NovelToon NovelToon
Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Bidadari Bar-bar: Pangeran Bisu Ini Milikku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / CEO / Pendamping Sakti / Cinta Beda Dunia / Cinta pada Pandangan Pertama / Fantasi Wanita
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Turun dari langit bukan untuk jadi Dewi, tapi untuk jadi istrimu!"
​Demi kabur dari perjodohan Dewa Matahari, Alurra—bidadari cantik yang sedikit "gesrek"—nekat terjun ke bumi. Bukannya mendarat di istana, ia malah menemukan Nael Gianluca Ryker, pewaris tunggal yang sekarat dan kehilangan suaranya akibat trauma masa lalu.
​Bagi Alurra, Nael adalah mangsa sempurna. Tampan, kaya, dan yang paling penting: tidak bisa protes saat dipaksa jadi pangerannya!
​Nael yang dingin dan bisu mendadak pusing tujuh keliling. Bagaimana bisa bidadari penyelamatnya justru lebih agresif dari pembunuh bayaran? Ditolak malah makin menempel, diusir malah makin cinta.
​Dapatkah sihir bidadari bar-bar ini menyembuhkan luka bisu di hati Nael? Atau justru Nael yang akan menyerah pada "teror" cinta dari langit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: DEWA MATAHARI YANG MENANGIS DAN BUSA AJAIB

Mansion Ryker yang biasanya setenang perpustakaan nasional, mendadak berubah menjadi zona perang suara. Dari arah kamar utama di lantai dua, sebuah teriakan melengking memecah keheningan sore itu, membuat para pelayan yang sedang menyeka guci antik di koridor hampir melompat kaget.

"TOLOOONG! NAEEEL! TOLOOONG!"

Nael, yang baru saja duduk di sofa kamarnya untuk mencoba memproses kekacauan hari ini, langsung berdiri tegak. Wajahnya yang pucat pasi menjadi semakin tegang. Tanpa pikir panjang, ia berlari menuju kamar mandi besar yang pintu marmernya terbuka sedikit.

BYURRRRR!

Suara air yang menderu kencang terdengar dari dalam. Nael menerjang masuk, jantungnya berdegup kencang karena mengira ada musuh yang menyusup. Namun, pemandangan di depannya justru jauh dari kata "serangan musuh".

Alurra berdiri di bawah pancuran shower yang menyala maksimal, masih mengenakan sutra putihnya yang kini basah kuyup dan menempel ketat di tubuhnya. Ia menutupi kepalanya dengan kedua tangan, melompat-lompat panik seperti kelinci yang terjebak hujan badai.

"Nael! Matikan ini! Cepat!" teriak Alurra sembari memejamkan mata rapat-rapat. "Kenapa airnya turun dari langit-langit? Apa Dewa Matahari sedang menangis melihatku bersamamu? Huhu, air matanya banyak sekali! Ini pasti kutukan!"

Nael tertegun sejenak. Ia menepuk dahinya sendiri. Ia lupa kalau bidadari ini biasa mandi di sungai surga yang airnya mengalir tenang dari bawah, bukan air yang dijatuhkan dari pipa besi di atas kepala.

Melihat Alurra yang menggigil dan terus berteriak ketakutan, Nael segera meraih jubah mandi tebal dari gantungan. Dengan mata yang terpejam rapat—karena ia masih memiliki etika sebagai pria terhormat—Nael maju mendekat. Ia meraba-raba dinding hingga berhasil memutar keran shower ke posisi off.

Keheningan mendadak kembali. Alurra berhenti berteriak, napasnya tersengal-sengal.

Nael, dengan mata yang tetap tertutup, membungkus tubuh mungil Alurra dengan jubah mandi beludru yang besar. Ia mengeratkan ikatannya di pinggang Alurra, memastikan bidadari itu tertutup rapat dari leher hingga kaki.

"Sudah... berhenti?" bisik Alurra pelan, suaranya bergetar. Ia menatap Nael yang masih setia menutup mata di depannya. "Kenapa kau tutup mata? Apa wajahku jadi jelek karena air mata Dewa Matahari itu?"

Nael menggeleng pelan. Ia menunjuk ke arah bathtub (bak mandi) raksasa yang terbuat dari batu alam di sudut ruangan. Ia ingin menunjukkan bahwa ada cara mandi yang lebih "beradab" bagi seorang bidadari.

Nael mulai menyalakan air hangat di dalam bathtub. Uap panas mengepul, menciptakan suasana yang menenangkan. Ia kemudian mengeluarkan sebuah kotak berisi berbagai macam bath bomb (sabun bola) warna-warni yang aromanya sangat harum.

Nael menyodorkan kotak itu pada Alurra. Ia memberi isyarat agar Alurra memilih salah satu.

"Apa ini? Telur naga pelangi?" Alurra mendekat, hidungnya kembang-kempis menghirup aroma yang asing tapi enak. "Wah, yang ini baunya seperti hutan surgaku! Aku mau yang ungu ini!"

Alurra mengambil bola ungu dengan taburan gliter perak itu. Nael kemudian memberi isyarat agar Alurra melemparkannya ke dalam air hangat yang sudah penuh.

Cemplung!

Begitu bola itu menyentuh air, ia mulai mendesis dan mengeluarkan busa ungu yang melimpah, memenuhi permukaan air dengan aroma lavender dan mawar. Airnya berubah warna menjadi ungu berkilau, tampak sangat mistis dan indah.

"NAEL! LIHAT! AIRNYA HIDUP!"

Alurra bukannya takjub, ia justru melompat mundur dan langsung memeluk leher Nael dengan sangat erat hingga pria itu hampir terjungkal ke belakang. Tubuh Alurra yang masih basah di balik jubah mandi membuat Nael bisa merasakan detak jantung bidadari itu yang sangat cepat.

"Dia mendesis! Dia mau memakanku ya? Nael, jangan biarkan air ungu itu menelanku!" Alurra menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Nael, kakinya melingkar di pinggang Nael layaknya koala.

Nael mematung. Harum rambut Alurra yang basah memenuhi indranya. Ia merasakan tubuh mungil itu gemetar karena ketakutan yang polos. Perlahan, Nael menepuk punggung Alurra dengan lembut, mencoba menenangkannya.

Nael melepaskan pelukan Alurra sedikit, lalu ia mengambil segenggam busa lembut dari bathtub dan meletakkannya di atas telapak tangan Alurra yang gemetar.

Alurra terdiam. Ia melihat busa itu—lembut, ringan, dan tidak menggigit. Ia mencolek busa itu dengan telunjuknya, lalu tertawa kecil saat busanya pecah.

"Eh? Ternyata dia baik ya? Tidak galak seperti air terjun tadi?" Alurra mulai berani mendekati bak mandi, matanya berbinar menatap hamparan busa ungu yang berkilau.

Nael berdiri di sampingnya, melihat bagaimana bidadari yang tadi menghancurkan pembunuh bayaran dengan sadis, kini justru tertawa riang hanya karena melihat busa sabun. Ekspresi Alurra begitu tulus, begitu polos, seolah dunia ini adalah tempat bermain yang ajaib baginya.

Dan di saat itulah, sebuah keajaiban kecil terjadi pada Nael.

Sudut bibir pria yang sudah bertahun-tahun tidak pernah tersenyum itu perlahan terangkat. Sebuah senyuman tipis, tulus, dan sangat tampan menghiasi wajah dinginnya. Nael merasa beban di dadanya seolah terangkat hanya dengan melihat tingkah konyol Alurra.

Alurra yang sedang asyik bermain busa, tiba-tiba menoleh dan menangkap momen langka itu. Ia terpaku melihat senyum Nael.

"Nael... kau tersenyum?" bisik Alurra takjub. Ia mendekat, jemarinya yang penuh busa tanpa sengaja menyentuh ujung hidung Nael, meninggalkan noda putih di sana. "Wah! Pangeranku kalau tersenyum jadi sepuluh kali lebih tampan! Harta apa lagi ini? Apa senyumanmu juga bagian dari hartaku?"

Nael langsung tersadar dan kembali memasang wajah datar, meski telinganya memerah padam. Ia segera berbalik dan melangkah keluar kamar mandi, meninggalkan Alurra yang berteriak-teriak girang di dalam bak mandi.

"Nael! Jangan pergi dulu! Sini, mandi bersama! Airnya enak, seperti pelukan awan!"

Nael mempercepat langkahnya, menutup pintu kamar mandi dengan rapat. Ia bersandar di pintu, memegang dadanya yang berdegup kencang. Ia baru menyadari satu hal: Bidadari ini mungkin akan menghancurkan kewarasannya, tapi ia juga yang membawa kembali cahaya di hidup Nael yang gelap.

...****************...

1
umie chaby_ba
mari kita coba
Ariska Kamisa
semoga kalian bisa menikmati nya juga...
Aldah Karisa
semangat thorr... aku suka gaya bahasamu. 👍
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
wow hebat jugaa
Aldah Karisa
termasuk cerita fiksi yang bikin kita membayangkan jauh ga sih... dengan adanya dewa matahari dewa langit... dan ini cinta dua dunia .. berharap happy ending yaaa... suka takut kalo cinta beda dunia... dan semoga Nael ini bisa sembuh dan mau bicara lagi....
aku suka namanya Nael ....
Aldah Karisa
bidadari genit parah
Aldah Karisa
kenapa nael bisa bisu
Aldah Karisa
ini bidadari nya ga pake selendang??? 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!