NovelToon NovelToon
Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Kau Pilih Selingkuhanmu, Aku Pilih Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hashifa

“Aku akan bantu ungkap perselingkuhan suamimu, tapi setelah itu, ceraikan dia dan menikahlah denganku.”

Sekar tak pernah menyangka kalimat itu keluar dari mulut adik iparnya, Langit Angkasa. Lima bulan menikah dengan Rakaditya Wiratama, ia tengah hamil dan merasa rumah tangganya baik-baik saja. Sampai noda samar di kemeja suaminya dan transfer puluhan juta rupiah ke rekening-rekening asing membuka satu per satu kebohongan yang selama ini tersembunyi.

Sekar harus memilih: bertahan dalam luka, atau menyetujui ide gila yang bisa menghancurkan semuanya.

Dan ketika balas dendam berubah menjadi pernikahan, siapa yang sebenarnya akan terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hashifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaranmu Masih Berlaku?

Langit tersenyum tipis membaca pesan yang masuk ke ponselnya. Ia segera mengetikkan balasan.

[Datang ke apartemenku. Besok jam sembilan pagi. Altavera Grand Residence, Tower Altair, Unit 32-A.]

Ia menekan tombol kirim. Balasan muncul tak lama kemudian.

[Ok.]

Hanya itu?

Langit kembali tersenyum tipis. Memangnya kamu mau jawaban apa lagi? gumamnya dalam hati.

Ia menatap Zayn yang terlelap di pangkuannya setelah seharian bermain. Wajah bocah itu terlihat polos dan menggemaskan. Langit mengusap pelan pipi gembulnya.

“Bocah yang malang,” gumamnya lirih.

Bel apartemen tiba-tiba berbunyi. Sepertinya Kania.

Langit perlahan mengangkat tubuh Zayn ke dalam pelukannya. Ia mengambil tas kecil bocah itu lalu berjalan membuka pintu.

Kania berdiri di depan pintu dengan senyum canggung.

“Dia sudah tidur,” kata Langit singkat. “Saya antar ke bawah. Kamu bawa tasnya saja.”

Kania mengangguk cepat. “Baik, Mas.”

Ia mengambil tas dari tangan Langit lalu mengikuti pria itu menuju lift.

Perjalanan menuju lantai bawah terasa hening.

“Terima kasih ya, Mas. Sudah mau jaga Zayn hari ini,” ucap Kania tulus.

Langit melirik sekilas. “Saya nggak ada kelas hari ini, jadi nggak masalah. Kamu baru pulang kerja?”

Kania mengangguk pelan. Seragam kafe yang masih ia kenakan terlihat sedikit kusut.

“Saya bisa carikan pekerjaan lain kalau kamu mau,” ujar Langit datar. “Kerja di kafe pasti melelahkan.”

Kania tersenyum kecil sambil menggeleng.

“Nggak usah, Mas. Saya nyaman, kok, kerja di sana. Orang-orangnya juga baik.”

Langit mengembuskan napas pelan.

“Saya sudah bilang, kalau kamu butuh apa-apa, bilang saja. Urusan Zayn itu urusan saya. Semua kebutuhan kamu dan Zayn juga tanggung jawab saya.”

Kania menundukkan kepala, menggenggam tali tas di tangannya.

“Iya, Mas.”

Lift berdenting saat pintunya terbuka di basement. Kania berjalan lebih dulu menuju mobilnya—mobil yang juga diberikan Langit untuknya.

Ia membuka pintu penumpang, membiarkan Langit menidurkan Zayn yang masih terlelap. Dengan hati-hati pria itu memasangkan sabuk pengaman pada tubuh kecil bocah itu, lalu menutup pintunya perlahan.

“Kalau begitu saya pamit dulu, Mas.”

Kania menganggukkan kepala sebelum masuk ke dalam mobilnya. Tak lama kemudian kendaraan itu meninggalkan basement apartemen.

Langit menghela napas panjang. Ia baru saja hendak berbalik ketika ponselnya kembali berbunyi. Alisnya terangkat sedikit saat melihat nomor yang masuk.

“Katakan,” ucapnya datar.

“Pak, sepertinya Bu Sekar sudah menemukan sesuatu.”

Langit terdiam sesaat sebelum menjawab tenang.

“Saya tahu. Biarkan saja.”

“Tapi, Pak—”

“Saya bilang biarkan saja,” potong Langit. “Semuanya akan tetap berjalan sesuai rencana.”

Suara di seberang sana langsung terdiam.

“Tetap tutup mulut. Jangan katakan apa pun sebelum saya minta. Perempuan itu nggak bisa ditebak, jadi jangan gegabah. Kamu mengerti?”

“Baik, Pak.”

“Bagus. Bersikaplah seperti biasa. Jangan sampai ada yang curiga.”

“Baik, Pak.”

Panggilan terputus.

Langit menurunkan ponselnya perlahan. Tatapannya kosong beberapa detik, sebelum akhirnya membuang napas dan kembali ke lantai atas.

***

Keesokan paginya Sekar sengaja melakukan panggilan video pada suaminya.

“Halo, Sayang …” suara Raka terdengar tak lama kemudian. Wajah pria itu muncul di layar ponsel Sekar.

“Halo, Mas. Kenapa semalam chat aku nggak dibalas? Kamu sudah tidur?” tanya Sekar, berusaha terdengar santai. Suaranya tetap lembut, manja, seperti biasanya.

Raka terkekeh pelan. Wajahnya terlihat sedikit menyesal.

“Iya, Sayang. Maaf ya. Kemarin aku kecapekan habis lihat proyek baru, jadi tidur lebih awal. Kenapa? Kangen?”

Sekar menahan mual yang tiba-tiba naik ke tenggorokannya. Suara pria itu terasa begitu memuakkan sekarang.

Namun ia tetap tersenyum di depan kamera.

“Iya, dong. Masa nggak kangen sama suami sendiri?” jawabnya.

Tatapannya sengaja menajam, memperhatikan sekeliling layar ponsel itu dengan seksama. Sekar yakin perempuan itu ada di sana. Mungkin sedang berdiri tak jauh dari Raka, mendengarkan percakapan mereka.

Dan Sekar sengaja memainkan perannya dengan sempurna. Kalau perempuan itu memang ada di sana, maka biarkan saja ia mendengar semuanya.

“Mas kapan pulang?” Sekar bertanya kembali dengan manja, nadanya merayu.

Raka kembali tersenyum ke arah layar ponselnya, meskipun tak jauh darinya Anita sudah memasang wajah masam.

“Sabar ya, Sayang. Besok Mas sudah pulang, kok. Tumben kamu manja banget. Biasanya juga kamu nggak rewel kalau Mas ke luar kota.”

Sekar mengerucutkan bibirnya, pura-pura merajuk.

“Ya, kan, aku lagi hamil, Mas. Wajar dong ibu hamil manja sama suami sendiri. Emangnya kenapa? Kamu nggak suka aku manja?”

Raka buru-buru menggeleng.

“Bukan gitu maksud Mas—”

“Kamu nggak mau manjain aku lagi?” potong Sekar, suaranya terdengar semakin lembut. “Atau sekarang sudah ada yang lain yang perlu kamu manjain juga?”

Raka terlihat sedikit salah tingkah.

“Ya bukan gitu, Sayang …”

Sekar mengerucutkan bibirnya, pura-pura merajuk.

“Ya bagus, dong, aku manja sama suami sendiri,” lanjutnya santai. “Daripada minta dimanja sama suami orang. Gatal itu namanya.”

Di sisi lain ruangan, Anita langsung menegakkan tubuhnya. Tatapannya menajam menatap Raka dengan kesal.

Sekar memang tidak bisa melihatnya secara langsung, tapi entah kenapa ia yakin perempuan itu sedang ada di sana. Dan kalimat barusan terasa seperti tamparan yang mendarat tepat di wajahnya.

“Jangan lama-lama pulangnya, ya, Mas. Si adek bayi kangen sama Papanya,” ujar Sekar lagi, sengaja menambahkan nada manja yang berlebihan.

"Iya, besok Mas udah pulang, kok." Raka kembali tersenyum.

Sekar membalas senyum manis ke arah layar.

“Sekar tutup dulu ya, Mas. Mau mandi dulu.”

“Iya … bye, Sayang. Love you.”

Panggilan itu pun berakhir. Begitu layar ponsel Raka menghitam, Anita menggeram kesal. Ia meraih bantal di sampingnya lalu melemparkannya ke arah Raka hingga mengenai bahu pria itu.

“Au!” Raka meringis pelan.

“Istri kamu sengaja, kan? Dia nyindir aku? semprot Anita dengan wajah merah padam. “Kamu yakin dia nggak tahu apa-apa, Mas?”

Raka menghela napas panjang, berusaha tetap tenang.

“Ya nggak mungkinlah, Sayang. Dia nggak akan tahu apa-apa.” Ia meraih tangan Anita, berusaha menenangkan. “Itu cuma karena dia lagi sensitif. Namanya juga orang hamil.”

Anita mendengus kesal, ia masih menatap Raka tajam.

“Sudahlah, jangan overthinking.” Raka berdiri sambil merapikan kemejanya. “Sekarang lebih baik kita siap-siap ke proyek.”

Ucapan itu bukannya menenangkan, justru membuat Anita semakin geram. Kalimat Sekar terus terngiang di telinganya.

... daripada manja sama suami orang.

Kalimat itu terasa seperti hinaan yang sengaja diarahkan tepat ke wajahnya. Ia membuang napas sebelum mengikuti langkah Raka.

***

Sekar menyusuri lorong menuju unit apartemen milik Langit. Entah kenapa dadanya mendadak berdegup kencang. Ia tahu, keputusan yang diambilnya saat ini bisa saja menjadi keputusan yang kelak ia sesali. Namun, sepertinya ia tidak melihat jalan keluar lain.

Perempuan itu berhenti di depan pintu apartemen, lalu menekan bel. Tak butuh waktu lama, pintu terbuka.

Langit berdiri di ambang pintu. Kaos oblong dan celana training putih yang dikenakannya membuat pria itu terlihat jauh lebih santai dari biasanya. Untuk sesaat tatapan mereka bertemu.

Langit lalu menyingkir, memberi jalan. “Masuk.”

Sekar melangkah ke dalam. Matanya menyapu sekeliling apartemen yang luas dan tertata rapi.

“Duduklah,” ujar Langit singkat.

Sekar menoleh, lalu mengikuti Langit yang sudah lebih dulu duduk di sofa tak jauh dari pintu masuk.

“Kamu sudah makan? Mau aku buatkan sesuatu?” tanya Langit sambil menuangkan minuman dari teko ke dalam cangkir.

Sekar menggeleng. “Nggak usah. Terima kasih.”

Langit melirik sekilas, lalu mendorong sebuah cangkir ke arah Sekar.

“Teh jahe. Aman buat ibu hamil. Bisa bantu meredakan mual.”

Sekar hanya mengangguk kecil. Tangannya memegang cangkir itu, tapi ia belum meminumnya. Tiba-tiba saja ia merasa kelu. Tidak tahu harus memulai dari mana.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

“So … apa yang mau kamu katakan?” tanya Langit akhirnya, nada suaranya tenang namun penuh selidik.

Sekar mengangkat wajahnya. Ia menarik napas sebelum bicara.

“Apa tawaran Mas sebelumnya masih berlaku?”

Alis Langit langsung terangkat. Ia menoleh penuh perhatian.

“Kamu mau menikah denganku?” tanyanya, seolah memastikan ia tidak salah dengar. “Kenapa? Bukannya waktu itu kamu bilang aku gila karena memberikan tawaran itu?”

Sekar menghela napas pelan. “Anggap saja kita sama-sama gila,” jawabnya tegas.

Ia menatap Langit tanpa ragu. “Aku yakin Mas juga punya tujuan sendiri menikah sama aku, kan? Aku memang nggak tahu apa tujuan Mas … tapi yang jelas bukan karena kasihan.”

Kening Langit berkerut tipis. “Maksud kamu?”

Sekar tersenyum miring.

“Mas, aku bukan perempuan bodoh. I mean … ya, satu-satunya kebodohanku adalah menikah dengan Mas Raka.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Dan waktu Mas menawarkan pernikahan itu, aku tahu itu bukan tawaran biasa.”

Tatapan Sekar semakin tajam.

“Nggak ada satupun pria waras yang tiba-tiba ingin menikahi perempuan yang masih menjadi istri kakaknya sendiri, lalu menyuruhnya bercerai … kalau dia nggak punya tujuan tertentu.”

Langit menatap Sekar cukup lama. Lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

“Bagus,” katanya pelan. “Setidaknya gelar cumlaude kamu masih berfungsi.”

Sekar tidak menanggapi candaan itu.

“Jadi,” lanjut Langit, menyandarkan tubuhnya ke sofa, “kenapa kamu berubah pikiran?”

Sekar menatapnya lurus. “Karena aku butuh Mas Langit untuk balas dendam.”

Langit mengangkat alisnya.

“Jadi kamu ingin menjadikanku alat balas dendam?”

Sekar mengedikkan bahu ringan.

“Kenapa enggak? Mas juga menjadikan pernikahan ini sebagai alat, kan? Jadi kita impas.”

Beberapa detik Langit hanya menatapnya. Lalu tiba-tiba ia terkekeh pelan.

“Deal,” ucapnya santai. “Ini mulai terdengar menarik.”

Ia mencondongkan tubuhnya. “Tapi ada hal yang harus kamu pahami, Sekar,” ucapnya memperingatkan.

Mata mereka bertemu sepersekian detik.

1
bintang laut🌟
drpd milih opsi menikahi Anita apa Raka akan melenyapkan Anita🤔
Hashifa: kita lihat yaa😎
total 1 replies
Yuli Yulianti
aduh Raka kali ini penyesalan tidak akan berguna cuma nunggu giliran terbongkar aj
bintang laut🌟
astoge Raka kenapa pake masuk ruang kerja sih. kan bang Langit belum nemuin bukti2 ny🤭
Hashifa: kalau di kasih tahu langsung bukannya dinikahin malah di penjara kak😅
total 2 replies
bintang laut🌟
syukurin lu Rak selamat datang huruhara kehancuran mu😂
bintang laut🌟
itung2 latihan napa bang Lang, ntar kalu Sekar hamil anakmu km gak kaget lagi ngadepin ngidam ny bumil😂
Hashifa: 🤣🤣🤣🤣 ga ngefek kak 🙈🙈🙈
total 5 replies
Yuli Yulianti
anita kamu mau mengakui dirimu selingkuhan Raka dihari pengajian 4 bulanan Sekar malah memudah kan Sekar lho kamu nggak tau aj berapa banyak perempuan nya Raka yg ad kamu sendiri syok
Hashifa: mereka sama-sama licik kak 😌
total 1 replies
bintang laut🌟
astoge ini anak nya Raka atau yg pacar aslinya. duh mana lupa nama😂
gile nih ulet bulu ya kali bikin rusuh dipengajian 4 bulan an
bintang laut🌟: 😂😂 nama ny juga ulet bulu gak ada yg bener. ntar juga mereka lama2 pd nyungsep itu nunggu panen ny atas kelakuan yg tidk bermoral😂
total 5 replies
bintang laut🌟
kalau dulu ada kisah antara Kania n Langit...lah proses terjadi Zayn gimana gak sengaja ap salah satu ada yg mabok..thor aku lupa kisah nya pernah di spil belum sih di bab seblumnya🙈
Hashifa: udah pernah di Spil cuma baru secuil. dulu si Kania ini pacarnya Langit tapi direbut sama Raka. Pas hamil, ditinggalin tuh, malah disuruh gugurin kandungannya 😌😌😌
jahat banget ya si Raka tuh
total 1 replies
bintang laut🌟
duh sayang teh nya masih utuh😂
bintang laut🌟
apah ini. ada kisah dimasa lalu ternyata🤭
Hashifa: iyaa... tapi pas udah sama Sekar dia juga main sama Anita. bahkan honeymoon aja dia bawa tuh gundik. kurang edan apalagi coba 😌😌
total 3 replies
bintang laut🌟
huaaaa baru juga baca udah dibikin mewek😭
bintang laut🌟: ho'oh apalgi proses ada ny Zayn diluar pernikahan apa gak dobel2 nyesek nya tuh si Zayn. Zayn km awet aj jd bocil biar gak sakit terima kenyataan
total 2 replies
bintang laut🌟
semangat Gas, semoga cepet dpt informasi dan video nya...
bang Langit kau dimana ih lagi sibuk ama mahasiswa mu kah😂
Hashifa: tenang... part selanjutnya muncul kok. dan siap2 baper sama istri orang 🤣🤣🤣
total 1 replies
bintang laut🌟
apah. serius Zayn bapakmu macam Raka. kok aku gak ikhlas km punya bapak Raka😭😭😂
bintang laut🌟: wkwkwk. kan jdi penasaran🙈😂
ok siap menunggu bab selanjutnya😂
total 5 replies
bintang laut🌟
hoh ternyata Raka tak direstuin ama bapak nya Sekar ish kongkalikong ini am yg buat kecelakan bapak ny Sekar
Hashifa: ada alasan kenapa ga setuju bapaknya. wait yaaa... nanti terbuka satu persatu 😁
total 1 replies
bintang laut🌟
oh jadi video potongan ini ya thor yg waktu itu Raka bilang ama Anita kan ya kalau Bagas berani bicara maka Bagas bisa masuk penjara
Hashifa: yess... betul.. ketemu kan benang merahnya 😎
total 1 replies
bintang laut🌟
ini yg ngirim file rekaman gak bisa ditelurusi kah waktu itu. minta bantuan tim IT gitu🤭🙈
Hashifa: buntu Kak, penjelasan di next part yaaa
total 1 replies
bintang laut🌟
duh rekaman video opo maneh iki🙈😂
Hashifa: hampir benar... next bab yaa... kebuka dikit2 🤭
total 3 replies
bintang laut🌟
ini kan....
ap mungkin foto Kaina Raka🙄
ish kebiasan si othor😂
Hashifa: wkwkwk... sabarr
total 1 replies
bintang laut🌟
belum jd bini, udah perhatian aj nih bang Lang🙈
Hashifa: ya gimana dong... calon-calon bucin 🤭🤣
total 1 replies
Endang Supriati
lagian ngapain kirim pesan ke Raka!!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!