriak Silas dengan suara parau.

Charlotte menatap layar monitor dengan ekspresi yang sangat prihatin, sebuah akting yang sempurna. "Tuan Silas, sepertinya kegagalan ini berasal dari unit yang Anda klaim telah diperbarui bulan lalu. Log sistem menunjukkan bahwa suku cadang yang digunakan adalah barang tiruan berkualitas rendah. Tekanan uap tidak bisa ditahan lagi."

"Apa?! Itu tidak mungkin! Aku sudah... maksudku, departemen pengadaan sudah mengurusnya!" Silas tergagap, menyadari bahwa borok korupsinya kini terancam terekspos oleh ledakan fisik.

"Jika tangki nomor 4 meledak, seluruh sektor ini akan runtuh karena fondasi bawah yang rapuh. Dan menurut data yang baru saja 'bocor' ke server pusat, Anda adalah orang yang menandatangani laporan kelayakan fondasi itu," lanjut Charlotte, suaranya tetap datar, hampir seperti pembaca berita kematian.

Silas memucat. Ia melihat ke arah Charlotte, berharap ada solusi. "Tolong aku, Charlotte! Kau mekanik jenius, kan? Perbaiki ini! Aku akan memberikan apa pun!"

Inilah momen yang ditunggu. Charlotte melangkah maju, tangannya menyentuh konsol utama. "Saya bisa mengisolasi ledakannya ke area yang terbatas, Tuan Silas. Tapi saya butuh akses penuh ke Protokol Darurat Administrator. Sekarang."

Tanpa berpikir panjang, di bawah ancaman kehancuran total dan penjara militer, Silas menempelkan telapak tangannya ke sensor biometrik. "Lakukan! Selamatkan tempat ini!"

[Akses Administrator Diberikan.]

[Otoritas Tertinggi Bengkel Sektor 1: Terkonfirmasi - User: Charlotte.]

Begitu akses diberikan, Charlotte tidak langsung mematikan alarm. Sebaliknya, ia mengatur agar tekanan uap dilepaskan melalui pipa ventilasi yang mengarah langsung ke gudang logistik pribadi milik Jenderal Aris yang berada tepat di atas bengkel.

BOOM!

Getaran hebat mengguncang seluruh bangunan. Langit-langit di gudang atas runtuh, menghancurkan ratusan zirah siap pakai dan kendaraan tempur yang seharusnya dikirim ke garis depan. Debu dan uap panas memenuhi ruangan. Namun, reaktor inti tetap aman. Charlotte telah menghancurkan aset militer Aris sambil "menyelamatkan" reaktor bengkel.

Di tengah kepul asap, sistem memberikan laporan yang manis di telinga Charlotte.

[Insiden Terkendali. Kerugian Aset Faksi Radiant: 15.000.000 Kredit.]

[Manipulasi Target Sukses. Kepala Bengkel Silas kini berada di bawah kendali Anda sepenuhnya.]

[Perolehan Poin: 5.000 MP dari ketakutan massal teknisi dan 3.500 MP dari sabotase struktural.]

Charlotte menatap Silas yang terduduk lemas di lantai, menangis karena lega sekaligus ketakutan. Silas tidak menyadari bahwa mulai detik ini, hidupnya telah berakhir. Ia hanya menjadi boneka di atas panggung yang kini dimiliki oleh Charlotte.

"Kerja bagus, Tuan Silas," kata Charlotte sambil membersihkan sedikit debu dari bahunya. "Sistem pendingin sudah stabil. Tapi sayangnya, ledakan tadi menghancurkan server logistik utama. Semua catatan korupsi Anda... secara ajaib berpindah ke drive pribadi saya sebelum server itu hangus."

Silas mendongak, matanya membelalak. "Kau... kau menjebakku?"

"Saya hanya melakukan optimalisasi, Silas," balas Charlotte dengan senyum dingin yang tidak mencapai matanya. "Bengkel ini membutuhkan pemimpin yang lebih... efisien. Mulai sekarang, Anda akan tetap menjadi Kepala Bengkel di atas kertas, tapi setiap baut yang dipasang dan setiap gram energi yang digunakan di sini adalah milikku."

Charlotte berbalik, berjalan kembali menuju ruang kerjanya yang kini terhubung secara organik dengan sistem saraf pusat seluruh markas. Di luar, kerusuhan akibat pidato Kaelen semakin memanas, dan hancurnya gudang senjata Aris akibat "kecelakaan" di bengkel akan menjadi bahan bakar baru bagi api perang saudara ini.

Ia duduk kembali di kursinya, menatap layar yang kini menampilkan status baru dalam profilnya.

[Status: Pejabat Administrator Bayangan - Level 2.]

[Rencana Berikutnya: Mengungkap Catatan Fiktif dan Membiarkan Atasan Terjebak Sendiri.]

Charlotte menyesap cairan nutrisinya yang dingin. Ia bisa merasakan getaran di bawah kakinya—getaran dari sebuah faksi yang sedang runtuh. Dan di atas puing-puing itu, ia mulai merancang sesuatu yang jauh lebih besar. Nama "Aegis" mulai terbentuk di pikirannya, sebuah solusi yang akan ia tawarkan kepada dunia yang sebentar lagi akan kehilangan semua pelindungnya.

"Biarkan badai ini membesar," bisik Charlotte. "Karena hanya di tengah badai, orang-orang akan sudi membayar mahal untuk sepotong payung."

Jemari Charlotte kembali menari di atas papan ketik. Ia mulai menyusun Bab 22 dalam kenyataan, memilah-milah data korupsi Silas dan Aris yang akan ia lepaskan secara bertahap seperti racun yang bekerja lambat. Di matanya, setiap jenderal, setiap pahlawan, dan setiap pemberontak hanyalah komponen mesin yang perlu ia bongkar dan rakit ulang sesuai keinginannya.

Sektor 1 tidak lagi diperintah oleh militer. Sektor 1 kini diperintah oleh kode-kode tersembunyi yang mengalir dari ujung jari seorang mekanik yang pernah mereka anggap remeh.

[Total Poin Saat Ini: 53.500 MP.]

[Proses Integrasi Jaringan: 85%.]

Malam itu, di bawah pendar ungu monitornya, Charlotte adalah satu-satunya orang yang tidur dengan tenang, sementara seluruh Sektor 1 terjaga dalam ketakutan akan apa yang akan terjadi esok hari. Ia telah memicu insiden itu, dan ia tidak punya niat sedikit pun untuk menghentikannya. Justru sebaliknya, ia akan memastikan api itu membakar semua yang menghalangi jalannya menuju tahta Administrator mutlak.

1
BlueHeaven
dekstra typo kah thor
BlueHeaven
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!